Alvaro

Alvaro
Chapter 30



"Hana,kenapa akhir-akhir ini kau melamun?"tanya Lani yang kini teman sebangkunya.


Jeni yang biasanya duduk di sampingnya pun sudah tidak ada, dengar-dengar berita Jeni sudah pindah keluar negri dan berhubungan dengan hubungan nya dengan Kris mereka masih berstatus sepasang kekasih.


"Aku tidak apa-apa"ucap Hana.


"Benarkah? Kau ingin aku meminta izin pada Kevin,kalau kau tidak bisa mengikuti tour hari ini?"tanya Lani khawatir.


"Jangan! Aku tidak apa-apa,tenang saja"ucap Hana.


Lani menghela nafas pelan"baiklah,kalau kau bilang seperti itu"ucapnya.


"Kau bawa apa saja?"tanya Lani sambil melihat tas yang dibawa Hana.


"Hanya beberapa barang yang penting saja"ucap Hana.


"Kenapa kelihatan nya kau hanya membawa sedikit barang? Sedangkan aku lihatlah..."Lani menunjukan tas yang lumayan besar dari Hana.


Hana terkekeh geli"kau terlalu siaga"ucap nya.


Lani mendengus kesal"sedia payung sebelum hujan kau tau?!"ucap nya kesal.


Hana mengangguk,mengiyakan ucapan Lani.


"Kau memakai baju ini,serius?!"tanya Lani.


Hana mengangguk"kenapa?"tanya nya bingung.


"Kau tidak takut Alvaro akan marah padamu?"tanya Lani ragu.


Hana memakai baju kaos yang terlihat ketat yang tidak bisa menutupi perut ratanya dengan kemeja kotak-kotak warna hitam sebagai penambah fashionya yang terlihat seksi.


"Aku sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan nya"ucap Hana murung.


Lani menatap Hana dengan rasa bersalah"ma-maafkan aku,aku tidak tau"ucapnya dengan tidak enak.


Hana tersenyum maklum"tidak apa,santai saja"ucapnya.


Hana langsung menenteng tas nya lalu berjalan menuju bis tour yang akan membawa mereka ke suatu tempat wisata.


Hana memasang headset ia sudah menaiki busnya lalu menoleh kearah samping,ia menatap Alvaro memakai jaket kesayangan nya terlihat sangat tampan,ia menenteng tas nya di pundaknya.


Terkesan dingin namun terlihat sangat tampan,sesaat kemudian pandangan mereka bertemu.


Alvaro tersenyum sangat tipis benar-benar tipis kearah Hana lalu ia memalingkan wajahnya kembali dan menaiki bus berbeda dengan Hana.


Wajah Hana memerah jantungnya berdegup dengan kencang kenapa ia baru tau bahwa Alvaro benar-benar sangat tampan.


"Kau demam?"tanya Lani yang duduk di sebelahnya.


"Ti-tidak,kenapa?"tanya Hana gugup.


"Wajahmu memerah,kau yakin tidak demam?"tanya Lani khawatir.


"Aku baik-baik saja"ucap Hana lalu ia memalingkan wajahnya kembali.


Lani menggelengkan kepalanya melihat tingkah Hana.


"Luka mu sudah di beri obat?"tanya Lani.


Hana menganggukan kepalanya"sudah,beberapa hari kemudian mungkin bekasnya sudah hilang"ucapnya.


"Baguslah"ucap Lani.


"Eh,kau tau Fadhel? Dia tampan sekali ya?"sambung Lani dengan berbinar-binar.


"Eh?"


∆∆∆


Lani mengangguk dengan semangat"dia tampan dan seksi,err..."ucapnya malu-malu.


Hana tertawa kecil"dari kapan kau suka padanya?"tanya nya.


Lani menatap Hana dengan semangat"kau tau,waktu itu dia pernah menolong ku. Dia terlihat sangat tampan"ucapnya.


"Kau sudah dekat dengan nya?"tanya Hana.


Lani menggeleng lesu"aku tidak berani meminta nomor ponselnya,kau tau kan dia punya banyak penggemar"ucapnya sambil memainkan jari tangannya.


"Tidak ada salahnya mencoba kan?"tanya Hana mencoba meyakinkan Lani.


"Tapi aku tidak percaya diri,aku tidak secantik dirimu atau gadis yang lain"ucap Lani murung.


"Hey,siapa tau dia tidak melihat wajah tapi dia melihat dari kepribadian mu"ucap Hana.


"Entahlah,hey...kita sudah sampai"ucap Lani senang.


Hana melepas headset yang di pakai nya lalu menenteng tasnya keluar dari bis.


"Wahh... pemandangan nya indah ya"ucap Lani.


Hana mengangguk senang,ia melihat pemandangan yang masih asri banyak pohon rindang yang masih terjaga. Air sungai yang jernih,terdengar suara burung yang begitu merdu.


Hana meletakkan tas nya di samping tubuhnya,ia merentangkan kedua tangannya merasakan suasana yang sejuk dan begitu menyegarkan.


Alvaro dan teman-teman nya keluar dari bis lalu terpaku menatap Hana.


Alvaro terdiam melihat Hana yang memakai baju terbuka seperti itu.


"Woahh...pemandangan yang indah"celetuk Fadhel membuat Alvaro menatapnya tajam.


"Ups...sepertinya ada yang kesal"ledek Fadhel sambil berjalan mendekati Hana.


Alvaro menarik kerah baju Fadhel lalu mendorongnya kebelakang hingga terjerembab ketanah membuat teman-teman nya tertawa melihat kesialan Fadhel.


"Membangunkan singa yang sedang tidur,kau memang senang mencari perkara"ucap Kris.


Hana menoleh kebelakang mendengar ringisan dari Fadhel,ia menatap bingung kearah Fadhel yang jatuh di tanah.


Lalu ia menatap Alvaro yang sedang menatap dirinya dengan tajam,Hana menelan salivanya dengan kasar tatapan Alvaro benar-benar menakutkan.


Hana berjalan mundur dengan pelan saat Alvaro berjalan mendekatinya lalu membuka jaket yang ia pakainya.


"Siapa yang menyuruhmu memakai pakaian seperti itu?"tanya Alvaro dingin.


Hana tidak bisa mundur lagi saat tubuhnya sudah terperangkap di kukungan tangan Alvaro dan di belakangnya ada pohon yang begitu besar.


"Sudah berani memakai pakaian seperti ini,hm?"bisik Alvaro membuat tubuh Hana menegang.


Dengan sekali sentakan tubuh Hana sudah berada di pundak Alvaro lalu ia berjalan menjauhi kerumunan yang menatap dirinya dengan tatapan tanya.


"Apa yang kalian lihat?"tanya Alvaro datar membuat seluruh orang yang tadinya menatapnya langsung mengalihkan pandangannya kearah lain.


Alvaro menurunkan tubuh Hana di samping bus lalu mengikat jaketnya di perut rata Hana yang terlihat.


"Jangan pernah memakai baju seperti ini lagi,mengerti sayang?"bisik Alvaro dengan nada rendah.


"Aku tidak menyukai nya"


Hana menatap Alvaro yang memeluk pinggangnya dengan posesif,ah jangan lupakan bahwa Alvaro begitu posesif padanya bukan?


∆∆∆


TBC