
"Hana"panggil Lani khawatir.
"Kau baik-baik saja?"tanya Lani.
Hana menatap Lani sambil tersenyum"aku baik-baik saja"ucapnya.
"Kau yakin?"tanya Lani.
Hana mengangguk lalu tersenyum tipis kearah Lani
"Akhhh...!!"tubuh Hana terangkat karena Alvaro mengangkat tubuhnya tiba-tiba.
"Alvaro turunkan aku!!"ucap Hana sambil memberontak di dalam gendongan Alvaro.
"Kita pulang!"ucap Alvaro dingin.
"Ta-tapi--"
Alvaro menatap tajam kearah Hana membuat nyalinya sedikit menciut karena tatapan Alvaro.
Alvaro memasukkan tubuh Hana kedalam mobil lalu ia menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Kau tau apa kesalahan mu?"tanya Alvaro datar,ia fokus mengendarai mobil.
Hana memainkan jarinya sambil menunduk membuat Alvaro menghela nafas kasar sambil memukul stir nya dengan pelan.
Alvaro langsung menepikan mobilnya "bicaralah!!"ucap nya namun ia tetap menghadap ke depan.
Hana tersentak ia menoleh kearah Alvaro sebentar lalu membuang muka.
"Aku tidak memintamu untuk mengabaikan ku,Hana"desis Alvaro datar.
"A-aku--"
"Kau hampir celaka!! Jika aku tidak ada disana apa yang akan terjadi padamu?!"Alvaro menggeram marah sambil mengacak rambutnya frustasi.
"Apa kau bodoh?"tanya Alvaro dingin.
Alvaro menatap Hana yang sedang terisak di sampingnya,ia menghela nafas pelan lalu membuka sabuk miliknya dan sabuk milik Hana.
Ia menarik tubuh Hana hingga terjatuh kedalam pangkuannya,kaki Hana melingkar di pinggang Alvaro.
"Sorry"bisik Alvaro sambil mengusap punggung Hana dengan pelan.
Hana memeluk tubuh Alvaro pelan,ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang Alvaro.
Alvaro mengusap rambut Hana"kau tau bagaimana khawatirnya aku tadi?"tanya nya.
"Ma-maaf"cicit Hana.
Alvaro tersenyum tipis lalu mencium puncak kepala Hana"jangan kau buat lagi seperti ini,kau tau tadi itu sangat bahaya!"ucapnya.
Alvaro mulai mengendarai mobil miliknya kembali sambil memangku tubuh Hana.
"Maaf kalau aku marah padamu,ini juga demi kebaikan mu"ucap Alvaro.
Hana mengangguk kecil,Alvaro memeluk pinggang Hana dengan sebelah tangannya namun sesekali melepas karena ia sedang mengendarai mobil.
Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di rumah,Alvaro menatap wajah Hana yang tertidur di pangkuannya.
Alvaro tersenyum lalu membenarkan letak anak rambut Hana. Ia keluar perlahan dari dalam mobil.
Ia menggendong Hana seperti anak kecil lalu ia memasuki rumahnya.
"Kakak!"panggil Devina langsung membuat tubuh Alvaro membeku.
"Brengsek!! Kapan iblis ini datang?!"batin Alvaro.
Devina yang tadinya mengeluarkan raut wajah senang namun langsung berubah saat melihat siapa yang berada di gendongan Alvaro.
"Siapa itu kak?"tanya Devina polos.
Alvaro terlihat muak"apa aku harus menjawabnya?"tanya nya dingin.
∆∆∆
Alvaro meletakkan tubuh Hana perlahan di kasurnya lalu ia keluar sambil mengunci pintu dari luar agar tidak terjadi apa-apa pada Hana.
"Untuk apa kau datang kesini?"tanya Alvaro dingin.
Ervin dan Arika hanya diam dan sibuk memakan makanan di meja makan. Mereka rasa mereka tidak pantas untuk ikut campur masalah anak muda.
"Aku kangen kakak"ucap Devina sambil memeluk tubuh Alvaro dengan erat.
Alvaro langsung menghempaskan tangan Devina dengan kasar sambil menatap Devina dingin.
"Pergilah! Selagi aku masih baik padamu"ucap Alvaro datar.
"Tapi kak--"
"PERGI!!"ucap Alvaro marah membuat tubuh Devina tersentak.
"Pergi! Sebelum aku mengusirmu dengan cara yang tidak layak"sambung Alvaro.
Devina tertawa kecil"baiklah,aku akan pergi tapi hanya sementara"ucapnya.
"Bye kak"Devina mengecup pipi Alvaro lalu ia keluar dari rumah Ervin.
Alvaro berdecih lalu menatap Devina yang berjalan menjauh dari rumahnya,dan ia harap semoga Devina tidak datang kembali kerumahnya.
"Hana,kematian mu sudah dekat"Devina tersenyum miring lalu ia berjalan dan memasuki mobil nya lalu meninggalkan perkarangan rumah Ervin.
"Kau membuat Alvaro mengusirku,aku tidak akan main-main lagi"gumam Devina,ia menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Nak"panggil Ervin saat Alvaro akan menaiki tangga.
"Kenapa?"tanya Alvaro.
"Setelah ini mungkin tidak baik-baik saja"ucap Ervin.
"Aku tau"ucap Alvaro
"Aku harap kau menjaga Hana dengan baik"ucap Ervin.
Alvaro tersenyum samar"ayah tenang saja aku akan menjaga Hana"ucapnya.
"Baguslah kalau begitu,aku akan selalu membantu mu jika kau butuh bantuan ku''ucap Ervin sambil meminum secangkir teh yang disediakan Arika.
Alvaro mengangguk mantap lalu,ia kembali melangkah menuju kamar nya.
Cklek..
Ia melihat Hana masih tertidur pulas dengan posisi menyamping lalu Alvaro ikut berbaring di sebelah Hana,ia memeluk pinggang Hana dengan erat sambil menciumi leher Hana.
"Eughhh.."Hana merasa terganggu dengan kegiatan yang Alvaro lakukan.
Hana membalikkan tubuhnya dan berhadapan dengan Alvaro lalu melanjutkan tidurnya kembali.
Alvaro mencium kening Hana perlahan lalu kedua mata Hana yang terpejam membuat tidur Hana kembali terusik dengan kegiatan yang di lakukan Alvaro.
Hana memeluk tubuh Alvaro dan kembali tertidur pulas,Alvaro mendengar deru nafas teratur yang menandakan Hana kembali tidur.
Alvaro terkekeh geli lalu mengecup bibir Hana dan mulai memejamkan matanya,ia meletakkan kepalanya di atas puncak kepala Hana.
"Jangan takut,aku pasti akan melindungi mu"bisik Alvaro.
"Pasti"gumam Alvaro sambil mencium puncak kepala Hana.
"Don't worry honey."
∆∆∆
TBC