
Didalam resto, tak lama setelah Chu Xian dihubungi oleh Cheng Hai, ada seseorang yang membuat masalah dan bertengkar dengan seorang perempuan yang merupakan teman makannya.
"Anjxxx, dengan siapa kamu berselingkuh!"
Plak...
"Beraninya kamu menamparku!"
Plak...
Mereka berdua saling mencaci-maki, dan saling tampar menampar, tidak tau siapa yang benar atau salah.
“Woi...” Chu Xian yang tidak tahan mendengarnya pun berteriak kepada mereka berdua dan berkata, “Bisakah kalian bertengkar nya di luar!”
Mengatakan itu, pasangan yang bertengkar itu menoleh dengan tajam kearah Chu Xian.
"Jangan ikut campur!" pria itu berkata dengan dalam kepada Chu Xian.
"Saya sebenarnya tidak ingin ikut campur, akan tetapi kalian bertengkar disini dan menggangu para pelanggan yang sedang makan disini!" Chu Xian menghampiri mereka dan meninggalkan LingJi di meja makan.
"Terserah kami lah, mau bertengkar dimana..."
Plak...
Tanpa kata-kata lagi Chu Xian menampar pemuda itu dengan keras dan menerbangkan nya kebelakang!
“Kamu!” memegang pipinya yang ditampar, dan menggeretakkan giginya, berkata dengan suara yang dalam, “Tahukah kamu siapa ayahku!”
Ayahmu, apakah aku peduli dengan siapa ayah mu! Cibir Chu Xian dan...
Plak...
"Ayo, panggil ayah mu kemari dan biarkan saya bertemu dengannya," Chu Xian mengambil sebatang rokok dan menyalakannya.
“Fuuh...” menghembuskan asap rokoknya perlahan, dan berkata, “Ayo, cepat panggil ayahmu, waktu saya sedang terbatas,”
Melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 10 pagi, Chu Xian berpikir apakah Cheng Hai jadi datang dan menjemput dirinya.
“Kamu!” menunjuk Chu Xian dengan jarinya, dan berteriak, “Kamu jangan kemana-mana, tunggu saya memanggil ayah saya,”
Pria itu lalu berdiri, mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menghubungi ayahnya.
"Hallo, ayah! Ada seseorang yang memukuli ku dan berkata akan menantang mu!"
"Apa... Siapa dikota ini yang berani-beraninya memukulmu dan ingin menantang saya, apakah dia tidak tau saya ini penguasa kota ini?"
"Saya juga tidak kenal dengannya ayah..."
"Baik... Dimana kamu sekarang, biar ayah yang langsung datang kesana!"
"Di restoran Jinghu..."
"Baik... Kamu tunggu aja disana!"
Menutup telponnya, pria itu langsung tersenyum senang dan menatap Chu Xian yang sudah duduk kembali bersama LingJi, mampus kamu!
Pria itu duduk di salah satu meja, menunggu ayahnya datang, sedangkan wanita yang tadi bertengkar dengannya sekarang tidak tahu harus kabur kemana.
Chu Xian yang sedang duduk sekarang bersama LingJi dan berbicara sambil bercanda, tidak memperdulikan pria itu memanggil ayahnya atau tidak.
"Kak... Kamu hebat, apakah kamu bisa kungfu?" tanya LingJi kepada Chu Xian dengan kagum dan berpikir dia ingin belajar juga.
“Hehe... Yah,” menganggukkan kepalanya, “Tapi kakak tidak bisa mengajari kamu!”
Kata Chu Xian dengan malu, mengingat dirinya mendapatkan keterampilan beladiri dari Sistemnya dan tidak bisa di ajarkan kepada orang lain.
"Yah..." LingJi sedikit tidak senang, diapun tidak bertanya lagi, dan meminum jus nya dengan santai.
"Bos!"
"Ada apa ini bos?" tanya Cheng Hai dengan bingung, melihat restoran ini sedang ramai dan paling mengherankan dirinya adalah seorang pemuda berwajah baxx yang sedang duduk dengan sombong di sana.
"Ada yang sedang mencari masalah dengan kakak..." kata LingJi memberitahukannya kepada Cheng Hai.
“Apa!” Cheng Hai terkejut, siapa yang berani mencari masalah dengan Chu Xian yang merupakan Raja Iblis Longnan, yang sudah terkenal namanya ini.
"Siapa dia bos, biar saya yang urus"
"Tidak tau, katanya dia akan memanggil ayahnya yang merupakan penguasa kota ini..."
“Uhh..” Cheng Hai menghela nafasnya, berpikir orang itu benar-benar tidak beruntung, dan bertemu dengan Chu Xian yang merupakan penguasa sejati kota ini.
"Yah, tidak usah diperdulikan, dan mari dengarkan perkataan Shi Yuan kepadaku" Chu Xian berkata dengan santai sambil meminum jusnya, dan mengelus kepala LingJi dengan lembut.
“Begini bos...” Cheng Hai duduk didepan Chu Xian dan berkata, “Kata kakak Shi, dia ingin bertemu langsung dengan bos, dan saya disini disuruh untuk menjemput bos,”
Hah... Chu Xian mengehela nafasnya, memutuskan untuk mengikuti Cheng Hai bertemu dengan Shi Yuan terlebih dahulu dan mengantarkan LingJi nanti saja.
Prang!
Tiba-tiba seseorang masuk dari pintu masuk restoran dengan sombong dan memecahkan kaca, diikuti oleh para anak buahnya.
"Siapa yang sudah memukul anakku?" tanya seorang pria paruh baya berteriak, karena melihat anaknya yang sedang dudun, dan mendekati anaknya yang sudah seperti wajah baxx.
Kamu tidak apa-apa nak?" bertanya dengan khawatir kepada anaknya.
“Dia!” menunjuk Chu Xian yang sedang berbicara dengan Cheng Hai, sepertinya tidak memperdulikan kedatangan ayahnya, dan berkata dengan ekspresi jelek, “Dia memukuli ku ayah...”
"Apa! Beraninya dia!"
Mengatakan itu, ayah dari pria itu langsung mendekati Chu Xian.
"Kamu..." dia menunjuk Chu Xian dengan jarinya dan ingin berkata, tetapi menelan kembali perkataannya setelah melihat Cheng Hai menoleh dan melihat kearahnya, karena sedari tadi dia hanya melihat punggung Cheng Hai saja.
"Siapa kamu, berani-beraninya berteriak kepada bosku?" Cheng Hai bertanya kepadanya dan langsung berdiri.
"Uh... Saya-saya, salah orang, maaf dan lanjutkan pembicaraan kalian!"
Mengatakan itu, pria paruh baya itu ingin segera kabur dari sana, dan ingin sekali mengubur anaknya hidup-hidup, karena sudah menyinggung seseorang yang tidak seharusnya disinggung.
“Tunggu!” Chu Xian menghentikannya, “Saya tadi mendengar dari anakmu berkata bahwa kamu adalah penguasa kota ini, apakah itu benar?”
"Ini..." pria itu ingin menangis, tapi tidak bisa menangis,
Maaf... Saya tidak tahu ada hal yang seperti itu" ucapnya ingin mengelak.
"Baik... Apakah kamu mengira kami orang bodoh!" kata Cheng Hai memegang bahu pria itu,
Oke... Karena kamu sudah menyinggung bos saya, maka kamu harus meninggalkan kota ini segera dan jika saya melihatmu lagi, saya akan memotong kepalamu!"
"Baik... Baik..."
Setelah mendengar ancaman Cheng Hai, pria itu menganggukkan kepalanya dan menangis didalam hatinya, berpikir setelah kerja keras ku di kota ini, ternyata harus berakhir disini, dan itu karena anak bodohnya yang telah menyinggung Chu Xian.
Setelah mengusir anak dan ayah tersebut keluar dari restoran, Cheng Hai membawa Chu Xian ke kantor perusahaannya, dan berniat ingin bertemu Shi Yuan yang sudah menunggu mereka.
Mereka bertiga langsung pergi, dan Chu Xian juga mengajak LingJi karena merasa dia akan aman bersama dirinya.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai kedepan perusahaan.
Turun dari mobil, mereka bertiga segera memasuki gedung perusahaan, dan menuju kantor Shi Yuan.
Masuk kedalam kantor, Chu Xian melihat Shi Yuan yang sedang bekerja sambil mengetik komputernya.
"Kamu sudah disini" kata Shi Yuan sambil tersenyum dan menghentikan pekerjaannya.
(Akhir bab ini)