Achievement System

Achievement System
Bab 140 : Tianzu malu



Kurang dari 40 menit, akhirnya Ri Xiang dan lainnya sampai di hotel tempat Chu Xian berada.


“Kenapa lama sekali?” Chu Xian melihat jam dan bertanya dengan nada yang tidak puas.


“Hei, kami juga punya kendalanya sendiri, lalu kamu sendiri, kenapa membuat masalah yang sangat besar sehingga menarik perhatian dari Tianzu” Ri Xiang juga tidak puas dengan sikap Chu Xian. Wang Zi dan Xu Chang'an juga mengangguk.


“Hehe, kali ini aku terbawa emosi sehingga hal itu terjadi.” Chu Xian merasa malu.


“Baiklah, baiklah, jangan membahas hal itu lagi, sekarang mari kita temui salah satu dari Tianzu ini.” Ri Xiang melambaikan tangannya dan berkata ia juga tak berdaya dengan sikap anak sialan ini.


Ri Xiang dan Xu Chang'an berjalan duluan mengikuti arahan dari wanita yang mencari Chu Xian tadi.


Di belakang, Wang Zi dan Chu Xian berjalan berdampingan. Wang Zi berkata, “Chu Xian, hei nak, taukah kamu kali ini kamu sudah membuat masalah yang cukup besar di negara ini, tapi kamu tak perlu khawatir, kami akan membantu mu untuk berbicara dengan mereka, asalkan kamu bersikap baik saja, dan ada satu hal yang harus kamu ketahui...”


“Apa itu?” Chu Xian bersikap penasaran.


Wang Zi berbisik di telinga Chu Xian, “Sebenarnya para Tianzu ini sama sekali tidak memiliki kemampuan apa-apa, mereka itu hanya bisa memerintah saja, tapi di bawah mereka terdapat pasukan rahasia yang di dalamnya terdapat master-master top yang bisa mereka perintah sesuka hati. Kamu jangan salah paham, walaupun mereka memiliki Otoritas tertinggi, tapi mereka para Tianzu tidak akan berbuat sewenang-wenang dengan kekuasaannya itu.”


“Tianzu sudah memerintah negara selama ratusan tahun, walaupun waktu di zaman berperang kinerja mereka dalam mengelola negara tidak terlalu bagus, tapi tetap saja mereka itu adalah orang-orang yang sudah mengalami pasang surut dan berhasil dalam memerdekakan negara. Jadi walaupun mereka tidak sengaja menyinggung perasaan mu ataupun memarahi mu, jangan di ambil hati.” Katanya lagi.


Chu Xian hanya menganggukkan kepala dan berkata ia mengerti.


“Kalau begitu aku bisa lega.” Wang Zi tersenyum dan menepuk pundak Chu Xian.


Mereka berempat memasuki ruangan khusus yang di dalamnya terdapat sangat banyak orang dengan pakaian militer.


Wajah tua segera memasuki pandangan Chu Xian, walaupun terlihat tua, tapi bisa di lihat ketajaman sorot matanya yang dalam. Bagi yang pertama kali melihatnya orang akan segera menaruh rasa hormat dari dasar hatinya. Tapi itu untuk orang lain, sedangkan Chu Xian sendiri tidak merasakan apa-apa dan terlihat biasa saja.


“Bagaimana kamu melihat kakek ku secara tidak hormat! Dan taukah kamu kami di sini sudah menunggu lama, kamu sepertinya tidak terlalu memandang Tianzu di mata mu!” Seorang pria muda dengan pakaian militer berdiri dan berkata kepada Chu Xian dengan tidak puas.


Hei, siapa kamu, dan apa hak mu berkata seperti itu kepada ku.


Wajah Chu Xian langsung menghitam seketika. Kalau saja dia tidak berpikir di sini ada Tianzu dan Wang Zi menyuruhnya agar tidak membuat masalah, maka orang ini akan mati dengan sekali tamparan.


“Apa-apaan mata mu itu—”


“Sudah cukup!” Pria tua itu memarahi cucunya, “Apakah ini tujuan mu untuk ikut dengan ku?!”


“Aku...” Pria muda itu terdiam dan tidak membantah. Nyatanya dia memang tidak puas dengan Chu Xian, seorang tidak di kenal yang tiba-tiba bangkit, tapi bukan itu masalahnya, itu karena Chu Xian bangkit terlalu cepat dan membuat para anak muda yang sekarang masih berjuang merasa sangat iri dan benci, oleh karena itu banyak yang berkata Chu Xian bisa bangkit dengan cepat pasti di dukung oleh orang lain.


“Bukan masalah besar, generasi muda sekarang memang sulit di atur.” Chu Xian melambaikan tangannya dan berkata dengan tenang.


Orang-orang yang ada di sana terdiam.


Hei, berapa umur mu, memangnya kamu bukan generasi muda?


Orang-orang di sana muntah di dalam hati.


Ya, memang benar menurut usia Chu Xian saat ini masih tergolong sangat muda, tapi itu tidak termasuk dengan usia Chu Xian pada kehidupan sebelumnya, waktu itu dia berusia 30 tahun, dan setelah mati dan bereinkarnasi, dia kembali ke usianya yang ke 21 tahun. Kalau di hitung-hitung, pengalaman hidupnya berarti sudah 50 tahun lebih. Memang pantas dia tidak terlalu memandang para generasi muda zaman sekarang.


“Ehm,” Pria tua itu memecahkan suasana yang hening, dan sambil tersenyum ia berkata, “Mari kita lupakan itu. Sebenarnya saya datang ke sini hanya untuk menemui mu dan berniat untuk berbincang-bincang, tapi sepertinya ada yang salah paham...” Dia memandang ketiga Ri Xiang, Wang Zi dan Xu Chang'an.


“Haha, sebenarnya kami juga kebetulan berada di sini, dan itu karena kami mendengar Chu Xian berada di hotel ini, jadi sekalian saja kami ingin menemuinya dan minum bersama... Benar kan Chu Xian.” Ri Xiang memandang Chu Xian dan tertawa hambar.


Siapa yang akan percaya akan itu?


Kalau datang sendiri sih tidak apa-apa, tapi apa maksud mu dengan membawa kedua raja lainnya untuk datang ke sini. Apakah untuk menekan dirinya.


Wajah tua pria itu menghitam dan terlihat suram.


“Kalian semua keluar dulu, ada yang ingin ku bicarakan dengan para Raja ini.” Pria tua itu mengacu kepada anggota militer yang ada di sini. Dan para Raja tentu saja mengacu kepada Ri Xiang, Wang Zi, dan Xu Chang'an, termasuk Chu Xian.


Orang-orang itu sangat patuh dan tidak bertanya apa alasannya menyuruh mereka keluar.


Segera, di dalam ruangan hanya tinggal mereka berlima termasuk pria tua itu.


“Apa tujuan Anda mencari Chu Xian?” Tanya Wang Zi secara langsung.


“Ingin membahas sesuatu.” Jawab lelaki tua itu dengan tenang.


“Ya, ya, itu hanya alasan mu saja kan? Nyatanya kamu tau, aku tau, dan semua yang ada di ruangan ini tau, bahwa Chu Xian sudah membuat masalah yang sangat besar, jadi kita langsung pada intinya saja, apakah kalian ingin menekan Chu Xian, maaf tidak bisa karena Chu Xian berada di dalam perlindungan kami. Kalau kamu berani menyulitkan nya, maka jangan salahkan kami memalingkan wajah.” Wang Zi mencibir seketika.


Chu Xian langsung tercengang.


Bukankah tadi orang tua ini berkata jangan membuat masalah dan diam saja. Chu Xian sudah bersiap untuk meminta maaf, tapi dia semakin tercengang dengan perkataan Wang Zi selanjutnya.


(Akhir bab ini)