Alvaro

Alvaro
Ekstra part 3 (tamat)



"Ganti!"


"terlalu seksi,tukar!!"


"pendek sekali gaun itu,ganti!!"


"bahu mu terlihat Hana,ganti!!"


"Hana gaun itu terlalu terbuka ganti!!"


Hana menatap jengah kearah Alvaro sudah sekian kalinya ia berganti gaun dan tidak ada yang di sukai oleh Alvaro.


terlalu banyak pantangan yang tidak boleh oleh Alvaro apalagi sikapnya yang overprotektif itu.


dan kini ia berganti baju untuk kesekian kalinya hingga membuat Hana lelah dan merasa lapar.


"Alvaro,ini adalah terakhir kalinya. kalau kau masih menyuruhku untuk berganti gaun lagi percaya atau tidak aku akan menghabisi mu"ucap Hana datar dengan nada kesal.


Alvaro menggaruk tengkuknya yang tidak gatal"ok,kita ambil yang ini"ucapnya karena ia melihat gaun nya tidak terlalu buruk.


namun Alvaro harus merelakan bahu putih Hana terlihat di depan umum dan itu sedikit menjengkelkan bagi nya,apalagi tatapan pria yang menatap Hana rasanya Alvaro ingin mengeluarkan bola mata yang menatap Hana dengan tatapan bergairah.


Alvaro akui Hana memiliki tubuh yang bisa di katakan seksi dan itu selalu membuat Alvaro kesal jika Hana mengenakan pakaian yang terbuka apalagi memperlihatkan perut ratanya itu.


"ayo,aku rasa kau sudah lapar"ucap Alvaro sambil menggandeng tangan Hana.


Hana menggerutu kesal"aku memang dari tadi menahan lapar,kau saja yang tidak peka"ucapnya.


"ok-ok maafkan aku"ucap Alvaro tertawa kecil sambil memeluk pinggang Hana.


mereka pun menuju restoran terdekat untuk mengisi perut terlebih dahulu sebelum menuju toko perhiasan.


"kau ingin makan apa,hm?"tanya Alvaro.


"aku ingin ikan bakar sepertinya enak"ucap Hana sambil melihat buku menu.


lalu Alvaro memesan makanan dan kembali menatap Hana.


"kenapa kau menatapku?"tanya Hana risih.


"kenapa? tidak boleh? aku hanya menatap calon istriku saja"ucap Alvaro acuh.


Hana mencibir pelan lalu tak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun datang,Hana langsung melahap makanan tersebut dengan lahap membuat Alvaro tertawa kecil.


"makanlah pelan-pelan,tidak ada yang akan mengambil makanan mu"ucap Alvaro sambil membersihkan sudut bibir Hana yang terkena makanan.


"aku lapar,ini semua gara-gara kau!!"ucap Hana dengan kesal.


"aku lagi?"tanya Alvaro bingung.


"kalau bukan karena kau menyuruhku untuk terus menerus berganti gaun berat itu,aku tidak akan selapar ini tau!!"ucap Hana kesal.


Alvaro mengelus puncak kepala Hana"baiklah,baiklah. maafkan aku"ucapnya.


Hana melanjutkan makannya sedangkan Alvaro lebih memilih menatap wajah Hana yang terlihat menggemaskan di matanya.


"Hana"panggil Alvaro.


Hana menoleh dengan mulut penuh makanan membuat Alvaro tersenyum.


"jika kau hamil,apakah selera makan mu akan tetap sebesar ini?"tanya Alvaro langsung membuat Hana tersedak.


"ALVARO!!"


∆∆∆


Hari ini tepat hari dimana Alvaro dan Hana menggelar acara pernikahan setelah sekian lama akhirnya mereka akan mengucapkan janji di altar pernikahan untuk bersumpah untuk setia sehidup semati.


Hana yang mengenakan gaun panjang bewarna putih terlihat begitu cantik dan memukau




"siap untuk bertemu dengan calon suami mu sayang?"tanya Damien,ayah Hana.


Hana menggandeng tangan Damien dengan gugup"aku gugup ayah"ucapnya.


"tidak apa-apa,santai saja. aku tidak menyangka akan melepas putri kesayangan ku dengan pria lain"ucap Damien sambil menatap Hana dengan terharu.


"teryata putri ku sudah dewasa"sambungnya.


"ayah"ucap Hana sambil memeluk tubuh Damien.


"tidak apa-apa sayang,yang terpenting kau tetap mengunjungi ku"ucap Damien.


"tentu saja ayah"ucap Hana.


mereka pun menuju altar yang sudah terisi penuh dengan para tamu undangan namun masih terkesan tertutup.


Alvaro sudah menunggu disana sambil terdiam karena Hana begitu terlihat sangat cantik di matanya.


"ini aku serahkan putri ku padamu,tolong jaga putri kesayangan ku"ucap Damien sambil memberikan tangan Hana untuk di genggam Alvaro.


"tentu,aku pasti akan menjaganya"ucap Alvaro,Damien pun duduk di antara para tamu.


Alvaro dan Hana saling berhadapan dengan menggenggam tangan satu sama lain lalu saling melempar senyum.


"kau cantik sekali,aku sedikit tidak rela"ucap Alvaro dengan pelan.


Hana tersenyum"kau juga tampan"ucapnya.


"baiklah,kita akan mulai upacaranya"ucap pendeta membuat suasana hening dan kamera fokus kearah pengantin.


"Alvaro,apa kau bersedia menerima Hana sebagai istrimu dan menerima segala suka atau dukanya sampai ajal memisahkan kalian?"ucap pendeta.


"ya,saya bersedia"ucap Alvaro dengan lantang.


"Rehana,apa kau bersedia menerima Alvaro sebagai suami mu dan menerima segala suka atau dukanya sampai ajal memisahkan kalian?"ucap pendeta.


Hana menarik nafas pelan lalu tersenyum"ya,saya bersedia"ucapnya.


"Dengan begini kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri,kalian sudah di perbolehkan berciuman"ucap pendeta sambil tersenyum.


Alvaro menyeringai lalu ia menarik pinggang Hana dan menggendong tubuhnya dan mencium tepat di bibir Hana.


para tamu langsung bersorak riuh dengan tepukan tangan sambil bersiul menggoda kearah Alvaro dan Hana.


Alvaro melepaskan ciumannya menatap wajah Hana yang merah merona,ia tersenyum senang.


"i love you my wife"bisik Alvaro.


Hana tersenyum"i love you too my husband."


"KEPONAKAN,AKU INGIN KEPONAKAN YANG BANYAK"teriak Alisha,kembaran Alvaro.


Alvaro mengacungkan dua ibu jarinya ke arah Alisha"tenang saja"ucapnya.


Alvaro menatap Hana dengan tatapan jahil"siap untuk kelelahan sayang,sepertinya yang lain ingin cepat-cepat mengharapkan mu hamil Hana"ucapnya dengan kedipan mata nakal.


"ALVARO MESUM!!"


∆∆∆


TAMAT