
Chu Xian yang sedang berada di mobil tiba-tiba berhenti ketika dia melihat seorang yang dia kenal sedang diganggu oleh beberapa orang preman dipinggir jalan,~
Dia adalah HuLi yang pernah menemani dirinya minum waktu itu.
"Hei. Gadis cantik! Mari bermain bersama kami! Haha..."
"Ya. Kami akan membayar mu dengan uang nanti! Benarkan teman-teman?"
"Benar-benar! Haha..."
Ada sebanyak lima orang preman yang mengepung HuLi di tengah-tengah. Dan HuLipun ingin segera kabur tapi tidak bisa.
"Woi! Lepaskan wanita itu!" Chu Xian yang sudah turun dari mobilnya langsung berteriak kepada para preman-preman itu.
“Chu Xian! Tolong aku!” HuLi yang melihat Chu Xian langsung memintai pertolongannya.
"Hei hei. Apakah kamu ingin ikut campur urusan kami bocah?"
"Hanya bocah ingusan saja. Biar aku yang membereskan dia!"
Salah satu dari preman itu maju untuk menghadapi Chu Xian.
“Heh. Karena kalian yang ingin bermain. Ayo kita main sepuasnya,” Chu Xian menendang preman itu dan preman itu langsung terpental kebelakang dalam keadaan yang sudah pingsan.
Bruk...
“Apakah tidak terlalu lemah?” Chu Xian mencibir dan mengejek para preman itu, lalu ia bertanya lagi, “Sekarang. Siapa lagi yang ingin maju?”
Sekarang dia dalam suasana hati yang kurang baik, dan sekarang bagus. Dia bisa melampiaskan nya kepada para preman ini.
"Aku..." preman itu tidak percaya jika Chu Xian bisa menghadapi mereka semua yang jelas-jelas Chu Xian hanya satu orang.
“Ayo sini,” Chu Xian melambai dan berkata, “Maju semuanya. Waktuku tidak banyak untuk bermain dengan kalian...”
Melihat para preman itu masih ragu untuk bergerak. Chu Xian yang maju duluan dan,~
Bukh... Plak... Duagh... Duang...
Sekali pukul untuk satu orang,~
"Ampun! Tolong ampuni kami!" preman itu berlutut meminta belas kasihan dari Chu Xian. Melihat mereka sekarang wajahnya yang sudah seperti ba**.
"Cih. Baiklah, kali ini kulepaskan kalian. Tapi! Jika aku melihat kalian mengganggu orang lain lagi maka..." Chu Xian mengucapkan itu sambil membuat gerakan memotong lehernya.
"Baik-baik... Kami berjanji tidak akan melakukan kejahatan lagi!" para preman itu mengangguk seperti ayam yang mematuk.
“Baik...” Chu Xian mengangguk dan berkata dengan nada yang dalam, “Kalian boleh pergi sekarang!”
Setelah mendengar Chu Xian yang membolehkan mereka pergi. Para preman itu langsung berlari dan meninggalkan teman mereka yang sudah pingsan di awal tadi.
Setelah melihat kepergian mereka, Chu Xian lalu menatap HuLi yang menatap dirinya dengan kagum dan bertanya, “Apakah kamu tidak apa-apa?”
"Tidak kok. Dan terimakasih..." ucap HuLi tersenyum hangat kepada Chu Xian.
HuLi sekarang terlihat begitu cantik dengan menggunakan dres biru selutut dan memakai sepatu hak tinggi, menambah kesan glamor pada dirinya. Chu Xian tahu bahwa HuLi yang berkerja sebagai pelayan didekat daerah sini, dan HuLi pasti ingin berangkat kerja, tapi dia tetap ingin bertanya kepadanya.
"Memang nya kamu mau kemana? Sampai-sampai di gangguin oleh para preman itu?" Chu Xian bertanya dengan lembut.
HuLi menjawab pertanyaan Chu Xian dengan berkata, “Aku sebenarnya ingin pergi berkerja tak jauh dari sini, dan biasanya aku jika ingin pergi berkerja ya lewat sini...”
"Owh. Sebenarnya kamu memang pantas diganggu oleh para preman itu. Soalnya kamu terlihat begitu cantik sih! Hehe..." Chu Xian sedikit bercanda untuk menghibur HuLi.
"Kamu bisa aja sih!" HuLi tersipu dengan ucapan Chu Xian yang bercanda. Tapi didalam hatinya dia berharap Chu Xian benar-benar serius mengatakan dirinya cantik.
Chu Xian mengangguk mengerti sambil berkata, “Oke, kalo begitu apakah kamu ingin aku antar?” tanya dirinya menawarkan tumpangan.
Lalu Chu Xian kembali ke mobilnya dan membukakan pintu untuk HuLi.
Didalam mobil, Chu Xian yang melihat HuLi sudah memasuki mobilnya pun bertanya, “Apakah kamu berkerja seperti dulu?”
“Ya...” HuLi mengangguk pelan dan berkata, “Yah. Walaupun gajinya hanya sedikit. Tapi bagus lah untuk menghidupi diri sendiri...”
Chu Xian yang mendengar nya pun merasakan simpati dengan HuLi. Oh ya aku ada ide! Pikir Chu Xian didalam hatinya.
"Kenapa kamu tidak berkerja denganku saja?" tanya Chu Xian menatap HuLi sambil menjalankan mobilnya.
"Apakah boleh? Dan juga, aku sebenarnya tidak terlalu bagus dalam berkerja!" HuLi berkata dengan sedih. Mengingat dirinya yang hanya bisa menjadi pelayan.
Sebenarnya dia sangat berharap dapat berkerja dengan Chu Xian. Karena dia melihat Chu Xian sebagai pribadi yang baik.
"Tidak apa-apa kok. Yang penting, kamu mau belajar aja sudah cukup... Dan jika kamu setuju, maka aku akan mengantarkan kamu langsung ke perusahaan..." Chu Xian berkata dengan tersenyum.
Berpikir sejenak sebelum akhirnya HuLi berkata, “Jika kamu berkata begitu. Maka aku akan menerima nya...” bisiknya.
"Apa? Sepertinya aku tidak terlalu mendengarnya!" Chu Xian mendekatkan telinganya dengan HuLi yang duduk disamping nya dan berniat untuk menggoda nya sedikit.
Blush!
Wajah HuLi langsung memerah dengan perbuatan Chu Xian. Dan berkata dengan gugup, “A-aku menerima nya!” teriaknya memejamkan mata.
Yah seperti itu baru benar. Chu Xian tersenyum puas mendengar perkataan HuLi. Lalu dia menjauhkan tubuhnya dari HuLi dan duduk kembali menyetir mobilnya dengan normal.
Sampai ditempat kerja HuLi untuk mengurus pengunduran dirinya, Chu Xian pun membawa HuLi ketempat Abadi Enterprise dan membantunya untuk mengurus prosedur agar HuLi diterima masuk. Dan hanya dengan satu perintah dari Chu Xian. HuLi pun diterima langsung di bagian pengurusan manajemen kantor.
.....
Setelah membiarkan HuLi berkerja langsung hari ini, Chu Xian pun pergi sendiri tidak tau kemana arah yang ingin dia tempuh hari ini di kota Gansu yang luas ini,~
Ring...
Didalam mobil ditengah perjalanan, ponsel Chu Xian berbunyi. Melihat siapa yang menghubungi dirinya ternyata adalah Bai Suchen. Chu Xian pun mengangkat telponnya.
"Chu Xian. Dimana kamu sekarang?"
"Aku ditengah perkotaan Gansu! Memangnya ada apa kamu memanggil ku?"
"Mari kesini. Xu Chang'an meminta kamu untuk datang ke tempatnya!"
"Baik... Aku akan kesana sekarang..."
Setelah menutup telponnya, Chu Xian jadi berpikir kenapa Xu Chang'an tiba-tiba meminta dirinya untuk datang ke tempatnya. Bukankah Xu Chang'an berada diluar negeri? Apakah dia sudah pulang.
Tidak banyak berpikir lagi, Chu Xian segera memutar arah dan menuju ke tempat Xu Chang'an.
.....
Paviliun Chang'an,~
Chu Xian yang baru sampai segera memasuki Paviliun dan melihat Bai Suchen yang sudah menunggu dirinya didepan pintu masuk.
"Chu Xian! Mari masuk dulu..." Bai Suchen
"Ada apa ini?" Chu Xian bertanya dengan penasaran.
"Kamu akan tau setelah masuk kedalam..." Bai Suchen tidak menjelaskan lebih jauh lagi. Lalu ia masuk ke dalam ruangan yang ada ditengah Paviliun ini.
Tidak banyak bertanya, Chu Xian pun mengikuti Bai Suchen yang sudah masuk duluan.
"Xu Chang'an ada apa sebenarnya ini? Kenapa kamu memanggilku kemari..." Chu Xian membuka pintu ruangan itu dan melihat...
(Akhir bab ini)