Achievement System

Achievement System
Bab 86 : Chasback



Apakah ini semuanya benar?


“Yah, memang benar yang kamu lihat itu nyata dan yang kamu lihat juga merupakan sebuah sisi gelap dunia...”jawab Chu Xian dengan tenang, “Dan kamu sekarang harus tau bahwa dunia ini tidak sesederhana yang kamu lihat di permukaan, ada banyak sekali hal-hal yang misterius yang tersembunyi...”


Setelah mengatakan itu, Chu Xian berhenti dan tidak menjelaskan lebih banyak lagi, karena dia tidak ingin Junko terlibat dalam hal ini.


Mendengar perkataan Chu Xian, Junko pun menganggukkan kepalanya dan mengerti. Tapi dia masih sedikit shock karena hal yang supernatural sudah menumbangkan ketiga pandangan dunianya tentang dunia ini.


Setelah beberapa beberapa patah kata, Chu Xian lalu mengajak Junko untuk pulang, dan Junko pun mengusulkan agar Chu Xian mengikuti dirinya ke rumahnya. Chu Xian sama sekali tidak menolak, karena dia berpikir sekarang sudah sangat larut dan mungkin saja hotel tempatnya menginap sudah tutup.


Aku...


Keesokan harinya.


[Anak muda]


“Ahh!”Chu Xian berteriak ketika melihat wanita sistem yang Tiba-tiba terbang di atasnya seperti hantu!


“...”(Chu Xian terdiam sebentar)


“Kamu mengagetkan ku saja!”kata Chu Xian dengan nada yang buruk. Lalu dia bertanya, “Ada apa?”


[Aku hanya ingin mengatakan bahwa dengan kamu membunuh mutan semalam, kamu mendapatkan 200.000 titik points dari sistem]


[Setelah di potong hutang mu, jumlah titik points mu sekarang malah bertambah menjadi 100.000]


[Apakah kamu ingin menyimpan atau menggunakan titik points ini?]


Aku cashback!


Chu Xian tercengang, setelah itu dia langsung senang dan berkata, “Simpan itu!”


[Baik, sistem sudah menyimpan titik points mu]


[Kalau begitu aku tak akan menggangu mu lagi sayang dah muach...]


Wanita sistem menghilang setelah mengatakan itu.


Chu Xian pun tidak memikirkannya lagi, lalu dia bangkit dan menuju kamar mandi.


Tidak ada yang terjadi antara Chu Xian dan Junko. Saat ini Chu Xian yang telah mandi pagi pun mengajak Junko untuk sarapan dan dia sendirilah yang membuatnya.


“Aku tidak menyangka kamu bisa memasak dan masakan ini sangat enak!”Junko berseru dan menatap Chu Xian,dengan kagum.


“Ini biasa kulakukan saat aku masih kecil, dan kadang-kadang aku juga sering memasak sendiri, walaupun sekarang aku sudah tidak memerlukan nya karena aku punya adik kecil yang sangat pandai dalam memasak...”


Chu Xian mengatakan itu dengan tersenyum mengingat Lingji yang selalu memasak untuk dirinya. Mengingat Lingji membuat Chu Xian rindu akan Lingji yang kini mungkin sedang bermain-main dengan Su Xiao.


Menghela nafasnya sedikit.


“Kamu masih punya adik perempuan?”Junko bertanya dengan terkejut.


“Yah, dan dia itu sangat imut dan lucu...”jawab Chu Xian tersenyum. Lalu dia melambaikan tangannya dan berkata, “Dan jika kamu ada waktu, kamu bisa juga mengikuti ku untuk melihatnya... Dan Ngomong-ngomong bagaimana denganmu apakah kamu punya kakak atau saudara?”


“Ini...”wajah Junko langsung berubah dan terlihat sedih.


Menyadari hal itu pun Chu Xian langsung berkata, “Maaf apakah pertanyaan ku membuatmu sedih?”


“Tidak-tidak...”Junko sedikit menggeleng dan setelah mengambil nafas dalam-dalam dia lalu berkata: “Dulu aku punya kakak perempuan dan kami hidup berdua di rumah ini, tapi dua tahun yang lalu kakak tiba-tiba menghilang dan tidak di ketahui keberadaan nya sekarang. Selama dua tahun ini aku selalu mencari keberadaan kakak, tapi tidak pernah di temukan...”


Mengingat hal tersebut membuat Junko tidak lagi menyembunyikan kesedihan nya di depan Chu Xian. Entah kenapa dengan Chu Xian di sini membuatnya ingin mencurahkan segala yang ada di hatinya, dan itu membuatnya merasa nyaman.


Chu Xian mendengarnya dengan tenang dan tidak berkomentar apa-apa, karena dia ingin mendengar kelanjutannya dari cerita Junko.


“Kakak adalah seorang wanita yang sangat baik dan juga cantik, tapi itu semua gara-gara aku kakak jadi menghilang...”Junko mengakhiri perkataannya.


Sudah, itu sajakah?


Chu Xian benar-benar tak bisa membantu dan mengeluh. Dia pikir dia akan mendengarkan cerita yang cukup panjang dan menarik, tapi.


Chu Xian juga merasa simpati setelah mendengar cerita Junko.


Hah, setiap orang punya ceritanya sendiri!


Chu Xian menggelengkan kepalanya dan berpikir dia juga memiliki ceritanya sendiri. Dari awal dia adalah seorang bocah yang tidak tau apa-apa di kehidupan yang sebelumnya, dan setelah di bawa kemari oleh sistem membuat dia mengerti ternyata dunia ini sangat luas dan dia tidak tau apakah ada banyak dunia yang seperti ini atau tidak. Dia juga mengerti cerita seperti Junko banyak terjadi dan dia juga tidak bisa membantu mereka.


Tapi karena Junko bertemu dengan dirinya, maka Chu Xian merasa bertanggung jawab untuk membantu nya menyelesaikan masalah ini.


“Katakan nama kakak mu atau apakah kamu punya fotonya? Jika aku bisa membantu maka aku akan berusaha membantu mu dan mempertemukan kamu dengan kakakmu itu...”Chu Xian berkata sambil tersenyum hangat kepada Junko.


“Benarkah? Apakah kamu akan membantu ku?”Junko mengangkat kepalanya dan bertanya dengan penuh semangat dan harapan.


“Yah”Chu Xian menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Lalu dia berkata lagi, “Aku akan berusaha...”


Sebelum dia bisa menyelesaikan perkataannya, Junko tiba-tiba berdiri dan langsung memeluk dirinya dan berkata: “Terima kasih! Terima kasih!”


“Yah, tidak apa-apa... Tapi, bisakah kamu melepaskan pelukan mu dulu? Aku merasa tidak bisa bernapas...”Chu Xian berkata dengan senyuman yang membuat Junko menjadi terpesona dan malu.


Junko lalu melepaskan pelukannya terhadap Chu Xian. Walaupun dia malu tapi dia masih sangat senang dengan Chu Xian yang berkata ingin membantunya untuk mencari kakak nya yang sudah hilang selama dua tahun ini.


Lalu tanpa berkata-kata lagi, Junko segera berdiri dan pergi ke kamar nya. Dan kembali lagi setelah beberapa saat dengan selembar foto di tangannya.


“Ini foto kakak ku...”Junko berkata sambil menyerahkan foto itu kepada Chu Xian.


Mengambil foto itu dari tangan Junko, setelah melihatnya dengan matanya sendiri, Chu Xian sadar ternyata kakak yang di katakan Junko ini terlihat sangat cantik, dan hampir mirip dengan Junko sendiri.“Baik, aku akan berusaha membantu mu sesegera mungkin, dan kamu tenang saja, karena teman-teman ku pasti bisa menemukannya dengan cepat!”ucap Chu Xian meyakinkan.


“Iya”Junko tersenyum bahagia, dan berpikir bagaimana dia akan membalas Chu Xian di masa depan. Melihat Chu Xian membuat jantung Junko berdetak kencang dan wajahnya memerah.


Tidak melihat Junko, Chu Xian mengeluarkan ponsel dari sakunya dan langsung menghubungi Ri Xiang.


“Chu Xian, apakah targetnya sudah di dapatkan? Dimana kamu sekarang? Atau apakah kamu ternyata sudah menyelesaikan misi mu tapi kamu belum ingin pulang dan bersantai-santai di sana?”


“...”(Chu Xian langsung terdiam)


Mendengar pertanyaan Ri Xiang berturut-turut, Chu Xian mau tak mau bertanya kepada dirinya sendiri bagaimana tebakan Ri Xiang semuanya benar.


“Chu Xian?”


“Yah, tebakan mu memang benar, aku memang sudah membunuh target dari misi ini, tapi aku tidak menemukan kotak yang kalian inginkan itu”


“Ha, apakah yang kamu katakan itu benar?”


“Apakah kamu meragukan ku!”


“Tidak-tidak, aku hanya sedikit terkejut saja karena kamu sudah membunuh orang itu, dan kalau masalah kotak kamu tidak perlu khawatir, dengan jaringan kami pasti akan menemukan nya cepat atau lambat...”


“Jika begitu aku bisa merasa lega...”


Chu Xian mengingat sesuatu dan langsung berkata kepada Ri Xiang.


“Hei pak tua, apakah kamu bisa membantu ku?”tanya Chu Xian.


“Hum... ya, apa yang bisa ku bantu untuk mu?”Ri Xiang balas bertanya.


“Tolong bantu aku menemukan seseorang! Aku akan mengirimkan informasi nya kepadamu!”pinta Chu Xian.


“Baik...”Ri Xiang setuju begitu saja.


Setelah berbicara beberapa patah kata lagi, Chu Xian pun menutup telpon dan menyimpan kembali ponselnya.


“Sudah, kamu tenang saja, atau mari kita jalan-jalan sebentar, aku masih belum berkeliling kota ini karena aku juga tidak tau di mana tempat yang bagus untuk dikunjungi...”saran Chu Xian.


“Baik!”Junko mengangguk dan setuju. Dan dia juga sangat senang setelah mendengar Chu Xian berbicara dengan seseorang di telpon tadi, dan dia yakin Chu Xian bukanlah seorang yang sederhana.


Setelah bersiap sebentar, Chu Xian dan Junko lalu pergi keluar dari rumah dengan menggunakan mobil Junko.


(Akhir bab ini)