
Chu Xian memasuki restoran bersama Tie Lao, itulah nama orang yang membawa Chu Xian ketika di tanyakan olehnya tadi.
Setelah memanggil pramusaji resto dan memesan makanan, lalu mereka duduk pada bangku di dekat jendela kaca yang tembus pandang.
Bang!
Baru saja makanan di sajikan di meja Chu Xian. Tiba-tiba pintu masuk restoran di penuhi oleh orang yang masuk secara paksa.
“Gu Je! Keluar kamu! Hari ini aku pasti akan membunuhmu!”
Teriakan keras disertai ledakan yang menghancurkan pintu masuk restoran. Sekitar 100 orang memasuki restoran ini dengan sombong.
“Hai Yi! Beraninya kamu berbuat macam-macam di tempat ku ini!”
Dari dalam sebuah ruangan pribadi keluar seorang pemuda tampan bersama dengan beberapa orang temannya.
Wajahnya suram dan merasa tersinggung.
“Siapa mereka?” Tanya Chu Xian sambil makan dengan tenang tanpa merasa terganggu.
“Tuan muda Gu dan Tuan muda Hai.” Jawab Tie Lao dengan nada santai. Baginya ini hanyalah permainan anak-anak. Dia sendiri adalah seorang Grand Master Puncak yang mana sebagai anggota dari Mo Fu tidak mungkin menerima orang yang biasa-biasa saja.
“Oh.” Chu Xian terus saja makan dengan santai dan tidak peduli.
“Semua yang ada di dalam ruangan ini, jika kalian tidak ingin mati, sebaiknya kalian cepat-cepat keluar!” Ancam Tuan muda Hai dengan nada yang arogan.
“Siapa dia?”
“Ini tuan muda Hai!”
“Lari... Tempat ini akan menjadi medan perang antar keluarga besar yang ada di kota ini.”
Beberapa orang mulai bereaksi dan segera meninggalkan tempat ini dengan cepat. Mereka tidak ingin terlibat dan mati konyol di sini.
Restoran yang di penuhi oleh orang-orang yang sedang makan kini hanya menyisakan orang-orang yang di bawa oleh Hai Yi dan beberapa orang teman Gu Je.
Di sudut yang tak terlihat Chu Xian dan Tie Lao di sini makan dengan tenang, tidak peduli dengan pertengkaran kecil mereka. Sebenarnya ada beberapa orang yang melihat mereka, tapi mungkin karena tidak peduli makanya tidak ada yang berkata apa-apa.
“Oke, sekarang tidak ada yang bisa mengganggu kita lagi.” Hai Yi tersenyum puas.
“Hai Yi! Kamu terlalu percaya diri, apakah kamu tidak takut aku akan memanggil Ayahku!” Gu Je menggertakkan giginya merasa di remehkan. Sekarang dia tau situasinya tidak terlalu baik dan mereka kalah jumlah. Tapi siapa suruh ini adalah situs keluarganya, mungkin dalam beberapa menit orang-orang kuat dari keluarganya akan datang untuk menolongnya. Disinilah kepercayaan dirinya berasal.
“Heh, apakah kamu pikir aku tidak memiliki persiapan, kali ini aku membawa seorang master dari keluarga ku dan tidak ada yang akan menyelamatkan mu...” Kata Hai Yi sambil tertawa.
“Guru Sao, kamu bisa bertindak.” Hai Yi berkata dengan seorang pria tua yang ada di sampingnya dengan sopan. Pada pandangan pertama orang tua ini memang terlihat kuat, dan memang benar karena orang tua ini adalah seorang Grand Master Puncak yang sedikit lagi akan menerobos ke tingkat Prajurit.
“Hai Yi, kamu gila!” Wajah Gu Je langsung berubah dan merasa ketakutan untuk sementara waktu.
Gila, gila, gila!
Orang ini berani berniat untuk membunuhku!
Hati Tuan muda Gu merasa kedinginan.
“Siapa yang berani berniat untuk membunuh Tuan muda keluarga kami!?”
Suara keras tiba-tiba menghentikan langkah orang tua yang ada di tingkat puncak Grand Master tersebut.
Dari luar seorang wanita yang terlihat muda, masuk ke dalam melalui jendela kaca yang pecah akibat tendangannya.
“Sial! Itu adalah Gu Lan peringkat 77 daftar suci, yang katanya memiliki bakat teratas, seorang Prajurit Awal yang baru-baru ini menerobos...”
“Apa yang harus kita lakukan... Apakah kita akan mati di sini?”
“Aku dengar, wanita ini sangat kejam dan tak berperasaan, dan tidak tau sudah berapa banyak nyawa yang hilang di tangannya!”
Ada diskusi diam-diam yang dilakukan oleh orang-orang yang di bawa oleh Hai Yi dibelakang. Ada yang merasa takut, cemas, dan berharap untuk melihat seberapa sengitnya pertarungan yang akan di lakukan oleh seorang yang memiliki tingkat kekuatan Prajurit.
Wajah Hai Yi langsung suram dan tenggelam.
Kenapa dia!?
Dia kemari hanya membawa seorang Grand Master sedangkan orang lain langsung membawa seorang Prajurit.
Sialan, sialan, apa yang harus ku lakukan!
“Apa itu daftar peringkat suci?” Tanya Chu Xian yang baru saja selesai makan kepada Tie Lao.
“Itu adalah daftar orang-orang berbakat yang ada di kota ini. Ada 100 peringkat yang ada, dan itu di nilai berdasarkan kekuatan dan tingkat kultivasi...”
Tie Lao berhenti sejenak.
“Dan wanita itu adalah peringkat ke-77 daftar suci...” Katanya lagi sambil menunjuk pada wanita yang baru memasuki restoran ini.
“Peringkat ya,” Gumam Chu Xian, “Lalu berdasarkan kekuatan ku yang sekarang, aku bisa di hitung di peringkat berapa?” Tersenyum sambil menunjuk dirinya sendiri.
"..." Tie Lao terdiam sangat lama.
Hei Tuan, apakah kamu tau apa yang kamu tanyakan ini.
“Tuan Chu secara alami tidak bisa di hitung berdasarkan peringkat suci lagi.”
“Kenapa?” Tanya Chu Xian sambil mengerutkan keningnya.
“Tuan Chu adalah seorang Petarung Hebat dan itu sudah di hitung sebagai peringkat Dewa.”
Tie Lao masih menjawab pertanyaan Chu Xian dengan tenang.
“Peringkat Dewa? Apa itu?” Chu Xian sangat penasaran mendengarnya.
“Ini...” Tie Lao menggelengkan kepalanya, dan berkata, “Hal ini, saya tidak bisa menjawabnya, silahkan Tuan Chu bertanya kepada Tuan Mo secara langsung.”
“Oh, ini membosankan.” Chu Xian tidak ingin bertanya lagi. Dia mengeluarkan sebungkus rokok dan meletakkannya di atas meja.
“Apakah kamu merokok?”
Tie Lao menggelengkan kepalanya.
“Oh.”
Chu Xian mengeluarkan sebatang rokok, dan menyalakan nya dengan santai. Lalu ia menoleh untuk melihat pertengkaran yang dilakukan oleh orang-orang itu.
“Gu Je, apakah kamu baik-baik saja?” Gu Lan mendekati Gu Je, dan bertanya dengan nada khawatir.
Orang-orang tau Gu Lan adalah tunangan dari Tuan muda Gu dan sebelumnya juga mereka adalah pasangan yang di akui oleh para tetua.
“Ha, untunglah kamu datang tepat waktu, jika tidak aku mungkin saja sudah mati di buat oleh mereka.” Gu Je menghela nafas lega, dan berkata sambil tersenyum senang kepada Gu Lan.
“Huh, hanya seorang Grand Master masih belum terlihat di mataku!” Gu Lan mendengus dingin dan menatap orang-orang dari Hai Yi dengan tajam.
"..."
Gu Je merasa hatinya tertusuk oleh kata-kata Gu Lan.
Bukankah dirinya sendiri adalah Grand Master tingkat awal yang mana itu sangat memalukan baginya sebagai Tuan muda keluarga Gu.
Gu Lan langsung tersadar, “Ah, kamu tidak termasuk sayang...”
Gu Je masih diam dan tidak menjawab.
“Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Hai Yi kepada guru Sao yang sejak tadi diam.
“Kamu bertanya kepada ku?” Sao langsung merasa tidak senang dengan sikap Hai Yi.
Ini semua gara-gara dia untuk melakukan tindakan bodoh untuk menyerang situs orang lain dengan sombong.
“Jadi, kapan kalian akan bertarung.”
(Akhir bab ini)