
Begitulah, Chu Xian turun gunung dan mencari sumber air terdekat, dan setelah mendeteksinya, dia merasakan tak jauh dari sini ada sebuah air terjun yang ada di kaki gunung.
Di perjalanan dia juga mencari beberapa monster yang bisa dibunuh untuk meningkatkan titik points miliknya. Tapi hasilnya nihil, dalam jangkauan deteksi nya, dia sama sekali tidak merasakan ada makhluk hidup di sini.
“Bagaimana mungkin hutan yang asri seperti ini tidak memiliki satupun makhluk hidup yang ada di dalamnya!?” Sampai di sini Chu Xian merasa kebingungan dengan apa yang terjadi di sini.
“Tak apalah, sekarang yang terpenting adalah membersihkan diri dan keluar dari hutan ini segera.” Chu Xian menggelengkan kepalanya dan tidak lagi peduli.
Jadi dia mempercepat langkahnya dan akhirnya tiba di air terjun yang di carinya. Chu Xian langsung saja berendam dan mencuci tubuhnya.
Hal itu tak lama, setelah dia selesai, dia pun keluar dari sana, dan secara langsung menuju ke arah utara, karena menurut sistem di sana adalah tempat yang paling terdekat menuju pemukiman manusia.
Lagi-lagi Chu Xian tak menemukan satupun monster, atau apalah itu yang bisa dia bunuh, jadi dia membuat pakaian dari dedaunan yang menutupi tubuh bagian bawahnya.
“Sepertinya oke.” Chu Xian mengangguk oke, walaupun rasanya sedikit tidak nyaman, tapi apa boleh buat, hanya itu yang bisa dilakukan olehnya sekarang.
Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam, akhirnya Chu Xian memasuki sebuah desa.
“Siapa kamu?” Seorang tiba-tiba menghentikan Chu Xian.
“Saya seorang pengembara, dan baru saja keluar dari hutan itu.” Jawab Chu Xian sambil menunjuk ke arah gunung di belakang.
“Ha, kamu bilang kamu keluar dari sana?” Reaksi orang itu begitu terkejut setelah mendengarnya berbicara.
Chu Xian mengangguk tidak nyaman.
“Tunggu di sini, saya akan melaporkan nya kepada kepala desa.” Orang itu segera meninggalkan Chu Xian di sini.
Tak lama orang itu tadi kembali dengan membawa beberapa orang termasuk kepala desa yang disebutkan tadi.
Kepala desa itu adalah seorang pria tua yang berjalan memakai tongkat, dia lalu berbicara kepada Chu Xian, “Nak, apakah kamu mengatakan bahwa kamu keluar dari sana?” Tanyanya dengan nada yang penasaran.
“Yah,” Chu Xian mengangguk pelan dan merasa hal ini semakin aneh.
Apa yang aneh dari keluar dari gunung itu?
Chu Xian benar-benar bingung dibuatnya.
“Oke,” Kepala desa itu mengangguk kepada orang di sekitarnya, lalu dia berkata kepada Chu Xian, “Ikutlah dengan kami.”
Chu Xian mengangguk dan mengikuti orang-orang ini memasuki desa, Orang-orang memandangnya dengan aneh karena pakaiannya begitu aneh. Sekarang walaupun adalah zaman kuno, tapi mana ada juga orang yang menggunakan daun sebagai pakaian.
Kepala desa dan orang-orang membawanya ke sebuah rumah, dia juga di beri pakaian yang layak untuk di pakai.
Saat ini Chu Xian sedang duduk dengan dikelilingi oleh beberapa orang.
Chu Xian menjelaskan bahwa dirinya adalah seseorang yang berasal dari selatan dan mengembara sampai ke sini, dia juga menjelaskan bahwa dirinya juga tidak tau kenapa ia bisa memasuki hutan itu, dan tau-tau sudah berada di gunung itu.
Berbicara seperti itu karena Chu Xian tak mau membuat orang-orang ini curiga, karena dia menyadari satu hal, yaitu gunung tersebut sangat tabu untuk di sebutkan di sini.
“Menurut apa yang kamu katakan, bahwa kamu tidak tau bagaimana kamu bisa berada di gunung itu. Apakah kamu kultivator abadi?” Tanya kepala desa dengan nada yang serius.
Chu Xian mengangguk ragu dan berkata, “Ya, saya seorang kultivator.”
Dia mengangkat jarinya dan mengeluarkan aura berwarna biru untuk membuktikannya.
“Pantas saja,” Beberapa orang itu mengangguk seperti mengerti akan satu hal.
Salah satu dari mereka berbicara, “Sebenarnya gunung itu adalah tempat yang tidak bisa di masuki oleh orang-orang biasa seperti kami, dulu ada legenda bahwa seorang kultivator Dewa membuat larangan di sana, dan dalam radius 10 ribu kilometer tidak ada makhluk hidup yang bisa hidup di tempat itu. Kalau kamu mengatakan kamu seorang kultivator, maka kami akan percaya bahwa kamu bisa keluar dari sana.”
“Dulu juga ada yang pernah mengalami seperti yang kamu alami ini, dia tiba-tiba di tarik oleh sesuatu yang misterius yang ada di sana bahkan dia juga tidak tau bagaimana dia bisa berada di gunung itu.”
Mendengar penjelasan orang ini, Chu Xian pun langsung paham dengan apa yang terjadi di gunung itu.
Tapi seorang kultivator Dewa?
Bukankah orang itu adalah Jun Qing?
Chu Xian merasa asumsi nya benar. Jika begitu, Jun Qing membuat larangan agar tidak ada yang bisa menggangu nya untuk memasuki dunia asal, tapi dia ketahuan oleh Surga dan terjebak di sana selamanya.
Tapi orang yang tiba-tiba ditarik itu, apakah karena kondisi ruang yang tak stabil di sana, dan itu jelas berbeda dengan kondisinya yang nyatanya keluar dari celah ruang secara langsung.
Sekarang semuanya sudah jelas. Jadi Chu Xian berkata, “Terima kasih tuan, sekarang saya sudah mengerti apa yang terjadi, dan terima kasih juga untuk pakaiannya. Sekarang saya hanya ingin tau, apakah kota di tempat ini masih jauh?”
Orang-orang itu saling memandang, lalu kepala desa berkata, “Apakah kamu ingin memasuki kota? Memang benar, dalam jarak seribu kilometer dari sini ada kota, dan itu adalah kota Kekaisaran Yiwu. Tapi kami dengar saat ini kota sedang dalam kekacauan akibat perang yang terjadi baru-baru ini. Ya, karena kamu adalah kultivator, mungkin tidak apa-apa bagimu untuk pergi ke sana, tapi kami juga tak bisa mengantarkan mu ke sana.”
“Tidak apa-apa, aku sudah berterimakasih karena kalian sudah mau membantuku. Ah, Ngomong-ngomong saya tidak tau apa alat pembayaran yang di gunakan di tempat ini...” Kalau bisa Chu Xian ingin membayar apa yang telah di berikan oleh orang-orang ini. Walaupun itu terlihat aneh karena dirinya tidak tau alat tukar apa yang digunakan oleh orang-orang ini, tapi dia merasa dia memiliki apa yang di gunakan umumnya, seperti emas, perak, bahkan batu spiritual tingkat rendah sampai tingkat tinggi. Dan itu semua ada di dalam penyimpanan yang di berikan oleh Jun Qing. Hanya saja tidak ada pakaian atau sejenisnya didalamnya.
“Itu, tidak perlu,” Kepala desa itu menggelengkan kepala, terus dia berkata, “Memang seharusnya sesama manusia untuk saling membantu.”
Chu Xian merasakan kehangatan di hatinya.
Orang-orang ini sangat baik, jadi dia membuat janji, “Baiklah, jika suatu saat nanti ada sesuatu yang membutuhkan saya untuk membantu, maka saya akan sepenuh hati untuk membantu desa ini.”
Akhirnya Chu Xian keluar dari desa ke arah yang di tunjukkan oleh orang-orang itu, Kota Kekaisaran ya. Aku datang...
(Akhir bab ini)