
Beberapa hari kemudian.
“Apa kamu bilang!”
“Kita berangkat hari ini...”Wang Zi menjawab Chu Xian dengan senyuman.
“Ada apa ini? Beberapa hari yang lalu kamu bilang kita akan berangkat seminggu lagi, sekarang kamu ingin berangkat sekarang, aku belum bersiap-siap, dan untuk apa pula kamu begitu terburu-buru?”Chu Xian berkata dengan nada yang tidak puas.
“Hehe, hal ini hanya bisa di salahkan kepada orang-orang itu...”
Apa maksud mu!
Chu Xian penasaran.
“Setelah di selidiki, mereka ternyata sudah mengeluarkan teknologi tersebut untuk membunuh orang-orang dengan kemampuan khusus untuk di uji coba, dan sekarang hal ini membuat para petinggi dunia menjadi resah, karena jika berlarut-larut bisa-bisa akan terjadi perang dunia yang di picu oleh organisasi itu!”Jelas Wang Zi menghela nafasnya.
“Jadi, karena itulah kamu datang sekarang dan terburu-buru untuk pergi!”Chu Xian memutar matanya dan berkata, “Mereka yang berbuat, aku yang repot...”
“Ya, jadi ayo berangkat sekarang, transportasi kita sudah di persiapkan...”Wang Zi tersenyum dan berkata, “Dan oh ya, kali ini kita akan pergi lama, dan sebaiknya kamu pergi berpamitan dulu dengan orang-orang mu itu...”
Setelah mengatakan itu Wang Zi pergi, dia melambaikan tangannya dan meninggalkan kalimat, “Aku akan menunggu di lokasi...”
Melihat kepergian Wang Zi, Chu Xian pun menghela nafasnya sedikit. Awalnya dia pikir akan berangkat satu minggu yang akan datang, makanya dia hanya santai-santai saja selama ini, tapi dia tak menyangka kalau ada perubahan rencana, sekarang dia terkesan terburu-buru.
Oke, jangan pikirkan itu lagi, sekarang mari kita pergi berpamitan terlebih dahulu.
Chu Xian segera bersiap, setelah itu dia langsung pergi ke tempat Rukia dan berpamitan dengan Lingji dan mengatakan dia akan pergi, dan meminta agar Rukia menjaga Lingji selama ini, terus dia langsung berangkat ke tempat Wang Zi yang sudah menunggu dirinya.
Kejadian kecil itu hanya selesai dalam 1 jam dan sekarang Chu Xian dan Wang Zi sudah berada di pesawat dan langsung berangkat.
6 jam kemudian.
Negara Y—
Chu Xian dan Wang Zi di turunkan di perbatasan negara ini, dan yang paling membuat Chu Xian terkejut adalah mereka masuk dengan lancar.
“Tenang saja, para petinggi negara ini sudah bekerja sama dengan kita, dan tentu saja kita masuk dengan lancar...”Kata Wang Zi menebak pikiran Chu Xian.
Yah, aku tak punya pendapat.
Chu Xian menghela nafas lega dan tak berkomentar. Setelah turun, mereka berdua di sambut dengan baik oleh seorang yang mengaku sebagai jendral pertahanan di negara ini. Mereka berdua ditawarkan untuk makan dan minum terlebih dahulu, dan Chu Xian pun langsung senang dan tidak menolak. Dia juga sangat lapar karena belum menyentuh makanan apapun selama 6 jam ini. Chu Xian membenci Wang Zi untuk itu karena tidak menyiapkan pramugari di pesawat, dan alasannya adalah karena terburu-buru jadi lupa. Siapa yang akan percaya itu!
Chu Xian makan dengan sangat lahap dan tidak melihat sekitar. Melihat itu pun Wang Zi hanya menutupi wajahnya dengan malu. Chu Xian tak peduli dan terus makan. Satu jam lagi telah berlalu dan mereka berdua di persiapkan tempat tinggal sementara terlebih dahulu. Karena mereka sampainya tengah malam, dan rencananya besok mereka akan di antar kan ke kota.
“Hei pak tua, apakah kamu yakin dengan aksi kita kali ini? Kenapa aku merasakan firasat yang buruk akan terjadi kali ini ya?”Chu Xian yang duduk di sofa bertanya kepada Wang Zi sambil menghisap rokoknya dalam-dalam. Tidak tau kenapa firasatnya mengatakan tugas kali ini sangat berbahaya dan bisa saja gagal!
“Kamu jangan berpikir yang macam-macam, terapkan saja rencana awal kita untuk ini, dan kalau memang kita gagal, kita bisa melarikan diri dan menyelamatkan nyawa kita untuk itu...”Wang Zi berkata untuk menghibur Chu Xian agar tidak agresif. Dia takut Chu Xian akan berbuat hal yang membuat mereka dalam bahaya.
Chu Xian memandang Wang Zi dengan erat.
Apakah itu hanya perasaannya saja, benarkah? Chu Xian tak percaya dengan kejahatan, dan memikirkan cara untuk solusi jika memang tugas ini akan gagal. Karena lawannya kali ini bukanlah sembarangan, Chu Xian menyiapkan rencana terburuk!
Hatinya gelisah sepanjang malam. Dan benar saja, keesokan harinya mereka mendapat kabar kalau pesawat yang mereka naiki untuk datang ke sini tiba-tiba meledak dan hancur berkeping-keping.
Wajah keduanya langsung menghitam.
Chu Xian bertanya dengan nada yang buruk: “Bagaimana hal itu bisa terjadi? Kami baru saja sampai ke sini dan pesawat kami langsung meledak, kamu yakin sudah menjaga negara ini dengan baik dengan tingkat keamanan yang seperti itu?”
“Maaf, kali ini kami yang ceroboh, dan tidak sadar bahwa ada pengkhianat di antara kami, dan membuat masalah ini terjadi...”ucap Jendral pertahanan itu meminta maaf dengan tulus.
Ini buruk!
Keberadaan mereka sudah di ketahui dan mereka tidak bisa pulang, hal itu membuat wajah Chu Xian menjadi muram. Wang Zi juga suram.
Apakah mereka akan terjebak di sini, di tempat ini?
“Baik, kami tidak akan mempermasalahkan hal itu lagi, dan sekarang yang harus kalian lakukan adalah mengantarkan kami ke kota dengan aman, dan untuk rencana selanjutnya biar kami saja yang urus, kami ingin bersembunyi terlebih dahulu...”Wang Zi memutuskan.
“Baik, baik,”Jendral itu mengangguk lagi dan lagi, dan menyetujui keputusan Wang Zi. Mereka juga harus bersembunyi saat ini, karena walaupun mereka adalah petinggi negara ini, tapi organisasi itu sudah menyebar ke seluruh negara dan untuk keselamatan mereka sendiri, mereka harus bersembunyi di sudut-sudut.
Sepertinya tugas ini akan sangat sulit untuk di selesaikan!
Dalam dua jam seterusnya. Mereka mulai bergerak.
—Kota Surplus.
Chu Xian dan Wang Zi segera di pindahkan secara diam-diam di kota ini dan orang-orang itu juga sudah menyiapkan identitas lain untuk mereka.
“Apakah hal ini benar-benar baik-baik saja?”Chu Xian bertanya dengan tak berdaya sambil menatap kartu di tangannya.
Wang Zi mengangguk pelan dan berkata: “Ya, hal ini benar-benar tidak baik, kita salah perhitungan, awalnya ku kira organisasi ini hanya sebuah organisasi yang netral saja, tapi setelah datang ke sini aku menyadari organisasi ini sudah merambah ke dalam masyarakat bahkan para petinggi negara... Sial, mereka menyusahkan!”
Wang Zi menyesalinya dan menghela nafasnya lagi dan lagi.
Chu Xian juga terdiam: “...”
Kalau lawannya hanya satu orang itu akan baik-baik saja, tapi ini sudah melewati batas dan sama saja dengan mereka menghadapi sebuah negara!
Chu Xian sakit kepala memikirkan nya, dia menyesal karena mengikuti Wang Zi ke sini. Chu Xian menatap Wang Zi dengan buruk.
Menyadari tatapan Chu Xian, Wang Zi langsung berkata: “Apakah kamu menyalahkan ku?”
Chu Xian mengangguk dan berkata itu benar.
Wajah Wang Zi langsung menghitam seketika.
(Akhir bab ini)