
Chu Xian menerobos. Energi yang sangat besar memasuki tubuhnya, bahkan lebih besar berkali-kali lipat daripada terobosan sebelumnya.
Langit menjadi redup, dunia mulai bergejolak, inilah tanda-tanda akan lahirnya Raja Dewa yang mampu mempengaruhi alam.
Terobosan kali ini bisa terbilang lama, karena terobosan ke ranah Raja merupakan awal menuju ke ranah Penciptaan.
Satu Jam, dua jam. Chu Xian tenggelam dalam di dalam lautan kesadarannya. Persepsi dunia luar telah hilang. Saat ini adalah saat-saat kritis penerobosan nya...
Boom!
Suara ledakan hebat terdengar dari dalam tubuh Chu Xian.
Energi seluruh dunia seperti terserap olehnya bagaikan lubang hitam tak berdasar.
Energi yang dibutuhkan untuk penerobosan kali ini sangat besar, kalau saja bukan sistem yang menyiapkannya mungkin saja Dunia ini akan menjadi Dunia mati tanpa energi apapun.
Setengah jam kemudian, Chu Xian akhirnya stabil. Dantian dalam tubuhnya mulai berubah, pertama-tama ia menjadi sebuah bola yang didalamnya terdapat aturan ruang dan waktu, lalu berangsur-angsur mulai menumbuhkan berbagai macam kehidupan dasar seperti tanah menjadi daratan, air menjadi danau, dan logam menjadi batasan ruang itu sendiri.
Dunia dalam tubuh Chu Xian tidak luas, hanya 100 meter, tapi itu telah membentuk unsur fundamental yang menyusun alam semesta.
Lama-kelamaan pertumbuhan Dunia kecil Chu Xian mulai melambat, akhirnya mulai jenuh dan berhenti.
Terobosan selesai.
Chu Xian membuka matanya, tapi belum sempat dia merasa senang, langit tiba-tiba menjadi gelap. Angin kencang berhembus, dan tanah mulai bergetar. Terobosannya kali ini telah menarik malapetaka yang paling umum yaitu Petir.
Guntur dan kilat yang tak terbatas mulai berkumpul dan terjalin di atas kepala Chu Xian.
“Sistem, apakah kamu yakin aku akan berhasil.” Chu Xian bertanya dengan pahit sambil melihat ke atas. Siapapun akan merasa takut untuk pertama kalinya melewati ujian ini.
[Jangan melawan, biarkan tubuhmu yang menanggung semuanya, kuatkan tekad mu, aku tau kamu tidak akan menyerah begitu saja kan...]
Mendengar suara sistem, Chu Xian merasa sedikit lega. Walaupun dia gagal kali ini, sistem pasti akan menyelamatkannya kan.
Tahap Pertama.
Guntur biru mulai menyatu, lalu dengan sangat cepat turun dan menyambar tubuh Chu Xian beberapa kali.
Chu Xian memejamkan matanya.
“Eh, tidak sakit?” Chu Xian membuka matanya dengan pandangan heran.
[Tahap pertama memang tidak seberapa anak muda, tapi ujian ini memiliki 9 tahap, dan semakin lama akan semakin sulit, jadi anak muda, aku hanya ingin mengatakan... Semoga beruntung]
Petir pertama tadi memang tidak menyakiti Chu Xian, dan malah membuatnya merasa hal ini bisa merangsang salah satu kemampuannya, yaitu Kekebalan Tubuh. Dia merasa energi petir ini sangat membantu meningkatkan Kekebalan Tubuhnya.
Tahap Kedua.
Guntur mulai berkumpul kembali, kali ini Guntur nya berwarna merah terang. Melihatnya saja Chu Xian sedikit takut.
Bom!
Dengan kecepatan yang mencengangkan, Guntur turun dari langit dan menghantam tubuh Chu Xian bertubi-tubi.
Kali ini dia merasa sedikit kesemutan. Tubuhnya mati rasa, dan dia mulai merasakan sakit, tapi Chu Xian menahannya dengan tenang.
Tahap Ketiga, Tahap Keempat, Tahap Kelima, akhirnya Chu Xian sampai ke tahap terakhir dari petir perampokan.
Kulitnya pecah-pecah, darah tumpah entah beberapa kali dari mulutnya, dan organ dalamnya terasa ingin hancur. Dia merasa seluruh tubuhnya tidak sanggup lagi untuk menahannya. Tapi dengan tekad yang kuat dia masih berusaha untuk bertahan.
Di Langit, Guntur dan Kilat masih belum berhenti, sebuah kejadian yang sangat jarang terjadi menampakkan diri.
Guntur dan Kilat terjalin dan mulai berubah bentuk, menjadi...
Ribuan Pasukan Ilahi!
“Sistem! Apa yang terjadi?! Kamu tidak bilang bahwa hal ini bisa terjadi!” Chu Xian merasakan ancaman yang begitu besar dari Pasukan yang berasal dari guntur tersebut, dan bertanya dengan panik kepada sistemnya.
[Heh, sepertinya ada yang melakukan sesuatu terhadap langit dan mengubah beberapa hukum. Padahal ujian mu ini hanya ujian tingkat Raja, tapi mereka menurunkan ujian yang hanya bisa dilewati oleh Tingkat Kaisar... Bajingan!]
Suara sistem terdengar sangat marah. Apa artinya ini, apakah sistem tau tentang hal ini. Chu Xian tak berani berbicara, saat ini Ribuan Pasukan Ilahi telah bergerak dan turun dengan cepat menuju tempat Chu Xian berdiri.
Pasukan Ilahi ini berasal dari Guntur malapetaka, dan tidak memiliki kesadaran, mereka hanya menghalangi Chu Xian untuk berhasil dalam tenggat waktu tertentu.
[Hei Chu Xian, saran ku sebaiknya kamu melawan mereka, karena inilah ujian mu yaitu melawan Pasukan Ilahi dan kalau kamu bisa selamat dalam setengah jam, maka ujiannya akan berakhir dan kamu akan berhasil... Inilah aturannya!]
Chu Xian menggertakkan giginya, karena jujur saja dia tidak mengerti, mendengar dari suara sistem, sepertinya ujian ini telah di manipulasi oleh pihak yang tidak diketahui.
“Melawan artinya melawan! Aku sama sekali tidak takut!” Saat ini Chu Xian sudah terbang ke atas.
Chu Xian mengeluarkan Tombak Trisula Tiga Elemen miliknya dan mulai menyerang Pasukan Ilahi ini, dan kilat yang terjalin di tombaknya.
[Hei bodoh, jangan menggunakan petir melawan petir, mereka hanya akan merasa semakin terprovokasi!]
Dan benar saja, baru saja sistem berkata seperti itu, tiba-tiba ribuan pasukan Ilahi tadi semakin menyerang dengan ganas.
Boom!
Dengan sekali serangan dari gabungan Pasukan Ilahi, tubuh Chu Xian terhempas ke bawah dengan keras, bahkan tombaknya memiliki tanda-tanda akan keretakan.
“Tch! Sial! Ini sangat sakit!” Chu Xian mengerang sedikit, lalu dia bangkit kembali dan terbang ke atas.
“Cakar Dewa Hidup Mati!~”
Telapak tangan besar berwarna hitam keluar dari tangan Chu Xian dan langsung menuju ribuan Pasukan Ilahi tersebut.
Entah kenapa cara ini sangat efektif, dan itu terlihat dari reaksi mereka yang menghindari telapak tangan Chu Xian seakan-akan jika mereka terkena, maka akan langsung menghilang.
[Memang pantas di sebut dengan kekuatan Supernatural tertinggi peringkat ke-6... Bahkan mampu memberikan ancaman kepada para Pasukan Ilahi, walaupun hal ini hanya bisa menahannya untuk sementara]
Chu Xian tau bahwa dia tidak mungkin menang melawan Pasukan Ilahi tersebut, oleh karena itu sebisa mungkin dia berusaha untuk menunda waktu.
Chu Xian bertarung dengan menggunakan tinjunya selama beberapa menit. Setelah merasa dia tidak mampu bertahan, dia sekali lagi mengeluarkan Cakarnya dan membuat Pasukan Ilahi menghindari nya.
Sekarang hanya tinggal satu kali lagi dia bisa mengeluarkan cakarnya, dan dia menunggu saat-saat kritis untuk menggunakannya.
Beberapa menit kemudian Pasukan Ilahi menyerang lagi. Sama seperti yang dilakukannya tadi, Chu Xian menggunakan triknya sekali lagi.
Boom!
(Akhir bab ini)