Achievement System

Achievement System
Bab 120 : Aku ingin keluar



“Ah, kamu sudah bangun,”Wang Ziyan mengangguk, “Bisakah kita melanjutkan pembicaraan kita?”


Ya!


Chu Xian bangkit dan berjalan ke sebuah bangku yang ada di samping tempat tidur. Dia masih merasa tidak enak karena berada di dalam kamar seorang perempuan.


Putri Ziyan juga mengerti dan tidak berkata apa-apa tentang itu.


“Jadi?”Tanya Chu Xian. Sebenarnya dia sudah tau, tapi masih ingin mendengarkan nya langsung dari mulut Ziyan. Ada beberapa hal yang masih ingin dia ketahui, seperti, apakah sang putri ini mengetahui tentang dunia luar, atau apakah dia tau tentang kota Longnan. Dia tau kalau dia bertanya kepada sistem, maka pasti ada biayanya, jadi biarkanlah dia mendengar dari wanita ini secara gratis.


[Hei, hei Anak muda, aku dengar itu]


Chu Xian mengabaikan sistemnya, dan ingin mendengarkan jawaban dari Ziyan saja.


“Yah, ada 9 tempat yang ku ketahui seperti ini di negara ini, dan ini hanyalah salah satunya,”Ziyan berkata perlahan, “Tempat ini kamu juga bisa menyebutnya dengan sebuah sekte, di dunia luar Bintang Air Biru, dunia ini secara umumnya terpisah dan hanya bisa di masuki melalui pintu masuk ruang... Secara kasarnya kamu bisa berpikir sebuah dunia dalam dunia, dan ini adalah dunia kecil yang terdiri dengan struktur dan ekosistem yang sama seperti dunia luar, bahkan manusia di luar kebanyakan berasal dari sini...”


Setelah beberapa detik jeda, Wang Ziyan berkata lagi: “9 tempat tersebut antara lain adalah... Sekte pertama di sebut Sekte Kunlun, dan sekte ini di bagi menjadi Sekte Kunlun barat dan Sekte Kunlun Timur, lalu Sekte kedua di sebut Sekte Jiyou yang terletak di Gunung Chang Bai, dan Sekte nomor tiga, tebak di mana itu?”


“Bukankah itu di sini?”


“Ya, Kerajaan ini ada di peringkat ketiga di dunia ini,”Wang Ziyan mengangguk sambil tersenyum bangga, “Lalu ada Sekte Yuqing, Kerajaan Li, Sekte Fuxi, Kekaisaran Han, Kekaisaran Qin, dan Sekte Yin Yang... Mungkin, mungkin ada yang lainnya, tapi yang ku tau hanya itu saja.”


Chu Xian mengangguk lagi dan lagi. Mendengar penjelasan dari Wang Ziyan, menegaskan asumsinya sebelumnya.


[Bukankah aku sudah mengatakan nya!]


Diam lah!


“Jadi, apakah aku bisa keluar dari tempat ini?”Chu Xian bertanya dengan nada yang bersemangat.


“Ya,”Wang Ziyan mengangguk enggan. Mendengar nada Chu Xian, dia sadar akan satu hal, yaitu Chu Xian pasti berasal dari luar. Tapi bagaimana caranya dia memasuki dunia Kerajaan ini? Mari kita cari tau perlahan. Dalam pikirannya, walaupun Chu Xian tidak mengatakan nya pun tidak apa-apa. Tapi, mendengar nada Chu Xian yang sepertinya ingin kembali, dia merasa enggan tidak tau kenapa. Mungkin itu karena dia terlalu kesepian di sini, sehingga dia tak rela jika Chu Xian pergi.


“Ziyan,”Chu Xian melambai beberapa kali, melihat Wang Ziyan yang terlihat linglung.


“Ah, ya,”Wang Ziyan kembali sadar dan tersenyum, “Tidak, tidak, sepertinya kamu tidak bisa keluar dari sini dengan mudah, karena hal ini perlu persetujuan dari para tetua, dan mengingat identitas mu yang rumit, maka ini akan menjadi hal yang sangat sulit untuk menjelaskan nya kepada mereka...”


“...”Kamu terlihat khawatir, tapi kenapa kamu tersenyum.


[𝘏𝘰, 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘤𝘶𝘬𝘶𝘱 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘳𝘪𝘬...]


Wanita sistem di dalam Domain sistem diam-diam berkata.


“Baik,”Chu Xian berpikir sejenak, “Menurut apa yang kamu katakan, aku tidak akan bisa keluar kecuali aku memintanya kepada tetua yang ada di dalam Kerajaan ini?”Tanyanya berusaha untuk tenang.


Wang Ziyan mengangguk dengan sungguh-sungguh.


“...”Chu Xian terdiam seribu bahasa.


Bagaimana caranya dia bisa keluar dari sini!


“Tidak, tidak,”Ziyan menggelengkan kepalanya dan berkata dengan nada polos, “Hal ini tidak ada hubungannya dengan mu, dan juga tidak ada orang yang tau kalau kamu ada di kamar ku ini...”Menambahkan di dalam hati,“𝘉𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘣𝘶𝘭𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘵𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘺𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳 𝘪𝘯𝘪.”


“Oke, mendengar itu aku bisa lega,”Chu Xian menghela nafas lega. Tapi tunggu dulu, saat ini dia harus bisa mencari tempat tinggal, tidak mungkin kan dia terus tinggal di kamar ini. Jadi Chu Xian melanjutkan, “Apakah ada tempat atau ruangan yang bisa ku tempati untuk saat ini, aku ingin berlatih dengan tenang.”


“Kenapa tidak tinggal di kamar ini saja?”Tanya Wang Ziyan dengan wajah polosnya.


“...”Chu Xian terdiam. Hei saudari, apakah kamu tidak mengerti perbedaan antara pria dan wanita. Aku ingin tau apakah wanita ini polos atau terlalu polos!


“Ehem, sebenarnya aku tidak nyaman kalau aku mengganggu mu untuk tinggal di kamar ini...”Chu Xian berusaha untuk menemukan alasan.


“Tapi aku tidak merasa terganggu kok!”Kata Ziyan dengan santai nya.


“...”Bagaimana caranya agar dia bisa menemukan alasan yang tepat untuk itu.


“Ehem, pria dan wanita yang belum menikah tidak seharusnya tinggal di kamar yang sama,”Setelah berpikir lama, Chu Xian merasa hanya itulah alasan yang paling masuk akal.


Wajah cantik Wang Ziyan langsung muram. Dia hanya diam saja dan tidak berkata-kata lagi.


Apakah ini membuatnya tidak senang? Chu Xian merasa dilema, di satu sisi wanita ini adalah penyelamat nya, tapi di sisi lain tidak seharusnya kan dia tinggal di sini bersamanya.


Apa yang harus ku lakukan?


Menghela nafasnya sedikit, Chu Xian akhirnya berkata: “Baiklah, aku bisa tinggal di sini, tapi... Kamu juga harus membantu ku mencari cara agar aku bisa keluar dari dunia kecil ini, dan apakah kamu tau kota Longnan? Itu adalah tempat tinggal ku, aku punya saudari yang menunggu ku di sana, dan aku tidak ingin membuatnya khawatir karena aku tak kunjung pulang...”


Chu Xian menjelaskan alasannya. Dia memikirkan Lingji yang pastinya sangat khawatir karena dia tidak pulang.


“Aku...”Wang Ziyan tidak tau harus berkata apa untuk sementara waktu. Dia memikirkan kakak laki-laki nya yang juga tidak pulang-pulang. Wang Ziyan jadi menatap Chu Xian dengan lembut.


“Baiklah—”


“Yang mulia putri, hamba ingin menyampaikan kalau kakak yang mulia putri sudah pulang, dan sekarang dia menunggu di depan.”


Wang Ziyan yang ingin berkata setuju kepada Chu Xian pun langsung panik tak bisa di jelaskan mendengar kakaknya yang sudah pulang.


Terdengar lagi suara di balik pintu.


“Yang mulia”


“Kamu bisa mundur dulu.”


Tok! Tok! Tok!


“Ziyan, kakak sudah pulang, apakah kamu tidak ingin menyambut nya sendiri, kalau begitu kakak langsung masuk saja ya...”


Pintu terbuka!


(Akhir bab ini)