
Masih di hotel, dan sekarang Chu Xian mendengar penjelasan dari Ri Xiang,~
"Begini apa?" tanya Chu Xian sedikit tidak sabar. Karena dia tidak ingin bertele-tele.
"Ini ... Chu Xian, pertama-tama aku ingin bertanya! Apakah kamu pernah mendengar tentang Jendral Gala?" Ri Xiang bertanya dengan tenang.
"Tidak! Memangnya apa hubungannya dengan ini?" Chu Xian bertanya balik.
“Hah,” Ri Xiang menghela nafasnya dengan pelan, “Dia itu adalah seorang Jenderal di negara F! Dan kami menemukan bahwa dia berusaha untuk memasuki negara ini untuk melakukan bisnis ilegal!”
“Jadi?” Chu Xian pun jadi penasaran dibuatnya.
"Aku ingin agar kamu pergi ke sana untuk menjadi mata-mata sebelum kami menangkapnya!"
"Kenapa kamu menyuruhku? Apakah kamu mabuk! Dan kenapa juga aku harus mendengarkan mu? Tidak-tidak, aku tidak akan pergi!" Chu Xian menolak permintaan Ri Xiang mentah-mentah. Memangnya ini ada hubungannya dengan dirinya.
"Tapi..." Ri Xiang ingin berkata lagi.
Tapi dipotong oleh Chu Xian dengan mengatakan, "Pokoknya saya..."
Belum sempat Chu Xian menyelesaikan perkataannya, perkataannya berhenti karena mendengar suara Sistem,~
Ting...
[Anak muda! Selamat, kamu sudah memicu sebuah misi tersembunyi~]
[Bantu Ri Xiang menangkap Jendral Gala! Dan kamu akan mendapatkan Free Spin Lucky Draw dari Sistem!]
Aku... Wajah Chu Xian langsung tenggelam. Tadi dia sudah menolak untuk pergi. Tidak mungkin kan sekarang dia tiba-tiba berkata ingin pergi kepada Ri Xiang!
"Sistem! Kenapa kamu membuat misi ini secara tiba-tiba?" kata Chu Xian kepada Sistem. Karena seingatnya Sistem ini tidak pernah membuat sebuah misi untuk dirinya. Apakah sekarang sudah berubah?
[Anak muda! Sebenarnya saya ingin mengatakan hal ini kepadamu kemarin, tapi kamunya saja yang tidak mau mendengarkan~]
Apakah ada? Chu Xian tidak ingat.
[Heh, waktu itu kamu baru saja pulang dari luar. Dan kamu langsung tidur! Bahkan kamu memarahiku karena menganggu! Apakah kamu tidak tahu sayang, hati ini terasa sakit dengan sikapmu yang seperti itu! Hiks...]
"..."
Chu Xian tak bisa menahan muntah didalam hatinya. Hati! Apakah Sistem punya hati? Siapa yang mau ditipunya!
[Hei! Aku dengar itu!]
"..."
Terdiam, Chu Xian tidak ingin berbicara dengan Sistem lagi.
Ri Xiang yang melihat Chu Xian yang sedari tadi diam pun berkata, “Chu Xian! Dengarkan aku dulu!”
"Yah, baiklah mari kita dengarkan penjelasan dari kamu..." Chu Xian berkata dengan santai sambil mengeluarkan rokoknya.
"Hei! Apakah kamu tidak ingin membantu demi negara demi rakyat?"
“...Fuhh” Chu Xian menghembuskan asap rokoknya dengan santai. Sebelum akhirnya mengangguk dan berkata, “Baiklah, demi negara dan rakyat, kali ini aku akan mendengarkan kamu dan bersedia untuk pergi...”
“...”
Ri Xiang terdiam. Apakah memang seperti itu? Dia merasa ada yang salah dengan Chu Xian yang tadi menolaknya dan sekarang tiba-tiba bersedia untuk pergi,~
“Baik,” tidak memikirkannya lagi, Ri Xiang akhirnya berkata lagi, “Karena kamu bersedia. Maka aku akan menghubungi mu lagi setelah dipastikan kapan kamu akan berangkat...”
“Ya...” Chu Xian mengangguk setuju.
"Oke, jangan bahas itu lagi, mari kita minum dulu..." kata Ri Xiang tersenyum.
.....
Di sebuah restoran,~
Dia merasa lapar karena sejak siang tadi dia belum makan sama sekali, dan di tempat Ri Xiang dia hanya di hidangkan minum teh hijau saja. Mana mungkin dia bisa kenyang,~
Lalu dia duduk dan memesan makanan kepada pelayan restoran ini, “Mbak, saya mau pesan ayam goreng KFC nya satu porsi! Sama nasinya ya...”
“Baik kak, tunggu sebentar ya...” pelayan itu tersenyum lalu pergi mengambilkan pesanan Chu Xian kebelakang.
Tak lama menunggu, pelayan itu kembali dengan membawa makanan yang dipesan olehnya, dan meletakkannya dimeja tempat Chu Xian duduk.
Merasa perutnya yang semakin lapar, apalagi setelah melihat hidangan yang enak ini, Chu Xian pun langsung makan dengan lahap, tidak peduli dengan pelayan yang tercengang melihat dirinya.
"Uhh, kenyangnya!" Chu Xian bersandar di kursi sambil menepuk-nepuk perutnya yang sudah kenyang.
Setelah beberapa saat, Chu Xian pun keluar setelah membayar tagihannya. Dia kembali ke mobilnya dalam suasana hati yang cukup baik.
.....
Kembali kerumahku,~
Chu Xian langsung kembali ke dalam kamarnya, lalu mandi membersihkan tubuh dan mengganti pakaiannya dengan piyama,~
Sebelum keluar dari kamarnya, Chu Xian pun bermeditasi sebentar, dan setelah satu jam lamanya dia bermeditasi, diapun keluar bermaksud menonton film di televisi yang berada di ruang tengah rumahnya.
“Chu!”
“Xia? Ada apa?”
Chu Xian yang sedang menonton tiba-tiba dikejutkan oleh Xia yang berada di belakang nya. Jarang-jarang dia mau bertemu dengan dirinya, sejak kejadian waktu itu.
“Ini...” Xia agak ragu untuk mengatakan nya, “Aku... Kurasa...”
"Kurasa apa?" Chu Xian mengerutkan kening. Dia jadi mulai berpikir yang tidak tidak. Apakah Xia hamil atau apa?
"Ayo ikuti aku dulu..." akhirnya Xia hanya berkata begitu, lalu pergi menuju ke belakang. Tidak tau apa yang ingin ditunjukkan oleh nya.
Chu Xian yang penasaran pun beranjak dari sofa dan mengikuti Xia di belakangnya. Melihat Xia yang terus berjalan di depan, Chu Xian yang tidak bisa menahan rasa penasarannya pun bertanya, “Xia! Memangnya apa yang ingin kamu tunjukkan ke aku?”
Xia menghentikan langkahnya, “Lihat kedepan!” tunjuk nya ke suatu tempat di sudut rumah!
"??"
Mengikuti garis pandang yang ditunjuk oleh Xia. Chu Xian langsung terkejut, karena dia melihat tubuh seseorang yang terbaring dilantai tidak diketahui hidup matinya!
Orang yang terbaring itu menggunakan pakaian tertutup bahkan wajahnya saja tidak terlihat. Dia tidak tahu apakah orang ini laki-laki atau perempuan,~
“Xia!” Chu Xian menatap Xia. Bertanya-tanya apakah Xia yang melakukannya sendiri.
“Bukan,” Xia menggelengkan kepalanya, “Bukan aku yang melakukannya!”
Iya juga sih. Tidak mungkin juga Xia yang melakukannya sedangkan dia saja masih berwujud hantu. Dan hanya dirinya sendiri yang bisa menyentuhnya. Chu Xian memikirkan alasan lain tapi tidak menemukan yang tepat untuk ini.
Mau tak mau, akhirnya Chu Xian melangkahkan kakinya mendekati orang itu. Lalu dengan hati-hati dia membuka penutup wajah yang digunakan oleh orang ini.
"Wanita??" Chu Xian terkejut setelah melihat orang ini. Lalu dia mendekatkan jarinya ke hidung wanita itu, merasakan apakah dia masih bernafas.
“Huft...” Chu Xian menghela nafas lega. Karena wanita ini masih hidup dan bernafas, “Tapi! Apa yang dilakukannya di rumahku?”
Ini yang paling membingungkan dirinya. Melihat yang dipakai oleh wanita ini sepertinya adalah pakaian untuk para ninja. Chu Xian pun bertanya kepada dirinya. Apakah wanita ini adalah seorang pembunuh atau pencuri?
"Apa yang akan kamu lakukan terhadapnya?" tanya Xia yang melihat Chu Xian sedang berpikir keras.
"Hah... Mari tanyakan setelah dia bangun!" Chu Xian menyerah untuk berpikir lagi.
Lalu ia mengangkat wanita itu dan membawanya kedalam sebuah kamar kosong yang berada di rumahnya, dan menguncinya pintu kamar itu dari luar, untuk berjaga-jaga.
(Akhir bab ini)