Achievement System

Achievement System
Bab 100 : Hampir menyerah!



Di sebuah mall.


Chu Xian saat ini sedang menemani Lingji berbelanja. Dan apapun yang di mintai oleh Lingji maka akan di penuhi oleh Chu Xian. Dari mulai makanan, minuman, hingga barang-barang yang Lingji mau.


Chu Xian hanya menemani Lingji dengan tersenyum. Dan dia juga yang membawa barang belanjaan nya di tangan. Awalnya sih Chu Xian biasa-biasa aja, dan merasa Lingji pasti banyak yang diinginkan. Tapi...


Dua jam kemudian.


“...”(Chu Xian terdiam)


Sudah berapa lama? Kenapa belum selesai juga!


Chu Xian berteriak di dalam hati, tapi tidak menunjukkan nya kepada Lingji.


“Ada apa kak?”Lingji menatap Chu Xian dengan curiga.


“Tidak, tidak apa-apa...”Chu Xian berusaha untuk tersenyum.


“Hum,”Lingji menatap Chu Xian dengan erat.


Chu Xian pun hanya berusaha untuk tetap tersenyum sambil meneteskan keringat di pipinya.


“Ya sudah, kita lanjutkan saja belanja nya...”Kata Lingji dengan enteng dan tidak mempermasalahkan nya lagi.


Mendengar itu pun mata Chu Xian langsung terbuka lebar.


Ini belum selesai!


Berteriak pun tidak ada gunanya.


Chu Xian pun hanya bisa pasrah mengikuti Lingji dan membawakan barang di belakang.


Dua jam lagi telah berlalu.


Apakah semua wanita suka berbelanja seperti ini?


Chu Xian melihat tangannya sudah penuh dengan barang sehingga tidak ada tempat lagi untuk meletakkan barang. Dia jadi menyesal tidak membawa Rukia, setidaknya Rukia bisa membantu nya untuk membawakan barang.


Chu Xian tidak tau bahwa dengan membawa Rukia, sama saja dia dengan membawa dua kali lipat belanjaan seperti ini.


“Ayo pulang...”Kata Lingji berhenti dan menatap Chu Xian di belakangnya.


Baik!


Mendengar itu pun Chu Xian langsung bersemangat dan berkata: “Ayo, Rukia pasti sudah menunggu mu di rumah, dan kakak hari ini juga ada urusan penting...”


Mendengar perkataan Chu Xian, Lingji segera mengerutkan kening, dan bertanya: “Urusan apa lagi kak? Jangan bilang kakak mau keluar negeri lagi!”


“Mana mungkin,”Chu Xian langsung menggelengkan kepalanya dan berkata, “Urusannya hanya untuk hari ini saja, dan jika kamu mau kamu bisa ikut dengan kakak kok...”


“Benarkah?”Lingji menatap Chu Xian dengan erat.


“Ya benar...”Chu Xian mengangguk dengan pasti.


“Yah, baiklah... Sekarang anterin Lingji pulang dulu deh baru kakak boleh pergi...”Lingji berkata dengan tenang dan menghela nafasnya. Dia berpikir tidak apa-apa yang penting hari ini Chu Xian sudah menemaninya seharian ini yah walaupun hanya sebentar bagi dirinya, tapi itu terlihat tulus untuk membujuk dirinya.


“Oke...”



Kembali ke rumah keluarga Su.


Chu Xian segera pamit setelah mengantarkan Lingji kembali ke rumah. Dan dia langsung membawa motornya ke tempat Ri Xiang.


Di tengah perjalanan. Di tempat yang cukup sepi, hampir tidak ada orang atau pun kendaraan yang lewat.


Chu Xian menghentikan motornya, karena di depannya ia sudah di cegat oleh beberapa orang. Sepertinya dia memang sudah di tunggu kedatangan nya.


“Siapa kalian?”Chu Xian membuka helm nya dan langsung bertanya.


“Kami,”Salah seorang dari mereka yang berkepala botak maju dan berkata, “Kami dari geng Nord dan kami ingin agar kamu menyerahkan motor mu!”


Ternyata!


Orang-orang ini hanyalah preman liar!


Dia pikir para pembunuh bayaran itu sudah bergerak untuk menghadapi dirinya. Chu Xian yang merasa orang-orang ini tidak penting pun memakai kembali helm nya, dan...


Hm!


Chu Xian hanya diam saja dan memutuskan untuk pergi.


“Sialan, sepertinya dia meremehkan kita, Teman-teman, hajar dia!”katanya memerintah dengan marah.


Orang-orang sialan ini!


Bagh! Bugh! Buagh!


Setelah menepuk-nepuk jaketnya yang sedikit berdebu, Chu Xian pun kembali menaiki motornya dan melanjutkan perjalanan.


Tch, Buang-buang waktu!


Chu Xian sangat kesal dan melajukan motornya.


Setengah jam kemudian.


—Paviliun Xiang


Akhirnya Chu Xian sampai ke tempat Ri Xiang dan langsung saja dia memasuki paviliun. Dan di dalam dia di sambut dengan hangat oleh Ri Xiang dan ternyata di sini juga ada Wang Zi.


“Yo Chu Xian, lama tak jumpa, bagaimana kabarmu? Hehe...”Wang Zi berdiri dan menyapa Chu Xian sambil menepuk-nepuk bahunya.


Chu Xian memutar matanya terhadap Wang Zi dan tidak memperdulikan nya.


“Ada apa ini?”Tanya Chu Xian tidak ingin menjawab pertanyaan Wang Zi. Dia lalu mengambil sebuah tempat duduk dan duduk dengan santai.


“Kami membutuhkan bantuan mu! Aku tidak tau apakah kamu bersedia untuk membantu?”Ri Xiang berkata duluan.


Bantuan?


Chu Xian langsung waspada di hatinya. Urusan apa yang membutuhkan bantuannya dirinya sendiri dan Chu Xian merasa hal itu tidak baik.


Melihat melalui pikiran Chu Xian, Ri Xiang pun tersenyum dan berkata: “Tenang saja, hal ini bukan urusan yang besar kok, hanya membantu pihak kepolisian untuk membersihkan kota dari para preman-preman yang sekarang merajalela...”


Benarkah?


Chu Xian memikirkan nya sebentar, dan tak langsung setuju atau pun percaya.


“Kami akan membantu urusan mu dengan para pembunuh bayaran yang menargetkan dirimu itu...”Kata Ri Xiang lagi.


“Bagaimana cara membantu?”Tanya Chu Xian semakin tak percaya.


“Kami akan membantu memantau jika ada pergerakan asing yang memasuki negara dan jika di temukan kami akan langsung menginfokan nya langsung kepada mu...”


Baik!


Chu Xian merasa perkataan Ri Xiang layak juga, walaupun buatnya itu tidak perlu, tapi buat Jaga-jaga.


“Aku juga meminta agar kalian mengirimkan pengaman untuk orang-orang ku...”Pinta Chu Xian langsung.


Orang-orang yang di katakan Chu Xian jelas adalah Rukia, Lingji dan yang lainnya.


Ri Xiang melirik Wang Zi dan saling mengangguk.“Oke...”Ri Xiang setuju dan tersenyum. Dia tidak merasa permintaan Chu Xian terlalu banyak.


“Kapan mulai pembersihan nya?”Chu Xian bertanya dengan santai.


“Hari ini.”sekarang Wang Zi yang berbicara.


“Hari ini... Hum, baik lah.”Chu Xian tidak banyak berpikir lagi dan langsung menyetujui nya.


“Baik, jangan terburu-buru, mari kita minum bersama dulu, sudah lama kita tidak minum bersama haha...”Ri Xiang tertawa dan mengangkat gelasnya.


Aku tidak kuat minum!


Chu Xian hanya minum sedikit dan melihat kedua pak tua itu minum dengan ganas. Selang beberapa saat kemudian, Chu Xian pun pamit untuk pulang terlebih dahulu dan meninggalkan kedua pak tua yang sedang mabuk.


Sialan, dua pak tua itu memang hebat dalam minum! Chu Xian merasa dia tidak bisa membandingkan dengan mereka.


“Aku ingin pulang dulu untuk mandi, lalu ke sini lagi buat melakukan pembersihan kota...”Pikir Chu Xian tersenyum dan memutuskan rencana untuk dirinya sendiri.


(Akhir bab ini)