Alvaro

Alvaro
Chapter 28



Alvaro menatap tajam kearah Hana"apa maksudmu?"tanya nya.


"Aku ingin kita putus"ucap Hana tanpa menatap wajah Alvaro,ia duduk di kasur.


"Apa ada yang mengancam mu?"tanya Alvaro datar membuat tubuh Hana menegang namun dengan cepat ia merilekskan tubuhnya.


Alvaro menyadari perubahan Hana,ia menggertakan giginya ,ia tau siapa dalang dari ini semua.


"Tidak,tidak ada"ucap Hana sambil memunggungi Alvaro.


Alvaro menatap nya dingin,ia langsung bangun dan duduk di samping Hana yang sedang memunggunginya.


"Aku hanya merasa kita tidak cocok"lirih Hana sambil memainkan jari tangannya.


"Siapa yang bilang kita tidak cocok?"tanya Alvaro dingin.


"Devina,aku tidak peduli kita memiliki hubungan darah. Kau sudah menyakiti kekasihku,akan aku buat kau sengsara."batin Alvaro.


Hana terhenyak lalu menggeleng"tidak ada,hanya saja aku merasa kita tidak cocok"ucapnya.


"Apa aku harus melakukan sesuatu padamu,agar kau tidak lepas dari ku"ucap Alvaro dingin membuat Hana terdiam takut.


"A-apa maksudmu?"tanya Hana dengan gugup.


Alvaro langsung menarik tubuh Hana dengan kasar hingga ia menjadi berbaring dan Alvaro berada di atas tubuhnya.


Alvaro menopang tubuhnya agar tidak menimpa Hana yang berada di bawahnya,ia menatap tajam Hana membuat nyali Hana menciut seketika.


"Apa kau tau apa kesalahan mu Hana?"ucap Alvaro dingin


Alvaro mendekatkan wajahnya lalu berbisik"kesalahan mu adalah mengucapkan kata yang fatal bagiku,kau membuat ku marah"bisiknya.


Hana menatap takut kearah Alvaro ia memalingkan wajahnya agar tidak melihat Alvaro yang sudah marah di hadapannya.


"Kau tau apa yang akan aku lakukan padamu Hana?"tanya Alvaro dengan nada yang mengerikan membuat sekujur tubuh Hana merinding sekaligus takut.


Alvaro mencium bibir Hana dengan kasar membuat Hana memekik kesakitan karena Alvaro mengigit bibirnya dengan kuat.


Alvaro terus mencium bibir Hana hingga ia merasakan amis dari darah yang keluar dari bibir Hana yang ia gigit.


Alvaro melepaskan ciumannya,ia menatap bibir Hana yang membengkak akibat ulahnya. Alvaro membersihkan sudut bibir Hana yang mengeluarkan darah.


Ia menyatukan keningnya dengan kening Hana.


"Sampai kapan pun,aku tidak akan putus dengan mu"ucap Alvaro datar tubuh Hana menegang.


Alvaro mencium kembali bibir Hana lalu beralih mencium leher Hana hingga membuat tanda di leher Hana hingga memerah di sepanjang leher Hana.


Alvaro tersenyum miring melihat hasil karyanya pada leher Hana lalu ia mengecup dagu Hana seraya mengigit kecil disana.


"Dengar ini Hana,aku tidak akan melepaskan mu. Karena kau adalah milik ku,dan akan tetap menjadi milikku."


∆∆∆


Bukk~


Bukk~


Bukk~


Alvaro terus memukul karung tinju di hadapannya dengan frustasi,ia melampiaskan amarahnya disana.


Bukk~


"Arghhh...!!"Alvaro menarik rambutnya dengan frustasi.


"Idiot!!"umpat Alvaro.


"Lemah"Alvaro memukul dengan kuat lalu ia melempar sarung tinju nya ke sembarang arah.


Alvaro menendang meja yang berada di sampingnya hingga jatuh dan barang yang berada di atasnya berserakan.


Setelah mencium Hana kembali,ia langsung berdiri dan membanting semua barang yang berada di nakas membuat Hana memejamkan matanya sambil memeluk selimut dengan takut. Lalu,Alvaro keluar dan membanting pintu dengan kuat meninggalkan Hana yang sudah terisak disana.


Alvaro mengacak rambutnya frustasi lalu ia terduduk di bangku sambil memijat pelipisnya.


Devina,Devina dan Devina lagi. Perempuan itu tidak henti-hentinya mencari masalah. Apa tidak cukup,ia sudah hampir menghancurkan adiknya dan sekarang ia juga ingin menghancurkan hubungannya


"****!!"umpat Alvaro kesal rahangnya mengetat dan ia mengepalkan kedua tanganya.


Alvaro memukul dinding di sampingnya dengan kuat hingga meninggalkan bekas berwarna biru di tangannya.


"Son"panggil Ervin,Alvaro terdiam sambil menundukkan wajahnya.


Ervin melihat sekeliling nya banyak barang yang berserakan dan rusak di sekitarnya.


"Are you okay?"tanya Ervin.


"No"sahut Alvaro dengan lirih.


Ervin duduk di samping Alvaro yang masih menundukkan kepalanya.


"Apa aku harus menghancurkan Devina?"tanya Ervin.


Alvaro mendongakkan wajahnya menatap Ervin"jika itu bisa,aku sudah lebih dulu menghabisinya"ucap Alvaro datar.


Ervin menghela nafas pelan"kau ingin apa?"tanya nya.


"Hanya ingin dia tidak menganggu dan merusak hubungan ku dengan Hana"ucap Alvaro sambil memperban luka di tangannya.


"Hanya itu?"tanya Ervin di balas anggukan Alvaro.


"Apa susahnya? Aku hanya ingin bersama Hana,She is my love,my mine. Apa tidak bisa membiarkan aku bahagia?"tanya Alvaro lirih,ia hancur.


Ervin menatap kosong kearah Alvaro,ia tidak bisa melihat putranya hancur seperti ini.


"Temui Hana,ia seperti nya menangis di kamar mu"ucap Ervin sambil menepuk pundak Alvaro.


Alvaro terdiam lalu ia berdiri berjalan menuju pintu namun saat membukanya ia membalikkan badannya menatap Ervin yang masih duduk.


"Ayah,aku hanya ingin bersama Hana. Hanya dengan dia dan aku tidak butuh gadis lain selain Hana. Mengertilah aku"ucap Alvaro,ia langsung keluar dari ruangan tersebut.


Alvaro memasuki kamarnya terdengar jelas Isak tangis Hana,ia duduk di pinggir kasur lalu mengusap rambut Hana.


Hana tersentak lalu menatap Alvaro dengan tatapan sendunya.


"Aku tidak tau apa ada yang mengancam mu atau sebagainya"ucap Alvaro membuat tubuh Hana menegang.


"Tapi jika kau ingin putus dengan ku,maaf aku tidak akan pernah mau putus dengan mu"sambung Alvaro ia berdiri menatap sendu kearah Hana.


"Aku akan menjauh mulai sekarang tapi untuk putus dengan mu sampai kapan pun aku tidak akan melakukannya."lirih Alvaro.


"Aku menjauh dari mu tapi kau tetap kekasih ku sampai kapan pun,jangan berharap aku akan mengakhiri hubungan ini tanpa aku ketahui jelas penyebabnya."


∆∆∆


TBC