
Hari ini tepat hari perpisahan dimana mereka merayakan kelulusan mereka dan akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Hana mengenakan dress bewarna peach dengan rambut panjang nya di ikat sedemikian rupa.
Sedangkan Alvaro mengenakan tuksedo bewarna hitam, rambut disisir rapi membuat nya terlihat sangat tampan.
"Sudah siap?"tanya Alvaro.
Hana mengangguk lalu tersenyum ia menggandeng tangan Alvaro menuju mobilnya.
"Kita berangkat"ucap Alvaro,ia menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Gugup?"tanya Alvaro.
Hana tersenyum kecil"sedikit"balasnya.
Alvaro menggenggam tangan Hana dan sebelah tangannya memegang stir mobil.
"Tenang saja,ada aku"ucap Alvaro sambil mengecup punggung tangan Hana.
Mereka pun sampai di sebuah gedung mewah yang sewa untuk acara kelulusan sekolah mereka.
Hana berdecak kagum sambil menggandeng tangan Alvaro memasuki gedung tersebut.
"HANA!!"teriak Lani,ia berlari menghampiri Hana.
"Jangan berlari,astaga sayang!!"ucap Fadhel panik.
Lani mengeluarkan cengirannya lalu memeluk tubuh Hana"huhuhu...aku merindukan mu"ucapnya.
"Aku pun"balas Hana sambil membalas pelukan Lani.
"Hana,aku pun merindukan mu"ucap Kris sambil merentangkan kedua tangannya kearah Hana namun di hadang oleh tubuh tegap Alvaro.
"Ingin mati?"tanya Alvaro dingin.
Kris tertawa kecil"just kidding bro,Hana ada yang ingin bertemu dengan mu"ucap nya.
Hana menatap bingung lalu ia menatap kearah perempuan yang berdiri di belakang Kris.
"Jeni"lirih Hana,ia langsung memeluk tubuh Jeni dengan erat.
Tangisan Jeni pecah,ia membalas pelukan Hana tak kalah erat"aku merindukan mu"ucapnya.
"Aku juga"balas Hana.
"Kau cantik sekali hari ini"ucap Jeni sambil memegang kedua bahu Hana.
"Kau juga sama"ucap Hana.
Alvaro kembali memeluk pinggang Hana dengan posesif melihat tatapan laki-laki yang ada disini menatap kearah kekasihnya.
"Aku baru sadar gaun yang kau kenakan terbuka"ucap Alvaro sambil menggeram.
Hana terkekeh kecil"ini pemberian ibumu"ucapnya.
Alvaro berdecak kesal"besok,aku akan membakar semua gaun pendek milik ibuku"ucapnya.
Hana menyikut perut Alvaro"tidak usah seperti itu"ucapnya.
Alvaro mengangkat bahunya tidak peduli"iya atau tidak aku akan benar-benar membakar gaun itu"ucapnya.
Hana menggelengkan kepalanya lalu tersenyum tipis.
"Yo,Alvaro"panggil Rio.
"Ya"balas Alvaro ia berjabatan tangan dengan Rio.
"Kenalkan ini Vera,kekasihku"ucap Rio sambil mengenalkan seorang gadis manis di sebelahnya.
"Aku Hana"ucap Hana.
"Aku Vera,salam kenal"ucap Vera sambil tersenyum.
"Ini Alvaro kekasihku"ucap Hana.
"Hai"sapa Vera di balas anggukan kepala Alvaro.
"Dimana yang lain?"tanya Rio sambil menggenggam tangan Vera.
"Bertemu teman yang lain"ucap Alvaro.
"Kalau begitu kami duluan."
Alvaro dan Hana mengangguk sambil tersenyum.
Pesta kelulusan sekolah mereka dimulai dengan acara yang meriah,berdansa dengan pasangan masing-masing bahkan ada yang melakukan battle dance disana.
"Hana"bisik Alvaro sambil memeluk Hana dari belakang.
"Kenapa?"tanya Hana.
"Aku akan melanjutkan sekolah ku di Australia,apa kau akan menungguku?"tanya Alvaro,ia menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Hana.
Hana terdiam sedikit sesak didadanya ia tidak ada hal untuk melarang Alvaro mengejar mimpi yang tinggi lalu ia tersenyum tipis"aku akan menunggumu"ucapnya.
Alvaro membalikkan tubuh Hana agar menghadap dirinya,ia mencium bibir Hana.
"Tunggu aku lima tahun lagi."bisik Alvaro.
∆∆∆
Tepat hari ini dua minggu setelah acara kelulusan,Alvaro akan berangkat menuju Australia di temani Hana dan teman-temannya.
"Apa kau tidak bisa sekolah disini?"tanya Rio sambil merangkul Vera kekasihnya.
Alvaro menggeleng lalu tersenyum tipis"aku mendapatkan beasiswa disana,sayang jika aku tidak mengambilnya"ucapnya.
"Otak mu terlalu pintar"sahut Fadhel.
"Karena otak mu terlalu bodoh"celetuk Kris.
Fadhel menggerutu kesal kearah Kris yang menatapnya dengan ledekan.
"Jaga Hana"ucap Alvaro.
"Tenang saja,kami akan menjaganya"ucap Lani.
Jeni mengangguk setuju"benar,kami akan menjaganya"ucapnya.
"Jangan terlalu lama,nanti Hana menjadi kekasih orang lain"canda Rio.
Alvaro memukul kepala Rio"aduh sakit"ringis Rio.
"Tidak mau memelukku?"tanya Alvaro pada Hana.
Hana tersenyum lalu memeluk tubuh Alvaro dengan sangat erat sambil mencium bibir Alvaro lalu kembali memeluk nya.

"Sekarang Hana tidak malu lagi ya"celetuk Kris sambil memeluk pinggang Jeni.
Hana melepaskan pelukannya dengan raut wajah memerah.
"Penganggu"desis Alvaro kesal.
Kris tertawa kecil"sensi sekali"ucapnya.
"Hati-hati disana,dan jangan lupakan kami"ucap Rio sambil memeluk Alvaro dengan jantan.
"Pasti"balas Alvaro.
"Alvaro,jangan lupa bawakan aku pria tampan"celetuk Lani jahil membuat Fadhel melotot menatapnya.
"Sayang"desis Fadhel di balas Lani dengan tawanya.
"Tenang saja aku bawakan beberapa pria tampan"ucap Alvaro.
"Alvaro"ucap Fadhel kesal.
"Apa?"tanya Alvaro membuat Fadhel berdecak kesal.
"Jangan lupa kabari kami"ucap Kris.
"Tentu saja"balas Alvaro.
"Belajar yang benar disana dan cepatlah kembali agar kita bisa berkumpul lagi"ucap Kris.
Alvaro tersenyum lalu teman-temannya pamit lebih dulu dan menunggu di mobil mereka hingga tersisa hanya Hana.
Alvaro kembali memeluk tubuh Hana"aku akan sangat merindukan mu"ucapnya.
"Aku juga"balas Hana.
"Tunggu aku lima tahun lagi"ucap Alvaro.
"Aku akan menunggu mu"balas Hana.
Alvaro tersenyum lalu mencium bibir Hana sambil memeluk pinggangnya.
"Aku pasti kembali"bisik Alvaro.
"Dan setelah aku kembali,aku akan menunjukan sesuatu padamu"ucap Alvaro.
"Apa itu?"tanya Hana.
"Rahasia"balas Alvaro membuat Hana menatap sebal kearahnya.
"I love you my dear,jaga dirimu disini dan tunggu aku"ucap Alvaro sambil mencium kedua mata Hana yang terpejam.
"I love you too."Alvaro tersenyum ia menarik kopernya menjauh dari Hana.
"Aku berangkat"ucap Alvaro.
"Hati-hati"balas Hana dengan mata berkaca-kaca.
"Jaga cincin itu untuk ku"ucap Alvaro sambil melambaikan tangan kearah Hana lalu ia memasuki bandara.
Hana terisak ia menggenggam cincin yang berada di jari manisnya"aku pasti akan menjaganya."
Hana menatap punggung Alvaro yang mulai menjauh dari pandangannya.
"Alvaro,aku menunggumu disini dan tepati janjimu."
∆∆∆
TBC