Alvaro

Alvaro
Chapter 21



"Varo! Lepaskan pelukan mu!"ucap Hana.


"Dan memperlihatkan tubuhmu pada orang lain,tidak terima kasih"ucap Alvaro datar sambil melihat pria yang sedang mencuri-curi pandang kearah Hana.


"Tapi tidak enak--"ucapan Hana terhenti.


"Biarkan saja tidak usah pedulikan"ucap Alvaro dingin.


Hana menghela nafas pelan dan membiarkan Alvaro tetap dalam posisi yang sama yaitu memeluknya dari belakang.


"Apa kami tetap membelakangi kalian?"tanya Rio dengan posisi membelakangi Alvaro dan Hana.


Begitu pula dengan Kris dan Fadhel posisi nya sama seperti Rio.


"Ya,tidak usah berbalik lagi"ucap Alvaro dingin.


"Astaga! Sebenarnya kita jadi tidak pergi ke pantai?!"tanya Jeni.


"Kalian saja,aku sepertinya tidak bisa"ucap Hana sambil memandang wajah Alvaro dari atas.


Jeni mengangguk paham lalu menggandeng tangan Kris"yasudah kami duluan ya"ucapnya.


"Kami juga duluan"ucap Rio sambil menyikut lengan Fadhel yang di balas anggukan kepalanya.


Hana melambaikan tangannya kearah Jeni dan yang lain nya.


"Sudah kan?"tanya Hana.


"Hm"balas Alvaro.


Bukan tanpa alasan Alvaro memeluk Hana ya salah satunya agar Hana tidak menjadi pusat perhatian pria lain dan satu lagi karena sedari tadi ada yang memperhatikan mereka.


Alvaro merasa orang tersebut memperhatikan mereka bukan orang lain tidak lebih tepatnya memperhatikan Hana.


Alvaro mengedarkan pandangannya lagi-lagi ia merasakan hal sama.


"Ada apa?"tanya Hana dibalas gelengan kepala Alvaro.


"Ayo."Alvaro langsung menggendong Hana di pundaknya.


"Alvaro!!"teriak Hana sambil memukul pundak Alvaro.


"Turunkan aku"ucap Hana.


"Tidak"balas Alvaro,ia berjalan menuju mobil miliknya.


"Alvaro!!"ucap Hana kesal. Alvaro meletakkan tubuh Hana perlahan di jok sebelahnya. Ia menatap Hana sambil  menahan tubuhnya dengan kedua tangannya yang ia letakkan di sisi jok Hana.


"Apa kau pikir aku akan melepaskan mu begitu saja?"tanya Alvaro sambil menyeringai. Hana meneguk salivanya kasar.


"Kau melanggar peraturan yang aku buat Hana"ucap Alvaro mendesis sambil mendekatkan wajahnya ke ceruk leher Hana.


"Coba tebak hukuman apa yang pantas untuk gadis nakal seperti mu?"bisik Alvaro sambil mengecup leher Hana sukses membuat tubuh Hana menegang di tempat.


"Jadilah gadis yang baik"ucap Alvaro,lalu ia menutup pintu mobil sambil mengedarkan pandangannya.


Ketemu,Alvaro menatap seseorang dengan pakaian hitam lengkap dengan masker dan kacamatanya.


Alvaro langsung mengejarnya sambil mengunci mobil dari jauh untuk memastikan bahwa Hana aman di dalam.


Alvaro mengejar seseorang yang sedang berlari menjauh dari kerumunan orang,Alvaro menatapnya sambil memfokuskan pandangannya dan terus berlari.


Sampai ia kehilangan jejak orang tersebut di tikungan jalan yang sepi. Alvaro melihat kanan dan kiri sambil terus berlari-lari kecil.


Sial! Ia hampir menangkap orang misterius itu.


"Sial!! Sedikit lagi."


∆∆∆


Alvaro mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang sambil menggenggam tangan Hana.


"Kau panik, sebenarnya ada apa?"tanya Hana.


Alvaro menggeleng"hanya orang yang iseng"ucapnya.


"Hana"panggil Alvaro.


Hana menoleh menatap wajah Alvaro"ada apa?"tanya nya.


"Kau percaya padaku kan?"tanya Alvaro.


"Tetap bersamaku apapun yang terjadi"ucap Alvaro.


Hana terdiam di tempatnya"apa terjadi sesuatu?"tanya nya.


Alvaro mengangguk lalu menggeleng membuat Hana menatap nya bingung.


"Aku tak tau"balas Alvaro.


Hana mengangguk paham mungkin Alvaro susah untuk menjelaskan padanya.


"Kau ingat bukan kau akan mendapat hukuman?"ucap Alvaro sambil tersenyum miring.


Hana menatapnya dengan horror kenapa perasaan nya tidak enak.


"Cium aku!"ucap Alvaro membuat Hana menatapnya shock.


"Aku--"


"Kalau kau menolak kita ganti hukumannya dengan yang lebih lagi,kau mau?"tanya Alvaro.


Hana menggeleng cepat"tapi kita lagi di jalan Alvaro"ucapnya.


Alvaro langsung menepikan mobilnya membuat Hana hanya pasrah saja.


"Sudah kan?"tanya Alvaro.


Hana menghela nafas pelan lalu mendekatkan wajahnya pada Alvaro.


Cup~


Saat akan menjauhkan wajahnya Alvaro menahan tengkuknya dan mencium Hana lebih dalam lagi,Alvaro menggigit-gigit kecil bibir Hana lalu melepaskan ciumannya.


"Kita pulang"ucap Alvaro sambil mengecup bibir Hana 'lagi'.


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai dirumah.


"Kalian sudah pulang?"ucap Arika.


Hana mengangguk lalu tersenyum,Ervin menatap wajah Hana yang memerah.


"Kenapa wajahmu memerah?"tanya Ervin jahil sontak membuat wajah Hana kembali merona.


Terlihat jelas bibir Hana yang sedikit membengkak itu lalu Arika tersenyum penuh arti.


"Bagaimana rasanya?"tanya Arika jahil.


"A-apa?"tanya Hana gugup.


"Kau tau maksud ku sayang"ucap Arika sambil terkekeh kecil.


"A-aku akan kekamar dulu"ucap Hana ,ia langsung berlari menuju kamarnya.


Alvaro menatap Ervin datar"ayah,aku minta bantuan mu"ucapnya.


Ervin menatap Alvaro serius"ada apa?"tanya nya.


"Sepertinya ada yang mengincar Hana"ucap Alvaro.


"Kita bicarakan di ruang kerjaku ayo!"ucap Ervin di balas anggukan Alvaro.


"Aku tinggal dulu sayang"Ervin mengecup bibir Arika lalu berjalan menjauh.


Mereka pun memasuki ruangan kerja Ervin.


"Apa maksudmu?"tanya Ervin.


"Ada yang memperhatikan Hana dan aku sempat mengejarnya namun aku kehilangan jejak"ucap Alvaro.


"Lalu?"tanya Ervin.


Alvaro menatap Ervin"apa ayah bisa melacak seseorang?"tanya nya.


"Siapa?"


"Charles."


∆∆∆


TBC