Achievement System

Achievement System
Bab 173 : Chu Xian, Namaku Chu Xian



Chu Xian keluar dari penginapan menuju perkotaan yang ramai. Sejujurnya kalau masalah uang dia sangat kaya. Ada segunung koin emas yang ada di dalam cincin penyimpanan nya. Tidak tau bagaimana pria Jun Qing mendapatkan nya, entah merampok atau apapun itu. Dia tak peduli, yang jelas sekarang barang-barang ini miliknya sendiri.


Kota terlihat sangat sibuk, mungkin karena baru terjadi perang, karena dalam perang ini sangat banyak yang menjadi korban apakah itu terluka ataupun kematian orang-orang terdekat.


Chu Xian diam-diam berduka: maaf, aku juga terpaksa, siapa suruh membunuh orang akan menghasilkan titik points. Kalau mau di salahkan, salahkan saja kalian menjadi praktisi.


Jelas Chu Xian tidak akan menargetkan orang biasa, karena itu tidak menghasilkan baginya. Dan dia juga bukan orang yang akan membunuh tanpa pandang bulu.


Malam harinya, sewaktu Chu Xian sedang berjalan-jalan. Tiba-tiba dia di hentikan oleh sekelompok orang yang tak di kenal.


“Hei, apakah ini orangnya?”


“Ya, orang ini yang tadi pagi sudah menyinggung Pangeran.”


Orang-orang berwajah galak itu berbicara. Mereka kira Chu Xian tak bisa mendengarnya.


“Biar aku saja yang membunuhnya.”


Salah satu dari mereka maju dan berkata, “Hei nak, hari ini kamu akan mati. Jika kamu mau menyalahkan, salahkan saja kamu yang sudah menyinggung orang yang tidak seharusnya kamu singgung—”


Orang yang berkata seperti itu tiba-tiba mati. Dengan kepalanya yang terpotong.


“Eh, apa yang terjadi—”


Hanya dengan suara angin yang berhembus, semua orang yang ada di lokasi ini telah mati tanpa mereka sadari.


“Cih, hanya orang-orang lemah berani berbicara di depan ku.” Chu Xian menepuk-nepuk tangannya. Lalu mengeluarkan energi api dari tangannya dan membakar mereka semua menjadi abu.


Keesokan harinya di penginapan bulan.


Hari ini pangeran Yi dan orang-orang nya datang lagi.


Orang-orang itu terlihat begitu terkejut, dan berbisik, “Pangeran, orang yang kemarin itu masih hidup!”


Wajah Pangeran Yi juga tidak bagus.


Bagaimana, bagaimana mungkin pria itu masih hidup!?


Jelas semalam dia sudah memerintahkan kepada orang dari sekte iblis untuk melenyapkan nya!


“Hei kamu, siapa nama mu?” Tanya Pangeran Yi yang tiba-tiba mendekati Chu Xian yang sedang makan.


“Xian.” Jawab Chu Xian dengan santainya.


“Apakah kamu seorang kultivator?” Tanya Pangeran Yi lagi dengan penasaran. Kalau orang ini kultivator, maka sudah jelas kenapa orang yang diperintahkan olehnya gagal dalam menyelesaikan tugas, mungkin saja orang ini bisa di jadikan sebagai bawahannya. Tapi dilihat darimana pun orang ini sama sekali tidak memiliki energi spiritual di tubuhnya. Apakah itu karena orang ini begitu beruntung, atau orang-orang yang dia perintahkan itu sama sekali tidak mengerjakan tugas.


Pangeran Yi begitu ingin tau tentang apa yang sebenarnya terjadi. Malahan hal ini telah membuatnya bingung juga.


“Aku bukan kultivator,” Chu Xian menggeleng sebentar, “Aku hanya berlatih sedikit seni bela diri.” Ya, hanya seni bela diri yang mencapai tingkat Dewa.


“Oh.” Pangeran itu jelas tidak percaya.


“Jika begitu saya tidak akan mengganggu lagi.” Chu Xian bangkit dan menepuk bahu pangeran itu sedikit, lalu berjalan keluar. Jelas dia tak peduli kenapa Pangeran sombong itu mendekati dirinya, entah itu memiliki niat yang tidak baik atau bukan, yang pasti dia tak ingin memiliki hubungan dengan semua itu.


Pangeran tidak sepenuhnya sadar, tadi sewaktu Chu Xian menepuk bahunya, dia merasakan tekanan yang hampir membuatnya kehilangan jiwa.


Monster! Orang itu pasti monster!


Dan yang tadi itu adalah peringatan untuknya.


Jika Chu Xian tau kalau pangeran itu ketakutan karena sedikit aksinya, mungkin dia akan tertawa terbahak-bahak.


Jelas Chu Xian tak ingin mencari masalah, tapi jika ada yang berani memprovokasi dirinya, maka bersiaplah untuk kehancuran yang akan datang.


Lima hari berlalu begitu saja, dan Chu Xian bersantai dalam diam tanpa ada yang mengganggu dirinya.


Hari ini dia berniat untuk pergi ke kediaman keluarga Chu yang ada di kota ini.


Benda pertama yang dibutuhkan untuk membantu pria Jun Qing adalah Mata Kebebasan yang katanya berada di tangan keluarga ini. Dan menurut kebenaran, Chu Xian yang asli sebenarnya berasal dari keluarga itu, tapi tidak tau bagaimana caranya dia bisa pergi ke dunia asal. Chu Xian tak ingin tau, karena itu semua tidak ada hubungannya dengan dirinya.


Chu Xian memasuki gerbang keluarga Chu yang tertutup rapat. Tapi baru saja dia sampai, dia telah disambut oleh orang-orang keluarga Chu, seolah-olah mengetahui bahwa dirinya akan datang. Padahal dia tidak menggunakan wajahnya sendiri, dan sedang menyamar. Bagaimana orang-orang ini bisa tau bahwa dia akan datang?


“Selamat datang, mari saya antar kan tuan ketempat kepala keluarga.”


Eh, apakah orang-orang dari keluarga ini mengenalnya?


Pelayan itu mundur dan membiarkan Chu Xian memasuki ruangan tempat dimana kepala keluarga yang dimaksud berada.


Seorang lelaki tua memasuki pandangan Chu Xian, lelaki tua itu memiliki tubuh yang kekar serta jenggot putih yang panjang. Dapat dilihat bahwa lelaki tua ini adalah orang yang sangat kuat, dan itu dapat dilihat dari tubuhnya yang terlihat segar, walaupun usianya mungkin sudah ratusan tahun.


Dia tersenyum dan menyapa terlebih dahulu, “Selamat datang di keluarga kami.”


Di tempat ini usia tidak bisa dijadikan landasan untuk mengetahui apakah ia masih muda atau belum. Diketahui rata-rata praktisi itu bisa memiliki masa hidup yang panjang, ratusan, ribuan, bahkan jutaan tahun. Tidak tau apakah hal itu benar atau tidaknya, karena yang jelas usianya sendiri sekarang belum mencapai hal itu. Ratusan dan ribuan mungkin benar, tapi kalau jutaan tahun... Mungkin itu hanya legenda saja.


Bahkan Jun Qing yang ditemui olehnya saja mungkin sudah hidup selama ribuan tahun. Sedangkan orang didepannya ini mungkin adalah kepala keluarga Chu generasi ini.


Dengan tindakan yang dilakukan oleh orang tua itu, Chu Xian jadi malu untuk berbuat yang tidak tidak, dia membalas sapaan orang tua itu dengan senyum sopan, “Ya, saya merasa terhormat bisa disambut di keluarga ini.”


Lelaki tua itu mengangguk, dan berkata, “Sebenarnya sewaktu kamu memasuki kota ini, aku sudah memantau mu—”


Chu Xian jelas langsung waspada, dia sangat sensitif terhadap orang yang memata-matai dirinya.


“Jangan tegang, aku mengetahui hal itu karena aku merasakan sesuatu yang familiar, tapi aku tidak tau apakah kamu memiliki hubungan dengan keluarga ini?”


Orang tua itu menenangkan Chu Xian.


“Oh ya, lupa mengenalkan diri, nama lelaki tua ini adalah Chu Yong, kepala keluarga generasi ketiga. Aku hanya tidak tau nama saudara?”


Jelas Chu Xian sudah tau bahwa nama orang ini adalah Chu Yong, seorang praktisi tingkat Raja yang cukup kuat. Dia tau karena dia sudah mencari informasi tentang orang ini.


Setelah cukup tenang, Chu Xian menjawab, “Chu Xian, nama ku Chu Xian.”


(Akhir bab ini)