Achievement System

Achievement System
Bab 102 : Aku tak ingin!



“Siapa kamu?”


Chu Xian hanya diam saja: “...”


“Sudah bos, jangan di tanya lagi, kita habisi saja orang ini langsung!”


“Ya, ya benar bos, biar aku yang mulai...”


Bos itu hanya mengangguk sedikit, dan membiarkan anak buahnya untuk melakukan apa yang mereka katakan. Karena setelah melihat tak ada yang istimewa dari Chu Xian, membuat nya jadi meremehkan Chu Xian.


Dia tak peduli!


Dor!


Orang yang berbicara itu langsung menembak Chu Xian dengan menggunakan pistolnya.


!!!


Para polisi itu bersembunyi dengan gugup di balik mobil, dan berharap Chu Xian bisa menghadapi orang-orang itu.


Para preman itu pun hanya melihat Chu Xian yang di tembak dengan pandangan tak peduli. Tapi...


???


Setelah sekian lama, mereka tidak melihat Chu Xian tumbang atau pun berdarah sama sekali. Dan itu membuat mereka tercengang.


Chu Xian mulai membuka mulutnya dan berkata: “Apakah hanya ini saja andalan kalian? Pistol! Kalian yakin ingin membunuh ku dengan pistol belaka?”


Semua orang tercengang!


Bahkan bos yang tidak peduli tadi pun membuka mulutnya dan tercengang untuk sementara waktu.


Apa yang terjadi?


Bagaimana orang ini masih bisa bicara dengan tenang setelah di tembak?


Hening!


Tak ada yang berbicara!


“Si, siapa kamu sebenarnya?”bos itu membuka mulutnya dan bertanya dengan nada yang bergetar.


Dia yakin orang bukan orang biasa!


Dan itu bukanlah keberadaan yang bisa ia singgung!


“Aku tak percaya! Teman-teman ayo bunuh dia bersama-sama!”Orang yang menembak Chu Xian tadi berteriak dan membangunkan teman-temannya.


“Ya, bagaimana dengan itu, bisakah dia menahan banyak peluru dari kita?”


“Teman-teman, ayo tembak bersama!”


“Ya, ya!”


Para preman itu berteriak dengan penuh semangat, lalu mereka mengarahkan senjata yang ada pada masing-masing tangan mereka kepada Chu Xian. Dan langsung menembak.


Dor! Dor! Dor!


Dang! Dang! Dang!


Chu Xian menyipitkan matanya dan tersenyum.


Apakah senjata fana ini bisa menyakiti dirinya?


Tentu saja tidak!


Ting! Ting! Ting!


Semua peluru yang mengenai Chu Xian mengantul kemana-mana dan tidak bisa menembus kulit Chu Xian sama sekali. Sedari tadi Chu Xian hanya berdiri diam dan menerima semua serangan peluru-peluru itu dengan tenang.


“Tidak bisa!”


“Kenapa orang ini tidak mati?”


“Apakah dia superman?”


Orang-orang itu mulai rusuh dan menghentikan tembakannya karena itu sama sekali tidak menyakiti Chu Xian.


“Apakah sudah selesai?”Chu Xian bertanya dengan santai.


Semuanya terdiam!


Tidak ada yang menjawab!


“Baik, karena tidak ada yang berbicara, maka...”Chu Xian menghembuskan nafasnya perlahan, dan berkata, “Sekarang giliran ku!”nada Chu Xian langsung berubah menjadi berbahaya.


Pedang!


Jika begitu kita menggunakan tinju saja!


Hari ini Chu Xian sudah sangat kuat bahkan dengan tinjunya dia merasa dia bisa menghadapi ratusan orang ini dengan mudah.


Baik...


Tanpa basa-basi lagi Chu Xian langsung menerapkan kemampuan super cepatnya untuk mulai menghajar orang-orang ini.


Langkah Petir!


Chu Xian yang kecepatan nya seperti teleportasi di mata orang-orang itu pun tiba-tiba berada di tengah-tengah mereka. Dan Chu Xian mulai meninju salah seorang dari mereka dengan keras.


Tinju!


Bang!


Agh!


“Apa?!”


Seorang yang terkena tinju Chu Xian langsung terbang dan hidup matinya tidak di ketahui.


“Tidak, kita saat ini sedang melawan monster!”


Beberapa orang ingin kabur tapi tak sempat dan di tendang oleh Chu Xian.


Chu Xian mulai menghajar orang-orang ini dengan bela diri Wing Chun yang dia kuasai.


Bugh! Ahh! Agh! Duagh! Plak!


Segala macam suara dan jeritan terdengar di pelabuhan ini dan Chu Xian mulai membersihkan lapangan dengan kuat. Hingga setelah beberapa waktu, tidak ada lagi orang yang berdiri lagi.


Hening!


Yang terdengar hanyalah, suara jeritan kesakitan dari para orang-orang ini. Dan para polisi yang sudah keluar dan melihat semua itu pun terdiam melihat Chu Xian yang seperti Dewa Perang di tengah lapangan berdiri di atas tubuh orang-orang itu.


“Apakah sudah selesai? Mereka baru saja selesai seperti ini!”Seorang polisi menatap temannya di sebelah dan mau tak mau bertanya dengan polos.


Temannya tidak menjawab dan hanya mengangguk.


“Apakah kalian hanya akan melihat saja, dan tidak mulai menangkap orang-orang ini?”Chu Xian bertanya dengan suara yang keras dan membangunkan keterkejutan para polisi itu.


“Ya, ya, ayo cepat, kumpulkan mereka, dan panggil mobil untuk mengangkut mereka!”kata seorang polisi itu memerintahkan.


Begitulah!


Para polisi itu bekerja cepat dan membawa semua penjahat itu.


Chu Xian pun tidak melakukan apa-apa lagi, dia terus memasuki mobil yang dia naiki tadi dan hanya melihat dari sini saja.


Tak lama kemudian. Polisi yang membawanya tadi kembali dan mengantarkan Chu Xian kembali ke tempat Ri Xiang.


Hari ini sudah malam!


Dan Chu Xian memutuskan untuk tidak pulang dan menginap di sini selama satu malam.


“Kerja bagus Chu Xian...”Kata Ri Xiang tersenyum sambil menuangkan teh untuk Chu Xian.


Sekarang mereka berdua sedang berada di tepi kolam yang ada di paviliun milik Ri Xiang ini. Chu Xian juga sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian biasa dan duduk bersandar di kursi. Sedangkan Wang Zi dia sudah pulang sejak Chu Xian pergi sore tadi.


Chu Xian melambaikan tangannya dengan santai dan berkata:“Huh, cuma membereskan anak-anak, bukan apa-apa...”


“Cuma kamu yang mengatakan itu,”Ri Xiang tersenyum dan berkata dengan santai, “Oh ya, Ngomong-ngomong apa rencana mu untuk besok?”Tanya Ri Xiang membahas hal yang lain.


“Aku masih belum tau, kita lihat saja besok...”Kata Chu Xian dengan senyuman yang misterius.


“Oh, ya sudah, aku juga tidak mengurus urusan mu nak...”Ri Xiang juga tidak penasaran dan berkata dengan santai.


“Hei, Ri Xiang, apakah kamu sudah menemukan informasi yang aku inginkan itu?”Tanya Chu Xian mengubah topik pembicaraan.


“Maksud mu untuk mencari orang?”balas Ri Xiang bertanya.


Chu Xian mengangguk.


“Saat ini orang-orang ku sedang mencarinya...”Kata Ri Xiang dengan santai, “Dan kamu tenang saja, orang-orang ku masih bisa di andalkan...”Katanya sambil tersenyum meyakinkan.


“Itu dia, aku secara alami percaya kepada mu pak tua...”Chu Xian tersenyum.


Lalu mereka saling berbicara dan tertawa sepanjang malam, hingga Chu Xian merasa mengantuk dan memutuskan untuk tidur. Dia secara alami tidak akan tidur di sini, dan memilih untuk tidur di kamar yang ada di paviliun ini.


(Akhir bab ini)