
Paviliun Xiang.
Setelah mengantarkan Chu Xian. Richard mengucapkan selamat tinggal dan pergi meninggalkan Chu Xian di tempat ini.
“Huh” Chu Xian mengangkat kepalanya melihat ke depan, dan menghembuskan nafas. Nyatanya dia sebenarnya tidak ingin ke sini, tapi karena dia ingin informasi yang di janjikan oleh Ri Xiang, yah, jadi sekalian saja dia menginap di sini selama satu malam.
Dia melangkahkan kakinya dan memasuki paviliun, dan menyapa penjaga di sana. Penjaga mengenalinya dan membiarkan dirinya masuk kedalam.
Di dalam. Saat ini Ri Xiang yang sedang makan malam.
“Hei, Raja kita ternyata di sini,” Nada Ri Xiang terdengar terkejut tapi tidak terkejut, nyatanya pura-pura terkejut, “Ayo, mari kita makan bersama. Kamu pasti lapar-kan, mengingat perjalanan-mu yang panjang...” Katanya mengajak Chu Xian sambil tertawa ringan.
“Yah,” Chu Xian mengangguk dan duduk.
“Eh, aku baru ingat.” Katanya menghentikan Chu Xian.
“Apa?” Chu Xian sangat tidak puas dengan sikap Ri Xiang.
“Yah, kamu pasti lelah-kan, bagaimana kalau kamu pergi tidur dan beristirahat terlebih dahulu.” Ri Xiang berkata dengan senyuman yang kuat.
Wajah Chu Xian langsung menghitam seketika. “Apa maksud-mu?” Nadanya agak buruk.
“Haha, bercanda, bercanda, jangan anggap serius. Ayo, ayo mari makan.” Ri Xiang tertawa keras dan puas karena sudah berhasil membuat Chu Xian merasa buruk.
Chu Xian mengambil makanannya sendiri dan makan dalam suasana hati yang tidak puas terhadap Ri Xiang. Dalam hatinya: Pak tua sialan, berani-beraninya orang tua ini bermain-main dengan-ku, huh.
Setelah makan mereka pergi ke ruang tengah dan membiarkan pelayan untuk membereskan meja.
“Pak tua, aku rasa kamu tidak terkejut-kan aku berada di sini hari ini?” Chu Xian menyalakan rokoknya dan bertanya santai.
Ri Xiang mengangguk sedikit, “Yah, aku mendengar dari anak buah-ku—”
“Anak buah!?” Potong Chu Xian tiba-tiba. Dia mengerutkan keningnya dan curiga.
Menyadari dia salah bicara, Ri Xiang mengubah mulutnya, “Oh bukan, aku dengar dari Xu Chang'an kamu akan kesini, dan tentu saja aku tidak terkejut melihatmu di sini...”
Sebelum Chu Xian berkata apa-apa, Ri Xiang berkata lagi: “Dan karena aku tau bawahan-mu ada di sini, jadi tentu saja aku tau kamu akan datang untuk menyelesaikan sebuah masalah... Apakah ada yang bisa ku bantu?”
Ri Xiang mengakhiri perkataannya dengan pertanyaan sambil tersenyum hangat.
“...” Yah... Aku tak bisa menyangkalnya. Sebenarnya Chu Xian sama sekali tidak percaya dengan apa yang di katakan Ri Xiang, dan ada dua hal yang membuatnya menguatkan kecurigaan-nya itu. Pertama, perkataan awal Ri Xiang terdengar mencurigakan, apakah Ri Xiang memata-matai dirinya? Perkataan kedua Ri Xiang juga tidak benar, apakah kamu pikir aku tidak tau kamu memiliki konflik dengan Xu Chang'an, dan sekarang kamu berkata bahwa Xu Chang'an lah yang memberitahu-mu? Dan untuk Cheng Hai yang berada di kota ini, walaupun memang benar, tapi perkataan pertama dan kedua sudah menguatkan asumsinya bahwa: Pak tua sialan ini sudah memata-matai dirinya sendiri!
Mata Chu Xian berbahaya melihat Ri Xiang, seakan-akan ingin memukul orang.
“Hei, aku baru ingat, aku sudah berhasil mendapatkan informasi orang yang kamu cari...” Kata Ri Xiang tiba-tiba.
“Katamu.”
Ri Xiang mengangguk ringan, dan berkata: “Kami menemukan seorang wanita yang mana dia sangat persis seperti yang kamu cari, dan wanita itu ternyata adalah seorang agen dari organisasi tertentu setelah kami melihat ia sedang menjalankan tugas di tempat dimana pertarungan-mu terakhir kali, ya itu di negara Y. Namun, setelah di ikuti, kami menemukan organisasinya ternyata berasal dari negara kita dan tentu saja itu mempermudah penyelidikan kami. Dan kamu tebak apa yang kami temukan...”
“Apa itu!?” Chu Xian tidak suka bertele-tele.
“Ternyata wanita itu adalah seorang pembunuh bayaran peringkat atas yang sudah melakukan misi tak terhitung jumlahnya!” Nadanya terdengar terkejut, “Tapi, kemudian kami menyelidiki lagi, dan semakin terkejut, ternyata yang menyerang-mu waktu itu adalah wanita ini, kamu ingat rumah-mu yang terbakar...”
“Apa!?” Chu Xian berdiri dan tidak menyembunyikan keterkejutan-nya.
Apakah wanita yang membuatnya malu waktu itu adalah saudara perempuan dari Junko!
Lalu bagaimana dia harus menjelaskannya kepada Junko tentang ini. Tidak mungkin kan dia berkata: Junko, aku sudah menemukan saudari-mu dan ternyata saudari-mu adalah seorang pembunuh bayaran yang hebat. (Tambahkan ekspresi Chu Xian yang mengacungkan jempolnya)
Junko yang tidak percaya pasti akan memukulnya karena sudah menjelek-jelek-kan saudarinya yang dia anggap sebagai wanita yang baik, lembut, dan penyayang.
Baik apanya? Lembut apanya? Penyayang apaan? Wanita itu jelas-jelas adalah seorang pembunuh berhati dingin dan sangat licik. Terakhir kali Chu Xian hampir di kubur olehnya, dan dendam itu belum berakhir.
“Chu Xian” Panggil Ri Xiang menyadarkan Chu Xian, sambil tersenyum dia bertanya, “Sekarang, apa yang akan kamu lakukan?” Setau-nya Chu Xian mencari orang ini karena ada hubungannya dengan burung cantik yang berada di negara K. Hanya tidak tau apa hubungannya burung cantik itu dengan burung ganas ini. Sekarang dia sangat penasaran dan ingin melihat pertunjukan haha...
Ri Xiang berpikir, wanita itu adalah seorang praktisi tingkat prajurit menengah yang mana itu sama dengan Chu Xian. Ada pertarungan bagus untuk di tonton hehe...
Ri Xiang hanya tidak tau sekarang Chu Xian sudah hampir menerobos ke tingkat prajurit puncak, berkat latihan yang ia lakukan di Gunung Xia. Sekarang dia menghadapi Tingkat prajurit puluhan-pun bisa di hadapinya.
“Pak tua, kenapa kamu tersenyum seperti itu? Rencana apa lagi yang ada di pikiran-mu?” Tanya Chu Xian tidak senang.
“Apanya yang merencanakan sesuatu,” Ri Xiang tertawa pelan, “Hei nak, kamu terlalu mencurigai-ku dan itu membuat-ku sedih...” Berkata begitu tetapi senyuman-nya semakin kuat.
“...” Dari mana datangnya perasaan sedih-mu sedangkan ekspresi-mu seperti itu!
Wajah Chu Xian memiliki garis-garis hitam yang jelas.
Setelah diam sejenak, Chu Xian berkata: “Berikan aku lokasi wanita itu, dan biarkan aku menemuinya sendiri, dan aku akan menemukan-nya setelah urusan-ku di sini selesai...”
“Oke.”
Setelah menerima lokasi dari wanita itu, Chu Xian tidak membahasnya lagi dan berbicara tentang hal lain, tertawa dan bercanda dengan di temani dengan minuman. Sekarang Chu Xian membalas dendam dengan meminta koleksi anggur yang di miliki oleh Ri Xiang.
Ri Xiang: Oh anggur-ku! Bocah sialan! Tau saja tentang dia yang menyembunyikan anggur yang sudah di koleksinya selama bertahun-tahun! Huhu...
(Akhir bab ini)