Alvaro

Alvaro
Chapter 14



Alvaro menggenggam tangan Hana yang melingkar di pinggang nya sambil sesekali melirik Hana yang tertidur di punggungnya.


Mereka pun sampai di rumahnya dan Alvaro menggendong tubuh Hana yang tertidur pulas.


"Ada apa ini?"tanya Arika.


Alvaro tidak menjawab ia lebih memilih naik tangga menuju kamarnya.


Saat akan menyusul Alvaro,Ervin menahan pundak Arika.


"Jangan ke atas dulu"ucap Ervin. Arika menatap Ervin ragu.


"Tapi--"


"Dia sedang tidak ingin di ganggu"ucap Ervin lalu Arika mengangguk pasrah.


Alvaro meletakkan tubuh Hana perlahan di kasurnya lalu membuka jaket nya yang berada di tubuhnya.


Rahang Alvaro mengetat melihat kondisi tubuh Hana yang tidak baik-baik saja. Luka lebam di lengan,cakaran yang membentang dari leher hingga bahu Hana.


Alvaro membuka baju Hana perlahan dan hanya menyisakan pakaian dalam Hana lalu menggantinya dengan kemeja miliknya.


Dan Alvaro memilih mandi untuk membersihkan diri. Ia menyandarkan kepalanya di dinding kamar mandi dengan air yang terus mengguyur tubuhnya.


Selang beberapa menit ia keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Ia duduk di pinggir kasur sambil mengelus pipi Hana yang masih tertidur pulas.


Alvaro teringat sesuatu ia langsung memakai bajunya dan keluar dari kamarnya sedikit berlari turun dari tangga.


"Kau ingin kemana?"tanya Arika.


Alvaro menatap Arika"keluar"ucapnya lalu ia mengambil kunci motornya dan keluar dari rumah.


Ervin tersenyum tipis melihat Alvaro dengan ekspresi panik nya itu yang jarang sekali ia lihat.


"Biarkan saja"ucap Ervin.


Arika memijat pelipisnya pelan anaknya itu irit berbicara lebih banyak bertindak.


"Sebenarnya apa yang terjadi?"tanya Arika.


Ervin menggelengkan kepalanya"entahlah,nanti kita tanyakan saja padanya"ucap nya.


Arika mengangguk setuju lalu ia duduk di depan Ervin sambil menghela nafas pelan.


Di jalan...


Alvaro menambah kecepatan motornya menuju rumah Ervan,dokter pribadi keluarga nya.


Alvaro langsung masuk kerumah Ervan tanpa menekan bell sama sekali dan ia langsung menuju kamar Ervan.


Cklekk~


"Astaga!! Kau mengangetkan ku"ucap Ervan terkejut sambil mengelus dadanya menatap Alvaro yang tiba-tiba muncul.


"Apa salahnya kau tekan bell di depan,aku tidak tuli kau tau?!"ucap Ervan kesal.


Alvaro langsung menarik kerah baju Ervan.


"Shit! Kenapa kau senang sekali menarik kerah ku sialan!!"umpat Ervan.


"Ikut aku"ucap Alvaro datar.


Ervan menepis tangan Alvaro"aku akan membawa kendaraan sendiri,aku sudah kapok kalau dengan mu"ucapnya


Alvaro mengangkat bahunya tidak peduli lalu ia menaiki motornya dan memakai helm.


"Ikut kerumah ku,jangan lamban!"ucap Alvaro membuat Ervan mencibir kesal.


"Kau yang butuh kenapa aku yang repot"ucap Ervan langsung di tatap tajam Alvaro.


"Ok-ok aku ikut"ucap Ervan akhirnya.


∆∆∆


Mereka akhirnya sampai di rumah Alvaro.


"Aunty,Uncle. Apa kabar?"tanya Ervan.


"Baik sayang,bagaimana dengan mu?"ucap Arika.


"Aku ba--"


Alvaro langsung menarik kerah baju Ervan menuju kamarnya.


"What the hell!! Alvaro sialan!!"umpat Ervan.


Arika menatap Alvaro sambil menggelengkan kepalanya. Tingkah putra nya itu selalu membuat ia geleng-geleng kepala.


Alvaro melepaskan kerah baju Ervan saat mereka sudah masuk ke dalam kamar nya.


"Periksa!"ucap Alvaro datar.


Ervan mendengus lalu mulai memeriksa kondisi Hana beberapa saat kemudian ia sudah selesai memeriksa nya.


Hana mulai membuka matanya menatap Ervan dan Alvaro di sampingnya.


"Bagaimana?"tanya Alvaro.


"Kondisinya tidak baik,dan dia emm...sedikit trauma"ucap Ervan hati-hati.


"Jiwanya sedikit terguncang,mengalami depresi ringan,usahakan jangan membuat banyak berpikir dan stress atau dia akan lebih hancur dari ini"bisik Ervan.


Alvaro terdiam lalu mengangguk"pulang lah"ucapnya.


Ervan mendengus"habis manis sepah di buang,kau ini!!"ucapnya.


Alvaro tidak menjawab lebih dulu mendorong tubuh Ervan keluar dari kamarnya sebelum pria itu lebih banyak mengumpat.


"Hana"panggil Alvaro yang melihat Hana sedikit terdiam dengan tatapan kosong.


"Hana"Alvaro menepuk pundak Hana dan membuatnya sedikit tersentak kaget.


"Ah-oh kau"ucap Hana linglung.


"You okay?"tanya nya.


"Sedikit lebih baik"cicit Hana pelan.


"Ingin mandi?"tanya Alvaro di balas anggukan Hana.


"Tunggu disini"ucap Alvaro,ia menyiapkan air hangat untuk Hana berendam.


Beberapa saat kemudian ia keluar dari kamar mandi langsung menggendong tubuh Hana.


"A-apa yang kau lakukan?"tanya Hana gugup.


"Menggendongmu"ucap Alvaro,lalu ia meletakkan tubuh Hana di pinggir bathup.


"Mandilah,aku akan menunggu di luar"ucap Alvaro.


"Jangan takut"sambungnya sambil menutup pintu kamar mandi.


Hana berendam sedikit meringis karena luka di tubuhnya,ia teringat apa yang dilakukan Charles padanya. Hampir saja ia kehilangan benda berharga nya jika Alvaro tidak datang tepat waktu.


Hana menjambak rambut nya sendiri sambil terisak ,ia menggosok tubuhnya dengan kasar yang ia pikirkan adalah membersihkan bekas sentuhan Charles pada tubuhnya.


Satu jam kemudian Hana masih berendam,Alvaro sudah menunggu di luar dengan raut wajah khawatir.


"Ah,sudahlah"gumam Alvaro,ia lebih memilih menerobos masuk. Tidak peduli jika Hana nanti marah padanya.


"HANA!!"teriak Alvaro.


Alvaro langsung menggendong tubuh Hana yang masih dipenuhi busa dan tubuhnya masih polos.


Alvaro sedikit menggeram namun ia menepis pikiran nakalnya dan lebih memilih membalut tubuh Hana dengan handuk tebal.


Lalu meletakkan tubuh Hana perlahan di atas kasur,ia mengeringkan rambut Hana dengan handuk dan memakaikan baju Hana walaupun dirinya menahan mati-matian pikiran nakal yang menyerangnya.


"Tidurlah"ucap Alvaro sambil menepuk puncak kepala Hana .


Hana tetap terisak sambil menenggelamkan wajahnya di sela kaki yang di tekuknya.


Alvaro terdiam"Charles ********!! Harusnya tadi aku menghabisinya"batinnya.


Peduli setan,Alvaro tidak bisa menahannya lagi.


Alvaro menarik dagu Hana pelan terlihat wajah Hana yang sembab dan bekas air mata di pipinya lalu Alvaro mengusap pipi Hana.


Ia mulai mendekatkan wajahnya kearah wajah Hana, perlahan tatapannya turun kearah bibir Hana.


Alvaro mencium bibir Hana dan diam tidak menggerakkan bibirnya membuat tubuh Hana menegang.


Hana menatap wajah Alvaro,ia mulai ******* kecil bibir Hana lalu mendorong perlahan tubuh Hana di kasur.


Alvaro menggenggam tangan Hana yang berada di samping tubuhnya dan tetap mencium bibir Hana lebih dalam lagi.


Alvaro melepaskan ciumannya lalu meletakkan keningnya di kening Hana sambil tersenyum tipis dengan nafas yang memburu.


Alvaro mencium kening Hana lalu mencium leher Hana pelan.


"Mine!"Bisik Alvaro di telinga Hana.


"You are mine!!"


∆∆∆


TBC.