
Bulan September, sekarang adalah akhir tahun, seperti kata Chu Xian, dia akan pindah ke villa nya yang ada di kota Gansu, ~
Dengan membawa Xia dan LingJi bersamanya, Chu Xian menaiki pesawat di bandara Longnan, dan memilih jurusan penumpang biasa.
“Kak, LingJi sebenarnya masih bingung?” tanya LingJi memegang tangan Chu Xian~
“Kenapa kakak ingin pindah ke kota Gansu? Sedangkan rumah kakak yang disini kan masih bagus dan juga, kak Shi, kakak Cheng, dan kak Rukia kan berada di sini?”
Hmm! Chu Xian pun memikirkannya sejenak, lalu berkata, “Kakak hanya akan tinggal di sana sebentar saja, dan juga sebenarnya kakak ada urusan yang ingin kakak selesaikan di sana!”
Chu Xian tidak bisa bilang, urusan yang dia katakan sebenarnya adalah untuk mencari kebenaran tentang pemilik tubuh ini yang sebelumnya, karena dia sendiri hanya menerima setengah dari ingatan yang ada.~
"Apakah kita akan kembali lagi kesini?" LingJi terlihat senang dengan senyuman indahnya dia bertanya kepada Chu Xian~ “Jika begitu LingJi akan selalu bertemu dengan kak Rukia kan? Yeyy...”
LingJi memang selalu dekat dengan Rukia dan seringkali Rukia juga mengajari dia memasak, sehinggalah LingJi yang sekarang menjadi pandai memasak.
"Pengumuman! Pesawat akan segera berangkat, dan para penumpang di persilahkan untuk memasuki pesawat dengan nomor masing-masing!"
Mendengar pengumuman dari bandara, Chu Xian lalu memegang tangan LingJi dan membawanya masuk ke dalam pesawat, sedangkan Xia yang tidak terlihat mengikuti disamping Chu Xian tanpa ada yang menyadarinya.
.....
Setelah satu jam lamanya, akhirnya pesawat yang ditumpangi nya mendarat di bandara kota Gansu.
Lalu Chu Xian membawa LingJi dan Xia menaiki mobil yang sudah dibawakan oleh Richard, karena sebelumnya Cheng Hai sudah mengabarkan kepadanya bahwa dia sudah menghubungi Richard agar menjemput dirinya di bandara kota Gansu.
"Hehe... Bos Chu mau kemana?" tanya Richard tidak tau harus membawa Chu Xian kemana.
“Tunggu dulu” Chu Xian merogoh sesuatu di sakunya, dan setelah mendapatkannya, dia berkata, “Antar saya ke alamat ini!”
Chu Xian menyerahkan sebuah catatan yang bertuliskan lokasi dari alamat rumahnya yang ada di kota ini, mengingat dirinya juga baru kali ini pergi untuk melihatnya. ~
Setelah Richard melihat catatan itu sebentar, “Baik, saya akan mengantarkan bos ke sana!”
Lalu Richard membawa Chu Xian dan LingJi menuju lokasi yang detailnya, "Distrik A Pusat Kota"
Sebenarnya Richard tidak menyangka bahwa Chu Xian memiliki sebuah villa di tempat itu, mengingat didaerah ini adalah pusat dari perumahan orang-orang tingkat atas yang tinggal disana.
Tak lama kemudian akhirnya mereka tiba di depan villa Chu Xian dan langsung memasuki perkarangan setelah Chu Xian mengatakan kepadanya agar langsung masuk saja,
"Ayo turun!"
Chu Xian mengajak LingJi dan Xia turun dari mobil dan memasuki rumahnya, meninggalkan Richard sendiri karena katanya dia ingin segera pulang saja.
“Woww! Ternyata rumah kakak yang disini itu lebih besar daripada yang ada di kota Longnan!” LingJi terkejut dan tercengang setelah melihat isi dalam rumahnya.~
"Kak! Kenapa kita tidak pindah saja kesini?"
"Ini..."
Chu Xian benar-benar terdiam, bukankah kamu yang ingin supaya kita untuk cepat-cepat pulang ke kota Longnan, tapi sekarang...
LingJi yang masih terkejut dengan rumah ini segera melepaskan tangan Chu Xian dan memulai mode penasarannya, berlarian kesana-kemari sambil melihat barang-barang yang ada di rumah ini.
"Huff... LingJi, jika kamu ingin beristirahat kamu bisa memilih salah satu kamar yang ada di sini ya!" Chu Xian menghela nafas tersenyum dan berkata sambil menggelengkan kepalanya, membiarkan LingJi yang masih berlarian kesana-kemari.
Lalu ia sendiri memasuki salah satu kamar dilantai atas dengan menaiki tangga dan membawa Xia bersamanya, ~
"Chu, aku mau keluar dulu ya!"
Chu Xian menangkap Xia yang ingin kabur, dia sudah lama tidak bersama dengannya mengingat tidak tahu kenapa akhir-akhir ini Xia yang selalu menghindari diri nya sendiri.~
"Ahh, Chu Xian! Apa... Apa yang ingin kamu lakukan?" Xia kaget dengan Chu Xian yang menangkap dirinya yang tidak tau harus berbuat apa kepadanya,
"Hehe..."
"Hehe apa? Kamu... Mmph..."
Belum sempat dia menyelesaikan perkataannya Chu Xian sudah menciumnya dan menekannya ke tempat tidur!
Chu Xian terus mencium Xia selama beberapa menit, dan tidak melepaskannya, lalu...
.....
Keesokan harinya,
Chu Xian terbangun dari tidur nyenyak nya dan melihat Xia yang juga tertidur lelap di sampingnya, ia jadi tersenyum mengingat kejadian tadi malam?
Sekarang keinginannya untuk memiliki Xia sepenuhnya sudah terpenuhi,~
Heh, hantu! Dengan senyuman yang masih belum hilang, Chu Xian menggelengkan kepalanya, mencoba untuk menahan diri agar dia tidak mencium Xia yang masih tidur dengan keimutan yang cukup untuk membuatku semakin ingin menggodanya!
Chu Xian lalu bangkit dan beranjak menuju kamar mandinya, dan membersihkan tubuhnya, lalu keluar lagi dan melihat Xia sudah tidak ada lagi di tempat tidurnya tidak tau harus kemana?
Fuhh, menghela nafasku, mungkin saja Xia masih marah dengannya.~
Setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang biasanya dia pakai baju kaos hitam dan celana panjang. Ia pun keluar dari kamarnya, turun ke bawah menuju ke dapur, karena dia mendengar suara seseorang yang sedang memasak dan dia yakin itu adalah LingJi.
"Kamu sudah bangun kak!"
"Iya, memangnya kamu mau membuat apa?"
"Ini, semur ayam..."
LingJi hanya berkata sebentar kepada Chu Xian, lalu melanjutkan pekerjaannya yang sedang mengiris bahan masakan yang ada,
Melihat tidak ada yang bisa dibantu olehnya, Chu Xian memilih untuk keluar dari dapur, dan berniat untuk kembali ke kamarnya terlebih dahulu.
"Huff, akhirnya latihan untuk hari ini selesai juga..." Chu Xian menghembuskan nafas lega.~
Semenjak mendapatkan Teknik Kultivasi Petir dari Sistem, Chu Xian akan bermeditasi selama satu jam disetiap harinya dan melihat kekuatannya sendiri yang semakin meningkat dari hari ke hari.
Yah, walaupun peningkatan nya masih tergolong lambat tapi dia juga tidak terburu-buru untuk ber kultivasi dengan keras karena dengan kekuatannya hari ini sangat sedikit orang yang bisa bersaing dengan dirinya.
"Ayo kita makan dulu!"
Setelah mengatakan itu, Chu Xian lalu keluar dari kamar nya dan melihat LingJi yang telah lama menunggunya di meja makan,~
Chu Xian dia lalu duduk di kursi yang ada di samping LingJi dan berkata dengan senyuman yang lembut, “Apakah kamu sudah menunggu lama, ayo makan bersama.”
"Ya!"
Hanya menjawab singkat, LingJi merasa bahwa Chu Xian dalam suasana hati yang baik, melihatnya yang selalu tersenyum sepertinya ada yang membuatnya bahagia, ~
Lalu mereka berdua mulai memakan hidangan yang dibuat oleh LingJi dengan tenang.
(Akhir bab ini)