Achievement System

Achievement System
Bab 122 : Generasi muda kah?



Di dalam istana utama.


Chu Xian memulai kehidupannya di tempat ini dan itu berlalu seminggu lagi. Saat ini Chu Xian sudah memulihkan seluruh kekuatannya, bahkan ia merasa ia menjadi semakin kuat.


Mungkin karena aura di tempat ini begitu kuat!


Sesekali Wang Ziyan datang untuk menemuinya secara diam-diam. Tapi Wang Zi yang mengetahui hal itu pun langsung tidak membolehkannya untuk meninggalkan istana kedua, sehingga ia tidak bisa menemui Chu Xian.


Dalam satu minggu ini Chu Xian sudah terbiasa dengan sikap posesif Wang Zi terhadap adiknya. Dia juga menikmati hidup dalam istana, di layani dengan sangat baik. Dan makanan di sini juga sangat enak, sampai-sampai Chu Xian tidak berpikir ingin pulang lagi.


Tapi dia ingat ada Lingji yang menunggunya di rumah. Jadi hari ini Chu Xian mendatangi Wang Zi, dan mengatakan bahwa dia ingin pulang.


Wang Zi pun langsung setuju dan bersedia untuk membukakan pintu keluar untuk nya.


Setelah mengucapkan Selamat tinggal, Chu Xian pun akhirnya diantarkan kembali ke kota Longnan.


Di dalam sebuah istana ke-sembilan pada salah satu puncak gunung.


Istana ini sangat jarang di buka, dan hanya Wang Zi sajalah yang bisa memasukinya.


“Apakah itu bocah yang kamu katakan?”Sebuah suara yang dalam bertanya dari balik tirai yang membatasi antara Wang Zi dan keberadaan itu. Suaranya memancarkan perubahan suasana yang aneh.


“Ya,”Wang Zi mengangguk hormat, entah siapa yang ada di balik tirai ini, dia berkata, “Namanya adalah Chu Xian, dan aku bisa merasakannya kalau dia akan menjadi seseorang yang sangat hebat di masa depan...”


“Ya, kamu benar, anak itu sangat berbakat, dan kekuatannya juga sudah sangat kuat, tapi itu masih belum cukup jika di bandingkan dengan orang itu...”


“Apakah penatua mengatakan tentang orang itu?”Wang Zi terkejut. Apa yang ingin di lakukan orang tua ini? Kenapa dia membandingkan Chu Xian dengan orang itu?


“Hah,”Terdengar helaan nafas dari balik tirai, “Kamu tau, kami para orang-orang tua sudah sangat tua untuk hidup, dan kamu sebagai generasi yang lebih muda harus berusaha untuk menjadi semakin kuat secepat mungkin...”


“Memangnya apa yang ingin di lakukan oleh kami sehingga meminta kami untuk meningkatkan kekuatan kami secepat mungkin?”Tanya Wang Zi penasaran. Bukankah dia sudah sangat cepat dalam berlatih? Dirinya kalau di tempatkan di seluruh dunia berdasarkan usianya merupakan bakat yang sangat langka dan yang utama adalah kultivasi nya juga sudah sangat kuat, yah walaupun masih kalah dengan peringkat teratas dalam hal bakat.


“Untuk saat ini kamu tidak perlu tau, akan ada saatnya aku memberitahukan nya kepada mu, dan untuk teman mu itu, kamu harus saling bergandengan tangan agar di masa depan dia bisa menjadi salah satu yang bisa membantu mu...”


“Baik...”Wang Zi mengangguk paham.


“Sekarang kamu boleh pergi.”


Setelah mengatakan itu orang yang ada di balik tirai tak berkata apa-apa lagi, dan Wang Zi pun hanya bisa mundur dan keluar dari istana ini.


Di dalam istana kedua.


“Huh, kakak jahat, tidak membiarkan ku untuk bertemu dengan Chu Xian, aku bahkan tidak di perbolehkan untuk mengucapkan Selamat tinggal kepadanya...”Kata Wang Ziyan dengan sedih dan kesal. “Tidak-tidak, tidak boleh seperti ini, aku harus meminta kepada kakak agar mengizinkan ku untuk pergi keluar dari dunia kecil ini, aku ingin melihatnya di dunia luar...”Nadanya membangkitkan semangatnya.



Kota Longnan—


Paviliun Chang'an.


“Yeay, aku kembali!”


Sekarang Chu Xian langsung di antar kan ke tempat Xu Chang'an atas permintaan nya.


Setelah turun dari mobil, Chu Xian dengan santainya memasuki Paviliun Xu Chang'an dan di sambut oleh penjaga dan pelayan di sana.


Di dalam Chu Xian duduk di sofa ruang tamu dengan santai seperti berada di rumahnya sendiri, dia bertanya kepada pelayan: “Kemana pergi nya Xu Chang'an? Kenapa aku tidak melihatnya sejak tadi?”


“Ya, ya,”Chu Xian melambaikan tangannya dan berkata kalau ia mengerti, “Sekarang tolong siapkan beberapa anggur untuk ku...”


“Baik tuan,”Pelayan itu mundur dari sana untuk mengambilkan Chu Xian anggur.


“Huh,”Menghela nafasnya sedikit, “Aku baru ingat kalau ternyata ponselku sudah hilang sewaktu ledakan itu...”


Mengingat kembali.


[Anak muda, keluarkan batu kehidupan]


“Ah, dimana aku menyimpan nya?”


[Bodoh, itu ada di ruang penyimpanan sistem!]


Ohh!


Chu Xian membuka ruang penyimpanan sistem dan mengeluarkan nya dengan asal-asalan, rokok, ponsel, bahkan beberapa pakaian yang di siapkan nya pun di keluar kan olehnya, akhirnya dalam detik-detik kritis Chu Xian mengeluarkan Batu Kehidupan dari ruang penyimpanan sistem dan langsung menelannya. Dia sama sekali tidak tau cara menggunakan benda ini, dan langsung saja dia menelannya.


Uhuk! Uhuk!


Sial, batu ini sangat besar untuk ku telan!


[Anak muda, sebenarnya kamu hanya perlu memegangnya saja, dan tak perlu untuk menelannya...]


Anjir, kenapa tidak bilang dari tadi!


[Sampai jumpa di tempat selanjutnya anak muda...]


Boom!


Penglihatan Chu Xian berangsur-angsur menjadi hitam, dan dia tidak sadarkan diri.


Aku...


Chu Xian bersandar di sofa dengan lelah. Karena mengingat hal itu, Chu Xian jadi merasa sedikit trauma akan ledakan.


Ruang sistem!


Dia melihat ruang penyimpanan sistem dan melihat benda-benda yang ada di dalamnya. Tidak, bukan benda-benda, karena hanya ada dua hal saja yang ada di dalamnya, yang pertama adalah kotak hadiah yang belum di buka olehnya, dan itu di dapatkan dari penyelesaian misi waktu pertempuran terakhir kali, dan yang satunya adalah sebuah batu, ya, sebuah batu yang sudah sangat lama di lupakan olehnya. Dia mendapatkan benda ini waktu itu dari dalam kawah gunung berapi yang ada di kota ini yang mana gunung itu merupakan gunung wisata yang di buka untuk umum.


Sewaktu itu dia masih ingat, dia berlibur dengan Xia dan yang lainnya dimana mereka bersenang-senang, tapi itu juga tempat di mana momen terakhirnya bersama dengan Xia. Dia begitu sibuk untuk mencari dimana keberadaan Xia dengan putus asa, sampai-sampai dia melupakan batu misterius yang di dapatkan olehnya ini.


Xia!


Dia ingat itu nama yang di berikan olehnya kepada wanita yang kebingungan waktu itu, dan lambat-laun setelah melihat tingkahnya, keimutan nya, dan sifat yang kadang keras, kadang malu-malu, tanpa sadar dia jatuh cinta kepada Xia, bahkan mereka sudah melakukan hubungan yang di lakukan oleh suami istri. Di dalam hatinya, dia sudah menganggap Xia adalah istrinya, akan tetapi kenapa takdir tidak membiarkan mereka bersama, mengapa harus memisahkan mereka!


Tanpa sadar Chu Xian mengepalkan tangannya erat-erat, bahkan dia juga tidak sadar tangannya sudah berdarah karena di tembus oleh kukunya. Ini adalah penyesalan terbesarnya, kehilangan Xia sudah membuatnya seperti ini, apalagi jika dia harus kehilangan Lingji dan yang lainnya, mungkin dia akan melakukan hal-hal yang lebih gila, seperti membantai semua makhluk hidup!


Aura pembunuh yang begitu kuat meresapi seluruh udara!


“Chu Xian, ada apa dengan mu?”


(Akhir bab ini)