
"Jangan bergerak! Jika tidak akan kami tembak!"
Para prajurit mengarahkan senjatanya ke arah Chu Xian yang berdiri di atas atap. Dan Chu Xian yang berdiri di atas pun di penuhi dengan sinar laser merah.
"..."
Chu Xian terdiam.
Dia pikir dia sudah masuk dengan hati-hati tapi kenapa masih ketahuan?
Oh! Wanita itu MinAh!
Apakah dia menipu dirinya atau sudah berkhianat kepada Ri Xiang? Chu Xian merasa ini adalah alasan yang paling masuk akal.
"Sistem!" Chu Xian mau tidak mau harus meminta bantuan Sistemnya.
[Iya sayang! Apakah kamu butuh bantuan?]
[Sebenarnya kamu tidak perlu meminta bantuan kepada Sistem untuk mengurus ini]
[Kamu ingat? Sejak kamu naik ke ranah Grandmaster, kamu itu sudah tidak mempan oleh senjata biasa lagi. Apalagi cuma peluru]
[Percaya saja dengan dirimu sendiri dan percaya dengan Sistem ini!]
Baik...
Jika begitu aku akan mencoba nya!
Tapi sebelum itu! Chu Xian melirik ke arah kanan dan melihat seseorang yang dia tau orang itu adalah Jendral Gala.
"Ha ha ha... Kamu Chu Xian! Sekarang menyerahlah, aku sudah menangkap teman-temanmu dan apakah kamu pikir aku tidak tahu bahwa kamu akan ke sini untuk menyelamatkan mereka? Kamu bodoh! Apakah kamu tidak tau bahwa wanita yang membawamu kemari adalah bawahan ku?"
Jendral Gala yang duduk di kursi berkata dengan tertawa. Menertawakan Chu Xian yang bodoh dan mau di tipu oleh dirinya.
"..."
Chu Xian terdiam sejenak sebelum berkata: “Baik! Kamu sudah membuatku jengkel! Sekarang siap-siap kalian akan merasakan kemarahan ku!”
Tinju~
Booming!
Chu Xian meninju ke bawah dan menghancurkan atap tempat dia berdiri, dan langsung terjun menuju tempat Ri Xiang dan Wang Zi yang terikat sekarang ini.
"Chu Xian!" Ri Xiang terkejut dengan Chu Xian yang masuk dengan sedikit entrinstik.
"Huhu... Chu Xian lepasin kami..." pinta Wang Zi sambil menangis.
"Kalian anj***! Membuat masalah untuk ku saja!" Chu Xian memarahi mereka berdua sambil melepaskan ikatan yang mengikat mereka.
"Hehe... Aku tau kamu pasti akan datang!" kata Ri Xiang terkekeh.
"Sudah jangan banyak bicara, sekarang kita sudah di kepung oleh para pasukan Jendral Gala!" Chu Xian melihat ke luar dan melihat tempat ini sudah di kelilingi.
!
"Jadi kenapa kamu kesini jika sudah ketahuan! Bukankah ini namanya kamu ingin bunuh diri bersama kami?" tanya Wang Zi dengan wajah yang menghitam.
"Bodoh! Aku ingin agar kalian bersembunyi dan menyelamatkan diri kalian sendiri!" Chu Xian sedikit kesal dengan Wang Zi, karena dia yakin pasti orang ini yang membuat masalah.
"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Ri Xiang.
"Biar aku yang menyelesaikan ini!" Chu Xian berkata dengan percaya diri.
"Hah! Apakah kamu ingin menyelesaikan ini sendiri?" Wang Zi bertanya dengan terkejut.
"Sudah! Jangan banyak tanya! Sembunyi sekarang juga!" perintah Chu Xian.
"Kalian semua! Jangan ada yang bergerak!"
"Kalian sudah terkepung dan sekarang menyerahlah!"
Para prajurit sudah masuk ke dalam dan mengarahkan senjata.
"..."
Wajah Chu Xian menghitam.
Apa yang harus dia lakukan sekarang, untuk melindungi mereka berdua ini?
Dia memang bisa menghadapi para prajurit ini, tapi keberadaan Ri Xiang dan juga Wang Zi merupakan beban untuk dirinya.
"Hehe, Chu Xian kamu jangan meremehkan kami!" Ri Xiang akhirnya berdiri di samping Chu Xian.
"Hmm, benar Chu Xian, yah walaupun memang kami berdua dalam kondisi yang belum pulih, tapi kami ini masih bisa bertarung bersamamu!" kata Wang Zi mengangguk dan dia juga maju, berdiri di samping Chu Xian.
"Baik, jika kalian berkata begitu maka mari kita bertarung bersama!" Chu Xian akhirnya setuju.
"Ayo!" Ri Xiang maju dan keluar dari sana duluan.
"Hehe, mari kita balaskan dendam baru dan lama!" Wang Zi yang sudah siap langsung keluar mengikuti Ri Xiang.
Keluar dari ruangan itu dengan santai, sambil menghidupkan rokoknya, Chu Xian benar-benar sudah siap untuk bertarung sampai mati.
"Hei! Apakah kamu pikir dengan melepaskan mereka berdua akan mengubah situasi saat ini?" Jendral Gala tersenyum sinis, dan meremehkan Chu Xian.
"Kamu anj***! Aku pasti akan membunuhmu!" Wang Zi yang tidak tahan akhirnya melompat ke arah Jendral Gala berdiri sekarang ini.
"Bunuh mereka!" perintah Jendral Gala kepada anak buahnya.
Door... Dang... Dang...
Tidak terhitung peluru yang mengarah kepada mereka bertiga saat ini.
"Nima! Kalian curang!" Wang Zi mundur kembali.
"..."
Wajah Chu Xian langsung menghitam seketika di buatnya.
Chu Xian maju untuk melindungi Wang Zi dan menangkis peluru yang menembaki mereka.
"Heh! Apakah kamu tidak tau bahwa aku kebal peluru?" Chu Xian mundur dari sana dengan membawa Wang Zi bersamanya.
Langkah Petir~
Bang!
Seorang prajurit terbunuh dari belakang oleh Chu Xian.
"Gawat! Orang ini tidak normal!"
"Kita tidak bisa mengikuti kecepatannya!"
"Apakah ini masih manusia?"
Para prajurit itu gemetar di dalam hatinya, melihat Chu Xian yang memulai mode pembunuh dan membantai mereka satu persatu.
"Sial! Cepat bunuh orang ini! Apa yang sedang kalian lakukan!" teriak Jendral Gala akhirnya ketakutan dengan tindakan Chu Xian yang tidak masuk akal.
Agh!
Satu orang lagi terbunuh dan jumlah mereka langsung berkurang sepertiganya.
"Hei! Apakah kita akan membantunya?" tanya Wang Zi menatap Ri Xiang di sampingnya.
"..."
Ri Xiang hanya diam saja dengan pertanyaan dari Wang Zi.
Apakah ini masih perlu di tanyakan!
Melihat Chu Xian yang sudah membantai setengah dari para prajurit Jendral Gala sendirian, jadi tidak akan memerlukan bantuan mereka lagi.
Ting... Ting... Ting...
[Selamat mendapatkan 100 point dari membunuh musuh againt]
Chu Xian sekarang benar-benar merasa keasyikan setelah mengetahui ternyata dia juga bisa menghasilkan titik point dari membunuh musuh.
"Haha... Kemari kalian semua!"
Tinju Petir~
Bang!
Ting... Ting...
Bunuh!
Agh! Aahh! Tolong! Ampun! Iblis!
Tak perduli dengan teriakan dan permintaan belas kasihan dari mereka, Chu Xian membunuh tanpa ampun.
"Sekarang hanya tinggal kamu saja!" Chu Xian menatap dengan tajam ke arah Jendral Gala yang hanya tinggal sendiri dan sedang gemetar melihat dirinya.
"Kamu...Kamu Iblis, jangan mendekat!" Jendral Gala mundur kebelakang dan terjatuh. Sekarang dia benar-benar takut dengan Chu Xian.
"Chu Xian! Jangan bunuh dia dulu!" Ri Xiang tiba-tiba menghentikan Chu Xian dari membunuh Jendral Gala.
Menghentikan tindakannya, “Kenapa?” tanyanya, sekarang Chu Xian benar-benar tidak sabar untuk menghabisi orang ini.
"Kami perlu membawanya ke pengadilan dan mengeksekusinya di depan publik!" kata Ri Xiang menghela nafas lega.
"Baik, jika begitu aku akan menyerahkan nya kepadamu!" Chu Xian akhirnya melepaskan Jendral Gala.
"Kamu jangan khawatir! Setelah semua ini selesai, mari kita makan dan minum bersama!" kata Ri Xiang tersenyum.
"Baik-baik, Chu Xian mari kita tinggalkan dia..." Wang Zi berjalan bersama Chu Xian dan meninggalkan Ri Xiang yang sedang menghubungi bawahannya untuk membawa mereka kembali.
(Akhir bab ini)