
“Dengar kalian semua!”
Suara keras yang berasal dari pengeras suara bergema dimana-mana.
“Hari ini kalian akan menyaksikan sebuah mahakarya terbesar abad ini! Bersiap-siaplah kalian, mungkin kalian akan dikuburkan di tempat ini, atau... Bisa jadi juga kalian tidak akan di kuburkan, karena kalian akan mati tanpa meninggalkan tulang hahaha!”
Lanjut suara itu.
Semua orang di pihak Chu Xian terdiam dan memiliki wajah yang suram.
Apakah ini bermaksud untuk meremehkan mereka?
Beberapa orang yang sudah tidak sabar, menggertakkan gigi.
Chu Xian dalam suasana hati yang tidak baik sama sekali. Ingin sekali dia langsung menyerang, tapi masih ada sedikit keraguan di dalam hatinya.
Para pasukan bukannya tidak ingin maju, tapi menunggu, mereka menunggu perintah!
Wang Zi mengangkat tangannya dan berkata untuk menenangkan orang-orang: “Tenang! Kalian jangan terpancing emosi dengan kata-kata dari pihak lain, sekarang yang kita butuhkan adalah tetap stabil dan yakinlah kita akan memenangkan pertempuran ini!”
“Ya, ya benar apa yang di katakan pemimpin...”
“Baik, seperti itulah seharusnya moralitas dari pasukan kita...”
“Oke, kita menunggu perintah!”
Wang Zi tersenyum melihat orang-orang sudah tenang dan meningkatkan moralitas pasukan.
Chu Xian melirik Wang Zi sedikit: “𝘚𝘪𝘢𝘭, 𝘱𝘢𝘬 𝘵𝘶𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘢𝘪𝘯! 𝘛𝘤𝘩. 𝘚𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘬𝘶 𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯? 𝘈𝘱𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘪𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘱𝘢𝘬 𝘵𝘶𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘶𝘯𝘥𝘶𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘪𝘯𝘪?”
Chu Xian mengalami dilema. Pertama, dia sangat tau bahwa senjata teknologi itu bukanlah hal yang bisa di tentang oleh orang-orang ini, dan juga di satu sisi dia tidak ingin membuat orang-orang ini kecewa karena kegagalan karena mereka sudah sangat bersemangat untuk mencoba.
Apa yang harus ku lakukan?
“Pak tua, apakah kamu yakin dengan rencana yang kamu sebutkan tadi?”Tanya Chu Xian kepada Wang Zi.
Wang Zi menyipitkan matanya dan tersenyum, “Ya, yang kita butuhkan sekarang adalah persatuan, agar rencana itu bisa berhasil...”Jawab nya sambil mengangguk yakin.
Chu Xian terdiam, dan tidak tau harus berkata apa. Artinya sekarang yang harus ia lakukan adalah yakin saja dengan rencana yang dia sendiri juga tidak tau apa itu.
Sistem!
Panggil Chu Xian dengan panik.
[Ada apa?]
[Apakah kamu panik? Ya, ya pasti begitu, kamu ingin menyerang sendirian tapi kamu tidak sanggup, tapi kalau mereka ikut dengan mu, kamu juga khawatir orang-orang ini tidak akan selamat, jadi apa yang harus kamu lakukan, hal ini hanya bisa di tanyakan kepada dirimu sendiri, aku tak akan mengurusnya untuk mu...]
Setelah mengatakan itu suara sistem menghilang.
Terdiam, Chu Xian benar-benar terdiam: “...”
Sistem sialan tidak membantu apapun, setidaknya hibur lah aku sedikit!
Chu Xian tak bisa menahan muntah di dalam hatinya.
“Kalian! Waspada lah dengan serangan mereka, dan kalian harus menjaga jarak satu sama lain, sesuai dengan rencana kita sebelumnya!”
Mendengar perintah Wang Zi, mereka pun langsung bergerak sesuai perintah. Sekarang yang menjadi pemimpin dari pasukan ini adalah Wang Zi.
Dengan berpencar nya mereka, hal ini bisa membuat serangan dari senjata itu tidak akan mudah untuk menyerang mereka secara berkelompok sekaligus. Hal inilah yang di katakan Wang Zi sewaktu mereka berdiskusi.
Wang Zi mengangguk puas melihat mereka.
Chu Xian hanya diam saja dan tidak berkomentar apa-apa, berdiri di samping Wang Zi dengan tenang. Namun di hatinya dia sedikit tidak tenang.
Apa yang mereka rencana kan? Dari tadi di sini selain mengeluarkan senjata berbentuk tank itu, masih belum ada serangan terhadap mereka, sekarang ia jadi pusing.
Di tempat musuh.
Di sebuah layar besar yang merupakan pemantau situasi yang ada di luar. Di depan layar itu berdiri Shuo sang pemimpin bersama dengan seorang wanita berkacamata yang merupakan asistennya.
Di belakang juga terdapat orang-orang yang merupakan pengendali senjata teknologi itu dari jarak jauh, dan sekarang mereka belum menyerang karena mereka juga menunggu perintah dari pemimpin mereka.
“Apa yang akan orang-orang ini lakukan? Ah, ya sudah lah, yang terpenting mereka akan mati juga...”Menyipitkan matanya sedikit. Gumam Shuo sang pemimpin. Dia berbicara dengan wanita asistennya di samping, “Bagaimana persiapan serangannya? Apakah ada yang salah dengan alatnya?”
Wanita itu melihat data, dan menjawab: “Tidak ada yang salah dengan senjata ini pemimpin, tapi kekurangan nya adalah satu serangan harus mengumpulkan energi selama 5 menit, dan ada efek buff yang harus menunggu selama 5 menit lagi untuk melancarkan satu serangan...”
“Jadi, bagaimana pendapat mu agar kekurangan ini bisa di atasi?”Tanya Shuo lagi.
Wanita itu langsung menjawab: “Yang harus dilakukan agar mengatasi hal ini adalah, kita harus menyerang satu persatu, dan tidak langsung menyerang dengan menggunakan semua senjata sekaligus, jadi apabila satu senjata sedang mengumpulkan energi, satu senjata yang lainnya akan terus menyerang...”
Shuo mengangguk puas dengan rencana dari asistennya ini. Memang benar dia merekrut wanita ini ke dalam kelompoknya, dengan otaknya yang pintar dan bisa merencanakan sesuatu dengan sangat baik.
Dia ingat sewaktu dia pertama kali bertemu dengan wanita yang merupakan asistennya ini, dia hanyalah seorang anak kecil yang sangat ingin tau dengan segala hal, jadi Shuo melihat bakatnya dalam hal teknologi tidak lebih rendah dari dirinya sendiri. Hal ini menarik minat Shuo untuk merekrutnya, dan dia pun melatihnya sendiri untuk mempelajari segala hal yang berhubungan dengan teknologi.
Siapa tau hanya dalam beberapa tahun saja, wanita ini sudah bisa menguasai berbagai macam teknologi inti yang merupakan bakat yang sangat mengerikan bagi Shuo, setelah itu dia tertawa sangat puas karena sudah mengambil harta karun. Dan perencanaan dari pembuatan senjata teknologi itu pun merupakan salah satu yang membuatnya berhasil membuat terobosan dalam hal teknologi adalah wanita ini.
Dan yang paling utama adalah, wanita ini sangat mematuhi segala macam perintahnya!
“Baik, dengan rencana yang kamu sebutkan tadi, aku yakin kemenangan akan berada di tangan kita, kerja bagus, kamu adalah seseorang yang sangat berguna untuk ku...”Puji Shuo kepada wanita itu.
“Hal ini untuk pemimpin...”wanita itu tersenyum senang. Mendengar pujian pemimpin adalah hal yang paling membahagiakan bagi dirinya.
Shuo tersenyum diam-diam. “Baik,”Shuo menatap ke layar di depan,“Serang mereka!”perintahnya kepada para pengontrol senjata.
Di depan layar terlihat para pasukan di pihak Chu Xian yang sudah berpencar dan terlihat sangat waspada dengan serangan yang akan terjadi.
Mendengar perintah dari pemimpin, para pengontrol senjata pun langsung menyerang tanpa keraguan.
Ini adalah hari terakhir kalian hidup di muka bumi ini hahaha!
Mata Shuo berkilat tajam.
Rasakan lah hasil dari kerja keras ku selama ini!
Boom!
Serangan pertama!
(Akhir bab ini)