Achievement System

Achievement System
Bab 74 : Gunung ini?



Hari yang lain.


Karena permintaan LingJi yang ingin liburan, Chu Xian yang menuruti permintaan itu pun mengajak LingJi, Xia, dan juga Rukia dan adiknya pergi ke pegunungan yang menjadi tempat wisata di kota ini. Mereka berlima pergi dengan menggunakan mobil yang mana Chu Xian sebagai supirnya.


Di sepanjang perjalanan, Chu Xian tidak tau sudah berapa kali dia menghentikan mobilnya, karena setiap kali LingJi dan Su Xiao melihat ada orang yang jualan seperti buah-buahan, es-eskrim dan sebagainya, mereka berdua pasti meminta Chu Xian untuk berhenti dan membelikan hal itu untuk mereka berdua.


“Sebentar lagi kita akan sampai ya...” Chu Xian berkata begitu karena dia tidak ingin LingJi dan juga Su Xiao tidak memintanya untuk berhenti lagi kalau melihat orang yang berjualan.


“Eh, cepat juga kita sampainya, padahal es-krim ku belum habis...” kata LingJi melihat es-krim yang ada di tangannya masih utuh.


“...”(Chu Xian terdiam)


Apakah kamu ingin makan lagi?


“Sudah berapa banyak es-krim yang kamu habiskan hari ini, dan itu pun masih belum puas”Chu Xian tak bisa menahan muntah di hatinya.


Baik...


Hanya dalam sepuluh menit kemudian.


Akhirnya mereka pun sampai di kaki pegunungan, dan melihat ada banyak sekali mobil yang terparkir di sini. Karena ini adalah tempat wisata jadi nya ramai lah.


“Wow, ternyata di sini sangat ramai!” seru LingJi yang sudah turun duluan dari mobil, dan diikuti oleh Su Xiao.


“Baik, kalian berdua jangan berkeliaran ya!” Chu Xian yang baru turun dari mobil pun menggelengkan kepalanya melihat tingkah LingJi dan Su Xiao. “Dan ayo kita ke sana...” katanya sambil menunjuk ke tempat pendaftaran tiket.


“Baik kak!”


“Oke kakak tampan hehe!”


Ucap mereka berdua bertingkah dengan baik.


Lalu Chu Xian, Xia, Dan juga Rukia pergi ke tempat pembelian tiket, dan diikuti oleh kedua LingJi dan juga Su Xiao. Setelah mendapatkan tiketnya, mereka berlima pun mulai mendaki gunung dengan mengikuti jalan yang sudah di persiapkan untuk para pengunjung.


Mereka juga di berikan perlengkapan yang di perlukan untuk mendaki gunung ini. Kecuali Chu Xian, ke-empat Rukia, Xia, LingJi dan Su Xiao memakai baju tebal, dan di berikan sepatu gunung oleh pengurus di sana.


“Aduh kak, aku sudah tidak kuat untuk berjalan lagi!”LingJi berhenti dan mengeluh kepada Chu Xian.


“...Baik”Chu Xian mendekati LingJi dan berjongkok, “Ayo naik ke punggung kakak...”katanya menawarkan punggungnya kepada LingJi.


Dengan senyuman yang indah, LingJi langsung saja melompat ke punggung Chu Xian dengan hati yang senang. Su Xiao yang melihat itu pun menjadi iri terhadap LingJi, karena dia juga ingin naik ke punggung Chu Xian.


Dengan LingJi di punggung nya, Chu Xian lalu berdiri dan berjalan lagi mendaki gunung ini dan melanjutkan perjalanan mereka. Saat ini dengan kekuatan Chu Xian, dia sama sekali tidak merasa lelah untuk berjalan, bahkan dengan membawa LingJi sekalipun.


Di tengah-tengah pendakian.


“Kak, aku juga sudah tidak kuat lagi...” kata Su Xiao tiba-tiba berhenti dan duduk di tangga gunung.


“Kakak tidak bisa membawa kamu...” Rukia berkata jujur, karena dia sendiri juga merasa lelah dari tadi tidak berhenti mendaki.


“Aku juga tidak bisa...” kata Xia menggelengkan kepalanya.


Lalu mereka berdua melihat Chu Xian secara bersamaan.


“...”(Chu Xian langsung terdiam sejenak)


“Ke... Kenapa kalian berdua menatap ku seperti itu?”tanya Chu Xian mengangkat alisnya.


Mereka berdua hanya diam, tapi tangannya menunjuk kepada Su Xiao yang sedari tadi duduk kelelahan di tanah.


“Aku tau itu...”batin Chu Xian berteriak.


Lalu dengan mengambil nafas panjang, Chu Xian langsung saja mengangkat Su Xiao dengan kedua tangannya, dan membawanya ke atas tanpa berkata-kata lagi. Xia dan Rukia saling menatap dan tersenyum, keduanya berpikir apakah akan meminta Chu Xian juga membawa mereka.


Setelah beberapa saat yang panjang.


“Lelah banget, tapi setelah melihat keindahan dari sini, segala macam keluhan menjadi hilang, dan membuat hati terasa sangat puas...” LingJi berkata dengan tersenyum puas.


“Iya, apakah menurut mu begitu Chu?” Rukia mengangguk dan bertanya kepada Chu Xian.


“...”(Chu Xian hanya diam saja)


Kenapa harus bertanya kepadanya?


Tapi Chu Xian hanya mengangguk pelan dan mengiyakan saja.


Wajah Rukia langsung berubah, karena Chu Xian yang sepertinya tidak memperdulikan dirinya.


Apakah ada yang membuat Chu Xian tidak senang?


Rukia tidak mengerti dan bingung dengan sikap Chu Xian.


Yang sebenarnya Chu Xian saat ini sedang berbicara dengan sistem, makanya dia tidak terlalu menanggapi perkataan dari orang lain.


[Sayang, apa kamu mau melakukan sesuatu?]


“Apa itu?”Chu Xian balik bertanya, karena dia tidak ingin melakukan sesuatu yang dia tidak tau apa itu.


[Di tengah kawah ini terdapat sebuah benda yang sangat menguntungkan buatmu]


Di tengah kawah?


Chu Xian melihat ke bawah, di tengah-tengah kawah gunung berapi, dan tidak melihat sesuatu yang istimewa.


Apakah sistemnya salah!


Tentu saja tidak. Sistem tidak pernah salah memberikan informasi, tapi yang menjadi pertanyaan nya sekarang adalah bagaimana caranya dia untuk turun dan mengambil benda itu, sedangkan di sini sangat ramai pengunjung, dan dia tidak ingin membuat sensasi.


[Kamu bisa datang ke sini lagi secara diam-diam, bagaimana apakah kamu mau?]


Mendengar saran sistem, Chu Xian merasa perkataan sistem ada benarnya juga. Dia bisa datang ke sini lagi nanti malam, tapi hal itu dia harus menginap di sekitar pegunungan ini terlebih dahulu.


Chu Xian lalu bangkit dan berdiri untuk melihat kebawah, dan dengan kemampuan yang bisa melihat dari jarak jauh, dia melihat ternyata beberapa kilometer dari lereng gunung ini terdapat sebuah hotel yang berada di dalam hutan.


Apakah di situ aman?


Sekarang yang menjadi pertanyaan Chu Xian adalah aman tidaknya hotel tersebut untuk mereka berlima menginap selama satu malam. Dia tidak ingin membuat keempat orang yang di sayangi olehnya ini ada masalah apapun.


“Apakah hotel itu aman?”Chu Xian hanya bisa bertanya kepada sistemnya.


[Ya, hotel itu memang aman]


Mendengar jawaban dari sistemnya pun membuat Chu Xian menghela nafas lega.


“Baik, aku akan terima tugas ini...” kata Chu Xian membuat keputusan.


[Oke, sistem akan menuliskan ini untukmu, dan sampai jumpa malam nanti sayang, dah...]


Suara sistem langsung menghilang. Lalu Chu Xian duduk kembali dan akhirnya mulai berbicara dan bercanda dengan keempatnya.


Setelah lama mereka berada di sini, Chu Xian pun memutuskan untuk turun gunung, dan membawa mereka berempat. Lalu setelah turun, Chu Xian mengajak mereka untuk mengikutinya ke hotel yang dia lihat tadi.


Setelah bernegosiasi dengan Rukia, Xia, dan LingJi, akhirnya mereka mau untuk menginap di sini selama satu malam, sehingga membuat Chu Xian menjadi lega di buatnya.


Aku...


(Akhir bab ini)