
Satu menit.
Hanya satu menit yang di butuhkan Chu Xian untuk menghentikan orang itu, dan menangkapnya dengan mudah. Sekarang karena kekuatannya yang sudah meningkat dua kali lipat dari sebelumnya, membuat dirinya memiliki kecepatan tubuh yang setara dengan kecepatan suara.
“A... Ampuni aku!”mohon orang itu kepada Chu Xian sambil menangis. Sekarang dia jadi menyesal karena mengikuti saudaranya ketempat ini. Bagus dia pergi liburan atau mencari wanita cantik untuk di ajak bermain, dari pada bertemu dengan Iblis ini.
Krak!
“Bodoh!”Chu Xian tanpa ragu untuk mematahkan kepala orang ini dan membunuhnya. Lalu dia langsung pergi mengejar orang yang satunya lagi di belakang.
Dan hanya dalam 5 menit, Chu Xian sudah menyusul orang itu yang sudah lari jauh, tapi Chu Xian tetap bisa menangkapnya. Diapun juga melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan kepada orang tadi. Tak ingin berlama-lama lagi, dia langsung menyeret tubuh orang itu menuju ke tempat Wang Zi yang menunggunya.
Tak lama dia pun sampai ke tempat Wang Zi yang sedang istirahat dengan santainya duduk sambil makan kuaci yang dia berikan sebelumnya.
“Yo Chu Xian, cepat juga kamu menyelesaikan nya hehe...”kata Wang Zi tersenyum lebar, sambil melambaikan tangannya kepada Chu Xian.
Chu Xian benar-benar terdiam: “...”
Pak tua sialan ini ternyata sedang bersantai sedangkan dia capek-capek untuk menangkap orang, dan itupun dia harus berlari mengejar dua orang!
Chu Xian tak bisa menahan muntah di dalam hatinya. Saat ini dia bukanlah capek karena mengejar orang, tapi hatinya yang capek.
“Orang tua, ini...”Chu Xian melemparkan orang yang di seret nya itu ke depan Wang Zi.
“Oke Chu Xian, mulai hari ini dan seterusnya kamu adalah temanku yang paling dekat!”Wang Zi berdiri dan berkata sambil menepuk bahu Chu Xian, dan sangat berterima kasih kepadanya.
Wang Zi lalu memeriksa tubuh orang itu, dan mencari keberadaan permata yang dia cari. Tapi setelah lama mencari, dia pun masih tidak menemukannya.
“Apa yang kamu cari Pak tua?”Chu Xian yang melihat Wang Zi sepertinya mencari sesuatu pun tak bisa tidak bertanya dengan aneh.
“Benda penting milik Kerajaan ku...” Wang Zi melirik Chu Xian sedikit, lalu melanjutkan pencariannya. “Dimana benda itu?” gumam Wang Zi.
Dia bingung, bukankah di katakan oleh informan miliknya bahwa benda itu ada bersama orang ini. Atau apakah orang ini meletakkannya di suatu tempat, dan jika bukan juga, maka permata itu berada di tangan orang yang satunya.
“Sebenarnya benda apa yang kamu cari, apakah sepenting itu sehingga membuat mu mencarinya dengan serius?” Chu Xian bertanya lagi.
“Sebuah permata warisan milik Kerajaan. Huh, dan sepertinya permata itu tidak ada pada orang ini...”Wang Zi berdiri sambil menghela nafas berat, dan menyerah untuk mencarinya lagi pada tubuh orang ini.
“Permata...”Chu Xian seperti mengingat sesuatu. Dia ingat sewaktu dia membunuh orang yang pertama tadi dia mendapatkan sebuah batu, lalu Chu Xian mengeluarkan batu itu dari sakunya,“Apakah yang kamu maksud dengan permata adalah ini?”tanyanya sambil menunjukkan sebuah batu berwarna hijau zamrud kepada Wang Zi.
“Benar! Ini adalah permata yang sedang aku cari! Dari mana kamu mendapatkan nya?”seru Wang Zi sambil bertanya kepada Chu Xian dengan terkejut.
“Orang yang satunya lagi, dan dia sudah ku bunuh di awal,”jelas Chu Xian tersenyum.
“Baik, terimakasih!”kata Wang Zi tersenyum dan mengambil permata itu dari tangan Chu Xian, lalu dia menyimpan nya di dalam cincin ruang angkasa yang ada di jarinya.
“Apa itu?”Chu Xian mau tak mau bertanya kepada Wang Zi sambil menunjuk cincin di tangan Wang Zi.
“Ini... Hehe, ya aku tau itu”Chu Xian menggaruk kepalanya dengan malu. Dia tidak bisa mengatakan bahwa benda yang ia simpan dan keluarkan itu bukanlah dari cincin ruang yang di maksud oleh Wang Zi, akan tetapi dari ruang penyimpanan sistemnya.
Wang Zi mengangguk dan paham, lalu dia bertanya lagi kepada Chu Xian: “Sekarang apa yang ingin kamu lakukan lagi?”
Chu Xian memandang ke suatu arah dan menjawab: “Bukankah misi kita belum selesai, maka ayo tuntaskan misi ini dulu, dan setelah itu baru pulang ke negara kita...”
Baik...
Yang di maksud oleh Chu Xian adalah kotak itu, kotak yang berisikan makhluk jahat yang bisa mempengaruhi pikiran orang. Tugas mereka adalah mengambil kembali kotak itu, dan membawanya kembali ke negara mereka.
Setelah cukup Wang Zi beristirahat untuk memulihkan energinya kembali, mereka berdua lalu pergi ke tempat lokasi di mana kotak itu berada, dan karena hanya Wang Zi yang tau dimana kotak itu, Chu Xian pun hanya mengikuti dari belakang saja.
Setelah memasuki ruangan bawah tanah yang berada di sebuah gedung, Wang Zi membawa Chu Xian untuk menyusuri ruangan ini. Ruangan ini penuh dengan mayat yang bergelimpangan akibat perang yang di lakukan di sini.
“Ini pasti ulah dari monster itu!”batin Chu Xian dengan yakin.
Setelah mencarinya cukup lama, akhirnya mereka menemukan di mana kotak itu berada. Dan ternyata kotak itu di letakkan di sebuah brangkas besi yang kunci dengan rapat.
Dari kotak ini Chu Xian dan juga Wang Zi bisa merasakan sesuatu yang membuat mereka seakan-akan dibisiki oleh sesuatu yang misterius, yang meminta mereka untuk saling bertarung dan membunuh, tapi bagi keduanya pengaruh yang di miliki oleh makhluk itu kepada mereka tidak membuat mereka menaruh perhatian, dan bisa di abaikan.
“Cukup yakin...”Wang Zi mengangguk bersungguh-sungguh.
Chu Xian hanya diam saja melihat Wang Zi memasukkan brankas itu kedalam cincin ruang yang dimiliki olehnya. Memang benar, jika hanya melihat sekilas, brankas itu tidak ada yang istimewa dan terlihat biasa saja, dan tak ada yang akan menyangka bahwa brankas itu berisikan sebuah kotak yang di dalamnya terdapat monster yang sangat berbahaya bagi manusia dan hewan.
Tak ingin berlama-lama lagi, Chu Xian dan juga Wang Zi segera meninggalkan tempat ini. Sesuai dengan perjanjian, mereka pergi ke tempat di mana Meng Di menunggu mereka berdua. Yaitu tempat awal mereka tiba di tempat ini dengan menggunakan helikopter.
Setengah jam kemudian.
Chu Xian dan Wang Zi pun tiba di tempat ini, dan melihat Meng Di yang sudah menunggu mereka berdua sejak semalam. Sedangkan orang-orang dari tim misi yang diketuai oleh Lie Yang sudah pergi, karena melihat Chu Xian dan juga Wang Zi tak kunjung kembali. Sehingga membuat mereka mengira bahwa mereka berdua sudah tewas di medan perang ini.
“Ayo pulang!”kata Chu Xian dengan tersenyum kepada Meng Di.
“Baik tuan Chu...”Meng Di balas tersenyum.
Wang Zi hanya diam saja. Lalu dia langsung pergi menuju ke helikopter yang berada di atas gedung. Sehingga membuat Chu Xian dan juga Meng Di mengikutinya. Lalu mereka pergi menggunakan helikopter tersebut keluar dari kota ini menuju ke Kota Mati di mana tempat sebuah pesawat telah menunggu mereka.
Dengan Meng Di sebagai pilot helikopter ini, akhirnya setelah satu jam mereka pun sampai ke Kota Mati. Lalu Meng Di mendaratkan helikopter nya perlahan di dekat pesawat tersebut.
Setelah mereka bertiga turun dari helikopter, mereka bertiga pun masuk ke dalam pesawat, dan karena pesawat ini sangat besar, bahkan helikopter pun di masukan ke dalamnya. Setelah itu karena tak ingin berlama-lama lagi, pesawat itu pun mulai bergerak dan lepas landas.
Pulang.
(Akhir bab ini)