
Paviliun Chang'an,~
Sekarang Chu Xian ada disini karena pagi tadi dia dijemput oleh Bai Suchen kemari. Katanya sih Xu Chang'an yang ingin bertemu dengan dirinya, tidak tau ada urusan apa,~
Di sini dia dilayani dengan sangat baik, minum teh sambil berbincang dengan Bai Suchen yang duduk di sebelahnya, dan juga diberikan pelayanan memijat bahunya oleh dua orang pelayan wanita di belakang dirinya.
"Jadi kapan saudara Xu akan kesini dan dimana dia?" tanya Chu Xian karena sedari tadi sejak dia berada di sini dia tidak melihat keberadaan Xu Chang'an?
"Sebentar lagi dia akan segera tiba!" Bai Suchen tersenyum.
"Sebentar lagi akan tiba..." Chu Xian jadi bingung, bukankah ini rumahnya Xu Chang'an? Lalu kenapa dia berada di luar, apakah untuk menjemput seseorang atau bagaimana,~
“Yah,” menepis pikiran liarnya, Chu Xian berkata lagi, “Baiklah, mari kita tunggu aja sebentar lagi...”
“...”
.....
Satu jam kemudian,~
Terdengar suara beberapa mobil diluar paviliun. Setelah mobil itu berhenti tepat di depan paviliun ini, lalu beberapa orang turun dan mengikuti Xu Chang'an masuk ke dalam,~
"Yo! Chu, apakah kamu menunggu lama? Hehe..." Xu Chang'an menyapa Chu Xian sambil terkekeh.
"Dari mana saja kamu?" tanya Chu Xian sedikit tidak puas.
“...Hehe,” Xu Chang'an hanya tersenyum dengan respon Chu Xian, sebelum berkata, “Maaf, tadi malam saya tidak pulang, karena berada di tempat Ayahku,”
"Dan mereka?" Chu Xian melihat beberapa orang yang mengikuti Xu Chang'an yang rata-rata mereka sudah berusia lebih dari 30 Tahun.
“Mereka...” menunjuk kepada orang-orang itu, Xu Chang'an menjelaskan kepada Chu Xian dengan berkata, “Mereka adalah orang-orang yang sangat penting di negara kita!”
"Yang duduk disana adalah Mo Fu dan biasanya dia dipanggil Kaisar Tenggara! Seorang Ketua organisasi kemiliteran rahasia!" Xu Chang'an menunjuk Mo Fu yang berada disebelah kiri, dengan memakai jas formal,~
“...”
"Yang disana, Raja Asia Wang Zi! Yang mana dia adalah seorang Raja kerajaan tersembunyi!" menunjuk Wang Zi yang berada disebelah kanan, dengan pakaian sutra nya yang memang terlihat seperti Raja.
"Hallo! Salam kenal," sapa Wang Zi mengangguk.
"Dan dia! Kamu mungkin kenal dengannya, seorang Kepala Menteri Dalam Negeri, Ri Xiang dan gelar tersembunyi nya adalah Naga Selatan!" mengenalkan Ri Xiang yang berada di samping Chu Xian, dengan pakaian kerjanya yang terlihat gagah dan berwajah serius.
"Jangan anggap serius perkataan nya!" kata Ri Xiang menyapa Chu Xian dengan ramah dan tersenyum ringan.
“...”
Chu Xian hanya diam saja. Bertanya-tanya didalam hati, kenapa Xu Chang'an mengenalkan orang-orang ini kepada dirinya.
Salah satu dari orang-orang itu berkata, "Hei Chang'an, apakah dia penerus mu?"
"Apa? Apakah kamu sudah memiliki penerus!"
"Hei Chang'an, apakah penerus mu masih terlalu muda?"
Xu Chang'an hanya menjawab pertanyaan mereka dengan senyuman.
Ada apa ini? Chu Xian malah jadi bingung sendiri melihat mereka yang reaksinya besar setelah mengatakan Xu Chang'an akan memiliki penerus.
"Jangan lihat dia yang masih muda, tetapi bakatnya akan membuat kalian semua terkejut!" Xu Chang'an mengatakan itu dengan senyuman misterius?
"Oh, Naga yang baru lahir?"
“...Yah,” Xu Chang'an berkata lagi, “Sesuatu seperti Tian Chen!”
Apa?
Mendengar perkataan Xu Chang'an, mereka sangat terkejut dan sontak langsung berdiri,~
“Kamu jangan bercanda Chang'an!”
“Bagaimana mungkin anak ini bisa disamakan dengan orang itu!”
“Benar! Saya tidak percaya ada satu orang lagi yang bakatnya sama dengan orang itu!”
Tian Chen? Siapa itu, dan mengapa reaksi mereka begitu besar setelah namanya disebutkan. Chu Xian benar-benar tidak mengerti!
"Apakah ada dari kalian yang ingin mengujinya?" tanya Xu Chang'an menantang mereka.
“Baik!” Sekarang Wang Zi yang berbicara, “Saya akan memanggil seorang Grandmaster dari Kerajaan saya...”
Kemudian Wang Zi menghubungi seseorang yang dia sebutkan tadi.
.....
Setelah satu jam lamanya,~
Orang yang diundang oleh Wang Zi pun tiba ditempat ini, dan langsung menuju ketempat pertemuan mereka.
"Perkenalkan, dia adalah Bao Si seorang petarung dunia bawah yang sekarang berada ditingkat Grandmaster dan dia juga merupakan salah satu dari peringkat nomor 97 di China!"
Wang Zi menjelaskan siapa orang itu kepada Chu Xian, dan Chu Xian yang baru tau bahwa ternyata gelar itu ada peringkatnya masing-masing.
“Oke,” Bao Si menyela perkataan Wang Zi dengan cara yang tidak cukup sopan, “Kenapa kamu memanggil diriku kesini? Jika tidak ada keperluan yang sangat penting, maka saya akan segera pergi dari sini...”
"Kami hanya meminta kamu untuk menguji anak ini dan kamu bisa bertarung sepuasmu!" kata Wang Zi sambil menunjuk Chu Xian sebagai anak ini.
Melihat Chu Xian dengan seksama, Bao Si pun berkata dengan tidak puas, “Kenapa saya harus menguji seorang anak kecil? Apakah kalian meremehkan ku!”
"Hehe! Kamu akan tau jika kamu mencobanya!" kata Xu Chang'an terkekeh.
"Baik, mari kita bertarung diluar sana!" kata Bao Si keluar duluan.
Chu Xian sebenarnya sekarang dalam suasana hati yang buruk, karena melihat kesombongan orang itu dan dia ingin sekali memukuli nya.
Lalu mereka semua keluar dari ruangan itu menuju ke halaman karena di sini cukup luas untuk Chu Xian dan Bao Si bertarung tanpa harus khawatir akan menghancurkan properti yang ada di Paviliun ini.
"Kamu bisa mulai Nak..."
"Aku benci ada orang yang meremehkan diriku!"
Tinju~
Chu Xian menunjukkan skill baru yang didapatkan dari Teknik Kultivasi Petirnya yaitu Tinju Bayangan Qilin,~
Melihat tinju Chu Xian yang hampir sampai kepadanya, Bao Si sontak langsung menangkis pukulan itu dengan kedua tangannya, dan...
Gerdam!
"Bagaimana mungkin?" Bao Si sangat terkejut dengan kekuatan pukulan Chu Xian yang menerbangkan dirinya 20 meter kebelakang!
Hehe! Pak tua, kamu tidak akan menyangka bahwa pukulan ku ini beratnya mencapai 10 ton kekuatan! Lalu...
Buk-duakh! Buk-duakh!
Berulang-ulang kali mereka bersaing dengan tinju dan bela diri...
"Mereka! Benar-benar bertarung dengan hebat!"
"Setelah melihat ini! Saya jadi percaya dengan yang kamu katakan tadi Chang'an!"
"Mungkin saja suatu hari nanti dia bisa bersaing imbang atau bahkan melampaui orang itu!"
Xu Chang'an, Wang Zi, Ri Xiang dan Mo Fu melihat dari samping menonton pertarungan di antara mereka.
Sudah cukup pak tua, saya akan mengakhiri pertarungan ini dengan cepat! Chu Xian mengerahkan seluruh tenaganya,~
Langkah Petir~
Tinju Bayangan~
Dengan Langkah Petir untuk menambah kecepatannya, ditambah dengan Tinju Bayangan. Chu Xian berhasil menemukan celah dan memukul Bao Si dengan keras.
Buum!
Dengan suara teredam, Bao Si yang terpukul pun terbang sejauh 100 meter ke belakang, hingga membuat dirinya membentur tembok paviliun ini sampai-sampai membuat tembok itu retak seribu!
"Uhuk! Uhuk! Aku... Kalah?" dengan terbatuk beberapa kali, Bao Si tidak bisa percaya ternyata dia sudah kalah dan dikalahkan dengan adil!
“Bagaimana?” Xu Chang'an melihat Wang Zi, Mo Fu dan Ri Xiang secara bersamaan, lalu berkata, “Benarkan yang ku ucapkan kepada kalian?”
Mereka bertiga langsung terdiam,~
“Baiklah-baiklah, tidak usah dipikirkan lagi,” kata Xu Chang'an, “Mari kita melanjutkan minum bersama!”
Mereka bertiga yang diam sejak tadi pun pergi mengikuti Xu Chang'an. Lalu Chu Xian mengikuti mereka kedalam dan ikut minum, meninggalkan Bao Si yang sudah pingsan disana,~
Tidak tau entah berapa lama, Chu Xian pun diantarkan oleh Bai Suchen pulang kerumah nya dalam keadaan mabuk!
(Akhir bab ini)