
Siapa orang-orang ini?
Melihat orang-orang yang sedang menuju ke arahnya Chu Xian mau tak mau berpikir kapan dia membuat masalah dengan orang-orang ini. Perasaan, dia sama sekali tidak melakukan sesuatu yang mencolok sejak dia datang ke sini.
“Apakah identitas ku sudah di ketahui?!”batin Chu Xian mau tak mau berpikir begitu.“Atau...”Chu Xian menatap Junko, “Apakah karena Junko?!”
“Tidak-tidak, aku tidak boleh berpikir seperti itu...”dia segera menepis pikiran seperti itu. “Mari kita lihat dulu...”pikir Chu Xian membuat keputusan untuk melihat situasinya terlebih dahulu.
“Chu Xian, apakah kamu mengenal orang-orang ini?”tanya Junko terlihat khawatir.
“Tidak,”Chu Xian menggelengkan kepalanya, dan berkata, “Aku sama sekali tidak mengenal orang-orang ini, dan aku merasa orang-orang ini tidak bersikap baik kepada kita. Atau sebaiknya kamu meninggalkan tempat ini dengan segera, karena mungkin akan ada kejadian yang tidak ingin kamu lihat di sini...!”
“Apa?!”Junko sangat terkejut mendengar perkataan Chu Xian. “Apakah kamu akan baik-baik saja?”tanya Junko dengan wajah yang tidak menyembunyikan perasaan khawatir nya.
Tanpa sadar Junko memegang tangan Chu Xian dengan erat.
Chu Xian membalas genggaman Junko sebentar, lalu melepaskan nya dengan lembut. Lalu Chu Xian memegang kepala Junko dan mengelus nya sedikit.“Tenang saja,”tersenyum hangat Chu Xian berkata, “Aku akan baik-baik saja, dan kamu tidak perlu khawatir...”
“Baik...”
Melihat senyuman Chu Xian yang menenangkan, membuat hati Junko sedikit lega, tapi dia masih memiliki kekhawatiran terhadap Chu Xian. “Aku akan segera pergi, dan kamu juga harus berhati-hati!”meninggalkan kalimat itu, Junko pun segera keluar dari bar itu, dan berniat menunggu di tempat yang aman.
Melihat Junko yang pergi, Orang-orang itupun tidak peduli, karena tujuan mereka sekarang adalah Chu Xian.
Mm!
Melihat orang-orang ini, Chu Xian sekarang benar-benar mengerti bahwa orang-orang ini memang benar sedang menargetkan dirinya.
“Kamu... Hmm”orang itu berkata sambil melihat sebuah foto yang ada di tangannya, “Ya, memang benar dia orangnya...”orang itu mengangguk kepada teman-temannya.
“...”(Chu Xian hanya diam saja)
Dari mana orang-orang ini mendapatkan fotonya?
“Hei kamu!”orang itu menunjuk Chu Xian dan berkata: “Ayo ikuti kami!”orang itu benar-benar tidak berbicara dengan baik.
Baik!
Chu Xian tersenyum diam-diam dan mengikuti mereka dari belakang.
Dengan ini dia akan menghajar orang-orang ini dan tidak akan menimbulkan sensasi jika dilakukan di tempat yang sepi!
Dan orang-orang ini juga tidak takut Chu Xian akan melarikan diri karena mereka dengan jumlah yang banyak tidak mungkin Chu Xian bisa lari.
Dan meminta Chu Xian untuk mengikuti mereka adalah untuk membunuh Chu Xian di tempat yang sepi karena itu adalah perintah dari bosnya.
Mereka semua berpikir begitu.
Aku...
!
“Mm...”
Tak ada yang tau baik Chu Xian maupun orang-orang itu bahwa ada sepasang mata yang sangat tajam sedang melihat mereka semua diam-diam di atas gedung yang tinggi.
Baik...
Tiba di tempat sepi.
Di belakang bar ini ada sebuah gang yang cukup sempit untuk menampung orang-orang ini, dan sekarang Chu Xian juga sedang di kelilingi oleh mereka.
“Siapa kalian, dan apa masalah kalian dengan ku?”tanya Chu Xian yang berdiri di tengah tanpa rasa takut. Bahkan dia tersenyum dengan santai dan menunggu jawaban dari mereka.
“Orang mati tidak perlu tau!”kata seorang pria dengan wajah yang garang. “Teman-teman, bunuh dia!” sambung nya lagi.
“Tch. Tak bisa di ajak bicara!”Chu Xian yang kesal pun langsung melesat maju untuk menghadapi mereka semua.
“Ayo serang!”
“Bunuh dia dan dapatkan hadiah dari bos!”
“Hehe, anak sombong tamatlah riwayat mu!”
Bos?
Ada seseorang di balik semua ini dan memerintah kan orang-orang ini untuk menghadapi dirinya!
Ha!
Hiat!
“Aku sebenarnya tidak ingin bertarung dengan kalian, tapi yasudah lah jika itu keinginan kalian maka aku akan menemani kalian untuk bermain...”
Chu Xian Berkata dengan jujur, karena dia tidak tau apa masalahnya dengan orang-orang ini.
Ada yang menggunakan senjata seperti pisau, tombak, pedang, dan ada juga yang hanya menggunakan tangan kosong untuk menghadapi Chu Xian.
Tak! Dang! Buagh!
Menghadapi mereka Chu Xian hanya menggunakan keterampilan Seni Bela Diri dasar Wing Chun dan tidak berniat untuk melakukan dengan serius.
Orang-orang ini walaupun memiliki kekuatan tingkat Master Setengah Langkah, tapi Chu Xian lebih kuat lagi, makanya dia sama sekali tidak takut dan merasa bahwa ini adalah olahraga malam untuk dirinya hehe.
Agh!
Chu Xian mencekik leher seorang pria yang merupakan pemimpin dari orang-orang ini dengan sebelah tangannya dan membuat pria itu langsung mati seketika.
“...”(Chu Xian diam)
“...”(Orang-orang itu diam)
“...”(Penonton terdiam)
“Aku... Tidak sengaja apakah kalian percaya?”Chu Xian bertanya sambil menatap orang-orang ini dengan wajah yang polos.
“Ahhh! Lari”
“Orang ini tidak sesuai dengan akal sehat!”
“Sialan, katanya cuma ingin bermain saja, tapi liat sekarang!”
“Tidak sengaja? Siapa yang akan percaya itu!”
Orang-orang ini berteriak sambil berlari ketakutan ke segala arah dan tidak peduli dengan apa yang ada di depan mereka. Pokoknya mereka tabrak saja, karena hanya satu yang ingin mereka lakukan, dan itu adalah segera menjauh dari tempat yang tidak tau benar dan salah ini.
Mereka semua diam-diam menyesal telah datang ke sini, dan itu hanya bisa menyalahkan bos bajingan yang sudah memerintahkan mereka untuk menghadapi seorang monster yang sama sekali tidak bisa mereka hadapi.
Aku...
Masih di tempat itu, Chu Xian sekarang berdiri sendiri dan melihat orang-orang ini yang berlari dengan wajah yang tenang. Dia juga tidak berniat untuk mengejar orang-orang bodoh ini, karena menurutnya itu hanya membuang-buang waktu saja.
“Ya sudahlah, lebih baik aku menghubungi Junko dan mengatakan bahwa masalah ini sudah selesai...” Chu Xian tidak memikirkan tentang orang-orang itu lagi, karena dia tau jika memang bos yang dikatakan mereka ini benar-benar ingin menghadapi dirinya, maka bos itu sendirilah yang harus datang ke Chu Xian.
“Chu Xian! Kamu baik-baik saja?”
Melihat Chu yang baik-baik saja membuat hati Junko merasa sangat lega.
“Bagaimana dengan orang-orang itu?”Junko bertanya lagi.
Chu Xian menjawab dengan santai. “Mereka sudah pergi...!”
!
“Junko! Hati-hati!”
Bom! Ledakan! Ledakan!
Chu Xian memeluk Junko dengan erat dan melindunginya dengan Tubuh Super Kekebalan yang ia miliki.
Fyuh!
“Untung saja...”Chu Xian menghela nafas lega. “Tapi siapa yang sudah menyerang kami?”
Chu Xian melihat ke sekeliling dengan waspada, dan dia juga sangat marah saat ini, karena jika dia terlambat sedikit saja untuk melindungi Junko maka dia akan menyesali dirinya sendiri.
“Chu Xian aku... Aku takut!”Junko menggigil ketakutan di pelukan Chu Xian.
“Kamu tenang saja, aku pasti akan melindungi mu!”
Perkataan Chu Xian membuat Junko sedikit tenang tapi gemetar di tubuhnya belum berhenti sama sekali.
“Kamu memang hebat bocah!”
(Akhir bab ini)