Achievement System

Achievement System
Bab 57 : Tim Misi!



Setelah turun dari gedung tersebut, mereka bertiga pun keluar dari gedung tersebut, dan dengan santai berjalan di jalanan yang penuh huru-hara dan peperangan ini.


"Tuan Chu! Tuan Wang! Apakah tidak apa-apa kita berjalan di sini?" Meng Di bertanya dengan penuh ketakutan, karena takut tiba-tiba ada peluru nyasar yang mengarah ke mereka.


Biasanya dia menjalani misi dengan sembunyi-sembunyi ataupun hanya berada di belakang tim untuk memantau saja, dan walaupun dia juga seorang master bela diri, tapi jika berhadapan dengan senjata api dia sama sekali tidak tahan.


“Tenang saja,” Wang Zi menepuk bahu Meng Di, “Kami berdua akan melindungimu dan tidak akan terjadi seperti apa yang kamu pikirkan...” katanya sambil tersenyum.


Dor!


Baru saja Wang Zi berkata seperti itu, tiba-tiba sebuah peluru melesat ke arah Chu Xian.


Ting!


Dan peluru itu mengenai tangannya, tapi peluru tersebut mengantul tanpa membuat kerusakan apapun kepada Chu Xian.


Wajah Wang Zi langsung menghitam seketika.


Merasakan bahwa wajahnya sudah di tampar. Tadi, baru saja dia mengatakan tidak akan terjadi apa-apa, tapi sebuah tembakan langsung mengarah ke arah mereka, dan untung saja jika yang terkena itu bukan dirinya sendiri ataupun Meng Di.


Tapi Chu Xian!


Fyuh! Wang Zi menghela nafasnya dengan penuh kelegaan.


"..."


Chu Xian benar-benar terdiam!


Kenapa harus dia?


Kenapa tidak Wang Zi saja yang di tembak?


"Apa? Kenapa kamu tiba-tiba menatapku seperti itu?" Wang Zi merasakan tubuhnya tiba-tiba dingin.


Bukankah kamu baik-baik saja sekarang?


Menatap Chu Xian seperti berharap sesuatu yang buruk agar terjadi pada dirinya.


"Tidak ada, sekarang ayo cari orang yang sudah membuat tembakan ini." Chu Xian melambaikan tangannya dengan santai, lalu dia berjalan duluan menuju ke arah sumber peluru yang menembaki dirinya.


Aku...


Di sebuah sudut gelap.


"Hei bos, orang ini tidak normal!" seorang temannya berkata dengan menggigil ketakutan.


Ada beberapa orang yang memegang senjata api di tangan mereka masing-masing, dan ketika mereka melihat orang seperti Chu Xian yang tidak seperti manusia biasa yang akan mati jika ditembak, wajah orang-orang itupun menjadi pucat seketika.


Mereka tidak ingin menyinggung dan berurusan dengan orang seperti ini!


"Mungkin kebetulan saja!" jawab orang yang di panggil bos tersebut tidak percaya.


Aku tidak percaya!


Dor!


Orang tersebut sekali lagi menembak Chu Xian dengan menggunakan senjata api jenis AWM khusus untuk sniper.


"Owh, apakah orang ini ingin menantang ku? He he he, baiklah mari kita bermain sebentar." kata Chu Xian tersenyum tapi di dalam hatinya sebenarnya dia sangat kesal dengan orang yang sangat berani itu.


Setelah dia mendeteksi nya sebentar, Chu Xian bisa merasakan keberadaan orang itu yang berjarak satu kilometer dari tempat mereka barada.


Tanpa menunda lagi, Chu Xian langsung melesat menuju ke arah mereka dengan kecepatan sedang.


"Bos! Gawat! Orang itu memang benar-benar tidak normal!" anak buah dari orang itupun memperingati bosnya dengan menggigil.


"Ini buruk!" wajah orang itu langsung berubah.


Sekarang dia benar-benar percaya dengan perkataan anak buahnya yang mengatakan bahwa orang yang ingin mereka bunuh memang bukan manusia biasa.


Orang itu sekarang ingin menangis tanpa air mata, tapi di tahan olehnya karena malu terhadap anak buahnya.


"Aku..."


"Ha, ternyata kalian bersembunyi di sini!"


Belum sempat orang itu ingin mengatakan sesuatu, Chu Xian tiba-tiba muncul dan langsung mencekik leher orang itu dengan mengangkat nya tinggi-tinggi.


Orang tersebut tak bisa bernafas.


Sebenarnya orang itu ingin langsung memohon ampunan kepada Chu Xian, tapi sepertinya dia akan mati di sini tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Hanya dalam beberapa menit, orang itu pun is dead.


"Lari!"


Setelah melihat kematian bosnya di depan mereka, para anak buah dari orang itu pun tanpa menunda-nunda waktu lagi dan segera berhamburan dari tempat ini.


"Hei kalian! Apakah kalian tidak ingin menemani bos kalian pergi?" Chu Xian berteriak menanyai mereka.


Tapi tak ada satupun dari mereka yang menoleh ke belakang, dan segera bersembunyi di sudut-sudut gedung yang ada di dekat sini.


“Heh,” Chu Xian meremehkan mereka, “Biarkan sajalah mereka...” katanya tidak ingin mengejar lagi.


"Chu Xian! Kenapa kamu dengan orang-orang kecil ini? Sekarang yang terpenting saat ini adalah segera mencari keberadaan kotak yang menjadi misi kita." Wang Zi yang sudah menyusul bersama Meng Di pun bertanya dan berkata.


“Oh ok! Kalo begitu ayo langsung pergi,” Chu Xian hanya mengangguk santai dan mengerti, lalu bertanya, “Dimana mereka? Apakah kita akan langsung berperang?"


"..."


Wang Zi langsung terdiam.


Perang?


Perang gundulmu!


Wang Zi tak bisa menahan muntah di dalam hatinya, dan menyumpahi Chu Xian.


"Apa! Apa! Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Chu Xian merasa tatapan Wang Zi tidak enak di pandang, seperti...


Oh ya! Seperti dirinya menatap Wang Zi tadi yang berharap agar Wang Zi celaka.


"Tuan Chu, sebelum nya kami sudah menyiapkan tempat untuk kita agar bisa mendiskusikan rencana dan apa yang akan kita lakukan selanjutnya." kata Meng Di tersenyum ringan melihat Chu Xian dan Wang Zi yang sepertinya ingin bertengkar.


“Baik...” Chu Xian mengangguk paham.


Lalu mereka mengikuti Meng Di yang menuntun mereka ke sebuah gedung yang masih terbilang cukup bagus yang terletak agak jauh dari tempat mereka sebelumnya.


.....


Di dalam gedung tersebut, mereka bertiga tenyata sudah di tunggu oleh beberapa orang yang merupakan anggota dari tim misi ini.


"Perkenalkan saya, Bai Long!" kata seorang pria bertubuh kekar dengan pipinya yang memiliki cadet melintang bekas luka, dan usianya mungkin sama dengan Wang Zi.


Hanya saja, Wang Zi walaupun sudah berumur 30 tahunan masih terlihat sangat muda, sedangkan orang tua ini terlihat begitu tua yang mungkin karena sudah banyak misi yang dilakukan oleh orang tua ini selama bekerja di organisasi pemerintahan.


"Saya Ci Ye! Seorang petugas medis di tim ini! Semoga kita bisa bekerjasama dengan baik ya!" seru seorang perempuan yang terlihat sangat muda dan kekanak-kanakan, dia memegang tangan Chu Xian sambil menggoyang-goyang kan nya.


Wajah Chu Xian menghitam. Bertanya-tanya kenapa organisasi ini juga menerima seorang loli di tim Perang ini.


Apakah ini tidak ilegal?


Pasti pemerintah sialan itu! Kutuk Chu Xian di dalam hatinya.


"Saya Lie Yang! Ketua tim ini." kata orang tua kurus dan berjenggot putih memperkenalkan sebagai ketua tim ini.


“Baik...” Chu Xian mengangguk ringan, “Apakah hanya kalian ber-empat saja yang ada di tim ini?” tanyanya keheranan melihat anggota tim ini hanya ada empat orang termasuk Meng Di.


“Tidak,” Lie Yang menggeleng pelan, lalu berkata, “Ada enam orang lagi yang sekarang masih memantau pergerakan dari beberapa tempat di kota ini. Total ada sembilan orang yang ada di tim ini...” jelasnya dengan tenang.


“Sembilan orang ya,” Chu Xian mengangguk paham.


"Ya, tapi dia bukan anggota kami." kata Lie Yang menunjuk Meng Di yang ada di samping Wang Zi.


Oke...


Sekarang Chu Xian sudah paham dengan anggota tim ini, dan sekarang tinggal menunggu kepulangan dari enam orang yang sekarang masih di luar, untuk mendiskusikan rencana selanjutnya.


"Oke, sekarang sebelum orang-orang itu kembali ke sini, mari kita makan atau minum bersama terlebih dahulu." pinta Chu Xian yang merasa lapar karena sejak mereka baru tiba di sini dan sampai sekarang, dia belum ada memakan sesuatu apapun.


(Akhir bab ini)