Achievement System

Achievement System
Bab 98 : Gusion???



Kali ini Chu Xian sedang berada di sebuah restoran kecil pinggir jalan sedang makan.


“Mbak, tambah 1 porsi lagi!”Panggil Chu Xian sambil makan dengan lahap kepada pelayan.


“Ba, baik tuan...”Jawab pelayan restoran yang gugup melihat Chu Xian yang sedang memakan mie nya yang entah sudah berapa mangkuk.


Dia gugup dan tak bisa bertanya-tanya apakah Chu Xian akan membayar apa tidak.


Tak lama.


“Uhh, kenyang nya...”Chu Xian bersendawa sambil menepuk-nepuk perutnya yang kenyang.


“Mbak, ini bayaran nya...”Kata Chu Xian berdiri dan meninggalkan uangnya di atas meja. Sedangkan dia sendiri pergi keluar dari sana dengan santai.


Chu Xian berjalan di pinggir jalan dengan santai sambil menghisap rokoknya dan menikmati suasana malam hari.


“Kemana lagi kita akan pergi?”Chu Xian bingung dan bertanya kepada dirinya sendiri. Tidak tau kemana harus di tuju.


Tak terasa Chu Xian sudah berjalan jauh dan berhenti di sebuah jembatan yang mana di sini cukup sepi dan tidak banyak orang yang lewat.


!


Klang!


Chu Xian langsung menangkis pisau yang tiba-tiba terbang ke arahnya dengan tangannya yang kebal.


“Siapa?!”Chu Xian berteriak keras dan merasa kesal karena ada yang menyerang dirinya di waktu lengah.


Untung saja dia punya kulit baja plus anti peluru.


Tidak ada jawaban!


Hening!


“...”(Chu Xian terdiam sejenak)


“Siapa? Siapa yang sudah berani menyerang ku?!”sekarang dia merasa sangat marah.


“Tak ku sangka kamu hebat juga!”Sebuah suara tanpa orang melayang-layang di malam yang gelap.


“Hei setan, tunjukkan dirimu, jangan berpura-pura menjadi hantu!”Teriak Chu Xian yang sudah sangat marah.


Dor!


Kali ini sebuah peluru yang keluar dari kegelapan dan mengenai kening Chu Xian.


Ting!


Peluru itu mengantul seketika mengenai Chu Xian.


“Tch, sialan!”Chu Xian mulai mendeteksi keberadaan orang yang menyerangnya dari kegelapan.


“Ketemu kamu!”Chu Xian mengangkat sudut mulutnya dan langsung menuju ke arah di mana dia merasakan hawa seseorang yang ternyata berada di atas tali jembatan.


“Cepat sekali!”Orang itu terkejut dengan kecepatan Chu Xian yang menemukan nya.


Gawat!


“Ternyata di sini kamu!”


Hup!


Orang itu meloncat beberapa kali untuk menghindari Chu Xian.


“Siapa kamu? Dan kenapa kamu menyerang ku malam-malam?”Chu Xian yang sudah berada di depan orang itu pun bertanya dua kali berturut-turut.


Orang itu menggunakan topeng di wajahnya sehingga Chu Xian sama sekali tidak mengenali wajahnya.


“Huh, jika sudah ketahuan maka buka saja...”Kata orang itu tersenyum diam-diam. Lalu dia membuka topengnya dan memperlihatkan wajah yang sangat sangar dan di penuhi dengan luka.


Chu Xian melihat bahwa orang ini mungkin hanya beberapa tahun lebih tua dari dirinya sendiri. Hanya karena ada sedikit pencahayaan sehingga Chu Xian tidak terlalu melihat dengan jelas wajah dari orang ini.


Lalu dia menjawab pertanyaan Chu Xian, “Aku, Gusion Pembunuh bayaran peringkat 20 dunia, dan hari ini aku di perintahkan untuk mengambil nyawa mu!”


Chu Xian langsung bertanya: “Siapa yang memerintah kan mu?”


Orang itu menjawab: “Kode etik organisasi, dilarang membeberkan informasi tentang pelanggan...”


“Baik,”Chu Xian mengangguk paham, tapi dia masih merasa tidak senang, karena bagaimanapun orang ini ingin membunuh nya. Dia lalu berkata, “Jika seperti itu, kamu bisa mati!”


Langkah Petir~


Langkah Chu Xian membuat percikan petir yang bersinar di kakinya dan itu terlihat jelas di malam yang gelap dan hanya ada sedikit cahaya ini.


Tinju!


Bang!


Tinju Chu Xian mengenai pipi orang itu dengan berat, sehingga membuat orang itu yang tidak siap pun merasa di hantam oleh beberapa ton palu.


“Bagaimana mungkin?”Orang itu terpental dan berguling-guling beberapa kali sehingga membuat nya kesakitan.


Bukan kah menurut intelijen Chu Xian hanya Grand Master tingkat puncak dan itu setara dengan dirinya sendiri? Lalu kenapa dia merasa Chu Xian sangat kuat? Apa intelijen nya salah?


Kepala orang itu di penuhi dengan tanda tanya besar, dan akhirnya dia mengerti bahwa dia sudah tertipu.


“Huh, lemah!”Cibir Chu Xian meremehkan.


Pedang!


Chu Xian mengeluarkan pedangnya dan berniat untuk mengakhiri ini.


“Tunggu dulu!”Orang itu berusaha untuk mengangkat tangannya dan menghentikan Chu Xian. Sekarang dia merasa sangat takut, apalagi dia sudah melihat bayangan dirinya sendiri akan mati.


Apakah ini yang di rasakan oleh target-target yang sudah dia bunuh di masa lalu?


Keputusasaan!


“Apa lagi? Kamu tidak ingin mengatakan siapa yang memerintah kan kamu, sekarang kamu ingin agar aku berhenti, kesabaran ku itu terbatas, apalagi kamu yang sudah menyerang ku diam-diam!”


Chu Xian berkata dengan ekspresi wajah yang sangat kesal.


“Aku bisa mengatakan semuanya kepada mu asalkan kamu mau melepaskan ku!”


Potong!


Chu Xian langsung membunuh orang itu dengan pedangnya.


“Huh, bertele-tele!”dengus Chu Xian tidak senang.


Lalu dia menyimpan kembali pedangnya, dan melanjutkan perjalanan. Meninggalkan mayat orang tadi seperti tidak terjadi apa-apa.



Di tempat lain.


“Apakah ada kabar dari dia?”Tanya pria paruh baya itu kepada orang-orang nya.


Orang itu menggelengkan kepalanya dan menjawab: “Kami kehilangan kontak dengan nya!”


“Sialan, tidak becus! Hanya mengurus seorang bocah saja kalian tidak bisa!”Marah pria paruh baya itu sambil mengobrak-abrik mejanya untuk melampiaskan kekesalan.


“Tenang bos, kami akan mengirimkan yang lainnya!”ucap anak buahnya menenangkan bosnya yang mengamuk ini.


“Cari! Cari yang paling bagus, aku ingin orang itu mati dan mayatnya di bawa ke sini, uang tidak masalah, seberapa banyak pun akan ku berikan!”Kata pria itu memerintah kan.


“Baik bos!”



Kembali ke Chu Xian.


“...”(Chu Xian terdiam)


Saat ini dia berada di depan rumah keluarga Su dan terdiam karena rumahnya ternyata tidak ada orang sama sekali.


Kenapa?


Kenapa tidak ada orang?


Chu Xian berteriak di dalam hatinya, dia yang sudah capek-capek berjalan ke sini dan niatnya untuk menginap, eh di sini malah tidak ada orang!


“Kemana mereka?”Tanya Chu Xian dengan nada yang buruk kepada penjaga rumah.


“Sa, saya juga tidak tau tuan...”penjaga itu menggigil ketakutan dengan sikap Chu Xian yang terlihat tidak benar.


Chu Xian terdiam: “...”


Lalu tanpa bicara lagi dia pun keluar dan masih jalan kaki.


Ring!


Ponselnya berdering. Chu Xian melihat Xu Chang'an lah yang menghubungi dirinya.


“Ada apa?”Tanya Chu Xian langsung dan tanpa basa-basi.


“Ada apa Chu, kamu terdengar kesal?”


“Aku di jalan raya sekarang, dan tak ada tempat untuk pergi!”Kata Chu Xian dengan wajah yang masih tertekan.


“Di mana kamu sekarang?”


“Apakah kamu mau menjemput ku? Alamat ku....”


Chu Xian mengatakan di mana dia sekarang dan Xu Chang'an berjanji akan segera menjemput nya.


(Akhir bab ini)