
Setelah lama memikirkan nya, Chu Xian memutuskan untuk menghentikan perang ini sesegera mungkin, karena jika ini di biarkan terus, maka akan sangat berbahaya, dan pasti akan mengorbankan orang yang tak bersalah.
“Oke,” Chu Xian berdiri dari tempat duduknya, dan berniat untuk terjun ke bawah.
"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Wang Zi menghentikan dirinya.
Chu Xian menoleh melihat Wang Zi sebentar, dan berkata, “Apakah kamu tau, jika kita membiarkan ini terus berlanjut, maka Monster ini akan mengambil korban dari pihak kita?” bertanya sambil menekankan kata monster.
"Tau, aku sangat tau, tapi yang kita butuhkan adalah membangunkan makhluk ini terlebih dahulu, dan sebelum itu mari kita jangan bertindak dulu!"
Wang Zi berusaha untuk menenangkan Chu Xian, karena melihat Chu Xian yang sepertinya sedang dalam suasana hati yang buruk.
Bukan sepertinya lagi, tapi saat ini Chu Xian benar-benar merasa sangat buruk, walaupun dia sering melakukan tindakan-tindakan yang kejam, tapi dia masih punya hati nurani dan berprikemanusiaan terhadap orang-orang biasa.
Baik...
Setelah agak lama, Chu Xian berdiri.
Chu Xian memikirkan saran dari Wang Zi dengan dalam, dan tak lama akhirnya ia merasa bahwa saran dari Wang Zi sepertinya masuk akal juga.
Dia juga ingin melihat, bagaimana caranya monster ini bisa mempengaruhi orang lain, sedangkan monster ini masih tersegel di dalam kotak.
Dan dia juga tidak khawatir dia akan terlambat untuk menyelamatkan mereka tepat waktu.
Setelah berpikir panjang, Chu Xian akhirnya duduk kembali, dan melihat ke bawah dengan waspada.
Berjaga-jaga jika ada situasi yang mendesak.
Wang Zi yang melihat Chu Xian sudah tenang pun menghela nafasnya dengan lega, karena untung saja anak ini masih mendengarkan dirinya. Karena dia juga tau, Chu Xian adalah orang yang sangat keras kepala, dan tidak mau mendengarkan perkataan dari orang lain.
Dan juga, karena Wang Zi merasa, jika misi ini hanya boleh selesai dengan kemenangan, dan tidak boleh gagal!
Mengingat perintah yang sudah di berikan oleh negara yang utama adalah, membawa kotak yang berisi makhluk ini kembali ke negara mereka, jika tidak maka dunia akan dibuat kacau oleh makhluk ini.
Boom!
Sekali lagi rudal di luncurkan oleh pihak lawan, sehingga membuat tim misi yang di ketuai oleh Pak tua Lie Yang harus bersembunyi di tembok-tembok bangunan.
Ahhh!
Seorang anak buah dari pihak lawan tiba-tiba berteriak, dan tak lama dia langsung menggila dengan matanya yang merah, menembak tanpa mengetahui apakah itu kawan atau lawan.
"Waspada!" teriak bos itu mengisyaratkan kepada bawahannya untuk segera mundur.
"Kenapa dia tiba-tiba menjadi gila?" seorang temannya bertanya dengan gemetar.
"Apa... Apa yang terjadi? Adakah yang bisa menjelaskan nya!" seorang temannya yang lain berkata lagi.
"Tidak tau, yang terpenting sekarang kita mundur terlebih dahulu!" perintah bosnya tepat waktu, karena merasakan ada sesuatu yang sangat salah di sini.
Argh!
Seorang teman yang lainnya pun terkena dampak dari pengaruh makhluk itu juga, dan mulai menggila dengan mengarahkan moncong senjatanya ke arah bosnya sendiri.
"Hei! Sadar! Kita itu satu tim!" kata bos itu sudah ketakutan.
Dor!
Tidak memperdulikan perkataan dari bosnya sendiri, orang itu menembak langsung dan tepat di kepala bosnya.
Bruk!
Bos itu mati dengan kepala nya yang hancur, dan mati di tangan anak buahnya sendiri.
"Lari!"
"Jauhi tempat yang tidak tau benar dan salah ini!"
Melihat bos yang ikuti sudah mati, orang-orang ini pun segera melarikan diri masing-masing, dan bahkan meninggalkan teman-temannya sendiri.
"Ini buruk! Apakah ini kemampuan dari monster ini?" Chu Xian mau tak mau bertanya dan melirik Wang Zi.
"Lebih dari ini! Menurut catatan, makhluk ini bisa mempengaruhi orang-orang dalam radius 50 kilometer atau bisa juga satu kota yang menjadi korbannya, dan itu karena makhluk ini mempengaruhi orang dengan perlahan." Wang Zi berkata dengan penjelasan yang panjang.
Di tempat Lie Yang.
Hal yang sama pun terjadi!
Yang pertama kali terpengaruh adalah Cao Ren yang dengan sombongnya merasa dia yang membuat para musuh berlari, sehingga membuat dirinya yang paling dekat dengan tempat kejadian langsung terkena.
Sedangkan para anggota tim yang lainnya, segera berlari menuju ke markas tempat mereka pertama kali bergerak, dan meninggalkan Cao Ren yang sudah gila sendirian di tempat ini.
"Huft, untung saja kita mendengarkan perkataan dari ketua, jika tidak nasib kita akan sama dengan orang-orang itu, dan Cao Ren..." Bai Long berkata dengan nafas lega, dan dia juga sangat menyesalkan tentang apa yang terjadi kepada Cao Ren.
"Di sini belum aman!" Lie Yang memperingatkan dengan suara yang dalam.
"Apakah ayah tau apa yang terjadi?" tanya Lie Niu yang menjadi penasaran.
Menggelengkan kepalanya, Lie Yang menjawab, “Ayah juga tidak tau, dan ini juga pertama kalinya ayah melihat hal ini!”
"Owh, kupikir ayah tau." Lie Niu sedikit kecewa, karena dia sangat ingin tau dengan apa yang saat ini terjadi, hanya karena hal ini terlihat begitu misterius.
"Pokoknya, ayo kita segera keluar dari kota ini terlebih dahulu!" Lie Yang memutuskan untuk mundur dari tugas ini, karena dia merasa bahwa tugas ini sudah berada di luar kemampuan mereka.
"Baik, aku akan mencari Tuan Wang, dan Tuan Chu terlebih dahulu." kata Meng Di yang sedari tadi diam.
"Baiklah, dan kamu harus ekstra hati-hati ya!" Lie Yang berkata dan memperingatkan Meng Di.
Lalu mereka semua, segera masuk ke dalam markas gedung tempat pertemuan pertama mereka, sedangkan Meng Di segera menghubungi Wang Zi dan juga Chu Xian yang sekarang dia sendiri tidak tau dimana.
"Kamu tidak perlu menghubungi kami!"
"Yo!"
Meng Di menoleh kebelakang dan melihat Chu Xian dan Wang Zi berjalan dengan sangat santai ke arahnya.
"Meng! Sebaiknya kamu mengikuti mereka pulang." kata Wang Zi melihat Meng Di dengan santai.
"Tuan Wang, dan Tuan Chu memangnya mau kemana?" Meng Di bertanya dengan ekspresi keheranan.
Bukankah tempat ini sangat berbahaya!
"Jika itu, kamu tidak perlu tau, dan percayalah kami berdua pasti bisa mengatasi nya dengan baik." Wang Zi berkata sambil menepuk bahu Meng Di dengan pelan.
“Baiklah,” Meng Di menganggukkan kepalanya, dan berkata lagi, “Jika begitu akh akan pergi dulu...”
Lalu Meng Di pergi dan melihat Chu Xian yang tersenyum kepada dirinya sebentar.
Melihat Meng Di yang sudah pergi, Chu Xian pun berkata, “Oke, sekarang apa yang akan kita lakukan kepada makhluk atau kotak ini?” tanyanya penasaran dengan ide apa yang Wang Zi pikirkan.
"Tunggu!" kata Wang Zi dengan tenang.
"Tunggu..." Chu Xian tercengang.
Apanya yang di tunggu?
Saat ini, mungkin saja makhluk itu dalam kondisi yang tenang, tapi jika di tunggu lebih lama lagi, dia pun tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Tunggu para 197 pihak yang bersembunyi untuk muncul!" jelas Wang Zi dengan tersenyum.
"..." (Chu Xian tercengang, dan langsung terdiam)
Bagaimana caranya untuk mengambil kotak itu, jika lawannya ada sebanyak itu, dan Chu Xian juga merasa tidak sanggup untuk menghadapi orang sebanyak itu.
Lalu mereka berdua, pergi dari sana, dan menunggu di dekat lokasi tempat kotak dan makhluk itu berada.
(Akhir bab ini)