
Hari yang lain.
Di villa Chu Xian.
Karena Chu Xian tidur sangat larut, sehingga membuat dirinya masih tidak bangun walaupun hari sudah siang, dan tidur seperti b**i.
Ring!
Di tengah mimpi indahnya. Tiba-tiba ponsel yang dia letakan di samping berdering sehingga membuat dirinya langsung terjaga.
Siapa yang mengganggu?
Chu Xian menggapai ponselnya dan melihat bahwa itu adalah Ri Xiang yang menelponnya.
Ada apa ini?
Chu Xian dia tidak ingin buru-buru untuk menjawab telpon. Tapi berpikir kenapa Ri Xiang menghubungi dirinya yang tidak ada hubungannya beberapa bulan ini.
Akhirnya Chu Xian tidak menjawab panggilan dari Ri Xiang.
Ring!
Kali ini Wang Zi yang menghubungi dirinya, dan masih tidak di jawab oleh Chu Xian.
Ring! Ring! Ring!
Ugh!
Beberapa panggilan tak terjawab berdering satu persatu.
Ada Xu Chang'an, Mo Fu dan bahkan Cheng Hai juga menghubungi dirinya.
Ada apa ini?
Chu Xian tidak percaya bahwa tidak terjadi apa-apa!
Tidak ingin di hubungi lagi, Chu Xian pun mematikan ponsel, lalu beranjak menuju kamar mandi. Setelah itu dia bersiap dengan menggunakan pakaian yang biasanya ia pakai.
Keluar dari kamarnya, Chu Xian langsung turun ke bawah dan melihat Lingji tidak ada di dapur.
“Mungkin masih di kamar!”batin Chu Xian.
Padahal dia ingin makan sesuatu karena setelah bangun tidur tadi, dia merasa sangat lapar.
Sebaiknya aku makan di luar!
Chu Xian merasa ide itu cukup bagus, karena dia tidak ingin mengganggu Lingji yang mungkin masih bersedih karena menghilangnya Xia.
Mengeluarkan ponselnya, Chu Xian lalu menghidupkan kembali ponsel itu, dan langsung menghubungi Rukia.
“Rukia!”panggil Chu Xian langsung.
“Halo Chu!”suara Rukia yang indah menjawab panggilan Chu Xian.
“Apakah kamu sibuk?”pertama-tama Chu Xian menanyakan apakah Rukia sibuk apa tidak. Karena dia tidak ingin mengganggu apabila Rukia sedang sibuk.
Rukia menjawab:“Tidak, aku sedang di rumah bersama Xiao kecil! Memangnya ada apa Chu?”
“Owh, kalau begitu baguslah”Chu Xian merasa lega, lalu berkata: “Jadi begini, aku ingin agar kamu menjaga Lingji selama beberapa hari ini, karena aku ingin pergi ke luar. Apakah bisa?”
“Memangnya kamu pergi kemana? di luar itu banyak, seperti keluar kota atau keluar negri...”Rukia belum terburu-buru untuk menyetujuinya.
“Ini...”Chu Xian merasa berat untuk mengatakan nya, karena sebenarnya dia ingin pergi tanpa di ketahui oleh siapapun.
Setelah agak lama saling diam. Chu Xian menghela nafasnya sedikit lalu berkata, “Aku akan jujur padamu, bahwa aku ingin pergi ke luar negeri untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa aku katakan padamu!”
“Baik...”Rukia juga tidak merasa bahwa Chu Xian akan mengatakan segalanya kepada dirinya, lalu dia berkata: “Aku akan menjaga Lingji selama beberapa hari ini dan kamu harus berhati-hati dalam melakukan sesuatu yang kamu bilang itu ya?”
Setiap orang punya rahasianya masing-masing!
Dan Rukia tidak ingin hubungannya dengan Chu Xian akan renggang hanya karena dia banyak tanya.
Aku...
Setelah mengucapkan terimakasih, Chu Xian menutup telponnya dan menyimpan kembali ponselnya di dalam jaketnya.
Oke!
Mari kita berangkat!
Chu Xian melangkah dengan santai, dan memasuki mobilnya. Lalu dia langsung pergi ke bandara kota Longnan.
Bandara.
Aku...
Dua jam lagi berlalu.
Chu Xian yang baru sampai segera menghubungi Richard dan memintanya untuk menjemput dirinya di bandara. Setengah jam lagi Richard pun datang menjemput dirinya.
“Bos lama tak bertemu hehe...” Richard melambaikan tangannya keluar dari mobil.
“Yah”Chu Xian mengangguk dan tersenyum.
“Bos mau kemana?”
“Antar kan aku ke tempat makan yang bagus dan setelah itu antar aku nanti ke paviliun Chang'an.”Chu Xian berkata sambil memasuki mobil Richard.
“Baik bos!”
Lalu Richard mengantarkan Chu Xian ke salah satu resto terdekat yang cukup bagus.
Setelah makan Chu Xian pun kembali ke dalam mobil, dan Richard pun tak banyak tanya lagi dan mengantarkan Chu Xian ke paviliun Chang'an.
Dan setelah setengah jam lagi, mereka pun sampai, lalu Richard pamit dan mengucapkan selamat tinggal kepada Chu Xian.
Di tempat Xu Chang'an.
Di sana Xu Chang'an sedang duduk bersama dengan beberapa pejabat negara dan sedang mengobrol sambil minum teh.
“Chu Xian?”Xu Chang'an yang melihat Chu Xian masuk pun tak bisa menahan heran. Tadi pagi dia menghubungi Chu Xian beberapa kali dan tidak di jawab dan sekarang orangnya malah datang sendiri ke sini tanpa di undang.
“Yo”mengangkat tangannya Chu Xian langsung berkata, “Apakah kamu sedang sibuk?”
“Tidak”Xu Chang'an menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, “Ayo duduk...”tawarnya.
Chu Xian pun tidak menolak dan duduk bersama orang-orang ini.
“Kudengar kamu sedang ada masalah, aku tidak tau apakah itu benar?”tanya Xu Chang'an sedikit serius.
“Hm...”Chu Xian tidak menjawab pertanyaan Xu Chang'an dan malah dengan santainya mengeluarkan rokok dan merokok dengan tenang.
“Oke, siapa orang-orang ini?”tanya Chu Xian dengan malas.
Orang-orang yang ada di sana pun mengerutkan kening dengan sikap Chu Xian yang seperti itu.
“Mereka, beberapa pejabat negara yang datang untuk mendiskusikan sesuatu!”Xu Chang'an berkata sambil tersenyum menggelengkan kepalanya.
Dia tau sikap Chu Xian dan tidak terlalu peduli.
“Owh”Chu Xian juga tidak peduli, “Apakah kamu ada hubungannya dengan apa yang terjadi hari ini? Hari ini aku mendapatkan beberapa panggilan telepon dari kamu, Wang Zi dan juga Ri Xiang? Aku tidak tau apa yang terjadi?” tanyanya akhirnya membahas tentang pagi tadi.
“Hehe... Memang ada yang kami butuhkan darimu. Yaitu ada satu target yang kami minta untuk kamu buru...” Xu Chang'an tidak menjelaskan terlalu banyak sehingga membuat Chu Xian sangat penasaran.
“Baik”Chu Xian melambaikan tangannya dengan ekspresi malas, dan berkata: “Mari kita bahas itu nanti...”
Lalu Chu Xian tidak bicara lagi dan hanya mendengarkan orang-orang ini berbicara, dan tidak ada yang mengajak Chu Xian berbicara. Karena apa? Itu karena orang-orang ini juga mengenal nama Chu Xian sudah tau bahwa Chu Xian adalah seorang yang tidak bisa di singgung bahkan pemerintah tidak berani.
Setelah setengah jam lagi.
Orang-orang ini pun beranjak dan saling mengucapkan selamat tinggal.
Sekarang hanya tinggal Chu Xian dan Xu Chang'an saja yang ada di ruangan ini.
“Jadi, apa pendapat mu tentang yang aku katakan tadi?”tanya Xu Chang'an membuka pembicaraan.
“Baik,”Chu Xian mengangguk pelan dan berkata, “Aku bisa pergi tapi kalian harus mengatakan detail dari target yang ingin aku tangkap ini!”
“Oke, kami akan segera memberikan nya kepadamu dan sekarang mari kita tunggu orang-orang itu kemari...”Xu Chang'an berkata dengan senyuman yang lebar.
Tak lama.
Satu-persatu Wang Zi, dan Ri Xiang datang ke sini dan langsung memasuki ruangan tempat mereka berdua berada.
“Haha... Chu Xian, lama tak berjumpa, apa kabar mu selama ini?”seru Wang Zi menyapa Chu Xian sambil tertawa.
“...”(Chu Xian sangat terdiam)
Datang orang bodoh ini!
Ri Xiang mengangguk sedikit untuk menyapa Chu Xian dan duduk dengan santai di samping Chu Xian.
“Oke mari kita bahas tentang itu!”
(Akhir bab ini)