Achievement System

Achievement System
Bab 73 : Ri Xiang kacau!



Sebulan kemudian.


Saat ini Chu Xian sedang asyik-asyiknya bersantai sambil bermain game di rumahnya, bersama dengan LingJi dan juga Xia. Dalam sebulan ini Chu Xian tidak pernah keluar dari rumahnya, karena makanannya kan juga sudah di sediakan oleh LingJi, jadi buat apa dia keluar.


Sesekali Cheng Hai datang ke rumah untuk menyampaikan berita perusahaan. Rukia juga sama, dan Xu Chang'an seminggu yang lalu juga datang untuk minum bersama. Sekarang dia seperti bos yang sudah pensiun, dan hanya menikmati hidupnya di rumah dengan tenang.


Savage!


“Ha ha ha! Mati kalian semua”Chu Xian tertawa senang, karena dia membunuh musuh di dalam game dengan mudahnya.


“Hehe... Tidak ada yang bisa mengalahkan ku bahkan pemain top sekalipun!”Chu Xian berkata di dalam hatinya dengan bangga.


“Hei kakak, apakah kamu tidak apa-apa seperti ini terus?”LingJi yang duduk di samping Chu Xian pun tak bisa menahan diri untuk bertanya.


“Apa?”Chu Xian melirik LingJi sebentar, dan terus memainkan gamenya lagi.


“Ah, kalian mati lagi, sungguh kasihan!”Chu Xian menggelengkan kepalanya melihat dia yang selalu menang.


“Apa kakak tidak bosan setiap hari hanya bermain game saja?”tanya LingJi penasaran.


“Bosan!”Chu Xian menghentikan permainan nya, dan memandang ke atas, sambil memikirkan apakah dirinya bosan.


Ya, dia sebenarnya bosan karena tidak ada yang di lakukan, tapi mau gimana lagi. Saat ini tidak ada tugas dari sistemnya, ataupun tugas yang bisa dia lakukan dari orang yang di atas. Oleh karena itulah dia menghabiskan waktunya hanya dengan bermain game.


“Oke...”Chu Xian mengangguk pelan, dan bertanya kepada LingJi, “Kakak saat ini memang merasa bosan, tapi bisakah kamu mengatakan apa yang bisa di lakukan untuk menghilangkan kebosanan ini selain dari bermain game?”


“Ini...”LingJi memikirkan nya sebentar dengan memegangi dagunya,“Ah, bagaimana kalau kita pergi belanja, di mall ataupun pusat perbelanjaan gitu...”katanya sambil mengangkat tangan dan memberikan saran.


“...”(Chu Xian langsung terdiam)


Belanja?


Mendengar kata belanja, Chu Xian langsung merasa mual dan muntah di dalam hatinya. Siapa juga yang ingin pergi berbelanja di saat begini. Memangnya dia perempuan. Memandang LingJi dia yakin bahwa hanya perempuan sajalah yang suka berbelanja.


Melihat ekspresi Chu Xian yang sepertinya tidak suka, LingJi segera memikirkan saran yang lain, dan berkata,“Bagaimana kalau kita pergi ke gunung?”


“Mm...”Chu Xian langsung menggelengkan kepalanya menolak.


“Ke pantai?”


“Bosan!”


“Ke sawah?”


“Puft!”


“Kalau begitu kakak jangan pergi kemana-mana dan biarkan kakak berjamur di rumah!”LingJi yang tidak tahan segera berkata dengan marah.


Ini tak mau! Itu tak mau!


“Jadi apa yang ingin kakak lakukan!” teriak LingJi di dalam hatinya.


Tak ingin berbicara lagi dengan Chu Xian, LingJi yang telah bosan melihat Chu Xian bermain game pun pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan. Meninggalkan Chu Xian yang bengong melihat LingJi yang pergi dalam keadaan marah kepadanya.


Apa yang membuat LingJi marah?


Chu Xian bertanya kepada dirinya sendiri dengan bingung. Tak ingin berpikir banyak lagi, Chu Xian pun membuka kembali game yang dia mainkan tadi dan bermain sampai tidak tau waktu.


Aku...


Di tempat lain.


Paviliun Xiang.


“Apa yang sedang di lakukan anak Chu Xian itu sekarang?”tanya Ri Xiang kepada Wang Zi yang duduk di seberangnya.


“Memangnya apa urusan mu bertanya tentang dia?”Wang Zi yang sedang meminum teh pun berhenti, lalu berkata lagi: “Sebaiknya kamu jangan mengganggu nya dulu, karena dia saat ini mungkin sangat sibuk...”


“Hacker?”Wang Zi bertanya kepada Ri Xiang dengan penasaran.


“Iya... Hacker,”Ri Xiang menganggukkan kepalanya dan berkata: “Mereka sering melakukan pembobolan data yang membuat para pemerintah sialan itu ketakutan...”


“...”(Wang Zi terdiam)


Apakah menurut mu Chu Xian mau mengurus hal ini?


Wang Zi merasa Ri Xiang hanya bodoh. Apakah dia berpikir sudah mengenal Chu Xian dengan baik. Ri Xiang tidak tau apa yang paling di sukai oleh Chu Xian adalah bertarung dan membunuh musuh, dan bukannya mengurus hal-hal kecil seperti ini.


“Oke...”Ri Xiang melambaikan tangannya dan tidak memikirkan tentang Chu Xian lagi, “Bagaimana menurutmu kalau kamu saja yang mengurus hal ini?”tanyanya dengan senyuman yang menggelikan.


“...”(Wang Zi sangat terdiam)


Ada apa dengan pak tua sialan ini?


Kenapa dia harus menuruti permintaan yang tidak masuk akal itu!


Wang Zi merasa Ri Xiang hanya tidak memiliki orang lain lagi untuk di perintahkan. Sampai-sampai ingin membuat dirinya yang paling dekat dengan mu untuk di suruh-suruh. Apakah menurut mu aku terlihat tidak sibuk. Aku juga punya punya Kerajaan untuk di urus.


Wang Zi muntah dan menyumpahi Ri Xiang di dalam hatinya!


Tak ingin bicara lagi, Wang Zi segera bangkit dari tempat duduknya dan mengucapkan selamat tinggal kepada Ri Xiang. Ri Xiang yang di tinggalkan sendiri pun terdiam dengan wajahnya yang menghitam.


Aku...


Di tempat Xu Chang'an.


Saat ini Xu Chang'an dan Mo Fu juga minum bersama.


Tapi lain dengan pembicaraan yang di lakukan oleh Wang Zi dan juga Ri Xiang. Saat ini mereka sedang membahas tentang bisnis yang di miliki oleh keduanya.


“Chang'an! Apakah sakit mu belum juga pulih?”tanya Mo Fu yang melihat kondisi Xu Chang'an semakin hari semakin buruk.


“Uhuk! Uhuk! Yah, kamu bisa melihatnya sendiri...”Xu Chang'an batuk dia kali, dan berkata: “Sebenarnya, kalau saja waktu itu Chu Xian tidak menyelamatkan ku, mungkin aku sudah mati saat ini, dan kamu pasti akan tertawa dengan puas di atas kuburan ku...”


“Jangan bicara seperti itu...”Mo Fu menggelengkan kepalanya dengan tersenyum ringan, lalu berkata lagi: “Negara masih membutuhkan jasamu untuk mengurus beberapa hal penting, maka dari itu sebaiknya kamu jangan mati dulu...”


“...”(Xu Chang'an terdiam)


Apakah menurut mu, kalau aku sudah tidak di butuhkan oleh negara lagi aku baru bisa mati?


Xu Chang'an memuntahkan darah di hatinya!


“Chang'an, sebenarnya aku sangat bingung akan sesuatu...”Mo Fu berkata sambil mengerutkan keningnya.


Apa itu?


Xu Chang'an hanya diam untuk mendengarkan perkataan Mo Fu selanjutnya.


“Aku sudah mencari di seluruh informasi rahasia yang tersembunyi di dunia ini, tapi masih juga tidak menemukan informasi dari mana Chu Xian itu berasal, dan sepertinya dia tiba-tiba muncul begitu saja, dengan indentitas yang sudah di persiapkan...”


“Jangankan dirimu, bahkan aku sendiri pun juga tidak tahu...”


Xu Chang'an menggelengkan kepalanya, mendengar perkataan Mo Fu yang dia sendiri juga tidak tau.


Awalnya dia menganggap Chu Xian adalah anggota dari dunia tersembunyi, tapi sepertinya anggapan itu tidak benar, karena mereka juga memiliki hubungan dengan dunia tersembunyi, dan masih tidak menemukan informasi apapun dari sana jika itu menyangkut tentang Chu Xian.


Baiklah...


Mo Fu menyerah untuk bertanya lagi, dan berpikir jika ada waktu dia ingin menanyakan soal itu langsung kepada Chu Xian.


Hehe, mereka tidak tau bahwa Chu Xian juga tidak tau dengan indentitas yang sebenarnya dari dirinya sendiri, karena sistem sepertinya tidak ingin mengatakan hal itu kepadanya.


(Akhir bab ini)