Achievement System

Achievement System
Bab 180 : Jebakan untuk Chu Xian



Pusat kota Kekaisaran. Chu Xian dan lelaki tua Chu Yong memasuki sebuah tempat makan yang cukup populer di kota ini, niatnya mereka ingin mencari beberapa informasi yang berguna.


“Hei, kalian dengar tidak, katanya pangeran muda sekarang sudah memasuki ranah Raja baru-baru ini.”


“Ckck, memang benar keturunan dari Kaisar, bahkan anak-anaknya saja memiliki kejeniusan tak tertandingi seperti itu.”


Beberapa orang bercerita dengan memuji-muji orang-orang besar itu. Chu Xian dan lelaki tua Chu Yong hanya mendengarkan dalam diam.


“Hei pak tua, menurutmu jika aku membunuh pangeran yang dikatakan oleh orang-orang ini apa yang akan terjadi.” Chu Xian berbisik sambil tersenyum.


Chu Yong terdiam menatap Chu Xian dengan mata putihnya. Tentu saja hal itu bisa membuat kekacauan, lelaki tua itu berkata, “Nyatanya jika tuan muda membunuhnya pun hal itu tidak berdampak besar bagi Kaisar, karena dia memiliki sangat banyak anak. Kecuali jika kamu membunuh semua anaknya sekaligus.”


“Benar, aku memang berniat untuk melakukan itu.” Chu Xian yang tersenyum mengangguk dan berkata seperti itu. Dia menatap lelaki tua itu dan menambahkan, “Bagaimana jika kita melakukannya hari ini juga?”


Lelaki tua Chu Yong: "..."


Kelihatannya Chu Xian begitu bersemangat. Yah, dia tidak melihat sih apa yang telah diperbuat oleh Chu Xian selama ini.


“Hei, dengar-dengar Pangeran Mahkota sedang berada diluar ibukota dan dia sedang mengumpulkan beberapa orang untuk memasuki sebuah peluang yang katanya adalah sebuah rumah harta karun kuno.”


“Benarkah, apakah kamu ingin ikut?”


“Bagaimana mungkin, kekuatan kita tidak kuat, aku tak ingin mati, apalagi aku belum mempunyai istri.”


Chu Xian menegakkan telinganya mendengar pembicaraan mereka tentang hal itu.


Apa yang dia dengar tadi?


Pangeran mahkota ada di luar?


Apa itu kebetulan, bukankah ini kebetulan, dia baru saja berbicara ingin membunuh para pangeran Kekaisaran ini dan tiba-tiba saja ada peluang untuk melakukannya.


Chu Xian diam-diam tertawa senang didalam hatinya.


Tunggu dulu. Bukankah ini terlalu kebetulan? Seolah-olah ada penggerak yang menggerakkan situasi dibelakang layar.


Nyatanya keluarnya Chu Xian dari dunia keluarga Chu telah diketahui oleh Kaisar Yiwu dan dia memerintahkan bagaimanapun caranya agar Chu Xian bisa keluar dari kota Kekaisaran ini untuk dijebak di sana.


Tapi bagaimana Kaisar bisa tau? Bukankah selama ini Chu Xian selalu bergerak secara diam-diam seperti hantu dan tidak ada yang bisa mengetahui apakah dia keluar atau tidaknya. Untuk hal ini karena kali ini Chu Xian bergerak bersama dengan lelaki tua Chu Yong. Chu Xian tidak tau bahwa lelaki tua itu telah ditandai oleh Kaisar dan apabila ia keluar dari gerbang keluarga Chu maka akan langsung diketahui.


Sarana Kaisar tidak bisa diprediksi, saat ini saja dia sedang memantau Chu Xian dari kegelapan dan menunggu saat yang tepat untuk keluar dan membunuhnya. Kenapa tidak langsung menembak? Menurut informasi, Kaisar mengetahui tentang Chu Xian yang bisa menghilang secara tiba-tiba apabila dikepung, dan menurutnya Chu Xian menguasai semacam kekuatan ruang yang bisa berpindah tempat secara ajaib.


Jadi untuk mengantisipasinya, Kaisar telah membuat pancingan untuk membuat jebakan diluar kota dengan menggunakan formasi yang bisa menghalangi ruang. Jebakan yang sempurna telah dibuat hanya agar bisa membunuh Chu Xian secara langsung.


Bagaimana Kaisar bisa tau bahwa Chu Xian sedang mengincar


Kaisar berbuat semacam ini seolah-olah dia takut dengan Chu Xian, dan memang benar, apa yang ditakutinya dari Chu Xian adalah bakatnya yang mengerikan, apalagi ditambah dengan ramalan di masa lalu yang mengatakan bahwa Chu Xian akan menjadi orang terkuat di dunia, jelas dia tidak ingin hal itu terjadi. Dia takut dendam masa lalu akan membunuhnya apabila dia membiarkan Chu Xian terus tumbuh.


Setelah agak tenang Chu Xian berdiri dan mulai bergerak bersama lelaki tua Chu Yong.


“Tuan muda, aku memiliki firasat buruk tentang ini...” Kata Chu Yong sedikit gelisah.


“Tidak apa, seorang Raja saja tidak bisa membuatku khawatir.” Senyum Chu Xian melambaikan tangannya.


Akhirnya tibalah mereka berdua di tempat di mana Pangeran dan rombongannya berada.


Chu Xian tidak terburu-buru untuk keluar, jadi dia hanya memantau situasinya dari kejauhan. Sebenarnya hatinya merasa sedikit tidak enak, entah apa itu, yang pasti firasatnya mengatakan bahwa dia akan menghadapi sesuatu yang besar.


Setelah mengintai cukup lama.


“Apa yang sedang dilakukan oleh orang-orang itu? Kenapa mereka hanya berdiri saja di sana dan tidak masuk ke dalam?” Chu Xian berpikir dalam-dalam dan merasa ada yang tidak beres. Karena apa, saat ini Pangeran itu dan rombongannya hanya berdiri di depan sebuah gerbang gua yang diyakini bahwa itu adalah peluang yang terbuka.


Tapi yang bikin heran adalah kenapa mereka hanya berdiri didepannya saja dan tidak masuk?


Chu Xian memiliki tanda tanya besar dihatinya.


“Bagaimana? Apakah kita akan bergerak sekarang?” Tanya Chu Yong di samping.


“Tunggu sebentar. Biar aku berpikir terlebih dahulu.” Setelah berpikir agak lama dan menimbang pro dan kontra, Chu Xian akhirnya memutuskan dengan berkata, “Pak tua, sebaiknya aku sendiri saja yang bergerak kali ini, dan kamu, segera kembali ke keluarga Chu,”


“Tapi—” Lelaki tua Chu Yong ingin berkata, tapi di hentikan oleh Chu Xian dengan berkata.


“Tenang saja, tidak ada apapun yang akan terjadi terhadapku, kamu dengarkan saja apa perkataan ku...”


Senyuman Chu Xian membuat lelaki tua Chu Yong berhenti untuk khawatir. Ya, tuan mudanya ini pasti memiliki rencananya sendiri.


Jadi, Chu Yong mengikuti perkataan Chu Xian dan pergi setelah mengucapkan selamat tinggal.


Sekarang hanya tinggal Chu Xian sendiri yang berdiri.


“Baiklah...” Pertama-tama Chu Xian menghembuskan nafas panjang, lalu perlahan-lahan dia mulai naik ke udara dan terbang melintasi langit. Rencananya dia ingin menyerang orang-orang ini atas langit dan menggunakan serangan skala besar.


Cakar Dewa Hidup Mati! ~


Dengan kecepatan yang sangat cepat, sebuah cakar besar turun dari langit.


!


Seratus meter di atas kepala mereka, orang-orang itu langsung menyadarinya dan berusaha untuk berlindung dengan menggunakan formasi dan senjata pertahanan.


Boom! Ledakan! Ledakan!


Ledakan keras mengguncang bumi, dalam radius jangkauan cakar Dewa Chu Xian.


Setelah beberapa saat...


“Siapa!?”


“Beraninya menyerang kita!”


Beberapa orang yang memiliki kekuatan kuat bertahan dan merasa sangat marah saat ini. Mereka sama sekali tidak siap dengan serangan diam-diam yang dilakukan oleh Chu Xian.


“Ha?” Chu Xian tercengang, “Hanya beberapa orang saja yang mati...”


Serangannya seakan-akan tidak berpengaruh besar pada orang-orang ini.


Apa yang salah?


Apakah itu karena senjata pertahanan mereka?


Chu Xian yang bingung pun sekali lagi melepaskan serangan.


(Akhir bab ini)