
"Wang, pertunjukan apa yang sudah kulewatkan sewaktu aku tidur?" tanya Chu Xian yang sudah berdiri di samping Wang Zi.
Melihat ke bawah, dia hanya melihat situasinya sudah tenang.
Atau memang tidak terjadi apapun?
Chu Xian pun jadi penasaran di buatnya.
“Tidak terjadi apa-apa!” Wang Zi menggeleng dengan pelan, “Kamu lihat sendiri ke sana.” katanya sambil menunjuk ke depan yang berjarak satu kilometer jauhnya dari tempat mereka berdua berdiri.
Mengikuti garis pandang Wang Zi, Chu Xian melihat bahwa pasukan lawan sedang bersembunyi di tempat masing-masing, sepertinya belum ingin bergerak.
"Apakah orang-orang ini takut dengan kita?" Chu Xian mau tak mau berpikir begitu.
“Bukan itu masalahnya,” Wang Zi menjawab pemikiran Chu Xian, dengan berkata, “Kamu lihat, sekarang mereka sedang menyusun strategi untuk berurusan dengan kita tanpa halangan dan hambatan, jadi sewaktu mereka melakukan serangan langsung, mereka akan melakukannya dengan sempurna!”
Baik...
Chu Xian memikirkan nya dengan dalam.
Sekarang situasi nya sedang dalam kondisi yang normal, tapi saat ini dia sendiri merasa gatal untuk mulai berperang secara langsung.
Melihat ekpresi Chu Xian, Wang Zi pun tau apa yang ada di pikiran Chu Xian, tapi dia hanya diam saja dan tidak peduli, karena saat ini dia juga sedikit tidak sabar dengan pihak lawan.
!
Helikopter!
Chu Xian dan Wang Zi melihat ke atas.
Di langit kota, beberapa helikopter lewat dan terbang menuju ke suatu tempat yang ada di kota ini, lalu tak lama kemudian, akhirnya helikopter-helikopter tersebut turun di atas sebuah gedung yang berjarak tiga kilometer dari tempat mereka berada.
"Pihak mana lagi ini?" Chu Xian mengeluh.
Helikopter! Serius, dan itu bukan hanya sedikit tapi sebanyak lima helikopter yang turun!
Sekarang sepertinya akan ada dua pihak yang akan berurusan dengan mereka.
Aha!
Chu Xian punya ide.
"Bagaimana kalau aku yang berurusan dengan pihak yang baru datang ini, dan kamu di sini memantau orang-orang kita yang ada di bawah." kata Chu Xian dengan santainya ingin segera meloncat dari atas gedung.
"Tunggu dulu!" Wang Zi menghentikan tidakan Chu Xian yang menurutnya akan membongkar kekuatan yang mereka miliki kepada orang-orang mereka sendiri.
Menghentikan tindakannya, Chu Xian berbalik lagi, dan berkata dengan tidak puas, “Kenapa kamu menghentikan ku untuk menghajar mereka. Tch...”
Chu Xian sangat kesal dengan Wang Zi yang selalu menghentikan dirinya. Mungkin sejak mereka baru sampai ke sini Wang Zi sepertinya tidak ingin agar dia ikut berperang.
Apakah ada yang di sembunyikan?
Semakin ke sini, Chu Xian semakin merasa bahwa Wang Zi sedang menyembunyikan hal yang sangat besar di sini.
"Aku punya saran!" Wang Zi berkata dengan senyuman.
Apa itu?
Mendengar perkataan Wang Zi, Chu Xian pun tidak memikirkan lagi tentang apa yang Wang Zi sembunyikan dari dirinya sendiri.
"Bagaimana kalau kita berdua saja yang bergerak langsung, dan biarkan saja orang-orang yang di bawah ini mengurus pasukan yang ada di seberang, kurasa mereka ini masih bisa di andalkan!" Wang Zi memberikan ide yang cukup bagus.
"Apakah kamu tidak mengkhawatirkan keselamatan mereka? Dan bukankah kamu di sini sebagai penguji?" Chu Xian berkata dengan memutar matanya.
"..."
Wang Zi terdiam.
Bukankah kamu juga sama!
Wang Zi pun tak bisa menahan muntah di dalam hatinya.
"Jadi apa saranmu?" Wang Zi bertanya dengan keras.
"Aku sih, seperti yang kukatakan tadi. Biarkan aku sendiri yang bergerak, sedangkan kamu menjaga orang-orang ini."
Wang Zi langsung menolak saran Chu Xian, karena menurutnya itu sama saja dengan membiarkan dirinya sendiri yang menjadi penguji dari orang-orang mereka, sedangkan Chu Xian asik-asikan bermain perang-perangan.
"..."
Chu Xian langsung terdiam sesaat.
Jadi apa yang kamu inginkan?
Teriak Chu Xian di dalam hati.
"Ya sudah, kalo kamu nggak membolehkan aku untuk melakukan ini dan itu, sebaiknya aku lanjut tidur saja, dan biarkan orang-orang kita mengurus urusan mereka sendiri." Chu Xian yang sudah lelah berdebat dengan Wang Zi pun pergi ke belakang dan kembali ke tempat dia berbaring tadi.
Wajah Wang Zi menghitam!
Tapi dia merasa, Chu Xian yang seperti ini lebih baik daripada membiarkan dirinya turun tangan saat ini.
Lalu dia kembali melihat kebawah, dan melihat salah satu pihak yang menjadi lawan mereka sudah mulai bergerak, dan itu adalah pihak yang baru datang dengan menggunakan helikopter tadi.
.....
Gedung tertinggi.
"Bos, semua peralatan sudah siap, dan kita juga bisa langsung bergerak saat ini!" kata anak buah dari yang di panggil bos tersebut.
“Oke, sekarang yang terpenting adalah memantau situasinya terlebih dahulu!” kata bos itu dengan tegas. “Dan untuk pertempuran kita. Kita akan menggunakan helikopter sebagai penyerang...” katanya lagi.
"Baik bos!" kata mereka dengan serempak.
Pasukan ini memiliki anggota sebanyak 20 orang dengan senjata lengkap, dan masing-masing dari mereka juga di persiapkan rompi antipeluru, jadi mungkin saja pasukan ini adalah yang paling banyak peluangnya untuk menang di pertempuran ini.
Tak lama kemudian.
"Bos, kami ingin melaporkan!" seorang sudah kembali dari pemantauan berkata.
"Apa?" tanya bos itu dengan tenang.
“Jadi begini bos,” kata orang itu, “Setelah kami melakukan pengecekan radar, kami pun melihat di kota ini ada sebanyak 200 pihak yang sekarang masih belum bergerak, dan kami mendapati yang paling terdekat dari kita ada dua pihak yang jaraknya satu dan tiga kilometer dari tempat kita bos...”
"Baik, kita akan membersihkan dua pihak ini terlebih dahulu!" perintah dari bos itu.
"Maaf Pak tua! Mungkin kamu tidak akan sempat untuk melakukan itu!"
Sebuah suara keras yang datang dari atas menginterupsi perkataan dari bos tersebut.
Apa!
Bos itu melihat ke atas, dan melihat seorang pria yang masih muda sudah hampir turun ke tempat mereka berada.
Agh!
Gah!
Aaah!
Bos itu melihat, hanya dalam dua menit, para pasukan nya sudah pada mati semua!
"Hanya tinggal kamu saja lagi Pak tua!" kata orang itu dengan tersenyum dan berjalan dengan perlahan menuju ke arah bos tersebut.
"Siapa kamu, dan dari pihak mana?" bos tersebut bertanya dengan suara yang dalam.
Sekarang saat ini, para pasukan yang sudah dia latih dengan susah payahnya, mati dengan mudahnya!
Dan yang melakukan itu pun hanya satu orang yang ada di depannya.
Sekarang bos itu merasa dia sendiri pun mungkin tak akan hidup lagi, tapi dengan keberaniannya sendiri dia masih ingin mati dengan terhormat.
Jadi dia memberanikan diri untuk menghadapi orang yang ada di depannya ini, dan berniat untuk melawan.
Walaupun dia tau orang yang ada didepan dirinya ini adalah seseorang dengan kemampuan yang abnormal, tapi dia sendiri juga seorang pengguna kemampuan dan itu masih termasuk ranah master jika di hitung berdasarkan tingkat kekuatan kultivator.
(Akhir bab ini)