
⏲ Jam 09:00 pagi.
Chu Xian, Ryoko, mereka berangkat dari kota Dongguan menuju langsung ke negara J dengan menggunakan pesawat.
─⏤͟͟͞✈
Mereka tiba di negara J, kota Ryu sekitar jam 1 siang.
Chu Xian yang pura-pura tidak tau bertanya kepada Ryoko: “Di mana rumah mu?”
“Bu... Buat apa terburu-buru—” Ryoko yang tidak ingin mengatakannya pun tergagap.
“Bukankah adik mu sakit, sekarang melihatnya dengan cepat akan lebih baik.” Kata Chu Xian wajahnya normal.
Wanita ini takut dia akan membongkar kebohongan nya. Huh, ingin bermain dengannya, kamu harus belajar lagi selama 100 tahun.
"..." Apalagi yang harus di katakan Ryoko. Akhirnya dengan berat hati, dia pun menuntun Chu Xian menuju ke rumahnya.
Di depan rumah, Ryoko agak ragu-ragu untuk mengetuk pintu. Sekaranglah saatnya menentukan apakah dia sudah berbohong apa tidak kepada Chu Xian. Dan saat ini dia hanya berharap Iblis ini akan berbaik hati dan tidak mempermasalahkan tentang kebohongan dirinya.
Dengan tangan yang gemetar, Ryoko mengetuk pintu dengan pelan.
Chu Xian: "..."
Kamu mengetuk dengan sangat pelan, siapa yang akan mendengarnya.
Chu Xian tak bisa menahan muntah di hatinya.
“Biar aku saja...” Chu Xian mengetuk pintu dengan keras beberapa kali, dan menekan bel beberapa kali.
Tak lama pintu pun terbuka.
“Kakak!” Junko sangat terkejut dan seketika menjadi bahagia dengan apa yang di lihatnya. Dan, “Chu Xian, apakah kamu sudah berhasil menemukan kakak. Terima kasih, terima kasih.”
Chu Xian mengangguk sambil tersenyum ringan.
“Kakak, taukah kamu betapa aku merindukan kamu selama ini.” Junko memeluk Ryoko sambil menangis bahagia.
Ryoko yang berada di pelukan adiknya terdiam. Sekarang pikirannya berputar-putar. Astaga, ternyata adiknya mengenal Iblis ini.
Apakah Iblis ini juga membohongi dirinya?
Ingin mempermainkan nya?
Masih di pelukan Junko, Ryoko bertanya, “Junko, apakah kamu mengenal orang ini?”
“Tentu saja kak,” Junko melepas pelukannya terhadap Ryoko, dia menyeka air matanya dan sambil tersenyum dia memeluk lengan Chu Xian dan berkata, “Dia kekasih ku.”
Wajah Ryoko berangsur-angsur menghitam, lalu muram, setelah itu dia langsung meledak marah, “Taukah kamu siapa orang ini, orang ini Iblis, Iblis, kamu bilang dia adalah pacarmu, bagaimana ini bisa terjadi!”
Siapa yang bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi sekarang!
“Ha, kak, Chu Xian adalah orang baik—”
Junko ingin menjelaskan, tapi segera di potong oleh Chu Xian yang berkata, “Ho, aku Iblis ya.”
Nadanya cukup tenang, tapi itu membuat Ryoko langsung terdiam dan tak bisa berkata-kata.
Sekarang dia berkata begitu, bukankah itu membongkar bahwa dirinya sudah mengenal Chu Xian dari awal. Dia sangat takut dengan pertanyaan Chu Xian selanjutnya.
“Bagaimana kamu mengenaliku?”
Bagaimana ini, tidak mungkin kan Ryoko berkata bahwa dia mengenal Chu Xian karena dia pernah menerima misi untuk membunuh nya.
Junko di samping sedikit linglung, dia memandang kakaknya, lalu memandang Chu Xian.
Apakah ada cerita antara kakaknya dengan Chu Xian. Sambil menggosok kepalanya, dia berkata, “Kakak, Chu Xian, mari kita masuk dulu.”
Chu Xian juga dengan santai mengangguk, dan berjalan masuk ke dalam duluan.
Ryoko agak ragu untuk masuk, tapi dia segera di tarik oleh Junko.
“Jadi, bagaimana kakak mengenal Chu Xian?” Tanya Junko.
Bukannya menjawab, Ryoko malah balik bertanya, “Kakak yang seharusnya bertanya bagaimana kamu bisa mengenal Iblis ini.”
“Sudah beberapa bulan, waktu itu aku bertemu dengannya yang sedang menjalankan misi. Lalu aku mengatakan tentang kakak yang sudah lama hilang, dan diapun bersedia untuk membantu mencari mu. Lalu kakak, bagaimana kamu mengenal Chu Xian?”
Bukan Ryoko yang menjawab, tapi Chu Xian, “Kakak mu ini adalah seorang agen dan dia pernah melakukan tugas—”
“Jangan di katakan.” Potong Ryoko secara langsung. Dia tak ingin adiknya tau bahwa dia adalah seorang pembunuh bayaran.
Mendengar perkataan Chu Xian, itu membuatnya tau bahwa Chu Xian sudah tau tentang dia yang ingin membunuhnya dulu.
“Ada apa ini sebenarnya?” Tanya Junko yang malah menajadi semakin penasaran.
“Sebenarnya kakak bertemu dengan Chu Xian sewaktu kakak sedang bekerja di negara C, dan sepertinya Chu Xian sudah tau bahwa aku adalah kakak mu, lalu setelah itu tentu saja Chu Xian membawa kakak ke sini untuk menemukan dirimu.” Kata Ryoko yang tidak bisa berbohong, jadi dia hanya mengatakan setengah dari kebenaran.
“Oh.” Junko tidak percaya. Dia bertanya kepada Chu Xian, “Benarkah seperti itu?”
“Ya,” Chu Xian mengangguk.
Junko menghela nafas lega.
“Baik, karena kalian sudah lama tidak bertemu, aku tidak akan mengganggu pembicaraan kalian berdua lagi.” Chu Xian segera bangkit dan berjalan keluar.
“Kamu mau kemana?” Tanya Junko.
Chu Xian menoleh, dan sambil tersenyum ia menjawab, “Aku ingin pergi jalan-jalan dulu, dan tentu saja aku akan kembali lagi ke sini.”
Chu Xian pergi meninggalkan kedua adik-kakak yang sudah lama tidak bertemu tersebut.
Setelah melihat kepergian Chu Xian, Ryoko kali ini memandang Junko dengan lembut, “Kakak juga sangat merindukan mu.”
Mereka berbicara dan bercerita dengan penuh kebahagiaan.
Di tempat lain, Chu Xian saat ini sedang berada di sebuah restoran, dan sedang makan dengan lahap.
“Aku tidak tau apa yang mereka bicarakan sekarang, tapi yang pasti saat ini aku sedang lapar.”
Chu Xian menghabiskan makanannya dengan cepat, setelah makan dia tidak segera pergi dan duduk dengan nyaman di sini sambil menikmati rokoknya.
Chu Xian menunduk dan melihat jam, sekarang hampir malam. Melihat keberangkatan mereka dari negaranya ke sini memakan waktu 4 jam, lalu dari kota ini ke rumah Junko dengan menggunakan taksi hampir memakan waktu selama 3 jam, dan itu karena Ryoko wanita itu yang sepertinya ingin menunda-nunda waktu sehingga dia pun tidak sempat untuk makan.
Ada yang aneh?
Sepertinya kultivasi ku mengendur!
Chu Xian merasakannya, waktu itu dia hampir menerobos, tapi sepertinya sekarang kultivasi nya mengendur dan itu akan membutuhkan beberapa waktu lagi untuk menyempurnakannya lagi.
“Sistem!” Sudah lama ia tak berbicara dengan sistem.
[Ho, anak muda, ternyata kamu masih mengingat sistem kesepian ini]
Nadanya terdengar sedih.
“Hei, bukankah kamu yang sudah lama tidak terlihat, dan hanya menampilkan layar sistem untuk memandu ku.” Chu Xian mencibir.
[Hahaha, bercanda anak muda]
“Memangnya kemana saja kamu selama ini?” Tanya Chu Xian penasaran.
[Aku sangat sibuk bermain slot di domain sistem, dan taukah kamu aku selalu saja jackpot hahaha...]
Sistem tertawa senang.
“Jadi karena itu kamu menghilang selama ini.” Wajah Chu Xian menghitam. Ternyata seperti itu, dia pikir saat itu sistem ada urusan yang sangat penting, tapi nyatanya sistem ini sedang bermain-main. Semakin di pikirkan semakin membuat wajah Chu Xian suram.
(Akhir bab ini)