
Masih di Paviliun Chang'an,~
Chu Xian sekarang masih menunggu Xu Chang'an bangun, dan setelah 1 jam lamanya akhirnya Xu Chang'an membuka matanya.
"Chu Xian!" Xu Chang'an berusaha untuk bangkit tapi ditahan oleh Chu Xian dan membaringkan nya kembali secara perlahan.
"Kamu masih lemah. Sebaiknya kamu berbaring aja dulu..." Chu Xian duduk kembali disamping Xu Chang'an.
"Kenapa kamu ada disini? Bai!" Xu Chang'an bertanya kepada Chu Xian. Lalu mengerti setelah menatap Bai Suchen yang berdiri di samping Chu Xian.
Padahal kan dia sudah mengatakan kepada Bai untuk tidak memberitahukan kondisinya kepada Chu Xian. Alih-alih memberitahu, lebih baik di sembunyikan. Bagaimana pun juga, dia tak ingin membuat Chu Xian terlibat akan masalahnya sendiri.
"Hei-hei, apakah kamu tidak ingin memberitahu kepadaku tentang apa yang terjadi kepadamu?" Chu Xian yang melihat reaksi dari Xu Chang'an pun langsung sadar bahwa Xu Chang'an tidak ingin memberitahukan kepadanya tentang ini.
"Ini..." Xu Chang'an tidak berkata apapun lagi. Karena dia tau bahwa Chu Xian sedang kesal terhadap dirinya.
Melihat Xu Chang'an yang tidak ingin mengatakan apapun tentang hal itu. Chu Xian pun tidak banyak bertanya. Tapi didalam hati nya, dia berharap agar Xu Chang'an sendiri yang mengatakannya secara keseluruhan tentang apa yang telah terjadi.
“Ini...” Xu Chang'an terkejut setelah sadar akan luka-luka yang dialaminya sudah sembuh dan hanya tinggal kelemahan akibat kekurangan energi yang dia miliki saat ini saja yang membuatnya tidak merasa sangat lemah,~
"Apakah kamu yang melakukannya?" tanya Xu Chang'an terkejut setelah mengetahui ternyata Chu Xian bisa dan pandai menyembuhkan luka yang dia punya.
“Ya...” Chu Xian mengangguk sedikit lalu berkata, “Apakah kamu tidak ingin berterima kasih dan mengatakan apa yang terjadi kepadamu?”
Chu Xian hanya berniat menggodanya sedikit. Tapi Xu Chang'an yang merasa Chu Xian serius pun berkata, “Baik... Aku akan mengatakan segalanya tentang apa yang telah terjadi! Tapi, kamu harus berjanji untuk tidak membuat masalah!”
“Oh oke,” Chu Xian yang mendengar perkataan Xu Chang'an pun langsung serius dan hanya tersenyum di dalam hati. Tidak mengatakan bahwa dia bercanda di awal.
"Jadi begini..."
Lalu Xu Chang'an mulai bercerita kepadanya tentang semua yang terjadi,~
.....
Di kota F, luar negeri,~
"Xu Chang'an! Aku tidak menyangka kamu akan berani datang kemari untuk menantang ku!"
Seorang master ranah tersembunyi berteriak kearah Xu Chang'an yang baru saja keluar dari mobilnya.
"Hehe... Kamunya saja yang sudah berani mencuri harta milik nasional di negaraku. Sekarang! Serahkan kembali benda itu!"
Dengan kecepatan Xu Chang'an, dia langsung tiba didepan orang itu dan langsung memukulnya.
"!"
"Jika hanya segini kekuatan dari Raja Timur! Maka aku tidak akan segan lagi untuk membunuhmu!"
Orang itu hanya mundur sedikit dan mengelak ke samping, menghindari pukulan Xu Chang'an yang akan tiba kepadanya.
Tinju~
Lalu orang itu menyerang balik Xu Chang'an yang sedang lengah setelah gagal memukul dirinya, dan berhasil memukul mundur Xu Chang'an kebelakang!
“Uhuk... Ranah Prajurit!” Xu Chang'an terkejut sambil menumpahkan darah disudut mulutnya, “Tapi aku juga tidak akan menyerah!” kata Xu Chang'an berusaha untuk kembali menyerang orang itu.
Lalu mereka berdua bertarung dengan keras, hingga membuat keduanya sama-sama terluka dan sekarat. Xu Chang'an yang tidak memiliki energi sama sekali akhirnya terduduk di tanah.
Melihat Xu Chang'an yang tidak sanggup untuk berdiri lagi, orang itu pun berusaha untuk bangkit dan mengerahkan energi terakhirnya untuk memberikan pukulan yang sangat fatal terhadap Xu Chang'an.
Dor... Dor... Dor...
Tiba-tiba orang itu terjatuh dan mati setelah ditembak oleh Bai Suchen dari belakang, setelah melihat orang itu dalam kondisi terlemah nya dan Bai Suchen pun mengambil kesempatan itu.
"Chang'an!" Bai Suchen terkejut dengan kondisi Xu Chang'an yang sudah tidak sadarkan diri dan membawanya kedalam mobil.
Lalu dia segera mengantarkan Xu Chang'an kerumah sakit terdekat untuk memberikan pertolongan pertama terhadap Xu Chang'an.
Bai Suchen menemani Xu Chang'an yang terbaring tidak sadarkan diri, dirumah sakit dan tidak memberitahukan nya kepada siapapun termasuk Chu Xian. Karena sebelum mulai bertarung Xu Chang'an mengatakan jika terjadi apa-apa dengan dirinya, maka jangan pernah mengatakannya kepada teman-temannya.
Sampai satu minggu telah terlewati, tapi Xu Chang'an masih tidak sadarkan diri. Bai Suchen akhirnya lebih memilih untuk melanggar janjinya kepada Xu Chang'an dan menghubungi Chu Xian untuk meminta bantuan.
Karena dia tau, Chu Xian sebenarnya tidak sesederhana itu, dan memiliki asal yang tidak diketahui, mungkin saja Chu Xian bisa membantu. Dan benar saja, Chu Xian memang bisa menyembuhkan luka yang diderita Xu Chang'an walaupun hanya sementara saja.
Tapi dia percaya jika Chu Xian pasti bisa menemukan solusi untuk ini.
.....
Kembali ke mansion nya, Chu Xian langsung memasuki kamarnya dan beristirahat, karena kelelahan akibat energinya yang sudah banyak digunakan untuk menyembuhkan Xu Chang'an.
Sistem sebenarnya menyembuhkan Xu Chang'an lewat tubuhnya dan menggunakan energi yang dia punya untuk prosesnya.
Keesokan harinya,~
"Hoams... Kenapa aku merasa tidak cukup tidur ya?" Chu Xian bertanya kepada dirinya sendiri karena merasa sangat mengantuk di pagi hari ini.
"Ah. Jika begitu mari kita mandi terlebih dahulu!" Chu Xian beranjak dari tempat tidurnya dan memasuki kamar mandi.
Setelah keluar dari kamar mandinya, Chu Xian baru merasa segar, dan setelah memakai pakaian. Chu Xian pun keluar dari kamarnya dan turun ke bawah.
"LingJi! Apakah kamu ada kamar?" Chu Xian mengetuk pintu kamar LingJi tapi yang keluar malah Gu Qingchen.
"Kamu sudah pulang?" kata Gu Qingchen dengan rambut yang acak-acakan. Sepertinya baru bangun tidur.
"..."
Chu Xian terdiam sejenak. Wanita ini ternyata tidak pulang dan sangat nyaman berada dirumahku.
"Dimana LingJi?" Chu Xian bertanya sambil melihat kedalam kamar, tapi tidak menemukan LingJi berada di kamarnya.
"Aku baru saja bangun. Mana tau aku sekarang LingJi berada dimana!" Gu Qingchen masuk kembali dan menutup kembali pintu kamar.
Lalu Chu Xian pergi kedapur tapi masih tidak menemukan LingJi. Karena tidak mendapatkan hasil, Chu Xian pun kembali naik ke atas dan berniat untuk bertanya kepada Xia, hanya karena Xia yang bisa terbang dan menembus tembok maka akan semakin mudah untuk menemukan keberadaan LingJi.
"Xia!" panggil Chu Xian diluar pintu kamar Xia.
"Ada apa Chu?" Xia mengeluarkan kepalanya setengah di dinding sebelah pintu.
"Apakah aku boleh meminta tolong sesuatu?" Chu Xian pertama-tama bertanya kesediaan Xia.
"Boleh aja sih. Tapi memangnya apa yang akan kamu berikan, agar aku mau menolong mu?" Xia tidak ingin melakukan hal tanpa mendapat keuntungan.
"..."
Chu Xian terdiam, berpikir dari mana Xia belajar untuk menjadi pintar. Mengingat Xia dulu tidak seperti ini sebelumnya.
"Baiklah-baiklah, kamu keluar dulu..." Chu Xian meminta Xia untuk keluar terlebih dahulu.
"Tidak mau! Apakah kamu ingin melakukan hal yang memalukan lagi terhadapku?!" Xia waspada terhadap Chu Xian yang memintanya untuk keluar.
“Baik...” Chu Xian benar-benar tidak tau harus berkata apa lagi dan merasa Xia bukan hanya pintar saja tapi terlalu pintar untuk menjadi hantu.
Melihat Chu Xian yang tak bersuara, Xia pun memilih untuk memasuki kamarnya kembali.
"..."
Benar-benar terdiam,~
“Hah...” menghela nafas berat, Chu Xian memutuskan untuk mencari LingJi sendiri.
"Kakak! Aku pulang!"
Chu Xian melihat kebawah, dan melihat ternyata LingJi yang baru masuk rumah dengan membawa sekantong eskrim. Sekarang dia tau ternyata LingJi pergi ke minimarket yang berada di dekat rumahnya.
(Akhir bab ini)