Achievement System

Achievement System
Bab 124 : Masakan palsu!



Setelah yakin bahwa orang-orang belum kembali. Chu Xian bangkit dari sofa dan berjalan menuju kamar mandi. Heh, dia begitu akrab dengan rumah ini, bahkan dia tau beberapa ruang rahasia yang di sembunyikan oleh Pak tua Su, hehe...


Chu Xian mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian biasa. Lalu dia kembali ke ruang tengah. Setelah duduk-duduk sebentar, karena merasa perutnya lapar, diapun pergi ke dapur untuk memasak sesuatu untuk dirinya sendiri. Suara misterius: Heh, benar-benar merasa seperti di rumahnya sendiri.


Membuka lemari pendingin, Chu Xian melihat bahan-bahan di dalamnya cukup lengkap, yah, dia tau Rukia juga pandai memasak, tapi Chu Xian merasa masakan yang di buat oleh Rukia tidak seenak buatannya sendiri. Suaranya datang lagi: Heh, benar-benar membanggakan dirinya sendiri.


Aku...“...”


Siapa yang berbicara! Apakah hantu?!


Penulis: "..."


Oke, oke mari kita lupakan.


Chu Xian mengambil beberapa bahan dan beberapa potong daging dari lemari pendingin dan meletakkan nya di meja. Lalu dia mulai bekerja. Pertama dia memotong dan meracik beberapa bahan seperti bawang, daun sup, seledri, dll. Tebak apa yang akan di buat Chu Xian.


"Bukankah itu hanya sup daging..." pembaca tak bisa menahan untuk memuntahkan kata-kata.


(ノ`Д´)ノ彡┻━┻


Setelah selesai, Chu Xian memasukkan semua bahan ke dalam panci, dan mulai merebus sup. Baunya yang harum segera memenuhi seisi ruangan dapur, lalu perlahan-lahan menyebar keluar.


Di dalam kamar.


Rukia yang baru selesai mandi berjalan perlahan mendekati Lingji yang sedang duduk bermain ponsel di atas kasur.


“Eh, apakah kamu mencium sesuatu?” Tiba-tiba berkata, Rukia menatap Lingji, “Ini sangat harum!”


Lingji mengangkat kepalanya dan mengendus beberapa kali. Terkejut, ini sangat harum, dan kenapa baunya terasa akrab? Tiba-tiba menyadari: Ah, Ini kakak...


Lingji bangkit, berlari keluar dan langsung menuju ke ruang makan. Rukia yang di tinggalkan sendiri-pun tercengang, dan tiba-tiba dia juga menyadari sesuatu, hanya saja reaksinya lebih lambat dari pada Lingji. Rukia ingin keluar, tapi menghentikan langkahnya setelah melihat tubuhnya masih berbalut handuk, dan belum memakai pakaian.


Di dapur, sekarang Chu Xian sudah selesai memasak, dan tersenyum puas melihat hasil masakannya sendiri. Lalu dia mengangkat panci panas dengan tangan kosong, dan meletakkannya di atas meja.


“Lingling?” Tiba-tiba menyadari ada satu orang lagi yang berada di sini.


“Hmph” Lingji tidak peduli dengan Chu Xian, tapi matanya tidak bisa lepas dari panci di atas meja. Melihat ekspresinya sepertinya dia lapar, bahkan menelan ludah beberapa kali... Tapi dia malu untuk meminta kepada Chu Xian, tapi kalau Chu Xian yang menawarkan-nya sendiri maka dia pasti tidak akan menolak. Tsundere akut!


Chu Xian tersenyum dan pura-pura tak mengerti. Dia mengambil mangkuk untuk dirinya sendiri dan mulai meminum sup, dan "umm" Rasanya sangat lezat.


Chu Xian makan sendiri dan sama sekali tidak berkata apa-apa kepada Lingji. Haha, biar saja...


Wajah Lingji langsung berubah muram seketika, menyadari Chu Xian sama sekali tidak menawarkan sup itu kepadanya, dan malah makan sendiri. “𝘒𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘢𝘱𝘢𝘢𝘯! 𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪-𝘬𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪...” Batin Lingji tak bisa menahan muntah.


Chu Xian menyadari hal itu, sambil tersenyum ia berbicara: “Ada apa? Kakak sedang lapar, mungkin se-panci sup ini tidak cukup untuk mengisi perut kakak yang kelaparan...”


Lingji: “...”


“Eh, Lingji, kenapa kamu belum makan?” Tanya Rukia yang baru masuk ke dapur dan melihat Lingji yang terdiam muram. Dia melihat Chu Xian, dan tersenyum, “Kapan kamu pulang, kenapa kamu tidak mengabarkan apapun kepada kami?”


Chu Xian menjawab pertanyaan Rukia sambil tersenyum: “Aku baru saja pulang hari ini, dan haihh, ceritanya cukup panjang jika kamu bertanya kenapa aku pulangnya agak lama... Dan Ngomong-ngomong apakah kamu sudah makan? Kalau belum ayo makan dulu, nanti kita berbicara...”


Rukia: aku tak bertanya kenapa kamu pulang lamanya kenapa.


Lingji: kakak tidak menyayangi-ku lagi, dia lebih memilih kak Rukia untuk berbicara dari pada dirinya huhuhu...


Rukia tersenyum dan mengangguk, dia mengambil dua mangkuk, dan mengisi mangkuk dengan sup, lalu dia memberikan semangkuk sup untuk Lingji dan semangkuk lagi untuk dirinya.


Lingji menatap Rukia, lalu menatap Chu Xian dengan buruk: yah, karena kak Rukia yang memberikannya, maka aku dengan enggan dan terpaksa harus menerimanya.


Rukia makan dengan perlahan, pertama dia menyendok kuahnya, memasuki mulutnya, mata Rukia langsung terbelalak: ini, ini, ini sangat lezat.


Mengatakan ini tiga kali, Rukia merasakan kelezatan yang tiada tara. Rasa Ini bahkan lebih lezat dari masakan koki yang ada di hotel-hotel bintang 5. Rukia sudah sering makan di hotel mewah, tapi tidak pernah merasakan kelezatan yang begitu sempurna ini.


Rukia menatap Lingji dengan pandangan iri: apakah ini yang sering di makan Lingji sewaktu dia tinggal bersama Chu Xian.


Nyatanya Lingji juga tidak tau kenapa masakan Chu Xian begitu lezat: apakah yang ku makan sebelumnya palsu? Dulu masakan kakak tidak selezat ini! Apakah kakak masih menyembunyikan keterampilan nya diam-diam?


Wajah Lingji berubah-ubah, dan semakin menatap Chu Xian dengan buruk.


Dia memikirkan kata: Kakak lebih mementingkan pacar dari pada adiknya. (T^T)


Harap di ingat Rukia masih belum menjadi pacar Chu Xian sama sekali, dan itu karena Chu Xian belum memutuskan untuk mengkonfirmasi hubungan mereka.



Paviliun Xiang kota Longnan.


“Hei Wang, aku bilang Chu Xian adalah anak yang beruntung, dan lihat saja sekarang, aku benarkan? Haha...”


“Yah,” Wang Zi mengangguk setuju, “Anak itu terlalu beruntung sehingga bisa memasuki Kerajaan-ku dan di selamatkan oleh adik perempuan-ku, huh...” Wajahnya langsung berubah buruk.


Ri Xiang tertawa haha, dan berkata: “Ya, ya, aku dengar adik-mu sangat cantik dan mungkin itu cocok dengan Chu Xian.”


Raut wajah Wang Zi langsung berubah: “Tidak bisa! Kamu tau anak itu seorang bajingan, wanita yang ada di sekelilingnya saja pun sudah banyak, dan aku tidak ingin menambahkan nya dengan adik perempuan-ku lagi!” Wang Zi langsung menolak mentah-mentah.


“Hais,” Ri Xian menghela nafas menyesal, “Jika saja aku punya adik seperti-mu, aku pasti akan mendorongnya kepada Chu Xian, kamu lihat bakatnya sungguh mengerikan dan kamu bisa bersaing bahu-membahu di masa depan.” Mengatakan itu Ri Xiang tersenyum memprovokasi.


Wang Zi: “...”


Aku tidak akan termakan oleh kata-kata mu!


Wang Zi mengambil sebotol anggur dan menuangkannya ke dalam gelas. Lalu meneguk nya dengan keras. “Jangan bahas anak itu lagi, ayo kita minum-minum sampai mabuk...”


“Oke!”


(Akhir bab ini)