
Hana menendang batu putih yang tersusun rapi di samping rumah Alvaro dengan kesal.
Hana sudah berkeliling hingga dua kali putaran rumah Alvaro yang sangat besar ini.
Ia sangat malas masuk kedalam rumah karena ia tidak mau bertemu dengan Alvaro yang benar-benar menyebalkan baginya.
Hana langsung memasuki rumah Alvaro karena perut nya yang sudah berbunyi sedari tadi.
Karena tak ada makanan,ia lebih memilih membuat nasi goreng untuk dirinya sendiri.
Setelah memasak Hana menoleh kesana kemari tidak melihat tanda-tanda keberadaan Alvaro.
Ia langsung memakan makanan buatannya dengan lahap.
"Kau tidak membuatkannya untukku?"tanya Alvaro.
Hana tersentak kaget lalu menoleh ke arah tangga dan terlihat Alvaro yang baru turun .
Hana menggeleng kepala nya dengan polos lalu kembali makan dengan diam.
Alvaro langsung merebut piring yang berada di depan Hana.
Hana terkejut bukan main lalu menatap garang kearah Alvaro.
"Kembalikan!!"Hana berusaha menyamai tinggi Alvaro yang sangat over itu.
"Kembalikan padaku!!"ia berusaha merebut piring di tangan Alvaro.
"Kembalikan Alvaro!!"
Hana tak sengaja mendorong tubuh Alvaro namun Alvaro tidak sengaja menarik tangan Hana yang membuat mereka terjatuh di sofa bersama-sama.
Nasi goreng yang di pegang Alvaro pun tumpah berserakan dimana-mana.
Hana terjatuh di atas tubuh Alvaro. Ia membulatkan matanya ia menahan tubuhnya agar tidak menimpa tubuh Alvaro yang ada di bawahnya.
"ALVARO!! KAMI DATANG!!"teriakan teman Alvaro.
"Gawat"batin Hana panik dengan cepat ia bangun dari tubuh Alvaro namun sialnya salah satu dari temannya melihat Hana dan Alvaro.
"What the--"Rio membulat kan matanya melihat pemandangan langka di depannya.
Hana langsung bangun dan mengambil piring yang terjatuh dan membersihkan lantai yang kotor.
Ia langsung berlari menuju dapur dengan wajah merah merona.
Alvaro duduk dengan tampang cueknya.
"Ada yang bisa jelaskan ini?"tanya Rio.
"Jelaskan apa?"tanya Fadhel yang baru memasuki ruang tamu.
Rio menatap jahil ke arah Alvaro"kenapa ada Hana disini?"tanya nya.
"Hana?"beo Kris.
Kris melihat seorang gadis yang sibuk di dapur ,ia langsung berteriak.
"HANA!!"teriak Kris.
Hana tersentak hampir menjatuhkan nasi gorengnya 'lagi'.
"Apa?"tanya Hana galak.
"Kau serumah dengan Alvaro? Apa kalian sudah menikah muda?!"tanya Kris berbinar-binar.
Sebuah piring plastik mendarat di wajah Kris. teman-temannya menahan tawa melihat wajah Kris yang meringis kesakitan.
"MATI KAU!!"
∆∆∆
"Ayo kita nonton film horror"ucap Fadhel bersemangat.
"Ayo"ucap Kris.
"Terserah"jawab Alvaro.
Rio menatap Hana"kau mau nonton--"
"Tidak kalian saja"ucap Hana panik,ia sangat takut dengan yang berbau horror.
"Kau takut?"tanya Rio.
Hana mengangguk malu"iya."
"Gadis seperti mu bisa takut dengan horror juga"remeh Kris.
Pletak...
Hana memukul kepala Kris dengan kuat hingga membuatnya meringis.
"Berbicara seperti itu lagi,aku akan membuat mulutmu tidak bisa berbicara lagi. Mau?"tanya Hana dingin langsung di balas gelengan kepala Kris.
Rio menarik tangan Hana"sudah kau tonton saja,kalau kau takut kau bisa memejamkan matamu"ucapnya.
Hana menggeleng panik namun Rio tetap menarik tangan Hana dan menyuruhnya duduk di antara dirinya dan Alvaro.
"Sudah,kita mulai"ucap Fadhel sambil menekan tombol play.
Hana reflek menutup matanya padahal film belum di mulai. Saat di tengah-tengah film,Hana mengintip sedikit dan menatap ke arah film.
Hana memekik saat hantu yang langsung muncul ,ia tidak sengaja memegang ujung baju Alvaro.
Alvaro yang menoleh melihat wajah Hana yang sudah pucat dengan keringat yang membasahi keningnya ia menghela nafas.
Lalu Alvaro menutup mata Hana dengan sebelah tangannya dan menarik tubuh Hana.
Sehingga tubuh Hana terjatuh kedalam pelukannya,Alvaro memegang kepala Hana agar tetap menatap dirinya.
Tubuh Hana menegang namun secara langsung tubuhnya menjadi tenang tidak menegang seperti saat ia menonton film horror.
"Jangan ditonton kalau kau takut"bisik Alvaro.
Setengah jam kemudian Alvaro merasakan hembusan Hana teratur menandakan bahwa dia sedang tertidur.
Ia menatap kearah teman-temannya yang masih sibuk menonton,dengan sigap Alvaro menggendong tubuh Hana dan menyandarkan kepala Hana di dadanya.
"Aku duluan"ucap Alvaro lalu pergi menaiki tangga.
Teman-temannya sontak saling pandang .
"Apa kau merasa Alvaro sedikit berbeda?"tanya Fadhel.
Rio mengangguk setuju"kau benar,biarkan saja. Siapa tau dia sedang jatuh cinta"ucapnya.
"Pemandangan yang langka"celetuk Kris.
Alvaro membawa Hana ke kamarnya dan meletakkan tubuh Hana perlahan di kasurnya.
Alvaro menghela nafas pelan karena ia cukup lelah apalagi berurusan dengan gadis nakal seperti Hana.
Alvaro menaiki kasurnya perlahan dan tidur dengan posisi tengkurap sedangkan Hana menyamping ke arah dirinya.
Alvaro tidak peduli jika Hana akan marah-marah padanya karena ia meletakkan Hana di kasurnya.
Ia benar-benar lelah dan butuh istirahat.
Sampai mata Alvaro benar-benar tertutup dan tertidur.
Selang beberapa lama mereka tertidur dengan posisi saling berpelukan.
Alvaro memegang pinggang Hana dan tangan satunya berada di keningnya sedangkan Hana berada di atas dada Alvaro.
Malam yang indah bukan?
∆∆∆
TBC