Achievement System

Achievement System
Bab 135 : Provokasi telanjang!



Situasi menemui jalan buntu untuk sementara waktu.


Di satu sisi Gu Lan tidak ingin menyerang karena di belakang pihak lawan ada sebuah sekte yang mendukung, sedangkan di sisi lain guru Sao merasa dia tidak bisa bertarung karena bagaimana pun kekuatannya tidak bisa mengalahkan pihak lawan adalah seorang yang sudah mencapai tahap Prajurit.


“Jadi, kapan kalian akan bertarung.”


Sebuah suara yang tenang tiba-tiba memecahkan suasana hening yang aneh tersebut.


Orang-orang yang ada di sana pun mau tak mau menoleh ke sumber suara, dan melihat orang yang berkata seperti itu adalah dua orang yang sedang duduk di meja makan sudut ruangan. Terlihat juga ada beberapa makanan sisa yang ada di atas meja, sehingga mereka tau dua orang itu baru saja selesai makan.


Anehnya dua orang itu terlihat biasa-biasa saja pada pandangan pertama, sehingga mereka mengabaikan keberadaan dua orang itu. Hanya yang satu wajahnya sangat tampan, dan yang satunya terlihat berotot.


“Siapa kalian?” Yang bertanya adalah Gu Je yang sejak tadi diam. Dia terkejut, ternyata ada orang yang berani menyela mereka, dan sepertinya dua orang ini sangat asing sehingga dia yakin bahwa dua orang itu adalah orang luar, ataupun tidak di kenal.


Chu Xian dan Tie Lao saling memandang dan tersenyum.


“Aku—”


Tie Lao ingin berdiri dan menjelaskan, tapi dihentikan oleh Chu Xian yang lebih dulu bangun dan berkata: “Kami berdua hanya ingin makan dengan tenang di sini, tapi tidak menyangka akan melihat pertunjukan yang menarik di sini, jadi aku ingin tau kapan kalian akan bertarung karena sedari tadi aku sudah bosan dan ingin menonton pertarungan kalian.”


Nadanya tenang dengan senyuman yang tidak pernah hilang dari bibirnya.


Semua orang yang ada di restoran itu terdiam.


Apa-apaan alasan mu itu. Kamu yakin tidak mabuk. Sebenarnya berani menyela konflik antara dua Tuan muda keluarga besar, dan lihat saja wajahnya yang tenang tanpa rasa takut itu.


Wajah Tuan muda keluarga Gu dan Hai langsung suram.


Gu Lan dan Guru Sao sama-sama berwajah hitam.


Apa maksudnya ingin menonton kami bertarung. Mereka merasa seperti badut di mata orang lain.


Mata Tie Lao juga aneh memandang Chu Xian. 𝘈𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘊𝘩𝘶 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢?


“Kenapa kalian tidak menjawab?” Chu Xian berjalan maju ke depan.


Di antara lampu dan listrik, Gu Je dan Hai Yi saling memandang dan melalui mata mereka berdua mencapai satu kesepakatan.


Lemparkan kesalahan ini kepada orang bodoh ini!


Karena mereka berdua tidak bisa bertarung untuk saat ini, jadi bunuh saja orang ini untuk melampiaskan kekesalan dan mereka tidak akan terlihat begitu memalukan. Jika ada yang bertanya, bilang saja mereka berdua bekerja sama untuk mengalahkan seorang yang berani memprovokasi dua keluarga besar yang ada di kota ini.


Hehe, mereka tidak tau yang akan mereka hadapi ini adalah seorang Iblis yang bisa membunuh tanpa mengedipkan mata.


“Kamu, kamu berani menyela kami!” Gu Je maju duluan dan menunjuk Chu Xian dengan nada yang marah.


Hai Yi maju kemudian dan berkata, “Benar, walaupun kami ini bermusuhan, tapi jika ada yang berani menghina keluarga kami, maka kami akan bersatu untuk sementara waktu untuk menghadapi nya!”


Chu Xian lengah dan langsung tercengang.


Kapan aku menghina keluarga mereka?


Di saat itu juga Chu Xian mengerti bahwa kedua orang bodoh ini ingin melemparkan kesalahan kepada dirinya sendiri.


A****g, sebenarnya berani menghitung dirinya. Tapi bukankah ini yang di harapkan olehnya, kalau dia membunuh kedua orang ini di sini, maka orang-orang yang ada di belakang secara otomatis juga akan keluar dan itu bisa menghemat waktu untuk menghancurkan mereka satu persatu.


Chu Xian merasa idenya bisa di coba.


“Oke hahaha! benar, kalian tuan muda keluarga a****g, sebaiknya kalian berdua secepatnya bertarung dan biarkan aku melihat lelucon yang mungkin bisa membuatku merasa terhibur!” Nada Chu Xian tiba-tiba menjadi arogan dan menunjukkan kesombongan yang kuat.


Di saat seperti ini bukankah orang ini akan merasa takut dan berlutut memohon ampunan kepada mereka, tapi kenapa orang ini bisa berpura-pura di sini.


Ini provokasi!


Provokasi telanjang terhadap keluarga mereka!


“Kamu—”


Hai Yi ingin mengatakan kamu berani. Tapi Chu Xian langsung memotongnya dengan berkata, “Apa, bukankah kalian ingin bertarung, kenapa tidak jadi dan sekarang berbalik ingin menyerang ku?”


"..." Hai Yi terdiam dan memuntahkan darah di dalam hatinya.


Ini hanyalah orang gila!


Hai Yi dan Gu Je menoleh untuk memandang Gu Lan dan Guru Sao.


Mengerti akan isyarat mereka berdua, Gu Lan maju terlebih dahulu, dan berkata, “Biar aku yang menghadapinya, bukankah orang ini hanya orang awam yang tidak memiliki mata, aku bisa membunuhnya dengan sekali tamparan.”


Orang-orang secara alami percaya dengan apa yang dikatakan oleh Gu Lan, karena mereka tau, sebagai seseorang yang sudah memasuki daftar peringkat suci, menghadapi orang itu pasti hanya dengan sekali tamparan saja, sedangkan Chu Xian orang yang tak dikenal, mereka hanya merasa kasihan selama 3 detik dan mereka berpikir itu kesalahannya sendiri karena sudah berani mencampuri urusan keluarga besar yang ada di kota ini.


Bunuh!


Gu Lan melakukan serangan pertama dengan menggunakan pedang panjang yang merupakan senjata utamanya.


Wajah Chu Xian menghitam.


Hei saudari, bukankah tadi kamu berkata akan menyerang ku dengan sekali tamparan, kenapa sekarang tiba-tiba menjadi sebuah pedang.


Nyatanya Gu Lan tiba-tiba merasa Chu Xian bukanlah orang biasa, menurutmu ada orang biasa yang berani memprovokasi dua keluarga besar secara terang-terangan? Jangan jadi bodoh. Tapi karena kesombongan yang di miliki olehnya membuat Gu Lan merasa seberapapun kuatnya orang ini, pasti tidak akan bisa untuk mengalahkannya, karena sebagai orang yang termasuk ke dalam daftar peringkat Suci membuatnya sombong dan merasa tak terkalahkan.


Plak!


Suara renyah dan kuat tiba-tiba bergema di seluruh ruangan. Yang terlihat hanyalah bayangan orang terbang yang menghantam tembok kaca yang ada di belakang.


“Huh, Peringkat Suci, hanya itu saja.”


Hanya suara jarum jam yang terdengar, dan suasana menjadi hening seketika sebelum meledak.


“Bagaimana?”


“Bagaimana mungkin?”


Hanya dua kata itu yang terus-menerus di ucapkan oleh orang-orang yang ada di sini. Mereka sama sekali tidak melihat Chu Xian bergerak dan tiba-tiba saja Gu Lan yang sudah di yakini akan memenangkan pertarungan kalah secara langsung.


Kecepatan!


Orang-orang sadar, hanya kecepatan yang sangat cepat yang bisa melakukan itu, tapi bagaimana mungkin ada orang yang memiliki kecepatan yang hampir seperti teleportasi itu!


Kecepatan macam apa itu!


Gu Lan, sebagai orang yang menyedihkan sekarang dalam keadaan tidak sadarkan diri dan tidak di ketahui hidup atau matinya.


“Sekarang siapa lagi yang ingin seperti dia?”


(Akhir bab ini)