Alvaro

Alvaro
Ekstra part



"aku Alvaro banyak kisah kelam yang belum sepenuhnya aku ceritakan dan aku juga menemukan cintaku,wanita yang membuat ku merasakan yang namanya jatuh cinta,ia adalah Hana dan aku sangat mencintainya dengan tulus ,ini aku dengan segala kelebihan dan kekurangan ku."- Alvaro Tristan Antony.


"Aku Hana,gadis biasa yang terlihat galak tapi sebenarnya tidak dan aku memiliki kekasih yang aku sayangi dan aku cintai. Namanya Alvaro,ia adalah pangeran ku,ia milikku. Aku berterima kasih karena tuhan mempertemukan dia dengan diriku,aku benar-benar mencintai Alvaro bahkan sangat mencintai dirinya. Love you dear"- Rehana Anastasia.


"Melepaskan seseorang yang paling aku cintai demi pria lain aku tidak apa-apa karena menurutku ia lebih bahagia bersama pria pilihan nya dan bukan aku,terima kasih untuknya yang pernah hadir di kehidupan ku walau aku sendiri yang menghancurkan nya. Tuhan semoga wanita yang aku cintai bahagia dengan pilihannya dan tolong pertemukan aku dengan gadis yang benar-benar mau menerima ku apa adanya"- Charles Darwin


∆∆∆


5 tahun kemudian...


Hana berlari sambil membawa beberapa dokumen di tangannya terlihat peluh keringat memenuhi wajah cantiknya.


"Huhh...berapa lama lagi aku harus berlari"gumam Hana dengan nafas terengah-engah.


Ia menatap jam nya lalu ia membulatkan matanya sebentar lagi ia akan telat.


"Astaga!! Aku hampir telat"ucap Hana,ia berlari menuju kantornya dimana ia baru melamar pekerjaan nya kemarin dan ia di terima menjadi sekertaris seorang CEO disana.


"Hampir sampai,bertahan lah Hana"ucap nya sambil menyemangati dirinya sendiri.


Seorang pria yang begitu tampan baru keluar dari mobilnya dengan tatapan yang begitu mempesona banyak wanita.


Brukk..


Hana menabrak pria tersebut hingga beberapa dokumen yang di bawanya berserakan dimana-mana.


"Ah,maafkan aku. Maaf sekali lagi"ucap Hana membuat Pria di hadapannya terdiam dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Maaf sekali lagi"ucap Hana sambil menunduk sopan lalu ia memasuki gedung mewah di depannya. Ia tidak sempat menatap kearah lawan bicaranya karena ia panik dan takut telat.


Pria tersebut tersenyum ia sempat melihat sebuah cincin yang melingkar di jari manis Hana. Lalu ia menyeringai sambil membenarkan letak anak rambutnya.


"Gotcha,i got you babe."


Ya dia adalah Alvaro,ia kini sudah menjadi CEO ternama dan ia kembali bukan hanya sekedar mendirikan sebuah perusahaan di tempat lahirnya tapi ia juga ingin bertemu dengan wanita yang ia cintai.


Hana,ya hanya Hana yang ia inginkan. Rasanya masih sama debaran di hatinya begitu kencang,ia sangat merindukan Hana benar-benar merindukannya.


Tidak disangka ia akan bertemu secara langsung dengan orang yang sangat di cintainya.


Alvaro melangkah kedalam gedung miliknya dengan tatapan dingin nya.


"Tuan,dokumen data yang akan menjadi sekertaris anda sudah saya letakkan di meja"ucap Vella,manajer Alvaro.


Alvaro mengangguk lalu ia melihat sekilas Hana dengan tampilan blazer putih terlihat sangat cantik dan......seksi.


Tunggu seksi? Alvaro menggeram melihat pakaian yang di gunakan Hana cukup terbuka terlihat potongan baju bagian dadanya sedikit terlihat.


Ck! Sepertinya wanita itu harus dihukum selama lima tahun ini ia tidak memberi hukuman untuk wanita yang nakal ini.


Sudah lama tidak bertemu dia berbuat ulah seperti ini.


Alvaro membuka ruangannya lalu ia duduk sambil membuka dokumen data milik Hana sambil tersenyum.


"Tidak aku sangka,aku langsung bertemu dengan mu"gumam Alvaro.


"Ok,kita lihat hukuman apa yang cocok untuk perempuan nakal seperti mu."


∆∆∆


Hana menghela nafas lega setidaknya ia tidak terlambat walau hanya satu menit saja.


Ia senang ia mendapatkan pekerjaan dari hasilnya sendiri.


"Huh"Hana duduk di tempatnya sambil mengerjakan beberapa dokumen yang menumpuk.


"Hana"panggil Vella.


"Ada apa Bu"sahut Hana memang Vella lebih tua darinya.


"Kau di panggil keruangan Ceo Hana"ucap Vella.


"Eh,ada apa?"tanya Hana bingung.


"Aku tidak tau,cepatlah kesana!! Pak CEO tidak suka menunggu lama"ucap Vella.


"Baiklah terima kasih Vella,aku keruangannya dulu"ucap Hana.


"Hati-hati,aku mendengar rumor kalau dia sedikit keras dan tidak pandang bulu"ucap Vella.


Hana mengangguk lalu tersenyum"aku tidak apa"ucapnya.


Lalu ia melangkah menuju ruangan dimana didalamnya ada Alvaro yang sedang menunggu dirinya.


Tok..


Tok..


Nyali Hana sedikit menciut namun ia tetap masuk kedalam ruangan nya.


Terlihat pria sedang duduk membelakangi dirinya.


"Kau tau apa kesalahan mu?"tanya Alvaro datar.


Hana tersentak sambil berpikir,ia tidak tau di depannya adalah Alvaro.


"Ti-tidak tau"balas Hana sambil memainkan jarinya dan menunduk.


"Bagus,sudah melakukan kesalahan masih tidak berpikir"ucap Alvaro yang masih duduk membelakangi Hana.


Hana meringis"saya benar-benar tidak tau pak"ucapnya.


"Aku orang yang kau tabrak tadi"ucap Alvaro.


Hana membulatkan matanya,ia menabrak atasannya. Astaga!! Apa ia akan di pecat karena menabrak seorang CEO tempatnya bekerja.


"Ma-maafkan saya. Saya tidak tau kalau anda yang saya tabrak tadi,saya benar-benar tidak tau"ucap Hana sambil menunduk.


"Kau sudah menjadi sekertariku dan kau tidak mengenaliku? Lucu sekali"ucap Alvaro sambil menahan tawa.


Hana semakin menunduk,Alvaro membalikkan kursi kebesaran nya menjadi menghadap Hana.


"Aku tidak meminta mu untuk menunduk Rehana Anastasia"ucap Alvaro dingin.


Hana terdiam dan tetap menunduk sambil memainkan jarinya dengan takut.


Alvaro berdiri lalu berjalan mendekat kearah Hana yang membuat Hana langsung meringsut mundur hingga tidak bisa mundur lagi karena ada dinding di belakangnya.


Alvaro mengurung tubuh Hana dengan kedua tangannya"tatap aku"ucapnya.


Hana menatap perlahan lalu terkejut bukan main,menatap Alvaro yang berdiri di hadapannya.


"Al-Alvaro"ucap Hana gugup,ia menutup mulutnya sambil menatap Alvaro dengan mata berkaca-kaca.


"Yes its me"ucap Alvaro sambil tersenyum.


Hana memeluk tubuh Alvaro dengan erat,Alvaro mencium puncak kepala Hana.


"Miss me?"tanya Alvaro di balas anggukan Hana ia masih memeluk tubuh Alvaro.


Alvaro tersenyum lalu mengangkat tubuh Hana dan ia duduk di kursi kebesarannya sambil memangku Hana.


"I miss you"bisik Alvaro.


Hana memukul lengan Alvaro pelan"kenapa kau tidak mengabari ku? Kau tau aku khawatir terjadi sesuatu padamu"rungut kesalnya.


Alvaro terkekeh"maaf kan aku,aku hanya memberikan kejutan untukmu"ucapnya.


"Terima kasih karena kau masih setia menunggu ku"Alvaro mencium bibir Hana.


"Jadilah istriku"ucap Alvaro.


Hana memukul dada Alvaro pelan"kenapa kau tidak romantis sekali,sepertinya itu bukan pertanyaan tapi peryataan"ucapnya.


Alvaro tersenyum"pintar"ucapnya.


Hana mendengus kesal membuat Alvaro terkekeh lalu kembali mencium bibir Hana.


"Kau juga tidak ada pilihan selain menikah dengan ku,karena aku adalah orang pertama yang sudah memiliki mu dari awal"ucap Alvaro.


"Padahal aku berencana menikah dengan pria tampan"ucap Hana jahil.


Alvaro menatap Hana datar"jangan main-main dengan ku sayang,karena pria yang mendekatimu semuanya akan aku habisi"bisiknya.


Hana tersenyum lalu memeluk tubuh Alvaro dengan erat.


"Mulai sekarang kau menjadi calon istriku."bisik Alvaro.


"Im yours!"


∆∆∆


TAMAT