Alvaro

Alvaro
Chapter 37



Hana mengaduk-aduk makanan yang berada di hadapannya entah kenapa setelah Devina datang ia sudah kehilangan nafsu makannya.


Setelah kejadian di mall tadi,Alvaro langsung mengajaknya pulang melihat wajah pucat Hana ia menjadi tidak tega.


"Makanlah,kau belum makan apapun dari siang"ucap Alvaro.


Hana menggeleng lalu mendorong piring tersebut dengan pelan kehadapan Alvaro.


"Makan! Atau aku akan menyuapi kau makan dengan caraku"ancam Alvaro dingin.


Hana menatap sebal kearah Alvaro namun ia tetap tidak mendengarkan perkataan Alvaro.


"Ok. Kita ke kamar sekarang!!"ucap Alvaro,ia langsung menggendong tubuh Hana di bahunya.


"ALVARO!! Apa yang kau lakukan?!"tanya Hana sambil memukul-mukul punggung Alvaro.


"Kamar"jawab Alvaro santai.


"Aku tidak mau! Aku tidak mau!!"teriak Hana kesal.


"Makan atau aku akan menghabisi mu di kamar!!"ancam Alvaro membuat tubuh Hana merinding.


"I-iya aku makan"ucap Hana lesu,Alvaro menurunkan tubuh Hana kembali duduk di kursi meja makan.


Hana menarik kembali piring yang ia singkirkan lalu ia memakan perlahan dengan lesu.


"Mau aku bantu kunyah kan?"tanya Alvaro sambil menatap Hana tajam.


Membuat Hana langsung mempercepat makannya ,Alvaro yang melihat itu hanya mengeluarkan senyuman tipisnya.


"Jangan khawatir kan Devina,semua bisa kita lakukan "ucap Alvaro sambil mengusap rambut Hana.


"Semoga"lirih Hana.


Brakk~


"HALLO!! APA ALVARO ADA DI RUMAH?!"teriak Fadhel.


Pletak'


"Aduh! Sakit"ringis Fadhel.


"Apa kau tidak punya sopan santun? Bagaimana jika ayah atau ibu Alvaro ada di dalam?! Aku tidak akan membantumu jika kau terkena masalah"ucap Kris kesal.


"Aku kan hanya berteriak saja"ucap Fadhel.


"Loh Hana"ucap Fadhel.


Hana menghentikan acara makannya lalu ikut berdiri di samping Alvaro.


"Huhuhu...aku merindukan mu"ucap Fadhel ia berlari dan akan memeluk Hana.


Alvaro langsung menarik Hana kedalam pelukannya"kau bosan hidup?"tanya Alvaro datar.


Fadhel hanya mengeluarkan cengiran khas miliknya"aku hanya bercanda."ucap nya.


"Hey apa kami tidak di sediakan minum?"tanya Rio.


"Untuk apa? Kalian bukan tamu yang ku undang"ucap Alvaro datar.


Rio memegang dada sebelah kiri menatap dramatis kearah Alvaro"kau menyakitiku"ucapnya.


Membuat teman-teman nya menatap geli kearah Rio"gila"gumam Kris.


"Kalian ingin minum apa?"tanya Hana.


"Tak perlu repot-repot,aku ingin jus jeruk"ucap Rio.


"Aku juga tapi aku ingin jus apel"sahut Fadhel.


Alvaro memiting leher mereka berdua"kau kira rumah ku cafe?!"tanya nya.


"Samakan semuanya saja"ucap Kris di balas anggukan Hana.


"Tunggu sebentar"ucap Hana.


"Ok sayang"sahut Fadhel membuat Alvaro menatap tajam.


"Kau ingin mati ya?!"


∆∆∆


Di sekolah...


"HANA!! HANA!!"teriak Lani.


"Apa?"tanya Hana.


"Nanti temani aku ya"ucap Lani sambil menggoyangkan tangan Hana.


"Kemana?"tanya Hana.


"Toko baju,aku dengar di dekat sini ada toko baju yang baru buka. Ayo kita lihat kesana!!"ucap Lani.


"Ok"balas Hana.


Lani memekik senang"akhirnya aku bisa memberikan kado buat Fadhel"ucapnya.


"Kado?"beo Hana membuat Lani gelagapan mencari jawaban.


"Kapan kau dekat dengannya?"tanya Hana jahil.


"Tidak apa-apa,aku senang kau sudah bisa dekat dengan pria yang kuat sukai"ucap Hana.


Lani tersenyum lalu menggandeng tangan Hana memasuki ruang kelas mereka.


Saat bel pulang berbunyi Alvaro dan teman-teman nya sudah berdiri didepan kelas Hana.


Hana membereskan barang-barang nya lalu memakai tas nya disusul Lani di samping nya.


Alvaro tersenyum lalu mengecup kening Hana membuat semburat merah di pipi nya terlihat.


"Ekhem...tolong lihat kondisi kawan"ucap Rio sambil memalingkan wajahnya.


Hana menunduk malu sedangkan Alvaro menatap Rio dengan tajam.


"A-ayo"ucap Hana sambil menarik tangan Lani yang berdiri di depan Fadhel.


"Eh,iya ayo"ucap Lani.


"Kalian ingin kemana?"tanya Fadhel.


"Ke toko baju"ucap Lani.


"Kau ingin beli baju?"tanya Fadhel.


Lani mengangguk"iya aku ingin membelikan baju untuk seseorang"ucapnya .


"Untuk siapa?"tanya Fadhel penuh selidik.


Lani langsung gelagapan"untuk ku"ucap Hana.


Fadhel mengerutkan keningnya menatap Hana tidak yakin.


"Ah iya,aku mau membelikan Hana baju"ucap Lani,ia langsung menarik tangan Hana.


"Kami ikut"ucap Fadhel.


"Eh"Lani menatap kearah Fadhel.


"Yasudah"ucap Lani.


Mereka pun berjalan beriringan menuju sebuah toko baju yang baru di dekat sekolah mereka.


"Menurutmu apa yang cocok untuk Fadhel yang harus ku beli ya?"bisik Lani.


Hana nampak berpikir"jaket? Kemeja? Kaos?"tanya nya.


Lani mengangguk lalu ia sibuk memilih sedangkan Hana berdiri di samping Alvaro.


"Kau yakin itu untuk Hana?"tanya Fadhel membuat tubuh Lani menegang.


"I-iya dia meminta ku memilihkan baju untuk Alvaro"ucap Lani.


"Kau tidak ingin memilihkan baju untuk ku?"tanya Fadhel membuat Lani langsung menatapnya.


"Kau mau?"tanya Lani di balas anggukan Fadhel ia mengacak rambut Lani.


"Siapa yang tidak mau di berikan oleh orang yang di sukai?"ucap Fadhel membuat Lani terdiam dengan wajah memerah.


Fadhel berjalan mendekati teman-temannya.


Hana menatap keluar terlihat jalan lumayan sepi hanya beberapa kendaraan mobil dan motor yang lewat.


Hana menatap anak kecil yang berjalan menuju ke tengah jalan raya membuat Hana terkejut,ia langsung berlari keluar mengejar anak tersebut.


Alvaro yang melihat Hana berlari ia pun menyusul"Hana,jangan berlari seperti itu"ucapnya.


Hana langsung menggendong anak kecil tersebut,Alvaro menatap panik dari arah samping terlihat mobil sedan berwarna hitam menghampiri Hana dengan kecepatan tinggi.


"HANA!! AWAS!!"teriak Alvaro.


Hana menoleh kesamping sambil memeluk tubuh anak kecil tersebut,Alvaro langsung memeluk Hana dan mendorongnya hingga ke tepi jalan.


Mereka berguling di pinggir jalan"Ahh"ringis Alvaro karena lengannya terkena aspal jalan dan terluka.


Ia menopang tubuhnya agar tidak menimpa Hana dan anak kecil yang berada di pelukan Hana.


Alvaro menatap nyalang kearah mobil sedan hitam yang berhenti sebentar lalu ia pergi dengan kecepatan tinggi.


Ini di sengaja,Alvaro yakin ada yang berusaha mencelakai Hana.


"Kau tak apa?"tanya Hana panik.


Alvaro menggeleng lalu ia membantu Hana berdiri ia mencium puncak rambut Hana.


"Anakku!!"teriak seorang wanita dengan panik.


"Astaga! Terima kasih nak"ucap wanita itu sambil mengambil alih anaknya yang berada di gendongan Hana.


"Terima kasih sekali lagi,maaf merepotkan mu"ucap wanita itu sambil menunduk sopan ia berjalan menjauh dari Hana dan Alvaro.


Hana terdiam Alvaro langsung menariknya kedalam pelukannya"jangan takut,aku akan selalu di sampingmu"bisik Alvaro.


Jika tidak ada Alvaro ia mungkin sudah celaka,Hana meremas pakaian yang di kenakan Alvaro. Ia hampir saja celaka.


Alvaro memejamkan matanya untung saja ada dirinya jika tidak Hana mungkin sudah tidak bersamanya lagi.


∆∆∆


TBC