Alvaro

Alvaro
Chapter 29



Setelah mengatakan itu Hana memutuskan untuk pulang kerumah ayahnya,jika ia masih disana ia tidak yakin akan sanggup melakukannya.


Pagi harinya ia berangkat ke sekolah  menaiki bus umum ia tidak ingin merepotkan ayahnya.


Ia melangkah masuk kedalam area sekolah dengan lesu tak lama kemudian handphone miliknya berdering.


Devina is calling..


Hana mendengus apa lagi yang gadis ini ingin kan namun Hana tetap mengangkat telepon nya.


"Hallo?"ucap Hana.


"Hallo sayang,apa kau sudah melakukan yang aku suruh?"tanya Devina.


"Sudah,dan jangan ganggu aku dan keluargaku. Aku sudah tidak ada hubungan dengan Alvaro,apa kau puas?!"ucap Hana datar.


Devina tertawa puas"good girl,aku tidak akan menganggumu lagi tenang saja"ucapnya.


"Aku pegang kata-kata mu"ucap Hana,ia langsung memutuskan sambungan telepon miliknya.


Hana kembali berjalan menuju koridor kelasnya tanpa tau ada seseorang yang menguping dari balik tembok,ia mengepalkan kedua tangannya lalu pergi dari sana menuju kelasnya.


Hana melempar kan tas miliknya lalu menenggelamkan kepalanya di sela tangannya.


"Hey,kau baik-baik saja?"ucap Refin sambil mengusap rambut Hana.


Hana mendongakkan wajahnya menatap sendu kearah Refin,ia langsung memeluk tubuh Refin hingga membuat Refin hampir terjengkang kebelakang.


"Hey,kau kenapa?"tanya Refin sambil mengusap punggung Hana.


Hana tidak menjawab,ia lebih memilih menangis sambil memeluk Refin sahabatnya.


"Apa kau di sakiti Alvaro?"tanya Refin di balas gelengan kepala Hana.


Yang ada dia yang menyakiti Alvaro karena memutuskan hubungan tiba-tiba tanpa kesalahan apapun.


"Lalu kenapa?"tanya Refin.


"aku hanya ingin menangis saja"ucap Hana lirih lalu ia melepaskan pelukannya.


Alvaro yang melihat dari luar jendela ia hanya mengepalkan tangannya sambil memukul dinding di sampingnya lalu ia lebih memilih berjalan menjauhi kelas Hana.


"Ini kenapa wajahmu terluka? Apa gara-gara kau menghilang waktu itu?"tanya Refin sambil mengusap pipi Hana yang terlihat membiru.


Hana hanya mengangguk lesu"apa aku salah,putus dengan Alvaro?"tanya nya.


Refin menatap Hana tidak percaya"kau putus dengan Alvaro? Kenapa?!"tanya nya.


Hana mengeluarkan handphone miliknya dan menunjukan nya kearah Refin,ia langsung membaca pesan di dalamnya.


"Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau di ancam seseorang?"tanya Refin kesal.


"A-aku tidak bisa"ucap Hana murung.


"Kalau aku bilang pada Alvaro,dia akan mencelakakan ayah ku. Aku hanya punya ayahku"sambung Hana,ia kembali menangis.


Refin kembali memeluknya berusaha menenangkan Hana"shh...maafkan aku"ucapnya.


"Kita akan cari jalan lain agar kau bisa bersama dengan Alvaro lagi"ucap Refin.


"Bisa kah?"tanya Hana.


"Pasti bisa."


∆∆∆


Alvaro melempar bola basket kearah ring dengan kesal hingga membuat bola basket tersebut tidak memasuki ring namun malah terpental kearah berlawanan.


"Shit!!"umpat Alvaro.


Melihat Hana di pelukan laki-laki lain membuatnya kesal bukan main,namun ia tidak bisa mendekati Hana atau Hana akan celaka.


"Alvaro"panggil seseorang membuat Alvaro langsung menoleh.


"Kau bolos lagi?"tanya Rio di balas anggukan Alvaro.


"Bagaimana dengan Hana?"tanya Kris"apa ia baik-baik saja?"sambungnya.


Alvaro mengangguk lalu menggeleng juga"aku menjauh darinya"ucapnya.


"Maksudmu? Backstreet?"tanya Fadhel di balas anggukan Alvaro.


"Kenapa?"tanya Fadhel.


"Hana di ancam sepupuku"ucap Alvaro dengan suara yang kecil.


"Jadi semua ini ulah sepupumu?"tanya Kris tidak percaya.


Alvaro lagi-lagi mengangguk"apa dia gila?"tanya Rio kesal.


"Dia memang gila"sahur Alvaro.


"Apa maksudmu?"tanya Kris.


"Dia sakit jiwa,dia memiliki kelainan kejiwaan"jawab Alvaro,ia mendribble bola basketnya.


"What the--Jadi dia,Astaga!!"Fadhel menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba gatal.


"Lalu apa rencanamu? Kau tidak ingin melepaskan Hana bukan?"tanya Rio.


Alvaro mengangguk lalu melempar bola kearah ring nya dan tepat masuk kedalam ring.


"Aku hanya ingin tau apa rencana Devina lagi"ucap Alvaro.


"Karena itu kau menjauhi Hana sementara?"tanya Kris


"Ya. Hanya untuk membuatnya keluar dari sarangnya"ucap Alvaro.


"Lalu?"tanya Rio.


"Aku akan menghancurkan nya"ucap Alvaro dingin membuat teman-teman nya merinding mendengar perkataannya.


"Kedengarannya mudah"ucap Kris.


"Tapi tak mudah seperti yang kau pikirkan"ucap Alvaro datar.


Kris menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil tertawa sumbang. Menjadi Alvaro yang begitu sempurna tidak semudah yang di bayang kan.


"Hey,itu Hana"ucap Fadhel,Alvaro dan yang lain menoleh kearah yang di tunjuk Fadhel.


Terlihat Hana sedang membawa buku menuju perpustakaan,mata Alvaro terus menatap Hana yang berjalan namun tak lama kemudian pandangan mereka bertabrakan hingga Alvaro langsung membuang wajahnya ke arah lain dan menyibukkan dirinya dengan bola basket miliknya.


Hana tersenyum miris melihat Alvaro langsung membuang muka saat mereka saling bertatapan.


Wajar bukan Alvaro marah padanya apalagi ia langsung memutuskan hubungan tanpa sebab.


Tapi Alvaro hanya berkata ia menjauhi nya tanpa memutuskan hubungan,tapi kenapa Hana merasa mereka sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi.


Setelah melihat Alvaro yang sudah tidak peduli padanya bukannya itu ganjaran dari apa yang ia lakukan pada Alvaro.


Ia memutuskan hubungan dengan Alvaro lalu Alvaro menjauh darinya bukan itu akibat dari perbuatannya.


Hubungannya kandas dan Alvaro mulai menjauh darinya.


∆∆∆


TBC