Achievement System

Achievement System
Bab 87 : Kembali dengan apa?



Satu bulan kemudian.


Kota Ryu—


Chu Xian sudah berada di negara ini selama satu bulan lebih, dan dia sama sekali tidak melakukan apa-apa selain berkeliling kota.


Saat ini Chu Xian merasa sepertinya dia harus pulang. Selain itu dia dan Junko sudah mengembangkan hubungan yang cukup dalam dan di bilang pacaran juga tidak apa-apa.


“Junko, aku akan pulang ke tempat ku, dan aku ingin bertanya apakah kamu ingin ikut bersama ku?”Tanya Chu Xian dengan harapan Junko akan mau ikut dengan dirinya.


“Maaf”Junko menggelengkan kepalanya, dan berkata: “Aku masih harus di sini untuk menunggu kepulangan kakak...”


Walaupun enggan untuk berpisah dengan Chu Xian, dia harus menguatkan hati untuk mengatakan itu.


“Baik”Chu Xian juga tidak memaksa, tersenyum ringan, dan berkata: “Aku akan kembali lagi untuk menjemput mu jika kakak mu sudah di temukan...”


“Yah”Junko ingin menangis, tapi dia berusaha menahannya dan membuat matanya menjadi merah.


“Jangan menangis”Chu Xian tersenyum dan menepuk kepala Junko dengan lembut, lalu dia berkata, “aku akan menepati janji ku untuk menjemput mu, dan ini hanyalah perpisahan sementara, jadi kamu tidak perlu bersedih...”


Chu Xian menghibur Junko dengan senyuman yang sangat lembut.


Mendengar suara Chu Xian yang lembut, Junko merasakan kehangatan di hatinya.“Aku...”


Sebelum Junko mulai berbicara, Chu Xian sudah mencium bibirnya dengan lembut, sehingga membuat Junko tidak siap, dan hanya bisa diam saja. Tapi Junko juga menikmati nya.


Setelah satu menit Chu Xian melepaskan Junko darinya dan tersenyum puas.


“Jaga dirimu baik-baik...”


Meninggalkan kalimat itu Chu Xian pergi tanpa menoleh kebelakang lagi, dan meninggalkan Junko yang tengah linglung akibat perbuatan Chu Xian tadi.


Wajahnya masih memerah, dan tidak melepaskan tangannya dari bibirnya yang mungil dan indah.


Setelah Chu Xian menghilang dari pandangan nya Junko pun sadar dan rasa kehilangan melintas di matanya.


“Tidak apa-apa, dia pasti datang lagi untuk ku!”Ucap Junko menyemangati dirinya sendiri.


Dia sangat mencintai Chu Xian!


Baik...


Saat ini Chu Xian sudah berada di dalam pesawat dan duduk di kursi penumpang jurusan ekonomi, karena awalnya dia datang ke sini dengan menggunakan pesawat pribadi, tapi setelah lama menunggu bahkan tidak ada yang datang untuk menjemput dirinya.


“Apa yang di lakukan Pak tua itu!”Chu Xian berkata dengan nada yang cukup kesal dengan Ri Xiang. Karena dia yakin Ri Xiang hanya tidak ingin menjemput nya saja sehingga dia di tinggalkan di sini.


Chu Xian mengeluarkan ponselnya, dan menghubungi Ri Xiang.


“Pak tua, apa yang sedang kamu lakukan?”tanya Chu Xian langsung dan tanpa basa-basi.


“Kenapa kamu bertanya seperti itu?”Ri Xiang bertanya balik.


“Kamu tidak menjemput ku!”kata Chu Xian.


“Ah hehe, kalau soal itu aku minta maaf, karena di sini aku juga sibuk, dan aku juga berpikir kamu tidak ingin pulang dan bermain-main dengan seekor burung cantik yang ada di sana...”Ri Xiang berkata dengan nada yang terdengar salah.


“...”(Chu Xian terdiam)


Bagaimana Pak tua ini bisa tau?


Apakah dirinya di mata-matai!


Chu Xian merasa asumsi nya itu benar. Tapi bagaimana cara memata-matai dirinya?


“Nak, apakah kamu sudah kembali?”tanya Ri Xiang.


“...”(Chu Xian tetap diam)


“Hei nak kenapa kamu diam? Chu Xian? Chu...”panggil Ri Xiang lagi.


Chu Xian langsung menutup telpon dan memutuskan sambungan nya dengan Ri Xiang.


Pak tua sialan!


Dia pasti sudah tau jika dirinya akan pulang saat ini, tapi masih bertanya juga. Chu Xian merasa sangat kesal.


Tidak ingin melakukan apa-apa lagi, Chu Xian pun bersandar di kursi dengan santai, dan tanpa sadar dia akhirnya tertidur.


Aku...


Dua jam kemudian.


Pesawat yang di tumpangi Chu Xian akhirnya mendarat di bandara kota Longnan.


“Yeay, aku kembali!”seru Chu Xian sangat senang. “Oke, mari kita hubungi Cheng untuk menjemput...”Katanya sambil mengeluarkan ponsel dan menghubungi Cheng Hai.


“Bos.”Suara Cheng Hai terdengar di telpon.


“Cheng, jemput aku di bandara!”Kata Chu Xian secara langsung mengatakan tujuannya.


“Baik bos!”


Hanya beberapa patah kata, Chu Xian menutup telpon nya dan menunggu kedatangan Cheng Hai di bandara.


Setengah jam kemudian.


“Bos!”Panggil Cheng Hai melambaikan tangannya kepada Chu Xian yang sedang duduk di kursi sambil makan makanan ringan dengan santai.


“Oke”Chu Xian membalas dan melambaikan tangannya juga.


Setelah Cheng Hai mendekat, Chu Xian lalu berdiri dan menepuk pundak Cheng Hai dengan tersenyum dan berkata: “Kerja keras ya...”


“Iya bos, dari mana aja bos selama ini?”Tanya Cheng Hai penasaran, karena sewaktu Chu Xian pergi, Chu Xian sama sekali tidak mengatakan kemana dia akan pergi.


“Aku melakukan tugas militer, dan yah jangan di bicarakan lagi tentang itu...”Chu Xian tak ingin mengatakan tentang dia yang pergi bertugas sambil liburan, “Bagaimana dengan orang-orang?”Tanya Chu Xian mengubah pembicaraan.


“Semua nya baik-baik saja bos, tapi ada satu masalah yang mungkin hanya bos saja yang bisa mengatasi nya...”Cheng Hai berkata dan tersenyum misterius.


“...”(Chu Xian terdiam)


Melihat senyuman Cheng Hai membuatnya mengerti dan mengingat satu hal.


LingJi!


Baik...


Setelah setengah jam lagi, Chu Xian pun sampai di depan villa nya dan melihat sepertinya di rumah tidak ada orang. Lalu dia meminta Cheng Hai untuk mengantarkan dirinya ke tempat Rukia, karena dia merasa LingJi ada di sana saat ini.


“Cheng.”panggil Chu Xian dari kursi belakang mobil.


“Hum, iya bos ada apa?”kata Cheng Hai sambil menyetir mobilnya dengan fokus.


“Apakah semenjak aku tidak ada, LingJi tidak pernah kembali ke rumah?”Tanya Chu Xian penasaran.


Cheng Hai menjawab pertanyaan Chu Xian dengan berkata: “Iya bos, nona LingJi memang tidak pernah pulang semenjak di jemput oleh nona Rukia...”


“Begitu yah...”Chu Xian mengangguk paham dan menghela nafasnya sedikit.


Pantas saja!


Pantas saja rumahnya seperti terbengkalai dan itu juga karena dirinya sendiri.


Sebenarnya dia hanya ingin pergi untuk menenangkan dirinya karena kehilangan Xia yang masih membuat nya sedih, tapi Chu Xian baru sadar bahwa LingJi pasti juga sangat sedih karena kehilangan Xia dan membuat nya menyalahkan diri sendiri.


Kalau diingat lagi, itu sebenarnya salah Chu Xian sendiri, hanya memikirkan diri sendiri, dan tidak memikirkan LingJi juga sangat sedih.


Tapi, ah yasudah lah, dia hanya perlu datang dan meminta maaf secara langsung kepada LingJi. Dan itu juga membutuhkan usaha agar dia bisa di maafkan oleh LingJi.


Ah, aku baru ingat!


“Cheng, berhenti sebentar!”pinta Chu Xian.


“Baik!”Cheng Hai menepikan mobilnya ke pinggir jalan.


Lalu Chu Xian turun dan memasuki sebuah toko, dan tak lama dia pun kembali dengan sekotak eskrim yang di dalamnya mungkin berjumlah banyak.


Setelah menyimpan kotak itu di belakang, Chu Xian pun naik kembali dan duduk di samping Cheng Hai di depan.


“Oke, ayo jalan...”


Cheng Hai mengangguk dan tak bertanya apa-apa lagi. Lalu dia membawa mobilnya dengan kecepatan sedang.


“Cheng, percepat lajunya...”Pinta Chu Xian kepada Cheng Hai.


“Baik bos!”Cheng Hai mengangguk paham dan menginjak pedal gas dan mempercepat laju mobilnya.


Aku...


(Akhir bab ini)