Alvaro

Alvaro
Chapter 24



Alvaro menghentikan laju motornya saat ia sudah sampai di sekolah.


"Turunlah"ucap Alvaro di balas anggukan Hana.


Alvaro memeluk pinggang Hana mereka pun berjalan beriringan menuju kelas.


"Alvaro"panggil Hana.


Alvaro menoleh dengan alisnya yang terangkat.


"Jika terjadi sesuatu,apa kau akan terus menolong ku?"tanya Hana ragu.


"Tentu saja,kau kekasihku"jawab Alvaro membuat hati Hana menghangat.


"Ada apa?"tanya Alvaro bingung.


Hana menggeleng lalu tersenyum saat sudah berada di depan kelas Hana,Alvaro mengusap rambutnya lalu berbalik.


"Alvaro"panggil Hana,membuat Alvaro menoleh.


"Kenapa?"tanya Alvaro.


Hana berlari kecil lalu berjinjit dan mencium pipi Alvaro sekilas"terima kasih"ucapnya.


Hana langsung berlari memasuki kelasnya dengan wajah memerah. Alvaro terdiam sambil memegang pipi nya yang di cium Hana.


Alvaro tersenyum lalu ia berjalan menuju ruang kelasnya membuat seisi kelas nya menatap Alvaro bingung.


Rio bergidik ngeri saat melihat Alvaro tersenyum seperti orang gila.


Jika kalian berpikir kami aneh dan gila karena hanya melihat senyuman jawabannya salah. Alvaro tersenyum adalah kemustahilan jadi jangan salah kan sikap kami .


Tukk~


Sebuah bolpoin mengenai kening Alvaro yang berjalan menuju bangku miliknya.


Alvaro menatap tajam kearah Fadhel yang melempar bolpoin kearahnya.


"Apa kau kerasukan atau salah makan?"tanya Fadhel sambil menatap Alvaro horror.


"Berisik!"ucap Alvaro datar.


"Bodoh"gumam Kris sambil menatap Fadhel.


"Kau ini aneh, tiba-tiba tersenyum lalu dingin kembali. Apa kau sehat?"tanya Fadhel.


"Kau mau tanding dengan ku?"tanya Alvaro dingin.


Fadhel menggeleng langsung"tidak,tidak. Aku masih sayang nyawaku"ucapnya.


Rio terkekeh geli"akhirnya kau sadar diri"ucapnya sambil menepuk bahu Fadhel.


Alvaro meletakkan kedua kakinya di atas meja sambil memejamkan matanya.


"Bagaimana dengan nya?"tanya Rio.


Alvaro membuka matanya"dia tidak membalas pesan ku"ucap nya.


Kris menghampiri mereka"tapi aku tak yakin dia melakukannya"ucapnya.


"Aku tau"ucap Alvaro.


"Bisa jadi dia hanya di jadikan umpan"sambung Alvaro.


Fadhel mengangguk setuju"atau mungkin dia di ancam seseorang jadi dia melakukan itu"ucapnya.


Kris memukul kepala Fadhel"sama saja bodoh!"ucapnya.


Fadhel mengaduh kesakitan"kenapa kau senang sekali memukul kepalaku?!"ucapnya.


"Agar kau bisa berpikir"ucap Kris.


"Kenapa kalian malah bertengkar? Pikirkan ini dulu"ucap Rio jengah.


Kris mendengus kesal sedangkan Fadhel memeletkan lidahnya kearah Kris.


"Lalu bagaimana kondisi kekasihmu?"tanya Rio.


"Baik-baik saja"ucap Alvaro.


"Hey apa kalian tidak merasa pelaku nya berada di sekitar kita?"


∆∆∆


Alvaro mengejar seorang berpakaian hitam di susul teman-temannya dari belakang.


"Ck! Kenapa larinya cepat sekali?!"tanya Kris sambil berlari.


"Cepat"ucap Rio.


"Berpencar"ucap Alvaro di balas anggukan teman-temannya.


"Ok."


Mereka berpencar mengejar seseorang yang berpakaian hitam tadi.


Sebelum itu ia melihat ada orang yang sedang memata-matai Hana dari luar dan membuat Alvaro langsung mengejarnya.


"Sial! Kemana orang tadi"ucap Alvaro sambil melihat kearah kanan dan kiri.


Alvaro melihat sekilas orang tersebut berbelok ke sebuah gang membuatnya langsung berlari ke arah sana.


"Berhenti!!"teriak Alvaro namun orang tersebut tetap berlari hingga di hadang oleh Kris di depannya .


Kris memegang tangan orang tersebut  disusul Fadhel yang mengunci pergerakan leher orang tersebut.


Alvaro langsung membuka topi,masker dan kacamata orang tersebut.


"Reva"desis Alvaro dingin.


Reva tersenyum miring membuat Alvaro menggertakan giginya lalu mencekik leher Reva.


"Jadi kau yang melakukan ini semua"ucap Alvaro datar.


Reva terkekeh kecil"ayolah,bukan aku"ucapnya.


"Kau pikir aku percaya padamu,cih"Alvaro mencekik leher Reva hingga ia merasakan sesak di dadanya.


"Kau mau mati ya"desis Alvaro.


Alvaro melempar tubuh Reva hingga tersungkur"apa yang kau lakukan pada Hana?"tanya Alvaro dingin.


"Uhuk...uhuk"Reva memukul dadanya pelan.


"Ck! Alvaro tak ku sangka kau begitu bodoh"sambung Reva.


Alvaro mendesis lalu menendang perut Reva membuat teman-teman nya meringis namun hanya melihat saja.


Alvaro menarik rambut Reva"katakan"ucapnya dingin


"Kau meninggalkan Hana tanpa ada yang menjaganya disana bukan?"ucap Reva sambil meringis.


Alvaro teringat sesuatu"shit!!"umpat nya.


Alvaro melepaskan tangannya dari rambut Reva"aku harus kembali"desis nya.


"Terlambat"Reva terkekeh kecil.


Alvaro menatapnya tajam"tahan dia dan serahkan pada kakek ku"ucapnya di balas anggukan teman-temannya.


Alvaro langsung berlari menuju sekolah walaupun jarak sudah lumayan jauh ia tetap berlari dengan panik .


Hatinya ketar-ketir tidak karuan dan takut akan terjadi sesuatu yang tidak mengenakan.


Saat sampai di sekolah dengan nafas terengah-engah ia mencari Hana,Refin yang melihat Alvaro langsung menghampiri nya.


"Sial dimana Hana!!"umpat Alvaro panik.


"Shit!!"


"ALVARO!!"teriak Refin membuat Alvaro menoleh.


"Hana hilang,aku tidak menemukannya dimana pun"


∆∆∆


TBC