
Alvaro memasuki club' mewah dan langsung menuju bar ia hanya duduk sementara temannya sudah bergabung dengan orang-orang yang berjoget ria di tengah sana.
"Hey tampan"goda salah satu wanita dengan pakaian yang sangat terbuka.
Alvaro tampak acuh lalu ia memalingkan wajahnya membuat wanita itu menggeram kesal lalu dengan berani memegang dada bidang Alvaro yang langsung di dorong kesal oleh Alvaro hingga wanita tersebut jatuh.
"Berani menyentuh ku lagi,akan ku pastikan tangan mu sudah tidak berada di tempat nya lagi."ucap Alvaro dingin.
Alvaro langsung bergabung dengan teman-teman nya.
"Ada apa?"ucap Rio dengan keras karena suara dentuman musik yang begitu kuat.
Alvaro menggeleng"kemana yang lain?"tanya nya.
Rio menunjuk dengan dagunya membuat Alvaro langsung menoleh teryata Fadhel dan Kris sedang duduk dengan wanita penggoda disana.
"Kau tidak mau ikut?"tanya Rio sambil berjalan menuju bar disusul Alvaro di sampingnya.
"Membosankan"balas Alvaro membuat Rio terkekeh kecil.
"One vodka please!!"ucap Rio langsung di balas anggukan kepala sang bartender.
"Kau tidak mau?"tanya Rio sambil memandang kearah ratusan orang yang sudah menari di tengah-tengah ballroom tersebut.
"Tidak"ucap Alvaro.
"Lalu kau hanya diam disitu?"tanya Rio.
Alvaro mengangkat bahunya tidak peduli,lalu matanya menangkap seseorang yang di kenalnya. Ia tetap memperhatikan perempuan yang berpakaian lumayan terbuka.
Alvaro mengerutkan keningnya bukan kah Hana ada di rumahnya kenapa dia berada di club' ini.
Wait---Alvaro langsung menatap tajam seorang perempuan yang benar-benar mirip dengan Hana atau bahkan memang dia Hana.
"Hey Alvaro"panggil Rio sambil menepuk pundak Alvaro.
"Apa yang kau lamun kan? Hey,apa kau tidak merasa gadis itu mirip dengan Hana,atau aku yang sudah mabuk"Rio memijat pelipisnya.
Alvaro tetap diam sambil memperhatikan gadis yang mirip dengan Hana tersebut yang sudah duduk di depan bartender di sebrang sana.
"Mirip bukan atau aku yang salah"ucap Rio sambil meminum gelas vodka nya kembali.
Gadis yang mirip dengan Hana terus-menerus memesan segelas alkohol seperti orang yang frustasi.
Kening Alvaro mengkerut kalau memang dia Hana kenapa dia terlihat sangat hancur?
Sudah cukup,Alvaro harus memastikan sesuatu dia benar-benar Hana atau tidak.
Alvaro langsung mengambil gelas vodka dari tangan Rio dan meminumnya hingga tandas membuat Rio menatap tidak percaya kearahnya.
"What the--itu minumanku Alvaro!!"teriak Rio kesal.
Alvaro tidak peduli ia lebih memilih berjalan kedepan untuk menemui gadis yang mirip dengan Hana.
Banyak tangan nakal memegang tubuh Alvaro yang hanya di anggap acuh olehnya.
"Shit!! Apa yang kau lakukan disini Hana?!"
∆∆∆
"Aku sudah menjauhi Alvaro,apa mau mu?"ucap Hana kesal di telepon.
"Tenanglah,aku hanya bertanya saja. Kenapa kau sensitif sekali?"tanya Devina sambil tertawa kecil.
"Sudahlah,jangan buang-buang waktu ku!!"ucap Hana marah.
Hana melempar ponselnya keatas kasur sambil menarik rambutnya kesal.
"Kenapa hidupku selalu sial!!"lirih Hana.
Hana langsung mengambil jaketnya entah kenapa ia malah berjalan menuju sebuah club' dekat apartemen miliknya.
Hana memasuki club' tersebut lalu membuka jaket miliknya lalu ia berjalan menuju bartender.
"Minum sedikit mungkin tidak apa-apa kan?"gumam Hana.
Ia memesan minuman beralkohol tingkat sedang lalu ia meminumnya.
"Rasanya sedikit pahit"ucap Hana.
"Tapi ini enak"sambungnya lalu ia meminum lagi hingga tandas.
Hana pun memesan kembali minuman tersebut hingga lima gelas lebih,dia terkekeh kecil karena kesadarannya mulai menipis.
Lalu ia menangis tiba-tiba sambil mengacak rambutnya frustasi sampai suara seseorang yang sangat di kenalinya.
"Shit!! Apa yang kau lakukan disini Hana?!"ucap Alvaro marah ia langsung menarik lengan Hana dengan kasar hingga Hana berdiri dan mengenai tubuh Alvaro.
"Shit!! Kau meminum alkohol?"tanya Alvaro.
Hana hanya tertawa kecil lalu menangkup wajah Alvaro dengan kedua tangannya.
"Kenapa kau mirip sekali dengan Alvaro--ah tidak,kau bahkan mirip sekali dengan nya"ucap Hana sambil mengelus pipi Alvaro.
"Ayo kita keluar!!"ucap Alvaro sambil menggeram kesal.
Hana tertawa kecil"kenapa hidupku selalu sial?! Lucu sekali"ucapnya.
Alvaro hanya diam lalu membawa Hana keluar dari club' tersebut namun tiba-tiba Hana menahan tangan Alvaro membuatnya menoleh.
"Ada ap--"
Alvaro membelalakkan matanya saat Hana menarik tengkuknya lalu mencium bibirnya. Alvaro terkejut bukan main,ia menahan tubuhnya dengan tangannya yang ia taruh di dinding.
Hana ******* kecil bibir Alvaro membuat Alvaro menggeram lalu memegang tengkuk Hana dan menciumnya lebih dalam.
Alvaro melepaskan ciumannya dengan nafas memburu menatap Hana yang sedang menatap dirinya dengn sendu.
Alvaro menempelkan keningnya di kening Hana sedangkan Hana melingkarkan tangannya di leher Alvaro.
"Shit!! Kau menggodaku"ucap Alvaro sambil menggeram.
Lalu ia mengangkat tubuh Hana dan menggendongnya seperti anak kecil sedangkan Hana menaruh kepalanya di bahu Alvaro.
"Alvaro"bisik Hana dengan suara yang sangat pelan membuat Alvaro menggeram kecil karena nafas Hana yang mengenai lehernya membuat tubuhnya meremang.
"Aku mencintaimu"ucap Hana membuat tubuh Alvaro menegang lalu ia tersenyum lebar.
Alvaro membawa Hana menggunakan mobil milik nya lalu ia meninggalkan club' tersebut langsung menuju rumahnya.
Alvaro mengusap punggung Hana yang sudah tertidur dengan sebelah tangannya sedangkan tangan yang satunya ia gunakan untuk menyetir mobil.
"Kau mabuk seperti ini,apa aku masih bisa menahannya lagi?"
∆∆∆
TBC