Achievement System

Achievement System
Bab 142 : Naik kapal?



Keesokan harinya, di hotel yang sama.


Pagi-pagi sekali, Mo Fu menghubungi Chu Xian.


✉ Mo Fu: “Chu Xian, walaupun kamu sudah mengacaukan segalanya, tapi tetap saja kamu melakukan apa yang aku minta, yaitu untuk membuat masalah. Yah, walaupun kamu melakukannya secara berlebihan, jadi tetap saja aku harus menepati janji ku.”


“Ini, ku kirimkan dokumen informasi orang yang kamu cari.”


Setelah menerima informasi, Chu Xian pun tidak membuang waktu lagi dan segera saja dia bersiap untuk keluar dari hotel ini.


Dengan mobil yang di kirimkan oleh Mo Fu kepada dirinya, Chu Xian melaju di jalanan menuju lokasi yang telah di berikan oleh Mo Fu tersebut.


Tujuannya, pelabuhan kota Dongguan.


Setelah tiba di sana, Chu Xian langsung turun dari mobil dan secara diam-diam menaiki sebuah kapal yang akan berangkat.


⬳⛴෴﹏﹏


Kapal pengangkut barang?


Apa yang di lakukan wanita itu di sini?


Chu Xian merasa bingung.


Tidak mungkin kan wanita itu bekerja di tempat ini sedangkan dia tau bahwa wanita itu adalah seorang pembunuh bayaran tingkat internasional.


Ya, dia pasti sedang melakukan tugas di tempat ini.


Mari kita lihat-lihat dulu.


Chu Xian berjalan dengan santai seperti orang-orang lain yang sedang bekerja.


“Hei, kamu orang baru ya?”


Sebuah suara dari belakang sedikit mengagetkan Chu Xian.


“Ah,” Chu Xian bereaksi dengan cepat, “Benar pak, saya orang baru.” Katanya sambil mengangguk pelan.


“Pantas saja aku tidak pernah melihatmu di kapal ini.” Orang itu bersikap biasa dan terlihat ramah.


“Sekarang kita sedang waktu istirahat, jadi apakah kamu ingin minum bersama.” Tawar pria itu sambil tersenyum.


“Baik.” Chu Xian tidak menolaknya sama sekali, dan mengikuti pria itu dari belakang.


Memasuki sebuah ruangan yang cukup besar. Ini bar kapal, Chu Xian melihat di dalamnya terdapat banyak orang yang sedang makan ataupun minum sambil bercerita bersama teman-temannya.


“Mari duduk.” Pria itu menarik sebuah kursi dan duduk di meja yang berada di sudut.


Chu Xian mengangguk dan duduk di seberang pria itu.


“Perkenalkan, nama ku Shio,” Ucap pria itu mengenalkan diri.


“Chu Xian.” Kata Chu Xian datar.


“Oh, tunggu, aku akan memesan dua botol bir untuk kita.” Pria itu bangkit dan berjalan menuju meja bartender.


“Ha,” Apa aku salah lihat?


Chu Xian memandangnya dengan seksama, dan sekarang dia sangat yakin, bahwa wanita itu adalah orang yang dia cari.


Wanita itu juga memandang Chu Xian. Dua mata bertemu sejenak, tapi tak lama kemudian Chu Xian berbalik dan memandang ke arah lain.


“Apa!?” Megumi Ryoko sangat terkejut saat melihat Chu Xian berada di sini. Tapi dia menyembunyikan keterkejutan nya dengan baik.


Tenang, dia tak akan mengenalimu.


Itulah yang terus di pikirkan oleh Ryoko. Dengan sikap yang tenang dia bertanya kepada Shio, “Apakah kamu mengenal orang yang duduk di sana?” Tunjuk nya diam-diam ke arah Chu Xian.


“Ya,” Shio mengangguk, dan berkata, “Orang itu adalah orang baru yang bekerja di sini.”


Ryoko mencibir di dalam hati: Bekerja? Bekerja apanya, dia itu adalah orang kaya yang memiliki kekuasaan dan uang yang berlimpah, belum lagi orang itu adalah seorang Iblis yang sangat kuat.


Ryoko mengingat penghinaan yang di alaminya di masa lalu.


Megumi Ryoko: Aku adalah seorang pembunuh bayaran tingkat internasional. Sudah melakukan banyak tugas pembunuhan dan tidak pernah gagal. Tapi suatu ketika aku menerima tugas untuk membunuh orang yang bernama Chu Xian, hari itu adalah kegagalan ku yang pertama. Belum sampai di situ, beberapa waktu yang lalu aku mendengar orang itu naik tingkat menjadi Prajurit dan dari sana, orang itu terus melompat dari Prajurit ke Petarung Hebat.


Saat itu aku sangat terkejut, bagaimana bisa ada orang yang begitu berbakat di dunia ini. Kecepatan kultivasi orang itu tak bisa ditandingi. Beberapa hari yang lalu aku melihat dengan mataku sendiri, orang itu melambaikan tangannya dan kehancuran mutlak terjadi di hadapan ku. Orang itu begitu mengerikan, oleh karena itu aku langsung meninggalkan tempat ini dan tidak ingin berhubungan sama sekali dengan orang yang bernama Chu Xian ini. Tapi hari ini aku bertemu dengannya lagi. Dan aku mendengar bahwa orang itu bekerja di tempat ini?


What? Aku sama sekali tidak percaya!


Jadi apa yang di lakukan oleh orang itu di tempat ini. Kalau-kalau saja orang itu marah dan tiba-tiba menghancurkan kapal ini, maka dia sendiri pun tidak akan selamat.


Ryoko menggigil ketakutan ketika memikirkannya.


Jadi untuk menghindari hal itu terjadi, yang harus di lakukan adalah melayaninya dengan baik dan tidak membuatnya marah.


Sebenarnya Ryoko ingin sekali kabur setelah dia melihat Chu Xian, tapi mau kabur ke mana? Sekarang kapal sudah berangkat dan berada di lautan yang luas. Walaupun sekarang dia adalah seorang Grand Master puncak, tapi tetap saja Grand Master tidak bisa terbang dan berjalan di atas air. Paling-paling dengan kecepatannya, dia hanya bisa melesat sejauh seratus meter, lalu setelah tidak ada tempat untuk mendarat, maka dia akan tenggelam.


Yah, aku tidak bisa berenang.


Di meja, Chu Xian sekarang merasa sangat senang di dalam hatinya. Orang yang dia cari sebenarnya sedang bekerja di kapal ini sebagai bartender, dan melihat situasinya, dia tau bahwa wanita itu sebenarnya bukan bartender asli yang bekerja di sini.


Apakah dia membunuh bartender sebelumnya dan menggantikan nya untuk menyamar.


Chu Xian merasa asumsinya benar sekali. Dia tau wanita itu pasti mengenali dirinya. Bagaimana tidak kenal, wanita itu adalah orang yang mengambil tugas untuk membunuhnya. Tapi Chu Xian pura-pura tidak tau, mari kita lihat permainan apa yang akan di lakukan oleh wanita itu.


“Tuan, biar aku sendiri yang mengantarkan bir ini ke meja tuan.” Berkata dengan senyuman yang indah, Ryoko mengambil tiga botol bir dan membawanya ke meja Chu Xian.


Tentu saja Shio tidak menolak, dan dia juga tersenyum, lalu tiba-tiba tersadar, “Eh, nona, kamu salah, saya hanya memesan dua botol saja—”


“Satu botol lagi adalah bonus.” Kata Ryoko.


Shio yang kebingungan pun langsung merasa bahagia mendengar perkataan dari wanita cantik ini. Siapa yang tidak ingin gratis. Jadi dia mengikuti Ryoko dan duduk kembali ke kursinya.


“Hei bro, apakah kamu sudah lama menunggu?” Shio lalu berbisik kepada Chu Xian, “Hehe bro, Wanita ini adalah bartender di tempat ini, dan katanya dia ingin memberikan kita bonus.”


“Halo!” Ryoko menyapa Chu Xian dengan senyuman.


(Akhir bab ini)