
Hanya kita berdua?
Dari awal Tuan muda itu sebenarnya sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi. Karena dalam penglihatannya Yang dia lihat hanya ketika anak buah nya memukul Chu Xian sekali, lalu tiba-tiba mundur dan tak tau kenapa langsung mengkhianati dirinya.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Tuan muda itu bisa mati gara-gara marah dan tidak tau apa-apa!
Tuan muda itu memandang Chu Xian dengan sangat marah dan dia bertanya lagi:“Siapa kamu?”
“Aku”Menunjuk dirinya sendiri, Chu Xian berkata dengan santai sembari tersenyum hangat, “Kau ingin tau siapa aku? Oke biar ku beri sedikit petunjuk... Mm, hari ini kamu ingin menculik adik dan pacar ku, jadi apakah alasan ini cukup?”
“Ha?”Tuan muda itu tercengang dengan jawaban Chu Xian.
Apakah cuma itu saja?
Memang sih, dia juga pernah mendengar sedikit tentang pacar Rukia, tapi dia tidak menyangka bahwa orang ini datang langsung ke sini. Apakah orang ini mencari pacarnya? Tapi kalau di liat-liat orang ini tidak terlihat istimewa, dan pakaiannya pun juga biasa-biasa aja, jadi tuan muda itu tidak terlalu memandang Chu Xian.
“Kamu ke sini mencari pacar mu? Tapi pacar mu tidak ada di sini, trus apa yang akan kamu lakukan? Mau membunuh ku?”Tuan muda itu bertanya dengan santai.
Eh!
Chu Xian terkejut karena orang ini sudah tau akan pertanyaan dan jawaban nya sendiri.
Wajah Chu Xian langsung berubah suram. Tak ada orang yang suka pikirannya di tebak oleh siapapun, dan orang ini baru saja menebak semuanya dengan benar.
“Kenapa diam?”Tanya tuan muda itu yang melihat Chu Xian sedari tadi diam.
“Apa...”
Potong!
Chu Xian langsung memotong orang itu dengan pedang yang di keluarkan dari udara tipis. Orang itu mati tanpa merasakan sakit!
Chu Xian terdiam: “...”
Kenapa dia tidak puas?
Chu Xian menggelengkan kepalanya tidak memikirkan nya lagi. Dia lalu berdiri dan merenggangkan badannya, melihat sekeliling sambil tersenyum.
Pedang!
Sikat~
Chu Xian menebas pedangnya dan membakar rumah ini dengan energi petir nya, sehingga api menjalar kemana-mana, dan Chu Xian yang sama sekali tidak peduli pun dengan santai berjalan keluar.
Krak!
Chu Xian tidak peduli jika masih ada orang yang hidup di dalam rumah ini, sekarang dia terlihat sangat kejam dan keluar seperti tidak terjadi apa-apa.
Malamnya.
Chu Xian yang tak langsung pulang sehabis kejadian siang tadi sekarang berada di sebuah bar sedang minum bersama Cheng Hai.
“Bos, ayah dari Tuan muda yang kamu bunuh itu sekarang sedang mencari siapa yang sudah membunuh anak nya!”
“Jadi?”
“...”(Cheng Hai langsung terdiam)
Iya, jadi apa?
Tak ada yang bisa membuat bosnya khawatir!
Cheng Hai merasa dia payah, siapa juga sekarang yang bisa menghadapi bosnya ini? Untuk sekarang mungkin tidak ada!
Tapi!
“Tapi, bagaimana kalau dia memiliki pendukung? Apa yang akan bos lakukan?”Cheng Hai masih bertanya.
“Bunuh!”Jawab Chu Xian singkat dan ringan, tapi itu mengandung nada dingin yang menggetarkan jiwa.
Tidak peduli seberapa kuat, banyak, dan besar pendukung yang di miliki untuk menghadapi dirinya, Chu Xian sama sekali tidak pernah takut! Dia malah sedikit menantikan ada yang berani melawannya, mengingat sekarang dia sangat kekurangan titik points.
“Ya, aku akan selalu mendukung bos...”Cheng Hai mengangguk paham, “Oke”Melambaikan tangannya, dia berkata lagi, “Jangan bahas tentang itu lagi...”
“Bagaimana keadaan mereka?”tanya Chu Xian mengacu pada Lingji dan yang lainnya.
“Aku ada satu hal yang ingin ku lakukan lagi.”
“Apa lagi itu bos?”
“Hm, antar kan saja aku ke villa...”
Chu Xian bangkit dari tempat duduknya, dan berjalan keluar dari bar menuju mobil.
“Baik...”
Cheng Hai pun tak banyak tanya lagi dan ikut bangkit. Setelah menyelesaikan pembayaran kepada bartender, dia pun keluar dari bar dan kembali ke mobilnya.
Villa.
Kembali ke villa, Chu Xian langsung memasuki kamarnya, dan Cheng Hai juga tak tinggal lama dan mengucapkan selamat tinggal kepada Chu Xian.
—
Di tempat lain.
Terlihat di sebuah meja di kelilingi oleh beberapa orang yang mana wajah orang-orang ini terlihat begitu serius.
Bang!
“Apakah benar?”tanya seorang pria paruh baya dengan mata tajam sambil menepuk meja dengan keras.
“Memang benar,”Jawab salah seorang dari mereka. Dia berkata lagi, “Setelah melalui pengamatan dari intelijen kami, kami menemukan bahwa yang membunuh Tuan muda adalah Raja Iblis Longnan Chu Xian, dan permasalahan nya adalah tentang Tuan muda yang menginginkan wanita yang ada di samping dia!”
“Sial,”Pria itu sangat marah dan berkata, “Chu Xian ini... Terlalu banyak! Pokoknya sekarang aku tidak mau tau, kalian harus mencari seorang master yang bisa menghadapi orang ini dan membunuhnya!”
Orang-orang yang ada di meja itu memandang pria paruh baya itu dengan heran.
“Dia punya pendukung 4 Raja...”
“Aku...”
Pria paruh baya itu terdiam.
Ya, dia baru ingat, Raja Iblis Longnan memang memiliki pendukung 4 Raja. Tapi dia juga sama sekali tidak berdamai jika anaknya mati tanpa pembalasan.
“Panggil pembunuh bayaran paling Top, dan jangan tinggalkan jejak sedikit pun tentang kita, sekarang aku tidak peduli pokoknya Chu Xian ini harus mati!”Kata pria paruh baya itu memutuskan.
“Baik...”
Orang-orang itu pun akhirnya setuju setelah melalui diskusi yang panjang dan akhirnya mencapai konsensus.
Raja Iblis harus mati!
—
Di tempat lain, Chu Xian yang merupakan dalang dari semua itu pun hanya bermeditasi di kamarnya, dan tidak tau kalau ada seseorang yang sudah menargetkan dirinya.
Chu Xian sekarang sedang menjalankan Teknik Kultivasi Petir nya dan sedang menyerap energi dari langit dan bumi.
Langit dan bumi!
Tubuh Chu Xian di kelilingi oleh Petir yang terlihat dengan mata telanjang dan seperti ular yang melilit tubuhnya.
Setelah satu jam.
Bom!
Ranah Prajurit!
Chu Xian mulai menerobos dan merasakan tubuhnya di perkuat secara fisik dan mental, sehingga membuat nya merasa sangat nyaman seperti berada di pemandian air panas.
“Fyuh, akhirnya setelah sekian lama aku menerobos...”Chu Xian menghela nafas lega, dan melihat tangannya. Dia sekarang merasa dia sudah 10× lebih kuat dari yang sebelumnya. Ngomong-ngomong dia sekarang tidak bisa mengandalkan Sistemnya lagi untuk menerobos ranah, karena dia punya hutang yang masih belum terbayarkan dan dia pun hanya bisa mengandalkan kultivasi nya sendiri untuk menerobos.
Selama ini dia sering bermeditasi selama 2/3 jam di waktu luangnya dan benar saja akhirnya hari ini kultivasi nya berhasil menghasilkan buah.
Chu Xian lalu tertawa dan berkata:“Haha, kalau begitu mari kita rayakan keberhasilan kita...!!!”
(Akhir bab ini)