
Di dalam pesawat, Chu Xian yang duduk di bangku kelas dua, sendirian dengan sedikit gemetar, karena dia fobia akan ketinggian.
"Permisi, tuan mau pesan minuman apa?" tanya seorang pramugari wanita dari samping.
"Uhh.. Saya mau sebotol air mineral saja," kata Chu Xian menatap pramugari itu.
"Baik, saya akan mengambilnya untuk tuan," kata pramugari itu pergi sebentar untuk mengambil sebotol air mineral.
Tak lama pramugari itu kembali dan menyerahkan nya kepada Chu Xian.
Mengambilnya dari tangan pramugari itu, Chu Xian mengangguk dan berterimakasih, lalu meminumnya sampai habis. Setelah habis ia pun membuang botol air mineral yang sudah kosong itu ke tempat sampah disamping.
Merasa kurang nyaman, Chu Xian pun memutuskan untuk tidur, menunggu pesawat mendarat. Tak lama, Chu Xian pun tertidur pulas.
Dua jam kemudian pesawat akhirnya mendarat, di bandara kota Gansu, turun dari pesawat Chu Xian pun langsung pergi ke ruang tunggu penjemputan.
Mencari tempat duduk, ia mengeluarkan ponselnya dari saku, mencari nomor Cheng Hai untuk menghubunginya.
Telpon tersambung..
Cheng Hai: "Hallo Boss, ada apa?"
Chu Xian: "Cheng, apakah kamu punya kenalan di sini, aku butuh supir untuk menjemputku di bandara,"
Cheng Hai: "Junior di Gansu. Ohh ya, ada satu Bos, biar saya panggilkan dia,"
Chu Xian: "Ok, jika sudah nanti telpon aku,"
Cheng Hai: "Baik Bos."
Menutup telpon, Chu Xian menyimpan kembali ponselnya. duduk diam, tidak tau apa yang harus dilakukannya. Dan setelah lama bosan dia pun berdiri berniat mencari minum.
Ternyata di bandara ini ada sebuah kantin, dan Chu Xian pun langsung memasuki kantin tersebut.
"Mbak, jus buahnya satu!" kata Chu Xian memesan kepada seorang pelayan kantin disana.
"Oke, siip." kata pelayan itu dengan ramah.
Duduk di salah satu tempat di sudut kantin, Chu Xian baru saja ingin mengeluarkan ponselnya.
"Ini kak, jus buahnya."
Oke..
Cepat sekali, baru duduk minumannya sudah jadi pikir Chu Xian terkejut.
"Baik, terimakasih." kata Chu Xian sambil mengambil jus buahnya.
Bersandar di bangku, Chu Xian meminum jusnya dengan perlahan sambil berpikir apakah teman dari Cheng Hai ini mau menjemput dirinya atau tidak.
Mengeluarkan sebungkus rokok, Chu Xian mengambil sebatang, lalu menghidupkan nya.
Fuuh..
Menghembuskan asap rokoknya perlahan.
Tiba-tiba seorang wanita duduk didepannya, tidak sadar darimana datangnya. Wanita itu bersikap dingin tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada chuxian.
"Aneh?!"
Pandangan pertama Chu Xian kepada wanita itu, sebenarnya wanita itu sangat cantik, berwajah bayi, tapi agak kaku pada pandangan Chu Xian.
"Ahem.. Saudari, apa yang sedang kamu cari?" tanya Chu Xian yang melihat wanita ini tidak memesan minuman, tapi melihat ke kiri dan ke kanan.
"Saya ingin mencarimu!" jawab nya singkat. Lalu dia melihat Chu Xian dengan tatapan ingin tau.
'.......' (Chu Xian terdiam)
Merasa semakin aneh, berpikir apakah wanita ini adalah teman dari Cheng Hai yang menjemput dirinya, tapi menyangkalnya setelah memikirkannya lagi.
"Kamu aneh!" kata wanita itu menyipitkan matanya.
Berpikir, setelah lama ia menatap Chu Xian tetapi ia tak bisa melihat sesuatu tentangnya.
Mata Chu Xian melonjak.
"Kamu yang wanita aneh!" muntah Chu Xian di dalam hatinya, tapi dia tidak mengatakannya secara langsung.
Tak memperdulikan wanita itu lagi, Chu Xian menghisap rokoknya dalam-dalam.
Fuuh..
"Apakah kamu ingin menjadi suamiku?"
Puft..
Uhuk.. Uhuk..
Chu Xian batuk tersedak asap rokoknya. Dia pun langsung berdiri berpikir darimana datangnya wanita aneh ini, baru bertemu langsung bertanya apakah dia ingin menikah dengannya.
Wanita yang melihat reaksi Chu Xian pun menyadari bahwa perkataannya agak salah.
Suasana jadi sunyi senyap..
"Ohh ya, kita baru kenal jadi tak seharusnya saya mengucapkan itu dengan terburu-buru" kata wanita itu setelah agak lama hening dengan menundukkan kepalanya.
Fyuuh..
Merasa lega, Chu Xian pun duduk kembali.
"Jadi mari kita menikah setelah kita saling mengenalkan diri!"
Orang-orang yang ada di situ pun menoleh menatap Chu Xian dengan tatapan aneh.
'.......' (Terdiam sejenak)
"Ahem, saudari sebenarnya apa maksud dari perkataanmu itu?" tanya Chu Xian yang sudah kembali tenang, duduk kembali.
Menatap wanita itu dengan tatapan serius.
"Oke, mari perkenalkan diri dulu, nama saya Chu Xian, saya tak tau nama saudari?" tanya chuxian lagi setelah melihat wanita itu tak menjawab pertanyaan nya tadi.
"Namaku! Oh ya, siapa nama ku?" kata wanita itu sambil memegang kepalanya.
"??"
Diam, Chu Xian pun berpikir apakah wanita ini sedang melakukan prank!
"Uhh, apakah kamu tidak mengingat nama mu sendiri?" tanya Chu Xian memutuskan untuk bertanya.
"Ya, yang saya ingat, sewaktu saya membuka mata, tiba-tiba saya sudah berada di sini!"
Mengangguk dengan sungguh-sungguh.
'.......' (Chu Xian semakin terdiam)
"Apakah perkataan wanita ini kredibel?" kata Chu Xian didalam hatinya, tak bisa tidak bertanya-tanya.
Melihat sekeliling, Chu Xian merasa semakin aneh, karena orang-orang yang disana menatap dirinya dengan tatapan aneh!
"Bu, kenapa orang itu berbicara sendiri?" tanya seorang anak kepada ibunya.
"Sstt, diam nanti didengar oleh orang itu,"~
"Ckck.. Ckck.. Sayang, tampan-tampan kok gila!" katanya mendecak kan lidahnya.
Chu Xian yang mendengar pembicaraan mereka pun tidak bisa diam lagi, lalu menoleh melihat wanita itu, dan berpikir apakah dia sedang berbicara dengan hantu.
"??"
Chu Xian mulai memikirkan yang tidak-tidak, seperti kenapa mereka tidak bisa melihat wanita ini, apakah dirinya sudah benar-benar gila, atau wanita ini memang benar-benar hantu.
Hening.. Mereka berdua hanya saling menatap.
"Apakah saya hantu?" kata wanita itu setelah agak lama terdiam, sambil menujuk dirinya sendiri.
Berpikir tadi sewaktu dia baru berada disini, tak ada yang mau berbicara kepadanya selain Chu Xian, apalagi setelah mendengar perkataan anak dan ibunya tadi, dia pun sadar jika dia memang seorang hantu!
Wooo.. Huhuhu..
Wanita itu pun mulai menangis, akan tetapi hanya Chu Xian yang bisa mendengarnya.
"Aku.."
Chu Xian membuka mulutnya, tapi tak tau harus berkata apa, sebenarnya ia juga agak takut, karena ia baru pertama kali nya melihat hantu.
"Sistem!"
Mau tidak mau, Chu Xian pun memutuskan untuk bertanya dengan Sistemnya.
"Oohh, ternyata dirimu masih mengingat diriku ku pikir dirimu melupakan diriku woooo.."
Sistemnya sedang bernyanyi.
Mendengar itupun wajah Chu Xian menghitam, berpikir hobi apa yang sedang Sistem ini kembangkan.
"Kembali ke bisnis!" teriak Chu Xian.
"Ohh ya.. Ok! Ada apa anak muda, apakah ada sesuatu yang penting yang membuatmu memanggil Sistem Hebat ini?"
"Saya ingin tau, apakah dia hantu?"
"Oke, biar saya lihat dulu.. Hmm sebenarnya memang wanita yang ada di depan mu ini adalah hantu.. Tapi!"
"Tapi apa?"
"Tapi.. Karena titik point mu tidak cukup, maka Sistem ini tidak akan menjawab pertanyaanmu yang lain!"
Puff..
Chu Xian memuntahkan darah didalam hatinya mendengar ucapan Sistem.
"Kamu! Kamu! Kamu Sistem setxx!"
Menyumpahi Sistemnya, Chu Xian merasa tidak puas, tapi setelah mengingat dirinya memang tidak memiliki point yang banyak, dia pun terdiam lagi.
"Anak muda, saran saya sebaiknya kamu bawa saja wanita hantu ini, yakin lah dia akan berguna untuk mu,"~
"Yah, jika sudah tidak ada apa-apa lagi, saya pergi dulu, saya mau lanjut menyanyi, daahh."
'.......' (Chu Xian terdiam)
Ingin memukul Sistemnya, tapi tak bisa berbuat apa-apa.
Hiks.. Hiks..
Sedangkan wanita itu terus menangis, Chu Xian berpikir untuk menangani tangisan wanita ini terlebih dahulu.
...----------------...
(Bersambung)